
"Braakkkk" terjadi keributan kecil dikamar Nata dan Bob.
"Nat" teriak Bob yang mengecil.
"Jangan dekati aku"
"Baik aku mengerti" ,Bob pun memilih tidur disofa.
Nat mulai memejamkan matanya. Tak lama ,
"Ini" ,tiba -tiba Bob berdiri disamping nya, memberikan.
"Apa??" Nat terbangun. Nampak dokumen cerai.
"Aku sudah menanda tanganinya" , Nat duduk diranjangnya, dan melihat berkasnya yang sudah dibubuhi tanda tangan Bob .
"Dia benar sudah menanda tanganinya" gumamnya dalam hati.
"Tinggal kamu yang tanda tangan, lalu urusan kita selesai , masalah anak-anak , aku akan tetap bertanggungawab dan ikut membesarkannya"
Perasaan Nata sangat sakit menerimanya , kini dia benar-benar diceraikan, bukankah sebelumnya dirinyalah yang ingin bercerai , tapi mengapa kini berbalik seolah Nat tak ingin diceraikan ,
"Kenapa?" tanya Bob melihat gelagat Nata yang buruk , Nat memendam amarahnya.(menahan ingin menangis).
"Begitu cintanya dirimu padanya?" tanya Nat.
"Apa??" Bob kurang mendengar, dengan yang dikatakan Nata.
"Aku , aku akan segera mengurusnya , kalian jangan khawatir , akupun akan segera pergi"
"Baik" jawab Bob yang nampak polos , ia pun keluar dari kamar , dengan menahan amarahnya .
Ia segera berjalan melangkah keluar dari rumah , masuk kedalam mobil , melajukannya , berhenti dijalan yang gelap.
Memukul stir mobil beberapa kali , sesekali klakson terpijit (Tiiiiiiid) .Teriak kesal dan marah (Aaaaaaaaaa) .
Dalam pikirannya ~*Semua orang sudah melihat, sudah banyak mencibir tentangnya , hubungannya dengan Claire yang menjadi sorotan dunia.
"Aaaaaaaa" teriaknya marah.
Bob pergi mengurung diri diruangan kantornya , ia habiskan malamnya tidur dikantor.
.
Pagi hari Al terkejut melihat Bob yang tidur bersedekap diatas meja.
"Kenapa dengan dia??" tanya nya bingung.
Mencoba membangunkannya.
"Bos... Bos" panggilnya.
Bob terbangun , pakaiannya berantakan .
"Ada apa denganmu? Kamu tidur disini dari malam?" tanya Al.
"Hmmm" gumam Bob.
Al heran, mengapa Bob bisa tidur dikantor . Al tak berani bertanya.
.
Beberapa jam kemudian,
"Al kemari" Bob memanggil Al masuk kedalam ruangannya.
"Ini , berikan ini
"Apa ini ?? " , Al melihat surat.
"Berikan saja pada Nata. Dan kamu kesanalah bersama pengacaraku"
Al tidak memahami , hanya dapat nurut.
"Baik" sahut Al.
.
Al bersama pengacara datang menemui Nata dirumah.
__ADS_1
"Selamat siang Nyonya perkenalkan saya pengacara Tuan Bob" Sipengacara datang bersama satu orang lagi yaitu Notaris , yang tidak memperkenalkan diri.
"Oh ya , silahkan" mempersilahkannya duduk.
"Nyonya , boleh saya lihat berkasnya ?"
"Ya??" masih gugup.
"Oh, maksudnya berkas cerai?" balik tanyanya.
"Ya betul!"
"Baik, Tunggu" Nat pun berjalan masuk kedalam kamarnya . Nat nampak lemas , Al terus memperhatikannya dengan iba.
"Ini" , Nat memberikan.
"Nyonya ??"
"Oh ya lupa, maaf saya belum menanda tanganinya " , Nat segera melihat dan menanda tangani berkasnya.
"Baik , dan saya akan menyampaikan beberapa pesan yang tuan Bob amanahkan kepada saya , dan juga ini "
"Apa ini?"
"Silahkan anda lihat sendiri, itu adalah tunjangan untuk anda dari Tuan Bob, berupa surat rumah dan beberapa saham yang tuan berikan atas nama anda juga anak-anak dan ini adalah sejumlah beberapa rekening juga , lalu ini adalah sertipikat rumahnya , sudah atas nama anda "
"Rumah???"
"Ya rumah ini, menjadi milik anda"
"Tapi , saya tidak meminta semua ini maaf!"
"Maaf nyonya , jangan menolak karena ini sudah disahkan"
"Tapi" Nat masih ingin menolak.
"Baiklah nyonya , saya pamit dulu untuk menyelesaikan dokumennya, permisi" , Nat hanya dapat melihat mereka pergi tanpa dapat berkata-kata.
Tring ... sebuah pesan masuk .
"Simpanlah semua barangku , mungkin nanti aku akan datang untuk membawanya beberapa"
"Nat, bukankah selama ini kamu mencarinya untuk bercerai, mengapa sekarang kamu sakit hati" Nat menangis dalam diam . Ia tak dapat membendung perasaannya. Ibu tak dapat melakukan banyak, selain membiarkannya sendiri dikamar.
"Malangnya Nat, anak-anak masih kecil tapi mereka harus berpisah dengan Ayahnya"
.
"Al , aku akan cuti"
"Apaa?" Al merasa lucu mendengar seorang Bos cuti.
"Aku ingin pergi untuk menenangkan diri" gumam Bob.
"Baik" , Al tak mampu bicara lebih.
Bob pun melangkah perlahan keluar dari ruangannya .
"Mau pergi kemana dia??" ,Al merasa mengapa keputusannya bisa berubah dengan sekejap.
.
Keesokannya Nat bersikeras ingin bertemu Bob.
"Al katakan dimana dia?"
"Maaf saya tidak tahu, karena dia tak bicara akan pergi kemana" jawab Al.
"Kemana dia???" Nat bergumam sendiri, bertanya-tanya.
"Al apakah apartemen rahasia itu masih ada??" tanya Nat.
Al pun baru ingat , "Ada masih"
Nat pun segera berlari menuju apartemen tersebut.
Nat segera membunyikan bel kamarnya.
Bob yang terduduk letih disofa ,tidak mengira akan ada datang seseorang, dan tidak mengira jika yang datang adalah Nata.
__ADS_1
"Nat" serunya saat membuka pintu.
Nat tersenyum ,
"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Bob datar.
"Aku , ada yang ingin aku bicarakan berdua denganmu" mendorong masuk.
"Apa ??" tanya Bob.
"Aku rasa kamu tidak perlu menyiapkan itu untukku"
"Jangan menolak" , Bob mengacuhkannya , berdiri menghadap jendela , tak menatapnya.
"Tapi mengapa kamu melakukan ini padaku" Nat masih resah dengan maksud kedatangannya , yang sebenarnya adalah rindu.
"Bukankah selama ini kamu menginginkan cerai dariku, dan aku tak bisa tidak memberi tunjangan apapun untukmu"
"Tapi ini terlalu banyak, bahkan saham perusahaan!?"
Bob berbalik menatapnya , " Pergilah, aku ingin sendiri"
"Bob , apakah kita masih bisa memperbaiki hubungan kita??"
"Apa maksudmu??"
"Berteman!! Mari kita berteman" memberikan tangannya.
"Tidak aku tidak sudi berteman denganmu" mengacuhkan.
"Hmm .. Baiklah , Oiya jika kamu ingin bertemu anak-anak, pintu rumah akan selalu terbuka untukmu"
"Terima kasih , aku bisa menemuinya diluar jika aku ingin"
" Benar , oiya hmmm"
"Pergilah , sebelum aku berubah keputusan"
"Hmm???" kedua mata Nat membulat, mendapat penolakan demi penolakan, Bob menatapnya dengan sorot mata yang tajam .
"Baik, aku akan pergi" , Bob mengantarnya sampai depan pintu.
" Permisi" ucap Nat , dan Bob segera menutup pintunya.
Nat sadar betapa bodohnya dia, hingga bisa datang menemuinya, karena hal apa dia bisa sampai melangkah sejauh itu , apakah karena perasaannya , yang masih berdetak padanya. Kini Nat sadar menyesal setelah kehilangannya.
Setelah Nat pergi ,Bob masih mengingat Nat dan bayangannya dirumah itu, merasa kesal karena ia tak dapat memiliki .
.
Claire mengirim pesan untuk mengajaknya makan malam bersama . Dan Bob mengiyakan . Bob memutuskan kembali pada Claire, mencoba mengulang kehangatannya bersama Claire.
"Sayang , aku jauh-jauh datang , tapi kamu nampak tidak senang" gumam Claire.
"Aku sudah menceraikannya" Ucap Bob, sambil menggoyang-goyangkan gelas minumnya.
"Aku senang mendengarnya" Claire menjatuhkan dirinya kedekapan Bob.
"Kapan kamu kembali?" tanya Bob.
"Besok" , Bob mabuk , melihat pada bibir Claire yang merah ranum . Menerjangnya dengan cepat , hingga terdengar desiran dan eluhan nikmat .
"Aaah , hentikan" Claire tidak dapat mengontrol nafsu Bob.
Makan berdua dikamar hotel itu memancingnya untuk melakukan hal yang iya-iya.
"Ruek" gaunnya terobek .
"Aaaghhhh" Lirih Claire.
"Aaahhh ... hhh" nafas tersengal -sengal. Claire dan Bob bertatapan . Tak lama Bob sadar , dan tak ingin melakukannya lagi. Claire kecewa .
Dan segera pergi ke kamar mandi , melampiaskan amarahnya .
"Aaaa" teriaknya kesal.
Bob mendengar, dan tak kuasa menahan sesal .
"Claire, aku ,aku pergi " Bob mengetuk pintunya sembari berkata , dan melangkah keluar dari kamarnya.
__ADS_1
"Aaaaaaaaa" teriak Claire kesal , dia membanting yang ada didekatnya .