Terpaksa Nikah

Terpaksa Nikah
Mr.X


__ADS_3

"Apa yang terjadi pada dirimu" Nata bertanya pada Alex , lampu depan kamar Nata begitu remang, kaki Alex melangkah padanya.


Renata sangat ketakutan , ia pun perlahan berjalan mundur .


Dan Brug , Alex terjatuh, ia nampak pingsan .


Renata berlari mendekatinya , mencoba menyadarkan Alex .


"Alex , bangun"


Renata sangat kebingungan . Para perawat sudah pergi . Dirumah hanyalah tiga orang , "Boy dimana dia ?" Renata pun teriak memanggilnya "Boy" , namun terdengar suara Alex terbatuk .


Renata segera melihatnya, terduduk memangkunya "Alex bangunlah" ,terdengar samar ditelinga Alex , Alex mendongak dan "Uhuk" Alex terbatuk ,setelah melihatnya, ia segera bangkit dan terduduk.


"Pergilah ,pergi , aku baik- baik saja" Alex mendorongnya. Renata merasa heran , ia pun pergi tidak memperdulikannya .


*******


Ditempat lain , Bob sedang termenung seorang diri.


"Bos, ini adalah 40 harinya istri anda meninggal"


Bob melototinya, "Apakah kamu melihat jasadnya?"


Al ketakutan "Maaf" , segera bergegas pergi meninggalkannya.


"Gawat , hampir saja aku kena marah nya"


Kembali ditempat yang berbeda, dikediaman Alex,


"Ada apa dengannya" Renata membicarakan Alex, menatap dirinya pada lemari kaca didapur ,


"Apa!?" Renata sadar setelah melihat dirinya , kerahnya begitu terbuka ,


"Munkin ini terbuka setelah aku menyusui" membenarkan kerahnya.


Tiba-tiba Renata mengingat Alex yang terbatuk , "Jangan-jangan karena dia melihatnya" ,Renata menggeram marah .


Ia berjalan kembali ke kamar , namun ia tak melihat Alex dimana pun .


Melihat rumah yang tak biasanya sepi , Renata memiliki rencana untuk kabur , namun ia tak yakin , bayinya masih kecil .


Renata menangis tersedu-sedu didalam kamarnya , ia sangat merindukan Bob.


Keesokan hari , Renata bertemu pengurus rumah yang baru , ia pun memperkenalkan diri padanya .

__ADS_1


"Dari mana asalmu?" tanya Nata


"Dari negara As" jawabnya .


"Ya , aku bisa jelas melihatnya, dari wajahmu yang asing" gumamnya dalam hati .


Renata melihat Alex , "Nyaman sekali hidupnya, tanpa bekerja ia sudah sekaya ini" melihat Alex yang baru saja masuk, ia seperti habis keluar lari pagi.


Renata membawa bayinya untuk berjemur dihalaman beberapa saat, sebelum menemui Alex.


Renata memberikan diri untuk memohon padanya lagi , " Alex bukankah kita teman? tidakkah kamu kasihan pada anakku ,dia pasti merindukan ayahnya, tolong izinkanlah kami pulang"


Alex melihat padanya "Suamimu begitu tangguh, jika benar ia peduli padamu ,mungkin dia sudah mengobrak abrik bumi ini , mencari kalian"


Renata terdiam , "Bagaimana ia bisa menemukan kami, jika kamu mengurung kami disini seperti ini"


"Dan ini dimana, tempat apa ini, semuanya dikelilingi hutan" lanjut Nata


Alex tersenyum. "Lupakan saja dia"


Renata menatapnya begitu tajam " Gila" , ia pun pergi meninggalkannya.


Alex terdiam, dia tidak ingin mengatakan kebenaranna pada Nata , ia tidak ingin nyawa Nata terancam lagi , Nata tidak tahu jika ada orang yang bersiap mengincarnya.


Gempuran demi gempuran terus mengguncang perusahaan , semua investor tiba-tiba tidak yakin dan mempercayainya lagi . Namun itu tidak meruntuhkan Bob, mereka satu persatu terbuai hasutan perusahaan saingan, menarik modal mereka dan bergabung bersama perusahaan baru tersebut .


"Bos kita harus mencari rekanan lagi yang lebih kuat" Al memberi saran.Bob terdiam dalam pikirannya.


Ditempat lain , Alex terus memantau dan memperhatikan persaingan bisnis di negaranya. Setelah lulus ia mewarisi sebagian kekayaan dan aset orangtuanya , termasuk serta sebagai penangungjawab perusahaan.


Ia melihat perusahaan milik Bob yang sedang goyah. Ia berfikir untuk bergabung dan berniat membantunya. Namun dibalik itu Alex memikirkan rencana lain , keserakahan nya .


Diam-diam tanpa diketahui siapapun , Alex menyamar menjadi orang lain , orang misterius yang menyokong perusahaan Bob. Bob ataupun Al hanya berkomunikasi via telpon dengannya, suaranya pun ia samarkan, agar tak terdengar bahwa itu dirinya .


Namun Al tidak perduli, dia hanya berterima kasih dan melaporkannya pada Bob .Alex menanam modalnya hampir setengah dari milik Bob. Ia terbesar dibanding investor lain yang tersisa.


Waktu terus berlalu , bayi mungil pun sudah besar, Renata semakin keras kepala ia terus berontak ingin lari dari kediaman Alex , Boy sudah sangat kesal melihatnya , tanpa diketahui Alex dia menceritakan kejadian yang sebenarnya , Renata terkulai lemas mendengarnya , saat mendengar Alex mempertaruhkan nyawa saat menyelamatkannya . Jika Alex tak berhasil , mungkin kalian berakhir di jurang kata Boy.


"Kata-kata yang menyakitkan Boy lontarkan , dia secara gamblang mengatakan itu padaku, benar aku harus memikirkan keselamatan anakku , namun Bob pun bukan suami yang lemah, ia mampu melindungiku lebih dari kalian"


"Siapapun yang ingin mencelakaiku dan anakku dia pantas mati lebih dulu , aku mengutukmu" lanjut Nata dalam emosinya.


Tanpa diketahui, siapapun juga, Alex diam-diam mendirikan perusahaan bayangan . Dia mempertaruhkan semua asetnya , dia mempermainkan perusahaan saingan yang di kaki tangani oleh Barack . Diam-diam dia memiliki rencana licik untuk menghancurkannya.


Hanya Boy yang mengetahui semuanya, ia pesuruh setianya .Renata melihat Alex dan Boy begitu misterius , Nata selalu mencurigai gerak -geriknya , bahkan selalu ingin menguping dan mencari tahu apapun yang mereka lakukan.

__ADS_1


Setahun sudah waktu terus berlalu,


"Alex setidaknya, izinkan aku bicara dengan Ibuku" tiba-tiba Nata menerobos ruangan Alex, dan mengatakan itu.


"Tidak bisa" jawabnya


"Kenapa?"


"Karena dinegara S , kamu sudah mati"


Renata terdiam, matanya berkaca-kaca ,


"Tidak , aku belum mati, maka dari pada itu, ayo kita kesana , kita pulang"


Alex sesak mendengar Renata mengajaknya pulang.


Ia pun melihat Boy yang sedang berdiri didepan pintu , mendengarkan dari celahnya.


Alex pun pergi melewatinya , mengacuhkan Nata.


Boy berdiri membisu, ia sangat marah dan kecewa pada Nata, merasa Nata tidak juga mengerti.


Alex masih dalam menjalankan rencananya , ini belum saatnya , sebelum mereka yang mati terlebih dulu .


Ditempat lain, di kantor Dila bersama ayahnya,


"Apa kamu masih menginginkan si Bob itu?" tanya Ayahnya , sambil menuangkan minuman.


"Tentu saja ayah, hanya dia yang dapat membakar hatiku" ,kata terakhir dari hanya ia ucapkan dengan lirih.


"Tidak ada pria yang sempurna dimataku selain dia" gumamnya dalam hati


"Dia begitu tangguh, entah siapa investor itu, baru-baru ini dia masuk menanaman modalnya, benar-benar sulit dipercaya, disaat perusahaan akan runtuh ,ada yang masih mau menyokongnya, resiko yang terlalu besar"


*********


"Boy kamu sudah siapkan aktor nya?" Alex bicara pada Boy


"Ya"


"Kamu tidak akan salah?"


"Tidak, dia sudah terlatih"


Semua investor penasaran dan membicarakan Mr.x si misterius ini , mereka sangat ingin sekali jumpa dengannya . Ia begitu hebat menanamkan modalnya begitu banyak. Dalam ruang rapat , Al menerangkan kemajuan perusahaan . Semua investor bangga dengan ketangguhan Bob . Keyakinan mereka pun pulih .Dan merekapun diam-diam membicarakan perusahaan baru yang kini sedang maju pesat, semua investor ingin menanam modal padanya. "Siapa Presiden , atau CEO diperusahaan itu?" tanya mereka.

__ADS_1


__ADS_2