Terpaksa Nikah

Terpaksa Nikah
Pecah


__ADS_3

"Biar aku yang mengantarmu pulang"


"Tidak perlu, aku sudah menyuruh kakakku menjemput", Nata berbohong menyebut Al sebagai kakaknya , Alex gemetar mendengarnya, "Aku harap kamu tidak salah paham , aku bukannya tidak ingin mengantarmu kembali , tapi kita baru saja sampai dan aku masih merasa lelah,tolong maafkan aku ya"


Nata menatapnya.


"Baiklah antar aku pulang sekarang, maka aku akan memaafkanmu"


Alex tersenyum, ada rasa kecewa, ia pun mengangguk setuju.


Alex pria playboy dikampus, wanita mana pun yang ia inginkan, pasti akan ia dapatkan. Alex berpikir untuk bersabar dulu menghadapi Nata, ia ingin serius mendekatinya , tak perduli ada suami disisinya.


Renata mengirim pesan pada Al, jika ia tak perlu menjemputnya . Nata merasa was-was , ia cukup takut pada Alex.


Setelah lama hening , Alex membuka obrolan "Rumahmu dimana?"


"Nanti akan ku sebutkan alamatnya setelah kita turun dari sini"


Alex pun senyum menurut, "Kamu punya pacar?"


tiba-tiba Alex memberanikan diri menanyakan itu.


"Kamu tadi mengacuhkanku,aku sangat ingin menanyakan itu padamu" Alex menyerengeh.


"Tidak ada" jawab Nata ,"Yang ada adalah suami" dalam hatinya.


Alex sangat senang mendengarnya, merasa kini ia memiliki harapan.


"Kapan-kapan aku boleh mengajakmu jalan?"


menggodanya , Nata hanya tersenyum datar.


"Aku menyukaimu" Alex dengan polos langsung mengatakannya.


"Apakah ini pernyataan cinta? atau hanya sekedar iseng saja, kita baru saja bertemu ,dan kamu bilang suka, suka dilihat dari mananya?" perkataan Nata cukup menyinggung Alex , Alex menghadapinya dengan senyuman .


"Aku serius" terus menggoda Nata.


"Tapi aku menolaknya" jawaban pahit dan pasti dari Renata.


Alex sangat terkejut dengan jawaban-jawaban Nata. Alex terkekeh tertawa .


"Apakah benar aku sedang ditolak?"


Nata menampakkan wajah judesnya .

__ADS_1


"Kamu makin cantik, jika sedang marah" Alex menggodanya lagi.


"Jangan katakan itu, kamu akan lebih kecewa nantinya" , Alex tertawa , merasa jika Nata benar wanita yang sangat menarik , wanita yang ia idamkan, wanita yang seperti Renata, dia tidak mudah goyah dengan rayuan pria. Alex sangat bersemangat lagi untuk mengejar Renata.


Bob menghentikan mobilnya, setelah mendengar kabar dari Al , namun tidak berhenti cemas .


Renata minta diantar ke kosan. Alex menyetujuinya.


"Terimakasih" ucap Renata, dan ia segera membuka pintu mobil . Namun Alex menahan lengannya , "Tunggu"


Renata menoleh kearahnya, "Izinkan aku mengejarmu" Alex mengecup lengannya.


Renata sangat terkejut, jantungnya berdegup.


"Apa yang kamu lakukan" merasa jijik


"Maaf"


Renata menatapnya marah , dan pergi meninggalkan Alex. Alex terdiam, ia pun marah pada dirinya sendiri, nampak memukul setir mobilnya , "Aku sudah menilai , dia bukan wanita biasa ,bodoh kamu bodoh" Alex takut tak dapat mengejarnya.


Alex pun pergi dari sana. Bob tidak menduga jika Nata akan pulang ke kosan .


Bob terdiam dalam sunyi menunggunya , masih depan rumah didalam mobil. Penasaran siapa yang akan mengantar Renata.


Renata merasa lelah, ia pun tertidur, dan handphone pun mati , tak ia cas.


Hari mulai terang , waktu menunjukkan pagi. Tergesa-gesa Bob parkir disana . Bi ijah yang sedang nyapu memperhatikannya. Bob Masuk begitu saja kedalam kosan . Berdiri depan pintu kamarnya ,mengetuk keras pintu kamarnya.


Renata sangat nyenyak sampai ia tak kunjung sadar ,dan mendengarnya .


"Berisik, bisa kamu hentikan" suara ocehan tetangga kamar sebelah.


"Maaf" Bob mengalah , namun ia masih kesal , Bob yakin jika Renata ada didalam . Bob sekali lagi mengetuk pintunya . Kini Renata terbangun menyadari kebisingan itu. Berjalan untuk membuka pintunya, matanya masih rapat , Nata masih memakai pakaian semalam , rambutnya kusut acak-acakkan, ia menutupinya dengan syal.


"Si" ketika hendak bertanya, Bob mendorongnya masuk , menutup pintu dan menguncinya dari dalam . Renata sadar, jika itu adalah Bob, suaminya.


"Ka..kamu" bicara terbata-bata.


Bob sangat kesal ,menghimpitnya ke tembok , "Wanita nakal" memukul temboknya , Renata takut, memejamkan matanya, dia sangat takut Bob marah.


Renata membuka matanya perlahan, nampak Bob dihadapannya ,sedang menatapnya.


Bob memangkunya, dan menjatuhkannya diranjang, Renata sangat terkejut pagi-pagi sekali, ia malah dapat perlakuan seperti itu.


"Apa yang akan kamu lakukan?" mencoba berontak, kedua tangannya ditangkap Bob .

__ADS_1


"Aku akan memastikannya" Bob bicara pelan padanya. Mereka bertatapan sangat dekat , Bob tidak menahannya lagi , kini ia akan melakukannya.


Sungguh terkejut ," Ternyata ia masih perawan ", dalam hatinya, Renata nampak menangis karena perbuatan Bob yang memaksa dirinya.


Bob merasa bersalah, namun semuanya sudah terlanjur .


Renata nampak murung setelah kejadian itu terjadi , Bob terus mendekatinya, berharap Renata memaafkannya. Bob memeluk dan mencium Nata , "Aku akan pergi, aku punya janji dengan teman" Nata beranjak dari ranjang mengambil pakaiannya, masuk kekamar mandi.


Bob hanya terdiam. Nata selesai mandi dan sudah berpakaian, Bob pun sudah duduk menunggunya, dan berpakaian.


"Teman siapa?" tanya nya


"Unge" Renata terlihat sedang berbohong , Renata segera keluar dari kamarnya , Bob membiarkannya .


Setelah keluar Renata merasa bingung, dia akan pergi kemana, ia pun berjalan mencari angkutan umum , hendak mengunjungi Ibu .


Bob pun tak lama setelah itu pergi dari kosan , menuju kediaman Ibunya.


Bob terus termenung, tidak ada rasa kebahagiaan , yang seharusnya terjadi pada malam pertama suami istri, Bob merasa kecewa pada dirinya sendiri. Ibu menatapnya dengan heran "Apa ada yang kamu cemaskan?" tanyanya.


Bob menggeleng. "Dimana Istrimu, ini adalah hari libur" tanya Ibu


"Dia ada" Bob menjawabnya singkat, tak tahu harus berbohong apa pada Ibu.


Ibu merasa curiga jika mereka sedang ada masalah.


"Kalian sudah lama menikah, kapan kalian berpikir untuk punya anak?" Ibu tiba-tiba menanyakan itu, dan membuat Bob sangat terkejut, dia jadi membayangkan apa yang sudah terjadi tadi pagi .


"Aku tidak tahu" jawab Bob


"Pergilah lagi, pergi bulan madu" tambah Ibu.


Bob tersenyum . Ibu tidak ingin bertanya mengenai Bella, cuma Ibu khawatir jika hubungan Bob memang sedang tidak baik, karena Bob telah berselingkuh. Karena Ibu tidak mengerti mengapa Bob mengencani Bella , disaat ia memiliki Nata sebagai istrinya. Bob sudah keterlaluan, dan Renata pasti banyak terluka karenanya . Ibu berniat ingin sekali menemui Nata setelah sekian lama . Terakhir Ibu bertemunya saat sebelum kecelakaan , dan Ibu mengira jika Renata sedang berlibur.


"Ibu" Renata memanggil Ibunya, Renata mencari Ibu didepan pintu rumah kediamannya.


"Nata" Ibu sangat senang melihatnya .


Renata memeluknya dengan haru , dan Ibu menciuminya .


"Ibu , Nata rindu" Renata sangat senang, melihat Ibu yang sangat bugar dan sehat, semua berkat perawatan yang Bob berikan .


"Kaka" Daniel menyapanya , segera menghampirinya.


"Kamu sudah makan? kamu nampak kurus"

__ADS_1


Renata tersenyum , Ibu mengajaknya makan . Setelah sekian lama , mereka tak lagi makan bersama. Mata Renata berkaca-kaca , merasakan kesedihan .


Ibu merasa hari ini tidak biasa , Renata yang biasa ceria mengapa begitu bersedih . Selesai makan Ibu menghiburnya, dangan beberapa obrolan masa kecilnya . Renata pun bisa tertawa dan tersenyum karena mengingatnya.


__ADS_2