Terpaksa Nikah

Terpaksa Nikah
Kembalinya


__ADS_3

Tiga bulan kemudian, Alex mendengar kabar buruk .


"Jadi apakah kita akan kembali?" tanya Ibu.


Alex nampak berfikir. Nata sedang menggendong bayinya .


"Mungkin hanya aku yang pulang".


Kediaman Tn.Roy,


"Alex ..." bicara dengan lirih.


"Ayah, tenanglah, aku sudah mengabari Kakak, dan memintanya kembali" sahut Dita.


Keesokannya Alex pun tiba di Negara S.


"Kak" Dita langsung menyapa.


Terberai air mata Alex, memandangi Ayahnya yang terbaring tak berdaya.


"Alex?" ucap Tn.Roy.


Alex mengangguk ia tertunduk menggenggam tangan Ayah.


"Kamu kembali?" tanya Tn.Roy lagi


Alex hanya terdiam, pria yang sudah tua renta itu memohon.


"Raka,mana Raka?" , Ayah sangat merindukan Raka. Sejak pelarian, Alex tidak pernah berkomunikasi dengan keluarga.


"Tidak ada" Alex bicara dengan lirih, terdengar sendu.


Ayah melepaskan genggaman tangannya ,


"Pergilah" mengusir dan tak ingin menatapnya,


"Kamu tidak ingin hidup bersamaku lagi" Tn.Roy bicara dengan sendu.


"Ayah" ,Alex berusaha membujuk.


Ayah terisak, "Kamu ingin meninggalkan Ayah" , Tn. Roy terus berkata-kata, yang menyakiti hati Alex.


"Tidak, itu tidak benar Ayah"


"Kamu tidak akan pernah kembali lagi kesini"


"Ayah, maafkan aku"


"Pergilah, aku tidak butuh" Ayah tidak ingin menatap Alex.


Dita pun keluar pergi dari kamar Ayah.


Keesokan harinya di Negara I ,


"Nat, semoga saja Tn.Roy baik-baik saja" ucap Ibu.


"Ya bu" , Nata sedang bermain bersama bayi kembarnya.


Ibu tersenyum menatap kedua bayinya yang mungil.


"Kak, kenapa Kakak tidak memohon untuk kembali?" ucap Daniel.


Renata terdiam,


"Oh, lihat bayimu ingin menyusu" sahut Ibu.


Renata segera memangkunya, membawa kedua bayinya ke kamar.


"Ibu tolong bantu aku" , Ibu membantu Nata menggendong salah satu bayinya.


"Tuhan begitu baik, kau lahirkan anak-anak yang sempurna cantik dan tampan" Ibu membelai bayi laki-laki yang digendongnya.


Renata pun sejenak memikirkan Bob, "Bagaimana kabar dia sekarang? seandainya dia tahu jika aku telah melahirkan anak kembarnya" gumam Nata dalam hati.

__ADS_1


Boy membawa kabar dari Alex , ia memberitahu Daniel. Daniel sumringah .


"Ibu ..Ibu" panggilnya diluar kamar.


Ibupun segera keluar dari kamar sikembar.


"Ada apa?"


"Kita akan kembali"


"Maksudmu?" tanya Ibu, Daniel mengangguk .


Ibupun tersenyum senang.


"Tapi bagaimana dengan keponakanmu, dia masih begitu kecil" Ibu khawatir pada sikembar.


Hari ini juga Alex akan kembali ,untuk membantu berkemas dan membantu Nata.


Alex pun kembali bersama Nata dan keluarga, mereka menuruni tangga pesawat .


"Ayo" Alex memapahnya dengan hati-hati, hingga masuk kedalam mobil.


Alex mencium kening sikembar.


Kabar kepulangan Alex langsung diketahui Bob.


Bob sangat menantikan hari ini.


"Akhirnya dia kembali ke sangkarnya"


Renata ,Tn.Roy Dita juga Daniel mereka semua berkumpul bersama diruangan tengah. Betapa riuh senangnya rumah itu.


Tn. Roy terlihat sehat, wajahnya begitu cerah setelah bertemu cucu-cucunya.


Bob langsung meminta bertemu Alex,


"Apa yang kamu inginkan?" ucap Alex.


Bob sudah berupaya untuk membuikan Alex , namun tak berhasil.


Alex menyeringai, kedua tangannya masuk kedalam saku.


"Apa yang menjadi milikmu?" Alex berjalan mendekat.


Bob mulai kesal , dia mencengkram kerah Alex. Dan Alex menahan lengannya.


"Ayo bertarung" Alex malah menantangnya.


Bob melepaskan tangannya, ia mengeluarkan surat pernyataan Hak asuh atas Raka.


"Dan aku masih suami sah Renata, aku belum menceraikannya" bicara dengan bangga.


"Dia segera akan menceraikanmu" Alex menantangnya. Bob menyeringai kesal , lagi-lagi mereka memecahkannya dengan kekerasan. Namun dengan segera Al dan Boy memisahkannya.


"Baiklah kita selesaikan ini dipengadilan" Bob pun pergi meninggalkan Alex.


"Tidak perlu, lebih baik kamu menyerah saja , kami sudah bahagia dan menikah, kami pun sudah memiliki sepasang bayi kembar" Alex mengompori.


Bob sejenak terdiam mendengarnya, dia terkejut tak percaya apa yang dikatakan Alex.


Alex menyeringai, dan Bob pun pergi.


Beberapa orang bertamu kekediaman Tn. Roy, mereka membawa surat dari pengadilan, untuk menjemput Raka. Renata sangat terkejut , dan tidak terima mereka mengambil Raka. Ibu juga yang lainnya.


"Tidak , jangan lakukan itu" Pria tua itu memohon, dia masih terduduk dikursi roda. Tn.Roy sangat sedih, saat dirinya tak mampu melawan. Raka melawan, dia tak ingin dijemput paksa.


Renata sangat marah, namun Ibu menahannya.


"Sabarlah, serahkan semuanya pada suamimu"


Bob sudah menunggu Raka dirumahnya .


Raka tidak ingin menyambutnya.

__ADS_1


"Sayang, kemarilah" Bob membujuknya.


Raka berlari bersembunyi. Bob meminta Al dan lainnya pergi.


"Sayang, jangan takut ini Papa" ,Raka tercengang mendengarnya ,


"Papaku, papa Alex" teriaknya.


Bob tersenyum, dan membujuknya lagi,


"Lihat, rambutmu, matamu, warna kulit kita juga sama" , Raka menangkis lengannya.


"Sayang, maafkan Papa jika membuatmu takut" Bob membelainya lagi perlahan.


Raka mendorongnya, berlari ketempat lain. Bob menyerengeh dengan gemas. Bob teringat sebuah foto pernikahan. Ia mengambilnya diatas meja setelah melihatnya.


"Lihat , ini aku juga Ibumu" , Raka penasaran melihat ,setelah lama mengacuhkannya.


Prangg , Raka menghempaskan fotonya, nampak merajuk.


Bob berusaha tetap sabar, dia mengelus kepala Raka dan mengecupnya.


"Sayang kini Papa disini" mendekapnya. Raka berusaha berontak namun tak kuat. Raka pun kesal dan pasrah.


Bob perlahan meneteskan airmatanya. Dikedua matanya ada kebencian yang begitu besar pada Alex.


Selang beberapa lama Bob pun membujuk Raka untuk makan bersamanya. Namun Raka terus menolak. Akhirnya Bob pun memangku paksa dirinya .


"Aaaaa" teriaknya, berontak.


"Lepaskan aku" Raka menggigitnya.


Meskipun sakit, Bob berusaha tenang dan tetap memangkunya.


"Eh, anak badung ,kamu ingin melawan?" menyentilnya dengan lembut , setelah mendudukkannya di kursi makan.


Para pelayan melayani Raka, dan menyajikan makanannya.


"Huh, aku tidak suka" Raka menyingkirkan piringnya .


Bob menyerengeh,


"Baik, jika begitu Raka mau makan apa?" bujuknya.


Mata Raka berkaca-kaca.


"Mamaaa" isak tangisnya pecah.


Hati Bob sakit, melihat putranya menangis, Bob memeluknya.


"Aku ingin Mama, aku ingin pulang" teriaknya .


Bob pun pergi meninggalkannya sejenak, dan menyerahkan Raka pada Al.


Bob bersembunyi, dia tidak ingin orang lain melihatnya menangis.


Al nampak membujuk Raka, juga para pelayan wanita .


Renata segera mengeluh setelah Alex datang,


"Alex, darimana saja kamu ? Bob baru saja mengambil Raka dariku" , Alex terdiam sejenak.


"Aku lelah, kita bicarakan saja nanti" , Renata tidak puas.


"Alex" Renata menahannya.


Alex berlalu mengacuhkannya. Semua anggota keluarga hanya memandanginya . Sikap Alex yang tak biasa .


Alex mengurung diri dikamarnya .


"Apa ?! , apa yang terjadi?" Renata bertanya-tanya dalam hati .


Alex nampak pening, ia terbaring diranjangnya, iapun bersedih namun, tak menunjukkan pada yang lain.

__ADS_1


Alex terpaksa menyerahkan Raka, untuk melindungi yang lainnya, Renata juga sikembar.


__ADS_2