Terpaksa Nikah

Terpaksa Nikah
Desa Noa


__ADS_3

"Tuan" Boy berbisik ,


"Lakukan!" jawab Alex


Selain itu Bob diatas helikopernya,


"Dia akan membawaku kemana?" Renata tampak sedikit kesal .


"Ibu kita akan kemana?" Daniel sangat takjub , ini perjalanan yang menyenangkan baginya.


"Aku sudah tidak sabar ingin bertemu kakakmu" ucap Ibu.


"Cepat, kita akan segera turun" Alex memapah Renata.


"Kita sudah sampai?" tanya Nata begitu penasaran


"Ya, Cepatlah"


Selain itu Bob dan Al mengawasi .


"Itu, pasti itu kapalnya" ucap Al


"Ikuti" perintah Bob


Kapal itu segera berlayar setelah menurunkan Alex.


"Ayo kita menepi" , Bob bermaksud mencegatnya .


Setelah kapal itu berlabuh,


"Cepat geledah kapal itu" Perintah Bob, ia bersama beberapa orang nya masuk kedalam . Namun ,


"Ahhhh" tampak ribut, semua orang terkejut .


"Mana mereka ??" Bob bertanya-tanya dan mencari .


"Bos ini sepertinya aneh" ucap Al


"Apakah mereka sudah turun?" tanya Bob


"Kemungkin iya" jawab Al


"Mengapa begitu cepat" .Bob tampak payah dan marah


*******


"Ibu, Daniel" teriak Nata


"Sayang"


"Kakak", satu persatu mereka menjawabnya.


"Aku senang bisa melihat kalian" Renata memeluk Ibu dengan erat, menciumnya .


"Kakak" mata Daniel berkaca-kaca.


"Adik" Renata memeluknya ,


"Raka sayang kemari" ,Renata melihat Raka berjalan diaping Boy.


"Mama" Raka memeluknya ,


"Oh, anak yang imut, dia putramu?" tanya Ibu


"Ya bu ini cucu Ibu" terharu ,


"Kemari sayang" Ibu memeluknya dengan hangat.


"Sementara kita akan tinggal disini" ucap Alex.


Ibu memperhatikannya , menggenggam erat tangan Nata,


"Sayang, katakan apa yang terjadi?"


"Ibu, maaf ceritanya terlalu panjang untuk diceritakan" Nata tertunduk .


"Kamu mencintai pria ini?",melihat pada Alex


Renata tidak menjawabnya,


"Sayang, tahukah kamu betapa tulus suamimu mencintaimu, dia masih setia padamu"


Renata masih terdiam .


"Kaka, meski kamu tidak ada, kakak ipar masih bertanggungjawab mengurus kami, kami sangat bersyukur memiliki kakak ipar seperti dia" Daniel menunjukkan simpatinya.


Renata ingin menangis, dalam hatinya yang terdalam, ia pun masih sangat mencintai suaminya .


"Katakan pada Ibu yang sebenarnya"


"Nanti Ibu, tidak sekarang, nanti aku akan menceritakannya pada Ibu" Renata beranjak dan membantu yang lain berbenah rumah.


"Raka sayang, temani nenek saja ya" melihat Raka yang sibuk mengganggu diantara orang-orang .

__ADS_1


"Baik" Raka melihat pada neneknya , dan berlari menghampirinya . Ibu memeluk dan mencium Raka.


"Kemarilah" Ibu mengelus nya.


"Tuan sebentar lagi sudah siap, sebaiknya anda instirahat"


"Baik" Alex menyapu bersih pakaiannya, mengibas-ngibas kotoran dengan kedua tangannya .


Alex melihat Renata yang membantu mengatur ruangan .


Alex berjalan perlahan menghampirinya ,


"Aku merindukanmu" berbisik melewatinya .


Renata terkejut, dan mencari Alex yang sudah pergi berjalan meninggalkannya.


******


Bob menangkap beberapa orang awak kapal ,


"Kemana penumpang sebelumnya?"


"Siapa maksud anda?" tanya orang itu


"Penumpang yang sebelum mereka naik !"


"Tidak ada" pria paruh baya itu ketakutan.


"Jangan bohong, katakanlah" Bob bicara dengan santai, tidak ingin menakuti nya.


"Atas kepentingan apa anda bertanya?"


"Saya mencari orang yang saya cintai"


"Maaf saya benar-benar tidak tahu"


Al segera mendekat , dan berbisik pada Bob,


"Bos , mereka pasti membayarnya"


Bob tersenyum, "Aku akan membayarmu mahal, lebih tinggi dari mereka , katakan berapa yang kalian inginkan?" kini Bob bertanya pada ketiganya .


Mereka terlihat ragu, dan kaku.


"Al tunjukkan"


Aldi membawa beberapa uang tunai, mereka terperangah .


Mereka tidak mampu mengkhianati Alex.


"Maaf tuan, kami benar-benar tidak tahu" ucap salah seorang awak .


Bob menarik nafas, mulai kesal,


"Baiklah jika itu ingin kalian , aku akan memanggil polisi dan melaporkan kalian , dengan bukti ini" , mereka terperangah .


"Tunggu tuan" setelah kebingungan, salah seorang angkat bicara ,


"Jangan , jangan panggil polisi"


Bob pun berbalik , setelah berjalan hendak pergi , menatap mereka dan duduk kembali .


"Tuan apakah kami tetap bisa mengambil uang itu?"


Bob tersenyum , "Tentu" jawabnya.


"Mereka turun di desa Noa" kata salah seorang awak .


"Baik, Al berikan "


Al memberikan tas penuh berisi uang pada mereka.


"Terimakasih tuan , terimakasih" mereka terus memohon ,duduk bersimpuh diatas lantai.


Bob pun pergi ke tempat tersebut .


********


"Toloooong" Dila yang ditinggal dibangunan kosong ,


"Sial, aku sudah sehari semalam disini ,apakah ini akhir hidupku" tampak pasrah .


"Mengapa tidak ada orang yang lewat sini" Dila masih bersemangat untuk marah ,


Tap .. tap , terdengar suara langkah yang berjalan .


"Apa itu, siapa itu?" bercucuran keringat, Dia ketakutan .


"Hah , pria botak, menakutkan" gumam Dila dalam hati .


"Apa yang kamu lihat?" pria itu berdiri jauh dihadapannya .


"Jangan berpikir macam-macam, cepat selamatkan aku!" , pria aneh itu masih menatapnya , ia perlahan berjalan , mendekat.

__ADS_1


Dila semakin takut, nafasnya ngos-ngosan .


"Ahhhhh" Dila teriak, karena pria itu nampak akan memeluknya , namun setelah disadari pria botak itu melepaskan ikatannya .


Pria itu hanya menatap, setelah melepaskan ikatannya .


"Mmm ,terimakasih kamu sudah menolongku"


"Mm, aku akan membayarmu nanti, kamu temui aku nanti di Ko Production"


Pria itu masih menatapnya ,


"Pria aneh , apa dia gila ?" gumamnya dalam hati .


"Kamu tahu?? Ko ?!" pria itu masih diam,


"Hah dasar payah jika tidak tahu tanyakan saja ! ,Baiklah aku akan pergi, terima ka"


Dila berjalan hendak pergi meninggalkannya , namun Sreeet ,pria itu menangkap lengannya dengan kuat, hingga Dila tertarik , kepelukannya .


"Aaaagh" Dila mengerang .


"Lepaskan" Dila menamparnya ,


"Menjijikkan" , menatapnya dengan tajam .


"Aku tidak ingin uang " pria itu perlahan berjalan mendekatinya ,


"Aku ingin tubuhmu bayarannya" ,pria itu terus berjalan.


"Cih, gila jangan mimpi" Dila sangat takut , berjalan mundur, hendak melarikan diri .


" Agghh" Mengerang lagi .


"Aku melepasmu, agar kita bisa bersenang-senang"


, Pria itu memaksanya , bibirnya tampak nyosor, ia pun mendekapnya sangat erat .


"Aargh" Dila terus berteriak , ketakutan . Tangannya mencari-cari sesuatu,


"Lepaskan aku" Dila memberontak , kedua tangannya tak berdaya .


Dan akhirnya Dila memegang sebuah kayu yang cukup . Dan " Arggghh" Sekuat tenaga , dan sekencangnya Dila berteriak , memukulnya .


Pria botak itu, lumpuh seketika dan terjatuh, kepalanya penuh darah .


Dila nampak ngos-ngosan, melempar kayu itu.


"Huh ,Bajingan gila" , Dila pun berlari cepat keluar dari tempat itu.


"Tubuhku lemas" matanyapun nampak berkunang-kunang .


"Toloong, selamatkan aku" ,Dila jatuh pingsan dipinggir jalan, setelah pandangannya berubah menjadi gelap .


*******


"Bos ini sudah sangat malam"


"Baiklah kita cari dulu penginapan"


"Baik" Al mencari kebeberapa tempat , dan kembali ,


"Bos disini sangat sulit menemukan penginapan atau hotel "


"Lalu?"


"Hanya ada beberapa rumah warga , mungkin sementara kita bisa menginap dirumah mereka"


"Itu berarti sangat mudah menemukan Alex" jawab Bob


"Sekalian saja kita cari, kira-kira dirumah mana mereka menginap" tegas Bob dengan yakin .


Al tak mampu membantah.


"Tapi" Al melihat langit dan jalan yang begitu gelap dan sepi .


"Kita cari kepala desanya" Bob bermaksud menemui kepala desa.


Mengetuk pintu rumahnya ,


"Siapa malam-malam datang mengganggu" kepala desa membuka pintu dengan risih.


"Selamat malam ,Maaf mengganggu" Bob menyapanya dengan sopan.


Kepala desa memperhatikan, tampak memperhatikan penampilannya Bob.


"Ehemmm" kepala desa berdehem


"Ada perlu apa,malam-malam datang?"


"Bisa bicara sebentar" pinta Bob.


"Baik" kepala desa mengizinkannya masuk kedalam rumah.

__ADS_1


__ADS_2