Terpaksa Nikah

Terpaksa Nikah
Kehidupan baru


__ADS_3

"Ingat, kalian harus bisa bekerja dengan rapi, lenyapkan dia ! , jangan sampai meninggalkan jejak"


"Baik"


Dila sementara pindah kerumah Ibunya .


Malam hari pria itu kembali, seperti biasa rumah tampak gelap, ia tak sadar jika ada yang sudah menunggunya .


"Brukk" pria itu terjatuh , ada seseorang yang memukulnya .


*******


"Aku ingin berjalan-jalan sebentar" ucap Renata pada Alex.


"Baiklah, jangan jauh-jauh",


Renata pagi-pagi sekali membawa Raka jalan-jalan .


"Raka kita harus sering berolahraga , agar tubuh kita sehat"


"Emmm" Raka mengangguk


Tak disengaja, saat Renata berjalan , ia melihat ke sebuah toko,ada berita tentang orang hilang yaitu dirinya di Tv Renata terkejut ,


"Sejauh ini dia mencari kita?, apakah dia ingin merebut anak ini dan Raka dariku?" Renata menatap pada Raka juga meraba perutnya.


"Bagaimana jika dia tahu, aku telah menikah dengan Alex" Kepala Renata tertunduk, meratapi dirinya . Ketidakmampuan dirinya melawan Alex, hingga dia terpaksa menikah dengannya.


"Ayo sayang kita cepat pulang" ,Renata bicara pada Raka.


Dirumah, Alex sedang sibuk dengan pekerjaannya .


"Alex , mmm aku ... aku" bicara dengan gugup


"Ada apa?"


"Tadi aku"


"Lebih baik kamu persiapkan diri untuk nanti malam"


"Persiapkan diri, maksudmu?"


Alex menyimpan pekerjaannya ,


"Aku tidak ingin menunda lagi malam pertama kita"


"Oh, kamu lupa ya?!" bantah Nata


"Tidak ada alasan lagi" Alex memotong omongannya.


"Kenapa aku harus terjebak dengan janji untuk menikah dengannya, sekarang bagaimana aku menghindarinya lagi?!" Renata bicara dalam hati, sembari memegang perutnya .


"Apakah kamu sungguh tidak keberatan dengan kehamilanku?"


Alex terdiam sejenak, "Semua tidak masalah bagiku"


"Apakah kamu tahu, jika terkadang wanita hamil enggan untuk melakukan hubungan badan" Renata dengan cepat menyanggahnya.


Alex menatapnya dengan serius.


"Apakah kamu tahu , kita tidak butuh surat cerai dari suamimu dulu, kalian berpisah sudah lama, dan hubungan kalian sudah dianggap berakhir"


"Ya dan kamu yang telah menjauhkannya denganku" Kecus Renata dalam hati.


"Entah kamu terima atau tidak, pokoknya aku tidak bisa melakukannya selama aku hamil" Renata berjalan pergi meninggalkan Alex ke kamarnya.


Alex menghela nafas, "Sampai kapan aku harus bersabar menghadapinya?" ,


*********


"Aku dengar Dila hamil?"


"Ya, dia menunjukkan semua hasil tesnya"


"Lalu bagaimana dengan Raka dan Ibunya?"


"Pencarian tetap dilakukan, kini aku tidak ingin lengah lagi, cepat atau lambat mereka pasti kan kudapatkan" Bob menyerengeh .


Sementara itu pria sipenjahat dibawa ke gudang kosong. Kepalanya berdarah setelah dipukul sebatang kayu .


Dia sadar sudah mendapati dirinya terikat, dengan mata tertutup . Ia tidak tahu jika sedang berdiri tergantung.Sebuah kursi tempatnya berpijak bersiap disingkirkan.

__ADS_1


"Dimana ini? tunjukkan siapa kalian?"


Ada Tiga orang penjahat, yang dibayar Dila .


Mereka saling menggangguk dan mengerti akan tugasnya masing-masing.


"Buuukkk" Satu orang memukul perutnya dengan keras, giliran orang kedua memukul kepalanya dengan kayu. Orang ke tiga memecutnya berulangkali .


"Siapa kalian?" teriak pria itu berulangkali.


Ketiganya tidak bicara , hanya mengeroyokinya dengan pukulan , berkali-kali . Hingga pria itu tak sadarkan diri , seluruh tubuhnya bersimbah darah .


Kini adalah bagian terakhirnya , yaitu menggantungnya sampai mati .


"Prakk" Suara kursi yang terjatuh disingkirkan .


"Aaa" kata terakhir yang pria itu ucapkan, setelah lehernya tercekik .


Setelah itu ketiganya membawa ke atas bukit, diatas laut mereka menjatuhkannya ,dengan terbungkus karung.


"Byuuur" ,pria itu jatuh dan tenggelam .


"Halo, perintah telah selesai" ucap salah seorang pada Dila. Dila menyerengeh senang mendengarnya .


"Hahahahaha....hahahahahahaha" Dila tak berhenti tertawa dikamarnya. Ia begitu santai dan menikmati malam itu . Malam yang terasa nyaman dan menyenangkan .


"Sekarang tidak ada lagi yang mengangguku"


*******


Renata sedang memotong sayur didapur, saat mengiris wortel ia mengingat pada tayangan berita yang ia tonton tadi pagi .


"Apakah aku harus menelponnya?"


Renata melihat pada Ibu yang sedang bermain dengan Raka ,


Renata melirik ke kiri dan kekanan , melihat jika Alex tidak berada disana , Renata menghampiri Ibu , dan bicara pelan padanya .


"Nat apa kamu yakin?" tanya Ibu. Renata mengangguk,


"Tapi kalian sudah menikah"


"Ibu tapi aku tidak bisa"


"Bu" Renata berusaha memenangkan dirinya.


"Bagaimana jika Bob tahu, dan dia tidak menerimamu"


Renata terdiam , meraba perutnya . Ibupun tampak bingung, ia tidak ingin Renata membahayakan dirinya .


"Ibu " Renata tersedu , memeluk Ibu.


Disana hanya ada Ibu dan Renata, Raka yang sudah pergi dibujuk oleh pengasuhnya.


Waktu terus berlalu,


Boy pun kembali diam-diam ke Negara S atas perintah Alex , ada beberapa urusan yang belum selesai disana .


"Selamat siang Tuan" sapa Boy, sekembali dari Negara S.


"Ada kabar apa?"


"Aku dengar keluarga barack kemarin menggelar pesta , pesta untuk menyambut kehamilan putrinya"


"Maksudmu Dila hamil?"


"Ya"


"Akhirnya dia berhasil juga" Alex menyerengeh senang.


"Mengapa kamu datang terlambat?"


Boy seharusnya sudah pulang dari kemarin .


"Hmm"


"Wanita mana lagi yang kamu tiduri" Alex menggodanya .


Boy tersenyum malu, dan pamit pergi untuk berbenah .


Alex menaruh pulpennya .

__ADS_1


"Hanya aku pria bodoh didunia ini" mengepal tangan .


Renata kini tidur bersama Raka, ia masih menjaga jarak dengan Alex .


Alex tidur disofa ruang kerjanya , menatap langit dan bintang dari jendelanya .


Keesokan pagi, Boy membawa sekretaris barunya kerumah .


"Selamat pagi" wanita itu menyapanya .


Renata tersenyum sopan padanya.


"Nyonya anda sedang hamil?" wanita itu menegurnya,


Renata mengangguk .


"Bayi laki-laki atau perempuan ?"


Renata menggelengkan kepalanya .


" Blum tahu???" wanita itu mengakrabkan diri .


Kini Renata membalasnya tersenyum.


"Nyonya Kate, anda begitu cantik" panggil wanita itu pada Renata, ia memakai nama baru selama tinggal di negara I.


"Terima kasih"


Renata melihat Alex pergi dengan sekretarisnya .


Beberapa bulan ini, Alex begitu sibuk dan lengket dengan sekretarisnya , wanita itu mengikutinya kemana-mana. Renata sedikit cemburu melihatnya .


"Tuan ini sudah larut" ucap wanita itu pada Alex


"Pulanglah"


"Tapi apakah tuan akan pulang juga?"


"Pergilah, jangan banyak bertanya"


Wanita itu nampak khawatir melihat keadaan Alex yang tidak baik.


"Mari saya antar tuan pulang"


"Buat apa aku pulang?" Alex menyerengeh ,tiba-tiba mengatakan itu .


"Apa tuan sedang bertengkar dengan istri tuan?" , Alex mulai kesal, sekretarisnya begitu cerewet, Alex melototinya.


Wanita itu terkejut dan takut . Ia pun bergegas pergi keluar dari kantor, dengan membawa tas kerjanya.


Diam-diam sekretarisnya bernama Yuli menyukai Alex . Ia sudah lama memendam perasaannya pada Alex, ia jatuh cinta pada pandangan pertama.


"Betapa beruntungnya Nyonya Kate, ia dapat memilikinya"


Boy kini sudah jarang bersama-sama Alex ,dia sibuk dengan pacar barunya .


"Boy dimana kamu?" Alex menelponnya . Boy tampak berantakan disebuah kamar bersama wanitanya .


"Ada apa tuan?"


"Sudahlah" Alex memutuskan sambungan telponnya . Ia mengerti jika ia pasti mengganggunya.


Alex termenung sendiri di meja kerjanya .


*****


"Darimana saja kamu?" tanya Nata pada Alex ,Alex pulang sangat larut . Setelah lama ia merenung akhirnya pulang juga.


Renata cukup kesal dan hendak pergi kekamarnya .


"Tunggu" Alex menahannya , saat Renata menoleh, Alex sudah berdiri dibelakangnya .


"Aaah" Renata dicium paksa oleh Alex , Alex membawanya kekamar .


"Alex hentikan" malam itu Alex dibutakan oleh nafsu.


"Agrhh" Renata teriak begitu serius ,


"Ada apa?" tanya Alex ,


"Perutku sakit, kamu akan menyakiti bayinya?"

__ADS_1


Alex kesal mendengar alasan itu lagi .


"Sampai kapan aku terus mengalah dan bersabar" gumamnya dalam hati dengan wajah yang memelas.


__ADS_2