Terpaksa Nikah

Terpaksa Nikah
Meminta keturunan


__ADS_3

Bob tersenyum terus menatapnya, dia berbaring menghadap Renata, Renata risih melihatnya, ia berbalik badan memunggunginya , Bob tahu jika Renata tidak menolaknya, mengingat Renata membalas ciumannya beberapa hari yang lalu . Bob menggodanya , "Kamu tidak dengar, Ibu sangat suka anak kecil, dia terus membicarakan masa kecilmu, bagaimana jika kita segera mewujudkan keinginannya??"


Renata acuh , tidak menanggapi nya, berpura-pura tidur dengan menutup kedua matanya . Bob merasa diacuhkan , dia pun berhenti menggodanya , melihat ke langit-langit , berpikir bagaimana dapat meluluhkannya, selama ini memang yang dikatakan Al ada benarnya, dia memulai hubungan dengan salah, tidak seharusnya dia bermain kontrak untuk mendapatkannya . Sesekali Bob menatap Renata yang tak bergeming sama sekali padanya , meskipun mereka satu ranjang, dan berstatus sah suami istri, namun Bob tak mampu melakukan atau memaksakan kehendaknya Nata, dia ingin Renata sendiri yang menghampiri dan mencintainya .


"Apakah kamu tidak memiliki perasaan sedikitpun padaku" Bob berbalik dari tidur nya , memandangi punggung Renata , bicara dengan suara pelan, dan Renata sudah tidur dengan nyenyak .


Keesokan pagi Ibu menyiapkan beberapa menu makanan kesukaan Nata, tersenyum melihat menantu dan anaknya keluar dari kamar.


Setelah selesai makan , Ibu menahan lengan Renata untuk tidak dulu pergi meninggalkannya, Renata duduk kembali , dan memandangi Ibu .


"Apakah kamu bahagia?" tanya Ibu


Renata diam, "Apakah Bob mencintaimu?"


Renata masih diam, "Apa Bob memperlakukanmu dengan baik?",Renata sedikit tergugah mendengar kalimat tanya itu,dan meremas halus lengan Ibu, "Aku baik-baik saja Bu" Renata memeluk Ibu yang sudah cukup bahagia melihatnya bisa duduk tersenyum ,dalam keadaan sehat . Dalam hatinya , ia sungguh berterimakasih pada Bob, namun ia masih tidak yakin dengan perasaannya pada Bob .

__ADS_1


"Baik-baiklah pada suamimu, ikuti apa katanya, layani dia, berikan kebutuhannya, termasuk kebutuhan suami istri,jangan sampai suamimu tidak puas dan berpaling pada wanita lain , Bob laki-laki yang baik" , perkataan yang menyentuh , terasa merinding Nata mendengarnya, dalam hati "Apakah aku mampu melakukan apa yang Ibu minta?,aku masih tidak sanggup, dekat dengan dirinya ".


Renata pamit, mohon izin pada Ibu untuk pergi ke kampus .Bob sudah menunggunya dalam mobil.


"Nyonya, apakah ini sudah selesai?" Ibunya Bob sedang berjalan-jalan di Mall , dia membeli banyak hadiah untuk Renata , Ibu berjalan melihat sebuah toko peralatan bayi dan anak . Ibu penasaran ingin melihatnya lebih dekat, Ibu tersenyum melihat betapa imutnya semua pakaian itu , dia berangan-angan untuk dapat segera memiliki cucu, menimbangnya , mengajaknya bermain, ditemani berbelanja oleh cucu-cucunya , Ibupun masuk kedalam toko tersebut , dan Ibu membeli beberapa barang dalam toko itu .


"Kita mampir kerumah anakku ya" pinta Ibu pada sopir .


Ibu lebih dulu dirumah, dia membantu para pelayan menata dan merapikan rumah, Ibu penasaran bertanya dimana kamar anak dan menantunya, namun para pelayan tidak ada yang bisa menjawabnya .


"Kenapa??"tanya Ibu . Semua hanya terdiam . Ibu begitu marah dan mendesak mereka untuk bicara , lalu salah satu pelayan membuka kamar Tuan dan Nyonya satu persatu , Ibu sangat kecewa , jantungnya mendapat kejutan , terasa sakit di dada terasa ada yang menghantam , Ibu terkulai lemas, kepala rumah besar yang selalu mendampingi Ibu segera memapahnya , menidurkan Ibu di sofa , lalu memberikannya obat . Ibu terdiam dan meneteskan airmatanya . Ia tak mampu berkata-kata dihadapan orang yang ada didepannya . Al memberi kabar pada Bob juga Renata yang ada disatu ruangannya . Mengatakan jika terjadi sesuatu pada Nyonya besar, dan dia berada dirumah sekarang . Mendengar hal itu Bob sedikit panik, Bob juga Renata segera bergegas melihat Ibu. Sesampai dirumah, Ibu masih terdiam lemas di sofa , terlihat banyak sekali kantong belanja berjejer . Bob berjalan menghampirinya ,semua orang pergi meninggalkan mereka berdua . Ibu menangis yang telah melihat Bob berada dihadapannya , Bob memeluknya , namun Ibu mendorongnya .


Bob terdiam dalam tangisnya Ibu , "Ibu sudah melihat semuanya".


Ibu berjalan menuntun Bob, mengajak melihat kedalam kamar nya, juga kamar Nata ,

__ADS_1


" Ini, apa semua ini??" tanya Ibu dengan suara keras nan lemas. Ibu kembali menangis .


Bob hanya diam tanpa kata, Ibu berjalan pergi meninggalkan Bob, berjalan keluar rumah diikuti asisten rumahnya . Renata menatap Bob yang kaku berdiri disana , melihat Ibunya yang pergi begitu saja. Renata melihat beberapa kantong belanja yang dibawa Ibu, penasaran dengan isinya , ada banyak pakaian, tas dan riasan juga . Renata melihat juga satu kantong besar yang imut, dia membukanya , Bob juga melihat Renata yang sedang pelan-pelan membuka kantongnya , Renata cukup tercengang setelah yang ia lihat semua isi kantong itu adalah pakaian bayi . Bob yang kecewa dia mengambil tas itu dan mengeluarkan semua isinya , pakaian-pakaian imut itu , cantik dengan warna-warna yang Ibu sukai . Bob tak dapat mengurung lagi tangisnya ,ia terduduk disofa, dan menyuruh semua pelayan keluar pergi dari rumah .


Renata sangat gugup , dia tidak tahu apa yang harus ia lakukan , dan baru kali ini dia melihat Bob menangis tersedu-sedu . "Hatiku sakit ,karena telah mengecewakanmu Bu, aku bukanlah anak yang baik" , dalam tangisnya tersimpan kalimat itu. Bob pergi masuk kedalam ruang kerjanya , mengunci dirinya seorang disana . Renata hanya diam, tidak dapat melakukan apa-apa.


"Ini sudah larut, namun Bob belum keluar dari sana" Renata bicara sambil menyiapkan makan malam. "Mungkin besok aku harus pergi kerumah Ibu , tapi apakah itu baik ?" ,Renata penasaran berjalan ke arah pintu ruang kerja Bob, cukup beberapa lama diam didepan pintu .mencoba untuk mengetuk pintunya , tanpa ada suara terdengar dari dalam , Nata masih penasaran dia mengetuk sekali lagi pintunya , kali ini dia memanggil "Tuan ,keluarlah, aku sudah menyiapkan makan malam"


,Bob yang tertidur ,terbangun dari tidurnya , airmata masih membasahi pipinya , Bob berjalan mendekati pintu , dan Renata yang sedang bersandar mencoba menguping terdorong jatuh kedalam, saat Bob membuka pintunya ."Tap" tertangkap dipelukannya.


Bob melepasnya , keluar dari ruang kerjanya, masuk kedalam kamar dan berbaring diranjangnya .Renata yang penasaran mengikutinya, masuk kedalam kamar , "Kamu akan tidur ? setidaknya makanlah dulu" Renata bicara dengan menarik selimut Bob, Bob menangkap lengannya , "Kamu perduli padaku?", Renata terkejut mendengar Bob mengatakan itu, mata nya menyorot tajam sedikit tercengang. Bob menariknya ke atas ranjang,


"Apakah Kamu bersedia jika aku meminta mu jadi istriku?"


Renata diam memperhatikan ,tidak paham dengan apa yang Bob katakan , bukankah dia kini adalah istrinya ?? tanya nya dalam hati.

__ADS_1


Bob dan Renata saling menatap , Bob lebih mendekat lagi , "Apa kamu bersedia memberi, jika aku meminta hubungan suami istri?" , jantung Renata seperti tertancap panah, mendengar lelucon Bob , Renata mendorongnya , beranjak dari ranjang "Baiklah, aku tidak akan memaksamu jika tidak ingin" Renata keluar dari kamar dan menutup pintunya , membereskan semua makanan dan menyimpannya dikulkas , "Keluarkan" terdengar Bob bicara padanya, Renata memandangi Bob yang duduk begitu saja . "Kemarikan makanannya" pinta Bob.


Renata pun menuruti dan mengeluarkannya . Bob makan dengan lahap , namun tidak berperasaan ,terlihat ada rasa tidak senang dalam hatinya.


__ADS_2