Terpaksa Nikah

Terpaksa Nikah
Kembali Ke Negara S


__ADS_3

"Papa kita akan pulang???" tanya Raka, ia berjalan dituntun Alex.


"Ya sayang, kita akan pulang kerumah" Alex tersenyum pada Raka .


"Tuan, Ayah anda sudah mendengar kepulangan anda hari ini"


Alex tersenyum , mengacuhkan, tidak ingin mengatakan apapun pada Boy.


Dirumah besar Tuan Dori sudah menantikan kepulangan putranya, dia merasa sangat bangga dengan putranya , kini ia mampu berdiri sendiri dikakinya , pendiri perusahaan terbesar dan maju saat ini.


"Kamu akan membawaku kemana?" tanya Nata , ia berjalan dibelakang Alex bersama pengasuhnya Raka.


"Tentu saja rumah yang aku tentukan"


"Apakah aku harus masih mengikutimu?"


Alex hanya tersenyum ,


"Aku akan pulang kerumah Ibu" . lanjut Nata


Trap.. Alex menghentikan langkahnya , sontak yang lainpun berhenti berjalan.


"Tidak ada , ingat disini identitasmu apa?" Alex menegaskan.


Renata lagi-lagi benci mendengarnya.


"Kamu lupa syarat yang aku ajukan?" Renata berjalan melewatinya , nampak puas mengatakannya.


"Hmm.. dia sedang mengingatkanku" Alex menyerengeh ,


Alex dan Raka masuk kedalam mobil juga Nata yang sudah mendahuluinya .


"Negara S , aku kembali" Renata tak kuat menahan tangisnya. Alex melihatnya dari kaca spion.


"Tuan kita akan kemana?" tanya Boy, Alex melotot melihatnya .


"Maaf"


Boy tidak ingin bertanya lagi. Renata melihat sebuah rumah yang cukup elegant .


"Mungkin kah ini tempat tinggal kami sekarang?, benar saja mobilnya berhenti didepan rumah ini"


Renata keluar dari dalam mobil , Raka nampak senang , Alex menggendongnya. "Kamu suka?" Alex bertanya pada Raka .


"Ya , suka" , Raka minta diturunkan . Ia pun segera berlari melihat kedalam rumah . Melihat Raka yang senang, Nata pun ikut senang .


"Papa kamarku dimana?"


Alex menunjuknya , "Hore kamar baru " seru Raka


"Sayang hati-hati" , Raka berlari masuk kedalam kamarnya .


Raka naik keatas ranjangnya , ia loncat-loncat diatasnya .


"Raka , turun sayang nanti kamu jatuh , Raka" Renata terus mengingatkannya ,namun Raka tidak dengar .


Bug , suara terjatuh "Aduh " Raka kesakitan , namun ia menahan untuk tidak menangis , namun wajah lucu nya tak dapat menyembunyikan rengekannya.


Renata menangkapnya "Mama bilang apa !"


Raka pun memeluknya . matanya berkaca-kaca .

__ADS_1


"Mama sakit" , segera Nata melihat kaki Raka.


"Hwaaaa" Raka tiba-tiba menangis kencang . Alex yang berada di luar segera berlari mencari Raka.


"Ada apa?" begitu khawatir.


"Raka terjatuh" kata Renata .


"Ayo kita ke dokter" Alex membawanya ke Dokter.


Mereka pun bergegas pergi. Sesampainya diRumah Sakit, Alex segera turun , berlari dengan menggendong Raka, hingga masuk ke ruangan Dokter .


"Alex begitu bersemangat , betapa sayang dan kuat ikatan mereka" Renata tidak berhenti simpati pada Alex.


"Dokter cepat lihat putraku"


"Baik" ,Dokterpun segera memeriksanya . Ternyata kaki Raka baik-baik saja.


Renata pun tersenyum , mengingat reaksi Alex yang terlalu cemas. Raka merengek, dan ia ingin dipeluk oleh Mamanya .


Dokter tersenyum melihat keharmonisan mereka .


"Kalian pasangan muda yang harmonis, jaga baik-baik putra kalian ya" Dokter ini mengusap-usap rambut Raka.


Alex pun berterima kasih , dan mohon pamit pada Dokter.


"Ayah yang baik" Dokter itu bicara dengan pelan dan tersenyum . Renata melihatnya sekilas.


"Apakah kami terlihat seperti sebuah keluarga? , memang perhatian Alex sudah selayaknya ayah bagi Raka" Renata larut dalam pikirannya.


Ditempat lain , Bob yang sedang menulis tiba-tiba balpointnya pecah .


Krakk, Bob terdiam melihat balpointnya yang tiba-tiba pecah .Bob melamun sejenak .


"Putraku, jika kamu ada waktu kemarilah jemput Ibu, Ibu sedang berada diFashion House "


Bob membalasnya "Ya, aku akan menjemput Ibu setelah selesai"


Tidak ada hal lain yang ingin Bob pikirkan , ia tidak perduli dengan apapun rencana Ibu terhadapnya .


Ibu bicara pada kepala pengurus rumahnya ,


" Kamu tahu ?! jika Bob sudah lama sendiri , aku tidak ingin meninggalkannya hidup dalam kesepian ."


Ibu berdalih dengan alasan ,karena Ibu hendak menjodohkan Bob dengan sharon . Wanita campuran asia inggris yang begitu pintar dan cantik.


"Hallo , Ibu aku sudah berada di depan" Bob berjalan mendekati gedung FashionHouse.


"Baik masuklah ,Ibu menunggumu didalam"


Bob masuk kedalam , Sharon menyapanya.


Ibu tersenyum , melihat mereka berdua bertatapan, Sharon dan Bob.


"Kamu sudah makan?" tanya Ibu pada Bob


Bob hanya diam tak menjawabnya , Ibu tersenyum pada Sharon . Lalu mengajaknya untuk makan malam bersama.


Nampak Ibu sedang bersenda gurau bersama Sharon .


"Bob , Ibu akan pulang lebih dulu, Ibu sudah letih, kamu antar Sharon pulang kerumahnya ya" pinta Ibu. Ibupun pergi mohon pamit.

__ADS_1


"Mari ku antar pulang" ajak Bob


Sharon mengangguk , wajah nya berseri.


Sharon benar-benar telah jatuh cinta pada Bob .


"Mama , mengapa papa tidak pernah tidur bersama kita?" Raka tiba-tiba bicara dengan tangan yang menunjuk ke arah tv.


Renata yang sedang menyiapkan makanan, sontak teralihkan mendengar Raka bicara saperti itu. Alex dan Raka melihat kearah tv .


Alex maupun Nata, tak bisa berkata-kata.


"Raka , ini mama sudah buatkan sandwich yang kamu minta ,sini" Renata mencoba mengalihkan pembicaraan. Nata membaginya juga pada Alex.


"Setelah makan , Raka tidur ya"


"Baik" Raka mengangguk.


Keesokan hari , Nata mohon izin ingin pergi ke mall , ada beberapa barang yang ia ingin beli. Alex tidak mengizinkannya pergi sendiri , terkecuali bersama nya .


Selain itu ditempat lain , Ibu nya Bob berencana pergi membeli cincin pertunangan untuk Bob dan Sharon .


"Banyak yang berubah di kota ini" ucap Nata , Alex melihat apa yang Nata lihat.


"Papa, aku ingin ice cream" Raka menunjuk pada sebuah toko besar yang bergambar ice cream .


"Baik, papa akan belikan , tapi tidak disini" jawab Alex


"Dimana?" tanya Raka


"Nanti disana, disini ada banyak penjual ice cream yang enak" bujuknya .


"Sebaiknya kamu jangan ikut pergi mengantar" Renata tiba-tiba bicara seperti itu pada Alex.


Alex hanya diam , tidak menanggapinya.


Setelah mereka memasuki mall, berjalan menyusuri pertokoan , Renata berjalan didepan , sedangkan Alex dan Raka mengikutinya , Alex masih memikirkan mengapa Nata bicara seperti itu padanya , saat dimobil.


"Raka" tiba - tiba Renata menoleh ke belakang , dan memanggil Raka . Rakapun segera menghampirinya.


Renata berbisik padanya "Ajak Papa pergi beli ice cream ya"


Raka sangat senang , dengan polos iya menjawab "Ya" , dengan gerakan kepala mengangguk-angguk.


Raka pun segera menghampiri Alex ,


"Papa, ayo kita beli ice cream" tangannya memegang lengan Alex.


Alex diam melihat pada Nata, yang pergi begitu saja mengacuhknya .


Alex mengerti, mungkin Renata tidak ingin diikuti terus menerus .


"Entah apa yang akan ia beli, sampai menghindariku seperti ini" keluh Alex .


Alex bersama Raka mencari Toko yang menjual ice cream . Di sebrang jalan , Sharon dan Ibu berjalan menyusuri toko , hendak pergi ke toko perhiasan.


"Sharon , nanti Bob juga akan kemari, Ibu yang menyuruhnya , nanti kalian bisa pilih cincin yang kalian suka" Ibu tersenyum lembut pada Sharon .


"Asyik , Papa ini enak" Raka begitu bersemangat ,


"Eh ada mainan, aku mau mainan"

__ADS_1


"Raka hati-hati! , jangan lari", tiba-tiba Raka berlari setelah melihat ada toko mainan disampingnya , ia begitu penasaran ingin melihat dari dekat .


Namun "Aduh" ice cream nya mengenai baju Ibu nya Bob. Raka tak sengaja menubruknya.


__ADS_2