
"Ibu katakan aku setuju menikahi Dila"
"Apa??" suara Ibu
"Apaaaa?"
Bob menelpon Ibu , Ibu dan Al yang bersamanya ikut terkejut.
"Ayo kita pergi" Bob bicara pada Al .
Sungguh kasian, Bob nampak sedang meratapi dirinya . Al tidak dapat menghiburnya.
"Mengapa Bob dengan mudah menyerah, bukankah dia sangat membenci Dila, lalu mengapa kini dia bersedia menikahinya . Apa yang membuatnya menyerah ???".
"Ini tidak benar, aku yakin anakku tidak bodoh, dia pasti menemukan jalan keluarnya .Ia tidak bisa menyerah begitu saja" Ibu nampak resah.
"Ayo kita temui dia" Ibu bicara pada asisten pengurus rumah.
Ibupun pergi menemui Bob diapartemennya.Baru-baru ini Bob membeli sebuah apartemen, dan tinggal sesekali disana .
Ibu dapat masuk sendiri dengan menekan sandi pintu apartemen tersebut.
"Aku akan menunggunya disini" Ibu duduk menunggunya.
Tak lama Bob pun datang, Bob sangat terkejut melihat Ibu yang sudah disana.
"Ibu" Bob menyebutnya
"Katakan jika itu tidak benar, kamu tidak akan menikahi Dila"
"Itu benar Ibu, aku akan menikahinya"
"Lalu bagaimana dengan anak dan istrimu?" tanya Ibu
"Lupakan saja"
"Apa maksudmu?"
Bob terlihat acuh, dia tidak berani bicara bertatapan dengan Ibu, Ibu yang sedang marah tidak terima diacuhkan, "Simpan minuman itu" Ibupun berdiri.
Bob tertegun mendengarnya, lalu ia pun menyimpan gelasnya yang berisi anggur.
"Ibu , aku baru saja pulang, aku lelah , lebih baik kita bicarakan saja nanti"
"Kamu benar-benar telah menyerah?"
"Ibu dapatkah Ibu sekarang mempercayaiku?"
Ibu memandangnya dengan jelas ,
"Baik, lakukan saja yang menurutmu itu benar" Ibupun segera beranjak , pergi meninggalkan Bob.
"Kamu juga pergilah" Bob bicara pada Al, dan Al pun pergi menuruti apa katanya.
Al tidak ingin diam, dia terus berusaha mencari Renard dan pelaku lainnya. Tanpa diketahui Bob , Al menemui beberapa rekannya.
Bob mengeluarkan handphonenya, ia bermaksud mengirim pesan pada Dila.Bob berpikir sejenak , sebelum mengirim pesan pada Dila.
Dan pada akhirnya pesan itu berhasil dikirim .
Dila , ia sedang asyik rebahan , mendengar handphone nya berdering , tanda ada sebuah pesan masuk. Dila pun mengambil handphonenya,melihat dan membaca pesan itu, pesan dari Bob. Bob mengirim pesan "Aku akan menikahimu" ,
Duarr , jantung Dila meledak .
__ADS_1
"Aaaa" Dila berteriak , dia sangat senang .
"Akhirnya , kamu jadi milikku" Dila melompat -lompat diatas ranjangnya.
Ayah dan Ibu terkejut mendengar suara gaduh dikamar Dila, segera menghampirinya .
"Dilla" Ayah dan Ibu memanggilnya,
"Hahahaha" terdengak gelak tawa Dila dari dalam kamar
"Dila keluarlah" Ayah mengetuk pintu kamarnya.
Dila pun berlari membuka pintu kamarnya ,
"Ayah, Ibu aku akan menikah" Dila segera memeluk Ayah dan Ibunya.
"Benarkah" Ibu bersorak senang , begitu juga Ayah.
"Bagus, baguslah" Ayah menepuk-nepuk Dila yang sedang memeluknya.
*******
Ditempat lain dikediaman Alex,
"Renata apakah dia masih marah?, Raka mengapa Raka jadi pendiam?" gumam Alex dalam hati.
Alex merasa jika beberapa hari ini , rumah nampak sunyi.
"Boypun, dia tidak mengatakan apa-apa" Alex melihat pada Boy, yang sedang asyik memperbaiki mainan Raka.
"Eheeem " Alex berdehem , tapi tetap semua orang mengacuhkannya.
"Hari ini Papa mau beli es krim , Raka mau?"
Raka hanya melirik nya saja, tak bergeming sedikitpun .
Raka acuh dan malah pergi menghampiri Renata yang sedang memasak.
"Mama lihat" Raka menujukkan mainan pesawatnya yang baru selesai ia rakit.
Renata memujinya , mengelus rambutnya.
Raka pun berlari kembali pada tempatnya. Melihat reaksi itu, Alex pun berjalan menghampiri Nata.
"Apa kamu masih marah?" tanya nya
Renata masih memilih diam . Alex merasa canggung karena dibiarkan .
"Baiklah jika kalian semua tidak ingin bicara , tidak apa" Alex pun pergi meninggalkannya.
"Biarkan kami pulang" Renata menghentikan langkahnya, Alex tidak menduga jika Renata akan mengatakan itu,
"Kamu ingin kembali bersamanya?"
"Ya" Renata menatapnya.
"Baik akan ku pertimbangkan"
Renata tidak suka dengan jawaban Alex , ia pun
berlari kehadapannya.
"Kamu tidak punya hak menahan kami lagi"
__ADS_1
Alex menyeringai, tak berkata-kata.
Keesokan hari kabar sudah menyebar, Dila membuat pernyataan pada semua orang. Alex dan Boy pun mendengar kabar tersebut .
"Bajingan itu akan menikahinya" ,
"Ini kesempatan anda" bisik Boy
Alex menyerengeh.
Kabar itu semakin meluas, menjadi topik utama disetiap berita , banyak rumor yang mengatakan ini akan jadi pesta termegah, dan tidak ada penghalang bagi pernikahan mereka , karena status Bob pun resmi duda , setelah istrinya meninggal karena kecelakaan.
Sangat jelas Renata menyimak berita itu .
Jantung Renata menggebu-gebu , dia sangat marah dan kecewa mendengar kabar itu .
"Akhirnya kamu meninggalkanku" Renata menangis tertunduk seorang diri.
*******
"Aku akan pulang" Dikantor Alex merasa resah, ia sangat khawatir pada Renata , ia pun segera pulang.
Alex mendapati Renata yang sedang murung dikamar, ia terisak menangis .
Alex menghampirinya, membelai dan memeluknya.
"Maafkan aku"
Alex merasa bersalah, karena tidak melepaskannya . Alex tidak ingin kehilangannya , Alex tidak ingin Nata diincar orang jahat lagi.
Selain itu Ibu Dila berniat menemui Ibunya Bob , untuk membicarakan persiapan pernikahan.
"Bos apa anda benar-benar yakin akan menikahi Dila?" tanya Al. Bob hanya termenung seharian dikantor. Ia tak berhenti berpikir.
Ada rasa masih penasaran pada Alex dan Nata.
Bob pun beranjak hendak menemui Alex diruangannya.
Tap tap tap ia mempercepat langkahnya, namun ruangannya terkunci, sekretarisnya mengatakan jika Alex sudah pulang.
"Kamu selidiki juga mereka, dimana mereka tinggal selama ini, dan apa hubungan mereka"
"Baik" Al menerima tugas baru.
Al juga mendapat laporan , jika Renard ada kemunkinan bersembunyi disebuah tempat, karena setelah pengecekan data orang yang keluar negeri tidak muncul namanya .
"Aku tidak pernah tertarik padanya, dan sekarang aku terjebak dengan tuduhan ingin memperkosanya, jika aku menginginkannya aku sudah menikahinya dari dulu, Hahaha" Bob tertawa , terlihat ia sangat kesal dengan yang terjadi kini menimpanya.
*******
"Alex kemana lagi kamu akan membawaku pergi" Renata berteriak padanya,
"Ikut saja" Alex berbenah barang Nata.
"Tidak sebelum kamu bicara alasannya"
"Jika dia tahu kamu masih hidup, aku takut dia mencelakaimu lagi"
"Apa kamu takut padanya?" tanya Nata, Alex terdiam.
"Aku takut aku lengah, aku akan membawamu ketempat yang lebih aman, dimana siapapun tak dapat menemukanmu"
"Apa?? kamu akan mengurungku lagi?!, seperti itu ?! disebuah pulau terpencil?!" Renata tampak sedih.
__ADS_1
Alex pun kesal, karena dia tidak dapat membalas kekejaman Dila. Usahanya belum berhasil untuk membalaskan dendamnya.
Alex mengingat dia masih nenyimpan bukti kejahatan Dila, dengan video rekamannya yg ia ambil saat kejadian, namun jika ia mengeluarkannya, itu berarti dia akan kehilangan Nata, usahanya hanyalah sia-sia. Alex sudah sangat berupaya untuk dapat memiliki hatinya Nata, namun ternyata itu tidak mudah, Renata tidak mudah ditaklukan , dia wanita yang setia, yang menjaga kehormatannya.