Terpaksa Nikah

Terpaksa Nikah
Tersekap


__ADS_3

"Bos hari ini adalah pernikahan anda"


Bob ia masih tertidur, semalam ia mabuk berat.


"Aku tidak akan pergi"


Al tak dapat memaksanya .


Ibunya Bob masuk mencari Bob.


"Bob , cepat bangun" usiknya.


"Aku ingin tidur"


"Tidak bisa, hari ini pernikahanmu. Lebih baik cepat bangun jangan membuat masalah"


"Heh, benar juga , aku harus mengurus wanita itu" Bob bangun , dan Al membantu nya.


Bob sudah siap menunggu didepan Altar pernikahan. Pengantin wanitapun datang.


Pernikahan itu berlangsung sangat cepat. Ikrar pun selesai diucapkan Dan mereka telah sah suami dan istri.


Dila sangat senang juga keluarganya .


"Aku tidak percaya telah menikahinya juga" tampak payah.


Dila sudah menunggu dikamar pengantin , namun Bob tak kunjung datang kekamarnya .Dila sangat kesal . Hingga pagi Bob tidak ada juga datang.


Bob tidur dikantor.


Renata sangat sedih , mengetahui hari ini Bob telah menikah.


Ia tak dapat tidur , berdiri menatap rembulan dari balkon kamarnya .


Bob yang terbangun , terus meratapi kepayahannya .


Ia mencari alkohol dikulkasnya, dan meminumnya.


Dihari pertama pernikahan , Bob malah mengacuhkan Dila . Dila sangat marah, tampak iapun meneteskan air matanya .


*******


"Mengapa waktu berlalu begitu cepat, bagaimana ini?" Renata berpikir akan panggilan sidang untuk memperebutkan hak asuh anak.


"Apakah aku harus pergi memohon padanya"


Malam hari Renata berencana menemui Bob , saat yang lain sudah tidur dan lengah. Renata diam -diam menyelinap dan berhasil lari.


Ia pun segera mencari taxi ,Bob mengajaknya bertemu dikantor.


"Mengapa ia mengajakku bertemu dikantor?" Renata melihat kantor yang begitu sepi dan sebagian ruangannya gelap , sungguh menakutkan .


Renata menelponnya .


"Aku disini , security akan mengantarkanmu"


Renata pun masuk kedalam ruangannya ,melihat beberapa pakaian yang tergeletak dikursi , sungguh berantakan .


"Aku berjanji akan mengurusnya dengan baik, aku mohon kasihanilah , Raka tidak bisa jauh dariku ,kumohon" Renata tiba langsung memohon.


"Apakah Alex tahu jika kamu kemari?"


"Ehm " ,Renata menggelengkan kepalanya .


"Bagaimana munkin, seorang suami bisa lengah "


Bob menenggak minumannya.


"Terkecuali kalian tidak tidur satu ranjang"


"Itu bukan urusanmu"


Bob tertawa , "Jangan tegang duduklah"


Renata hanya diam memperhatikannya .


"Bisakah kamu nyalakan lampunya" Renata mulai kesal.


"Kenapa? kamu tidak suka gelap? bukankah setiap malam kita "


"Hentikan omong kosongmu" Renata cepat memotong ."Percuma aku kemari" gumamnya dalam hati. Saat berusaha pergi , Bob melihat nya, dan segera menghalangi .Menangkap lengannya , "Lepas" teriak Renata .


Bob menatapnya dengan penuh kasih sayang ,

__ADS_1


Plak , tertampar.


"Pergi , aku jijik melihatmu"


Bob sangat sakit hati , mendengarnya . Ia mengeratkan tangannya . Memegangnya sangat erat.


"Ah, lepaskan, lepaskan aku"


"Kamu sengaja menemuiku kan"


"Apa maksudmu? , lepaskan"


"Baik kita lihat , bagaimana rasanya dikhianati"


"Apa maksudmu?" ,yang Bob pikirkan adalah membalas Alex . Saat ia menikah dengan Nata, Alex mengambilnya . Dan kini sebaliknya .


"Aaa" terdengar teriakan . Pakaian terobek .


"Hentikan" Renata terus berontak .


Nafasnya terengah-engah , kedua lengannya tertangkap ,Bob menggenggamnya erat . Renata terbaring disofa .Bob perlahan mendekat dan menciumnya , Renata tidak melayaninya ia terus berontak . Namun apalah daya, ia tak dapat mengalahkan Bob disana .


"Mengapa aku begitu bodoh dan polos menghampirinya " guman Nata dalam hati.


Berhari-hari Dila hanya tidur sendiri , Bob tidak ada pulang tidur satu malam pun bersamanya.


Setelah itu ,Bob tidak ingin berhenti begitu saja , dia menarik lengan Renata ,membawanya pergi dan memasukkannya kedalam mobil .


Renata tidak dapat membuka kuncinya.


"Apalagi yang akan kamu lakukan ?" berusaha membuka pintunya.


"Diamlah" , Bob melajukan mobilnya dengan cepat.


"Kamu akan membawaku kemana?" teriak Nata,


Bob membawanya ke apartemen miliknya . Bob membeli satu lantai Apartemen , jadi ia tak memiliki tetangga yang akan mengusiknya . Keamanan disanapun sangat ketat.


Bob langsung membawa ke kamar nya .


"Ini" Renata gelisah .


Bob mengurungnya didalam kamar,


"Kamu kejam"


"Tampaknya Alex tidak pernah menyentuhmu" Bob mendekat.


"Apa maksudmu?"


Bob tersenyum, "Aku pun sudah lama"


"Aah" Renata berjalan mundur terjatuh diatas ranjang .


"Bob hentikan" , Bob memperkosanya lagi .


*****


Keesokan pagi , Renata tidak dapat beranjak dari ranjang , Ia merasakan sakit dan tubuhnya terasa lemas .


"Aku ingin pulang, lepaskan aku" ,Bob berdiri disampingnya mengacuhkan.


"Kumohon, kasihan Raka"


Bob memiliki rencana , hingga ia melakukan itu . Menyekap Nata diapartemennya.


Alex tidak menaruh curiga apapun .Dia hanya mengira jika Renata masih berada dikamarnya . Yang ia pikirkan malah rencana pernikahannya yang tertunda.


Alex pun pergi ke kantor .


Raka yang sudah siap oleh pengasuh, bertanya-tanya akan Mamanya.


"Dimana Mama?"


Pengasuh dan pengurus rumah pun tidak ada yang tahu , mereka hanya saling menduga .


"Munkin Mama Raka pergi"


Raka yang asyik, tak mengkhawatirkannya.


****


"Al aku tidak akan kekantor hari ini"

__ADS_1


"Baik" jawab Al.


Tak lama Dila pun datang, tanpa bertanya ia menerobos ruangan Bob .


Untung Al sudah merapikannya , Al merasa curiga melihat ruangan Bob yang berantakan . Tapi ia tak tahu dimana Bob saat ini dan apa yang terjadi semalam. Al belum menanyakannya pada security.


"Dimana dia" teriak Dila sangat marah.


"Beliau tidak masuk"


"Apa??"


Dila tak tahu kemana harus mencari Bob , apartemen itu adalah apartemen rahasia miliknya , hanya Ibu dan Al yang tahu . Penjagaan disana sangat ketat , orang asing tidak sembarang dapat masuk .


Dila ia terisak , dan kesal pergi meninggalkan ruangan Bob yang kosong .


Bob memberi rumah sebagai hadiah pernikahan kepada Dila . Namun rumah itu hanya untuk Dila.


*****


Sungguh malang Renata, ia tak habis-habisnya diperkosa Bob, siang dan malam .


Seharian mereka hanya dikamar .


Sepulang dari kantor Alex bertanya keberadaan Nata, mereka pun terkejut karena tidak melihat , dan tak menerima kabar apapun darinya.


Alex mendobrak pintu kamarnya . Ia mendapati kamar Renata yang kosong .


"Apa ? dimana dia" cemasnya .


"Periksa cctv" , Alex segera melihat semua rekaman cctvnya dari sejak malam ia terakhir melihatnya .


Renata ia pintar menyelinap , hingga jejaknya tak terlihat.


Terakhir Renata melihat kekamera saat keluar dari kamarnya .


"Tuan" Boy bertanya


"Ayo kita cari dia"


Alex mencari kekediaman Ibu. Namun Alex tidak menemukan Renata disana .


Alex semakin cemas , ia mencurigai Bob.


Namun ia tak dapat menemuinya .


******


"Hiduplah bersamaku lagi" Bob membelai Nata diatas ranjangnya.


"Kamu sudah memiliki istri, kamu akan jadikan aku simpananmu?" , Renata tak ingin menatapnya .


Bob hendak menciumnya , Plakk lagi-lagi Renata bersikap kasar.


"Sudah cukup, lepaskan aku"


"Tidak"


Dalam pikiran Bob, dia ingin mendapatkan keduanya Raka dan Nata dan dapat kembali hidup bersama.


"Aku mencari daftar pernikahan kalian,tapi nama kalian tidak terdaftar dimanapun, mengapa berbohong ? katakan?"


Renata masih memilih diam , "Kamu mencintai Dila?"


"Jika aku mencintainya, aku tidak akan mengejarmu"


Renata kini menatapnya ,


"Lalu mengapa kamu menikahinya?"


Bob terdiam , ia enggan menceritakannya .


"Kenapa??" Renata terus mendesak.


"Aku tidak mencintainya"


"Pembohong"


Kini Bob menangkap tangannya .


"Jangan bicarakan dia lagi"


"Ahh" Renata merintih , Bob melakukannya lagi.

__ADS_1


__ADS_2