Terpaksa Nikah

Terpaksa Nikah
Milikku


__ADS_3

"Aku menduga jika kakakmu telah menggoda kakakku" adik Alex yang merasa tidak puas, bicara saat Daniel berada didekatnya,


"Hentikan omong kosongmu"


"Bodoh, ini bukan omong kosong" bicara dengan sangat sinis


"Terserah" Daniel pergi mengacuhkannya , Dita menatapnya dengan penuh kebencian. Dita adalah adik Alex.


"Bos, kita sudah tertinggal jauh, kita juga tidak tahu kemana perginya mereka"


Bob sangat kesal, hingga ia tak mendengar ocehan Al.


"Siapa laki-laki itu? mengapa ia bisa bersamanya, dan mengapa hanya mereka berdua?" begitu banyak pertanyaan dalam pikiran Bob.


Bob menelpon Renata,


"Kamu dimana?"


"Aku dirumah Ibu" Bob memutuskan panggilannya. "Pergi kerumah Nyonya" bicara pada supirnya.


"Gawat seperti nya bos sedang marah " Al bergumam dalam hati.


Bob melihat sebuah mobil sedan hitam terparkir , kemudian terlihat Alex masuk kedalam mobilnya, dan segera pergi .


Renata , terperanjat dari duduknya, melihat Bob yang tiba-tiba datang kerumah Ibu.


Bob menghampiri Renata dan mengecup keningnya ."Sayang, aku sangat merindukanmu"


Renata bertanya-tanya dalam hati "Ada apa dengan Bob hari ini, tidak seperti biasanya"


Setelah beberapa waktu dirumah Ibu, Bob mengajak nya pulang, merekapun berpamitan pada Ibu .


Didalam mobil , sikap Bob begitu acuh, dia hanya berdiam diri , sambil menatap ke arah jendela di sampingnya.


"Kamu bersenang-senang hari ini?" tanya nya


"Apa?" Renata terkejut , Bob tiba-tiba bertanya,


"Biasa saja" jawab Renata


"Tapi sepertinya kamu sangat senang, hingga melupakan suamimu"


Renata nampak heran dengan omong kosong Bob.


"Aku tidak mengerti" jawab Nata,


"Baik kita selesaikan semuanya dirumah" , Bob bicara seperti itu, karena melihat sudah sampai rumah.


Renata sangat cemas, memikirkan maksud dari perkataan Bob. Al dan supir pamit pergi .


"Kamu berhutang penjelasan padaku" Renata melihat Bob yang duduk disofa menatapnya, ia merasa dirinya sedang disidang .


"Kamu pergi kemana?" ,Bob bertanya pada Renata yang mengacuhkannya pergi.


Renata berfikir "Apakah kini Bob telah mengetahui kehamilannya? mengapa dia bersikap seperti itu? dia tidak suka?" berjalan memasuki kamar.


Bob agak kesal karena hanya diacuhkan.


Keesokan pagi Renata berniat pergi ke sebuah klinik terdekat, untuk pemeriksaan kandungan .


Ia menatap gedung itu dari luar, menguatkan diri untuk masuk sendiri.

__ADS_1


"Janinku, dia begitu lucu , dia masih kecil" Renata tersenyum senang , saat pemeriksaan USG oleh Dokter.


"Selamat, janinnya sehat"


"Terimakasih"


Sepulang dari klinik Nata berniat mengunjungi Ibu. Sepanjang jalan Renata terus mengingat kejadian tadi , ia dapat melihat detak jantung janin itu .


"Anakku kini kamu berusia 12minggu ". Renata masih belum membicarakan kehamilannya pada Bob maupun Ibu juga Ibu mertuanya .


Dimalam hari, saat Renata tidur nyenyak, Bob pulang terlambat , ia baru saja pulang dari perjalanan bisnis antar kota . Melihat kamar yang gelap,dan Renata yang nyenyak , Bob masuk kedalam selimutnya , menangkapnya , menciumnya . Renata masih tidak menyadarinya, Bob sangat menginginkannya. Renata terusik dengan gerak geriknya.


"Kamu , sudah pulang" Renata terbangun dari tidurnya , Bob menciumnya "Ya" .


"Aku merindukanmu" Bob merajuk padanya , Renata tersenyum senang , mereka berciuman sangat hangat dimalam itu , namun Renata melupakan satu hal , dan ia segera mengingatnya. "Tunggu" pintanya , "Apa?" tanya Bob.


"Aku tidak sedang ingin melakukannya"


"Mengapa?" tanya Bob.


"Karena aku harus menjaga kandunganku" Renata menjawabnya hanya dengan tatapan, dan bergumam dalam hati.


"Aku sedang tidak enak badan"


"Apakah itu sebuah alasan ?"


"Tidak ,ini serius" Renata berusaha menolaknya dengan halus. Bob memeluknya dengan manja "Padahal aku sangat menginginkannya" merengek , Renata tersenyum, mengusap rambutnya.


"Kita lakukan lain hari saja" bujuk Renata,


Bob tersenyum dan mengecupnya.


"Aku harus menjaga kandunganku dengan baik" Renata pun memikirkan, mencari waktu yang tepat untuk mengatakannya . Saat ini Renata mendengar jika situasi perusahaan tidak sedang baik , makanya Bob sangat sibuk .


"Aku merasa bosan" pikir Renata, menatap pemandangan dari jendelanya, alangkah baik jika ia pergi berjalan-jalan keluar sebentar, rasanya semakin pusing saat diri ini merasa bosan. Renata pun berjalan-jalan disekitar rumah.


" Dijalan begitu ramai, seperti nya ada keributan" .


Renata segera ingin melihatnya,


"Alex apa yang terjadi, dan mengapa ia memukuli pria itu?" . Petugas kepolisian pun menangkap pria itu , dan Alex dia menangkap Renata yang sedang melihatnya .


"Sedang jumpa denganmu" tegur Alex menghampirinya


"Ya"


"Kamu jangan salah paham , pria tadi bukan orang baik" Alex berusaha menjelaskan .


"Ya" Renata hanya tersenyum .


"Terimakasih anak muda" wanita tua renta itu menghampiri Alex dan mengucapkan terimakasih , diikuti cucunya .


Kejadian pagi tadi, wanita tua itu tidak sengaja menghalangi jalan sipengemudi motor , dan ia hampir terjatuh karena nya, dan itu menyulut emosi si pengemudi, ia memarahi , membentak dan bahkan mendorong si nenek dan cucunya yang masih kecil , Alex yang berada dibelakangnya, turun dari mobil mencoba menghentikan pria itu, namun ia malah memukul Alex hingga terjadi baku hantam.


"Kamu sendiri?" tanya Alex


"Ya"


"Sudah sarapan?" tanyanya lagi


"Sudah"

__ADS_1


"Sayang sekali, padahal aku kelaparan" Alex merengek


Renata tersenyum begitu imut saat melihatnya , "Ingin aku temani?" tanyanya


Alex mengangguk , mereka pun pergi ke sebuah tempat terdekat, untuk makan.


"Tempatnya sangat nyaman" ucap Alex , melihat cafe yang begitu rapih dan bersih.


"Apa yang sedang kamu lakukan saat ini?" sebuah pesan masuk dari Bob . Alex memperhatikannya, Renata sedang membaca pesannya.


"Aku sedang makan bersama teman"


"Laki-laki atau perempuan?"


Renata terdiam sejenak, dan membalas "Perempuan"


Bob menggeram marah, karena Renata telah berbohong.Seseorang telah melaporkan jika melihat Renata bersama seorang pria, ia menunjukkan fotonya, "Pria ini lagi"


"Sayang , kamu sudah berani berpaling dariku?" Bob bicara sendiri.


Bob memanggil Al keruangannya ,


"Kemarilah ada urusan mendesak" , Al pun segera menemuinya , "Ada yang bisa saya bantu Bos?"


"Apakah aku tidak cukup tampan dan menarik?"


Al sangat heran "Mengapa kamu menanyakan itu?"


"Dia berani bermain dibelakangku"


"Maksud anda,nyonya berselingkuh?"


Bob memolototinya " Aku tidak bilang dia berselingkuh"


"Baik, maaf"


"Siapa pria itu, aku sungguh penasaran" ,Bob pun tiba-tiba beranjak dari tempatnya, pergi mencari Renata dan pria itu .


"Bos" Al memanggilnya dan segera mengikutinya.


"Mereka masih disana?" tanya Bob pada orang suruhannya.


"Ya"


"Baik tunggu aku disana,terus awasi mereka"


Tak lama setelah itu, Alex dan Renata keluar dari cafe tersebut .


"Biar aku mengantarmu pulang, rumahmu tidak dekat dari sini" , yang Alex ketahui hanya rumah Ibu dan kosannya.


"Tidak, aku berjalan saja"


"Tidak munkin, itu lumayan jauh , ayolah" Alex memaksanya, menangkap lengannya.


"Lepaskan" seseorang datang bicara , Alex melihat ke arah suara itu .


"Bob dia ada disini" Renata sangat terkejut, ia melepaskan tangannya, Alex menatap pria itu.


Bob mendekat dan berdiri disamping Renata, "Hai, jangan pernah dekati istriku" , Alex terkejut begitu juga Nata , ia tidak menyangka jika Bob akan gamblang mengatakan itu pada Alex.


Alex masih tidak percaya, berusaha ingin mendapat jawaban benar dari Renata, Alex melihat pada Renata, Renata mencoba mencairkan suasana , dengan segera ingin membawa Bob pergi dari sana.

__ADS_1


"Teman, aku pamit dulu , permisi"


Renata dengan cepat menarik lengan Bob . Alex masih tidak mengerti , dia masih bertanya-tanya "Apakah benar apa yang pria itu katakan? tidak mungkin Renata sudah menikah diusianya yang masih muda, tapi itu bisa saja terjadi , jika benar sungguh disayangkan" ucapnya dalam hati ,Alex pun pergi dari tempat itu.


__ADS_2