Terpaksa Nikah

Terpaksa Nikah
Berat hanya untuk sebuah pengakuan


__ADS_3

"Dimana baju-bajuku?" Renata segera keluar dari kamarnya , setelah kebingungan mencarinya ,begitu juga Bob , ia pun segera keluar dari kamarnya, hendak menanyakannya pada Renata , mereka tertegun bertatapan dari pintu kamarnya masing-masing.


Renata merasa ragu untuk bertanya pada Bob , tidak mungkin Bob tahu dimana barang-barangnya . Bob pun merasa ragu bicara dan bertanya jika ada barang milik perempuan ada dikamarnya .


"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Bob


"Aku, aku sedang tidak enak perut, jadi aku ingin berjalan-jalan"


Bob merasa heran dengan jawaban Renata .


"Oh"


Bob pun kembali masuk kedalam kamarnya. Renata agak kesal , dia kebingungan , dimana barang-barangnya .


Bob melihat handphone nya setelah sekian lama baru nampak pesan dari Ibu , jika Ibu sudah memindahkan semua pakaian Renata kedalam kamarnya .


Bob pun terdiam setelah mengetahuinya ,berpikir bagaimana cara memberitahu Renata.


Bob pun perlahan keluar dalam kamarnya, berdiri depan kamar Renata ,hendak mengetuk pintu . setelah melihat-lihat ke sekitar rumah, tidak nampak Renata .


Renata dari dalam kamar mendengar, suara pintu yang diketuk, Renata membuka nya perlahan , menatap Bob yang dihadapannya.


Bob berjalan masuk , melihat sekitar kamarnya, yang kosong .


"Barangmu ada dikamarku"


"Apa??" berteriak


"Ambillah jika mau" Bob berjalan keluar meninggalkannya.


"Apa ?? mengapa ada didalam kamarnya" Renata sangat gugup juga panik, berfikir bagaimana ia mengambilnya .


Renata pun bergegas , menuju kamar Bob ,hendak mengetuk pintu, Bob yang sadar itu segera membukanya , sebelum diketuk Nata.


"Permisi, aku , aku akan mengambil barang-barangku"


Bob menatap dan mempersilahkannya .Wajah Renata memerah, dia gugup untuk megambil semua barang-barangnya .


"Ini pekerjaan Ibu" tegas Bob memberitahunya, Renata terdiam sejenak ,mengerti .


"Tidak bisakah kamu tinggal disini bersamaku, kamu adalah istriku"


Kata-kata Bob menusuk jantung Renata, Renata membeku ,berubah menjadi batu . Tangan-tangannya bergetar. Bob memperhatikannya, perlahan berjalan mendekat kearahnya. Disadari hal itu, jantung Renata tidak berhenti berdenyut kencang, refleks berbalik bermaksud untuk menghindarinya , namun sandalnya licin ,Renata pun terpeleset hampir terjatuh ,Bob dengan segera menyangganya hingga ia tak terjatuh. Lengan Bob mendarat di pinggang Nata, memegangnya dengan erat , keduanya bertatapan .Pertama melihat pada mata, lalu keduanya melihat kearah lain yaitu bibir , jantung tidak berhenti juga memompa, semakin cepat, hawa tiba-tiba terasa panas . Renata terlihat jelas begitu gugup. Bob terus menatapnya tidak melepasnya .


"Deg .. deg"

__ADS_1


Renata menjatuhkan, mendorongnya.


"Aku sudah selesai mengambil barang-barangku, permisi" segera ingin melarikan diri . Bob terhempas ,membiarkannya pergi.


Cepat-cepat Renata masuk kedalam kamarnya . Jantungnya masih berdebar, memegang wajah dengan telapak tangannya, nampak panas . melihat wajah yang memerah dari dalam kaca.


"Renata, apa yang terjadi tadi?" Renata menjatuhkan badannya diranjang.


Terdengar suara dering pesan masuk dari handphonenya,


"Kamu sudah tertidur?"


"Jelas-jelas aku baru dari kamarnya, mengapa dia bertanya gini" bergumam sendiri.


"Belum,tapi aku sudah mengantuk" Renata memikirkan jika jawaban ini jawaban yang tepat untuk menolaknya.


Bob tersenyum, membaca pesan balasan dari Renata . Dia pun menyimpan handphone nya, terbaring dengan pikirannya.


Beberapa waktu kemudian, Bob keluar dari kamarnya , terdengar langkahnya saat melewati kamar Renata .


Bob pergi ke sebuah klub malam, dia meminta Al untuk menemaninya .


"Bos" Al menyapa setelah bertemu Bob.


"Kemari, disini tidak ada atasan dan bawahan , temani aku minum"


"Bos , sudah hentikan , ayo kita pergi dari sini" ajak Al.


"Tidak"


Al kebingungan , Bob telah menolaknya,


"Kamu tidak minum? aku tidak melihatmu minum?"


Al berpikir , jika dia minum bagaimana dia membawa pulang Bob. Jika yang ada dua pria yang sedang mabuk.


"Hai ..." seorang wanita genit mendekatinya .


"Hai " ada lagi wanita yang datang ,


Al tersenyum menunjukkan gestur tubuh yang menolak kehadiran mereka. Namun wanita-wania itu tidak menghiraukannya . Tangan nakal wanita itu merayap pada pundak dan paha Bob yang tertunduk duduk di meja bar.


"Hentikan nona" Al yang melihat itu segera menghentikannya.


Bob mendongakkan wajahnya , menatap pada wanita yang begitu cantik disampingnya , parasnya nampak samar Renata, mirip Renata dibenaknya .

__ADS_1


Bob tersenyum, mengambil lengan wanita itu, Al mengira Bob akan mengamuk .


Bob yang sedang mabuk , salah mengira, "Aku menyukainya" ,Bob tersenyun dan mengajak wanita itu duduk dekat dengannya , Al merasa semua nya akan kacau, mencoba untuk mengusir wanita itu,


"Plakk" sebuah gelas berisi minuman jatuh pada celananya ,ketika ia hendak berdiri dari kursinya , wanita satunya sengaja melakukannya.


Minuman itu dengan segera menyerap hingga pakaian dalamnya, membuatnya tidak nyaman . Al bicara pada seorang pramutama bar disana, meminta membantunya sebentar untuk menjaga Bob . Al sangat kesal ,cepat mencari toilet. Al pun dengan cepat membersihkan dan mengeringkan noda tumpahan alkohol dalam celananya.


Berpikir mencoba mengabari Renata, Al pun segera mengeluarkan handphone dalam saku bajuna.


Al keluar toilet menuju tempat tadi, namun melihat Bob yang sudah tidak ada disana .


"Kemana dia , orang yang disini tadi bersamaku?"


"Itu" Pramutama itu menunjukkannya .


Bob beralih ke sofa bersama para perempuan itu,


"Mengapa wanitanya jadi makin banyak" Al sedikit kesal , segera menghampiri.


Bob melihatnya, Al berdiri dihadapannya.


"Ayo kita pulang Bos" , para wanita itu nampak bersenang-senang .


"Tidak, aku nyaman disini"


"Ini bukan tempat anda" , Al mencoba mengingatkannya, "Sebanyak apapun Bob minum tidak pernah sampai semabuk ini. Kali ini mengapa dia melakukannya , apa yang membuatnya seperti ini " Al bicara seraya melihat berapa banyak lagi botol minuman yang sudah Bob minum.


"Bos seharusnya anda beristirahat dirumah" mengingat jika Bob mungkin sangat lelah karena perjalanan bisnisnya.


Al berhasil menyingkirkan para wanita itu . memapahnya masuk kedalam mobil,menunggu Renata datang menjemputnya.


Renata berlari setelah keluar dari taxi. Al menyadari dan melihatnya , memanggil Renata untuk menghampirinya.


Renata melihat Bob yang tertidur dimobil ,


"Apa yang terjadi?" tanya Renata.


"Aku hanya menemaninya minum"


Bob tertidur bersandar dipundak Renata.


Bob dibawa masuk kedalam kamarnya, Al pamit untuk pulang, Renata menghabiskan waktunya beberapa saat bersama Bob didalam kamarnya . Bob tertidur dengan nyenyak , Renata terus menatapnya,


"Apa yang telah dia lakukan, sebelumnya dia baik-baik saja, mengapa dia sampai mabuk begini" melihat waktu yang sudah mendekati pagi .

__ADS_1


Renata pun pergi masuk kedalam kamarnya.


__ADS_2