Terpaksa Nikah

Terpaksa Nikah
Di Pesta


__ADS_3

Dita diam-diam ingin mendekati Nata , Dita memberi salam "Salam Kaka, aku Dita" tegurnya,


Renata terpaku dengan berdirinya Dita, dihadapannya. Renatapun membalas sapaannya.


"Selamat malam"


"Kakak, aku sungguh senang , Kakakku telah menikah, kami sudah lama tidak bertemu, dan kini tiba kabar menggembirakan, rumah ini terasa hangat kembali" Dita merasa kaku.


Nata menggenggam lengan Dita dan tersenyum padanya.


"Terima kasih"


Dita segan untuk menatap Nata. Begitu juga Nata , ia tampak ragu dihadapan Dita.


"Bagaimana kabarmu?" Renata tiba-tiba menanyakan kabarnya, Dita sangat terkejut.


"Baik, aku baik-baik saja" , Renata sungguh sangat penasaran , ingin rasanya ia bertanya keadaan Daniel pada Dita.


"Sayang" Alex memanggil Nata, ia meminta Nata untuk berfoto bersama para tamu juga Ayah.


Renata pun mohon pamit , dan Dita mempersilahkannya.


Bob tak kuasa lagi menahan perasaannya . Disaat Alex lengah , setelah pengambilan Foto, Bob menarik dan menyeret Nata ke sebuah tempat. Karena situasi tempat yang ramai. Mereka tidak saling memperhatikan, dan tidak ada yang mengetahui jika Nata menghilang bersama Bob diantara keramaian itu.


"Tuan, lepaskan" Renata terus berontak . Namun Bob tidak menghiraukannya, ia terus berjalan jauh dari keramaian .


"Ahh" Renata tersudut pada sebuah tembok, Bob menahannya .


"Maaf atas ketidaksopanan saya, Nyonya Bob"


Bob menyeringai, bicara dengan tatapan yang tajam dan dalam, dan itu cukup menusuk Renata hingga ke jantungnya. Renata memalingkan muka , tidak berontak melawannya.


Bob bergerak semakin mendekatinya , jantung Renata berdebar, terlihat kedua tangannya mengepal , menahan perasaannya . Renatapun memejamkan matanya.


"Lihatlah aku" Bob berbisik , sangat dekat sekali.


Renata memberontak, hendak mendorongnya .


Namun Bob berhasil menangkapnya ,


"Kamu masih hidup, dan aku yakin ini adalah kamu istriku"


"Tidak, anda salah, sopanlah sedikit"


Bob menyeringai terus mendekatinya.


"Benarkah??"


Jantung Renata semakin berdebar, sangat kencang .


"Tuhan tolong aku , apa yang harus aku lakukan?" gumamnya dalam hati .


"Aku akan berteriak jika anda bertindak lebih jauh lagi" . Nata mengancamnya, dan Bob sama sekali tidak menghiraukannya.


"Putra siapa Raka ? katakan! " Bob mendesaknya,


"Aku sudah peringatkan, jaga sikap anda" Renata melawan.


"Ahh" Renata semakin ketakutan, Bob melawan mendorongnya , kini Renata sangat terpojok .


Bob mengendusnya , dia tersenyum menyeringai lagi . Ia mencium aroma tubuh Nata, aroma tubuh yang tak asing dengannya .


Bob sangat kesal dengan kepura-puraan Nata , ia sangat ingin sekali membongkarnya.

__ADS_1


Alex yang menyadari jika ia telah lama tidak melihat Nata , bertanya pada Boy


"Kamu melihat dia?"


"Tidak" Boy pun tampak mencari .


"Temukan dia" pinta Alex


"Baik" , Alex juga Boy mencari nya.


Raka dia sedang bersama Kakek dan anggota keluarga , Raka sedang dikerumuni oleh kerabat Alex , mereka sangat menyukai Raka yang menggemaskan.


"Aku tahu ini kamu, aku dapat merasakannya"


Renata dia sangat bingung, pikirannya kacau , tebersit dari pikirannya untuk berkata jujur.


"Ah , jangan kumohon hentikan" Renata tak dapat menahan perasaannya lagi , ia melihat tak ada seorangpun orang yang lewat disana . Renata terus memohon dan menahan diri dari dalam hatinya.


Perasaan Bob sangat menggebu-gebu, Bob hampir saja menciumnya.


"Hahh" terdengar suara langkah yang berlari , berderu dengan nafas yang begitu berat .


Alex dia menemukannya, Renata melihat dengan kedua matanya .Alex menyadari posisi Nata yang terjepit oleh Bob, segera Alex menyingkirkannya , menghempaskan lengan Bob, dan menarik lengan Nata.


Bob menyeringai melihat Alex ,


"Cepat atau lambat aku akan membongkar kalian, dan satu lagi aku akan mengambil Raka, jika dia terbukti adalah sah anakku". Bob berlalu pergi setelah mengatakannya. Renata terhuyung , ia sangat lemas mendengarnya .


"Nata" Alex menangkapnya , Renata terisak menangis .


Bob sangat marah, dan Al menemukannya , selama pesta Al mencari-cari dirinya . Al pun mengejarnya .


Dila baru saja sampai, dia melihat sekeliling yang ramai .


Alex membawa Nata kekamar .


"Ini" Alex memberikan tisu.


"Katakan, apa yang dia lakukan padamu? dia menyakitimu?" tanya Alex, Renata tidak mampu berkata-kata.


"Baiklah , tenangkan dulu dirimu, dan kita tidak akan pergi kemana-mana, kita diam saja disini, aku akan menemanimu" , Alex pun memeluk dan mendekapnya .


Ayah bertanya " Kalian melihat putraku?"


Seseorang menjawab " Tadi aku melihatnya kearah sana " dia menunjukkan arahnya , dan itu arah ke sebuah kamar .


Ayah Alex tertawa senang , "Hahaha, anak muda zaman sekarang".


*****


"Apakah baik-baik saja , jika kita berdua disini?" tanya Nata.


"Tentu" , Alex mengelus rambut Nata, dan Nata tak sengaja menatapnya. Dan Alex pun menatapnya .Kedua mata itu saling bertatapan.


Alex menatap pada bibir Nata, tergoda ingin menciumnya .


Renata segera sadar , iapun bergerak jauh dari Alex .


"Aku sudah baik-baik saja, ayo kita kembali" ucap Nata.


Alex tertegun, sadar jika Renata telah menolaknya lagi, dan terus menghindarinya .


"Baiklah" Alex menyikapinya dengan sabar .

__ADS_1


Dila ia masih mencari Bob, dia terus berjalan diantara keramaian , Dila pun sesekali bertegur sapa dan salam pada beberapa tamu yang mengenalinya .


Dila tampak penasaran pada Nata, ingin sekali melihat seperti apa menantu Roy itu .


Namun selalu gagal , karena terhalang .


Dila menyerah , ia pun menelpon Bob.


Bob melihat pada handphonenya , panggilan dari Dila . Dan menjawabnya .


"Kamu dimana" tanya Dila


"Aku dalam perjalanan"


"Pergi kemana?" tanya Dila ,


Tut ... tut , panggilan telpon terputus . Bob memutusnya.


"Halo.. Halo.. Bob" Dila berteriak, dia sangat geram .


"Kurang ajar, dia mematikan telponnya" , Dila pun pergi , keluar dari pesta .


"Aku lelah, ingin pulang" ucap Renata , dia bicara pada Alex.


"Ayah, Elisa lelah, kami mohon pamit pulang" , Alex bicara pada Ayahnya .


"Oh , kalau begitu menginap saja disini" ucap Ayah,


Alex juga Renata terperangah mendengarnya.


"Ayah tapi kami tidak membawa pakaian ganti"


"Pakaianmu banyak disini"


"Bukan begitu ayah , maksudku pakaian Istri dan anakku"


"Oh , ukuran tubuhnya sama dengan Dita , pakai saja pakaian Dita untuk sementara, nanti Ayah akan menyuruh Boy membawa pakaian ganti kalian kemari , sekarang kalian pergilah kekamar!"


" Oya" lanjutnya , "Raka tidur sama kakek saja, biar Ayah dan Ibumu bisa bermesraan oke" Ayah membisikkannya pada Raka , dengan penuh candaan .


"Mama Papa" teriak Raka ,


"Oh , maaf kakek salah , maksud Kakek Papa dan Mama" tersenyum gemas pada Raka.


Alex dan Nata pun kebingungan , tidak tahu cara bagaimana lagi menolak Ayah. Akhirnya mereka pun pasrah dan menuruti kata Ayah .


"Kamu pergilah lebih dulu ke kamar, aku akan bicara dulu pada Boy" Alex bicara pada Nata.


"Baik" Renata menganggukan kepalanya , pergi berjalan menuju kamar.


Renata duduk diranjangnya , dan mengusap kasur yang begitu bersih . Tampak nyaman jika berbaring diatasnya . Renata pun beranjak dan naik ke atas ranjang tersebut .


Tuk .. tuk , terdengar suara pintu diketuk .


Renata segera beranjak, dan menyahutnya .


"Siapa"


"Ini Dita" , Renata pun segera membuka pintu kamarnya .


"Kakak maaf menganggu istirahatnya , ini " Dita menunjukkan pakaiannya , dan memberikannya pada Nata . Renata nampak terharu , tiba -tiba Nata mendekap nya " Terima Kasih" , Dita terkejut dengan sikap Nata . Lagi-lagi sikap Nata tidak biasa pada nya , tidak biasa seperti orang yang baru bertemu.


Dita tersenyum , membalas pelukannya .

__ADS_1


__ADS_2