Terpaksa Nikah

Terpaksa Nikah
Langit Mulai Cerah


__ADS_3

Tap .. tap, Renata berjalan disebuah cafe .


"Silahkan" seorang pelayan memberinya tempat.


"Terima kasih"


"Tunggu dulu" Seseorang teman lama , melihat rupa yang tidak asing.


"Renata???" menghampiri


Renata menoleh, "Ungeee??"


"Benar Renata ?!"


"Aaah" teriak Unge , dia sangat senang .


"Unge duduklah"


"Baik"


"Unge, aku tidak percaya bisa bertemu denganmu disini"


"Ya aku pun begitu, awalnya aku merasa tidak yakin ,tapi benar ini adalah kamu" Unge sangat senang.


"Apa yang sedang kamu lakukan disini?" tanya Unge


"Aku sedang bosan , jadi aku berjalan-jalan" Renata tampak senyum.


"Wah, kamu masih secantik dulu, kamu tinggal disini?"


"Hmm" Renata mengangguk .


"Hahaha, memang kamu sangat beruntung" menepuk pundak Nata


"Benarkah??"


"Tentu saja, tidak seperti aku" Unge nampak cemberut,


"Ada apa denganmu?"


"Aku , aku masih jomlo" mengucapkan dengan malu-malu.


"Oh ya , sedang hamil berapa bulan?"tanya Unge


"Kalau tidak salah bulan ini menginjak 6 bulan"


"Oh, tapi perutmu besar sekali"


"Aku mengandung bayi kembar"


"Benarkah?!" dengan sontak ingin meraba perut


"Bagaimana dengan jenis kelaminnya?"


"Entahlah, aku malas bertanya"


"Beruntungnya, punya anak kembar sekaligus" Unge memuji, tanpa tahu apapun dibalik cerita nya.


Renata tersenyum tipis sekali, seperti enggan.


"Nge, kamu tinggal dimana sekarang?"


"Aku di kota H , aku tinggal bersama papiku, setelah lulus aku meneruskan usaha papiku"


"Hmmm"


"Kamu? dan suamimu menetap disini juga atau ..."


"Aku tidak tahu" tidak berani menatap muka.


"Nat, kamu baik-baik saja?"


Tiba-tiba Renata terisak .


"Selamat siang, anda mau pesan apa?" seorang pelayan datang.


"Hmmm , ini ... ini saja" Unge asal tunjuk minuman.


"Nat ada apa denganmu? katakan" Unge merasa canggung, khawatir orang lain memperhatikan .


Anak buah Alex yang mengawalnya , nampak memperhatikan .


"Aku menikah dengan Alex"


"ALEX???" Unge tercengang


"Hmm" Renata mengangguk ,


"Kamu bercerai dengan suamimu yang pertama?"


Renata mengangguk.


"Oh tuhan , sabarlah" Unge memeluknya , namun Unge tidak memahami apa yang membuat Nata terisak .


"Lalu mengapa kamu menangis?Apa??" matanya melotot,

__ADS_1


"Apa Alex KDRT?" bicara terlalu keras, karena emosi reflek berdiri.


"Ehm , Tidak, Unge duduklah"


"Lalu??"


"Haruskah aku mengatakannya disini?"


"Mengapa, apa tempatnya tidak nyaman?"


"Jujur , aku, aku masih berat dengan hidup yang ku jalani saat ini ,Unge tolong bawa aku pergi"


Unge , merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar,


"Tapi mengapa?"


"Sulit, ini sulit sekali diceritakan untuk saat ini, bisakah kamu membantuku?"


"Si Alex itu berselingkuh??"


"Tidak, bukan" Renata mulai kesal.


"Lalu mengapa kamu ingin meninggalkannya


Renata meminta Hp Unge , dia segera mengontaknya .


"Itu nomor telpon ku, pikirkanlah apa yang tadi aku katakan, saat ini aku tidak bisa berlama-lama denganmu, aku sedang diawasi "


"Apaaa?" Unge celingukan .


"Tutupi wajahmu" Renata memberikan buku daftar menu untuk menutupi wajah Unge .


Renata pun pergi . "Hari ini sampai disini , aku akan menelpon untuk bertemu lagi" gumam Renata, dengan berlalu pergi.


"Ada apa dengan dia, aku tidak mengerti apa yang dia bicarakan tadi" Unge bergumam sendiri.


*******


"Tuan, aku buatkan kopi untuk anda"


Sekretaris Alex menyimpannya dimeja ,


"Boy kemari", Alex tidak suka dengan tatapan Yuli kepadanya.


"Ya"


"Mengapa kamu menerima sekretaris genit seperti itu?", Boy diam, ia sengaja menerima Yuli, sebagai hiburan untuk Alex.


"Akan ku peringatkan dia", Boy pun pergi menghampiri Yuli.


"Bos kamu yakin akan memporak-porandakan mereka?"


"Mengapa tidak yakin?"


"Aku harus membalas dan memberi mereka pelajaran"


******


"Tuan , ada kabar , lihat ini"


"Ini laporan keuangan perusahaan Tuan besar"


"Limpahkan semua keuangan kita, jangan sampai Ayahku pailit"


"Baik"


"Berani nya kamu ingin mengakuisisi perusahaan Ayahku" Alex nampak marah.


Sepulang dari kantor , Alex langsung masuk kekamar , Renata nampak melamun ia tak menyadari kepulangan Alex.


"Apakabar sayang" ia memeluknya dari belakang, berbisik membuat bulu kuduk Nata merinding .


"Apa yang kamu lakukan" terkejut


"Bagaimana dengan kandunganmu?"


"Baik, baik-baik saja"


"Baguslah" Alex meraba perutnya, sungguh canggung .


"Aku akan membuat makan malam untukmu"


"Tunggu" Alex menahannya. Mereka bertatapan , Alex berjalan mendekat , membelai wajahnya .


"Aku tidak sedang lapar, aku ingin yang lain" tatapannya melihat ke tubuh Nata.


"Ah apa yang kamu katakan Lex , tunggu sebentar saja , aku akan menyiapkan makanan untukmu"


Alex menahan lengannya , " Aku bilang aku tidak lapar"


Renata , nampak takut, berkeringat .


"Hentikan" ,ia menahan lengan Alex yang sedang membelainya .


"Aku tidak bisa melakukannya " bicara dengan tegas, sorot mata mengingatkannya .

__ADS_1


"Tidak terima penolakan"


"Alex , tolong hargailah, jika kamu bersikeras ,lebih baik ceraikan saja aku" , Renata dengan cepat pergi meninggalkannya .


"Ada apa denganku hari ini" berceloteh sendiri.


"Nat, Nat" Alex memanggil-manggilnya .


"Nat" menghampiri Nata yang sedang merenung didapur.


"Maafkan aku ,aku tidak berniat"


"Sudahlah , akupun salah" Renata menghindari nya lagi .


"Nat, kamu marah?"


Renata terdiam , "Tolong maafkan kekhilafan ku"


"Kamu janji tidak akan mengulang nya lagi"


Alex mengangguk,


"Ingat dengan perjanjian kita" , Alex mengangguk lagi.


"Jadi kamu sudah tidak marah lagi?"


Renata menyimak , nampak berpikir ,


"Aku tidak akan marah lagi padamu, tapi ada satu hal yang aku inginkan"


"Apa itu?"


"Izinkan aku pergi bebas kemanapun tanpa dikawal"


"Itu tidak boleh, diluar sangat berbahaya, dan satu lagi kamu tidak pintar berbahasa asing"


"Tapi aku merasa tidak nyaman "


"Memangnya apa yang kamu lakukan hingga keberatan dengan mereka, kamu menyimpan rahasia?"


"Tidak!!"


"Lalu mengapa?"


"Baiklah, tapi mereka boleh berjalan jaraknya 5meter dariku, jangan terlalu dekat"


"Nata"


"Tidak ada penolakan"


"Apa???, ada apa dengan perempuan ini, kali ini dia yang mengatur ! , ditaruh dimana harga diri ini" Alex terus mengoceh, berjalan mengikutinya .


Keesokan pagi, Renata mengirim pesan pada Unge.


"Nge , kamu sudah memikirkan cara untuk menolongku??"


Unge yang masih manja dikasurnya ,


"Apa yang akan dia lakukan?" gumamnya, segera menelponnya.


"Belum"


"Jemput aku di jembatan H yang terkenal itu"


"Kapan???" tanya Unge


"Hari ini"


"Mendadak sekali, aku banyak sekali kerjaan Nat"


"Bagaimana jika makan siang saja, aku akan sebentar menemuimu" lanjut Unge.


"Aku akan mampir kerumahmu, bagaimana?"


"Itu ?! aku akan pulang malam, apa tidak mengapa?"


"Ya sudah tidak jadi" Nata memutuskan telponnya.


"Aku masih penasaran, benarkan Bob bahagia bersama Dila ? teganya dia membiarkan aku disini hamil anaknya sendirian" Renata mengeluh .


Sekretaris Alex ada datang lagi kerumah,


"Siapa yang memintamu datang terus menerus kerumahku?"


"Aku sendiri yang mau"


"Hey, jaga sikapmu, lain kali jangan kemari lagi"


"Kenapa?" , Yuli bertanya dengan polos . Yuli juga cantik namun ia lebih polos dari Renata . Lebih tepatnya bodoh.


"Tuan, aku adalah sekretaris anda , jadi saya juga bertanggungjawab atas semua kebutuhan anda, Oh ya .. maaf Tuan, dasi anda biar saya rapihkan"


Renata datang menuruni tangga, membawa secangkir teh .


"Kalian sedang apa?"

__ADS_1


Alex terkejut, ia segera mendorong Yuli, karena takut Renata salah paham


__ADS_2