Terpaksa Nikah

Terpaksa Nikah
Hamil


__ADS_3

"Nata kita lulus" teriak Unge sangat senang, dan semua orangpun sangat senang , IPK mu besar puji Unge.


"Terima kasih" jawab Nata,


"Oya, sebentar lagi acara wisuda, bersiap siap setelahnya kita akan mengadakan party lagi"


"Tidak kali ini aku tidak akan ikut" kata Nata,


Unge mengajak Nata makan dikantin, ada menu yang sangat disukai mereka .


Ungepun memesan dua porsi. "Wah" Unge menatap makanannya , ia sudah tidak sabar ingin memakannya.


"Uo" rasa mual , bau makanan membuatnya ingin muntah.


"Kamu kenapa?" tanya Unge.


"Aku tidak suka baunya"


"Bau,ini tidak bau"kata Unge.


"Singkirkan makanan itu" bau itu semakin menusuk , banyak sekali orang yang didekatnya memesan makanan itu juga. Renata merasa lebih mual lagi, ia dengan cepat berlari mencari toilet, dan memuntahkannya . "Kepalaku juga, mengapa jadi pusing" ,Renata menyadari dan takut jika dia sedang hamil , karena sekarang dua bulan jalan ia tak dapat juga haid.


Renata berencana untuk melakukan tes kehamilan.


"Ayo kita cari makanan lain saja" ajak Unge, Renata mengangguk mengikutinya.


"Nge , aku merasa sangat lemas, aku ingin pulang saja" rengek Nata, Unge mengerti dan mengijinkannya pulang .


"Kali ini aku akan mengantarmu" Unge merasa khawatir.


Renata mengangguk senang.


Dirumah hanya Renata seorang, ia memesan tes kehamilan secara online, ojek online pun tiba , Renata dengan segera bergegas tes urine.


"plak" terjatuh , hasil nya garis dua.Jantung Renata berdetak begitu cepat, ia pun berbaring diranjangnya , banyak sekali yang ia pikirkan .


"Kak kau dimana ?" tanya Daniel ,tiba-tiba mengirim pesan .


"Ada apa?" balas Nata


"Ada suatu hal penting, kemarilah tolong aku"


"Kamu dimana?" Renata cukup panik


Daniel mengirim lokasi, ia enggan menceritakan dulu, jika ia sedang berada dikantor polisi.


Renata bergegas kelokasi tersebut menggunakan taxi , Renata nampak kebingungan mencari Aniel , ia pun menelponnya


"Kaka sudah sampai, kamu dimana?"


"Kak maafkan aku, aku di samping kaka berdiri, tepatnya didalam kantor polisi berada"


"Apa!!?" teriak Renata, Renata sangat khawatir, memikirkan apa yang sebenarnya telah terjadi ,


Renata menghampiri ke kantor polisi tersebut , ternyata Daniel tidak sengaja bertabrakan dengan temannya seorang gadis , sepulang sekolah.


"Maaf" Renata segera meminta maaf didepan gadis tersebut ,wanita itu nampak masih kesal , Daniel masih mempertahankan ego nya ,jika ia pun tak bersalah . Renata tidak ingin masalahnya kian panjang,

__ADS_1


"Tunggu, aku tidak ingin dulu berdamai, kalian harus menunggu waliku dulu" gadis itu merengek ,


"Baik nona, tapi dari tadi kami sudah lama menunggu"


"Tunggu sebentar lagi, kakakku akan datang"


Tak lama kemudian , Alex datang , ia tersenyum memberi salam pada orang sekitar , Renata dan Alex terkejut mereka secara kebetulan bertemu disana.


"Kaka mengenal kakaku?" tanya gadis itu, yang melit reaksi keduanya .


Renata hanya terdiam menatap Alex yang tersenyum melihatnya . Pihak kepolisian menceritakan alur kejadian nya pada Alex dihadapan Renata dan adik-adiknya . Si gadis kekeh, dia tidak ingin berdamai ,namun Alex tidak bisa mengikuti keinginannya, ia melihat pada Renata disana , tatapannya begitu lembut.


"Pak, kami tidak akan memperpanjang masalah ini, kami akan berdamai saja " ucap Alex ,


"Kaka" gadis itu berteriak.


Alex tersenyum , mencoba mencairkan suasana hati adiknya . Ia pun berbisik "Adikku yang manis, biar kaka yang mengurus semuanya " .


"Tapi kak, itu mobil baru"


Hehe , Alex terus mencoba membujuk gadis ,


"Pokoknya nanti Kaka yang urus"


"Mobilnya?" tanya adiknya


"Ya"


Renata hanya diam berdiri bersama Daniel,


"Kak,akhirnya dan siapa kakak tadi mengapa di begitu baik, apa Kaka mengenalnya " tanya Daniel, keluar dari kantor kepolisian.


Alex segera mencari Renata seteh urusannya selesai, Renata bersama adiknya keluar lebih dulu, dari tempat tersebut .


"Tunggu" Alex melihat Renata yang masih berjalan dihalaman ,ia mengejar menghampirinya , adiknya melihat dari kejauhan merasa heran .


"Ada apa?" tanya Nata .


"Kalian akan pulang?" tanya Alex


Renata mengangguk, "Kalau begitu, kita pulang bareng aja,gimana?" tanya nya


"Tapi" Renata menatap pada adiknya Daniel.


Si gadis berjalan menghampiri mereka "Kakak ada apa??" . Mereka saling bertatapan satu sama lain.


"Tidak kami akan naik angkutan umum saja" jawab Daniel, Renata pun setuju berpaling berjalan meninggalkan Alex . Alex tidak ingin berpisah, ia pun menangkap tangan Nata , "Renata" memanggilnya.


Renata menoleh padanya , melihat tangganya ia genggam.


"Maaf,hmm aku, izinkan aku mengantarmu"


adiknya melotot, Renata tiba-tiba sangat lemas dan pusing .


"Kakak" teriak Daniel.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Alex

__ADS_1


"Ayo ikut aku saja" Alex segera memapahnya .


"Aku begitu lelah" Renata bergumam dalam hati .


"Adik kamu bisa pulang sendiri kan?" tanya Alex


Adiknya nampak kesal, melihat sikap kakaknya . Ia pun pergi meninggalkannya .


Renata tertidur , karena kepala yang pusing.


"Dia akan baik-baik saja , aku akan mengantar alian pulang" Alex bicara pada Daniel . Daniel pun mengangguk, merasa khawatir dengan keadaan Renata .


Dalam perjalanan, Alex bertanya "Bisa kamu sebutkan alamat rumahnya"


"Baik" Daniel menangguk, segera menyebutkan alamat rumahnya .


Bob yang sedang sibuk dikantor , mengingat mengapa ia tak mendengar kabar dari Renata hari ini. ia pun mengirim pesan pada Renata


"Kamu dirumah? kmu sudah makan siang?" tanya nya.


Bob terus memandangi Handphonenya , berharap Renata segera membalas pesannya . Namun tak kunjung juga balasannya.


Alex pun berhenti didepan rumah Renata, ia memapah Renata keluar dari dalam mobilnya , bersama Daniel . Ibu merasa khawatir bertanya pada Daniel "Daniel, apa yang terjadi dengan kakakmu?"


"Ia sedikit tidak enak badan bu"


"Darimana kalian, mengapa kalian bisa pulang bersama?" tanya Ibu lagi . Daniel terdiam tidak menjawabnya, Alex berdiri disampingnya, tersenyum mencoba berbaur bicara dengan Ibu.


"Maaf, perkenalkan saya Alex teman Renata"


Ibu melihat kearahnya , "Mengapa kamu bisa bersama anak-anakku?" tanya Ibu sangat penasaran.


"Ibu , tidak ada apa-apa, kami hanya bertemu secara kebetulan" potong Daniel, dan ia memberi kode meminta Alex segera pergi, Alex pun pamit untuk pulang .


"Terimakasih Ka Alex" teriak Daniel , Ibu sangat kesal ada pria lain yang memperhatikan Nata, yang seharusnya itu hanyalah Bob.


Ibu segera memberi minum pada Nata, memeriksa keadaannya dan bertanya ,


"Mana yang terasa sakit" tanya Ibu begitu khawatir.


"Aku ingin tidur, kepalaku pusing"


Kamu sudah makan" tanya Ibu. Renata menggelengkan kepalanya .


"Ya ampun , pantas saja , ayo kamu harus makan " Ibu segera kedapur mengambilkan makanan.


"Aku tidak mau" Renata menolaknya


"Mengapa?" tanya Ibu begitu cemas.


Renata merasa was-was , ia hanya menatap Ibu dan bergumam dalam hati "Aku hamil bu"


Ibupun memaksa menyuapinya , Renata cukup mual , namun ia memaksakan untuk memakannya .


"Ibu sudah ,aku ingin beristirahat, kumohon" pintanya Renata pun tertidur disofa ,setelah makan .


"Apa yang terjadi padaku, perubahan apa yang akan terjadi pada tubuhku" gumamnya dalam hati, seraya tertidur.

__ADS_1


__ADS_2