
"Papa kita akan pulang???" tanya Raka, ia berjalan dituntun Alex.
"Ya sayang, kita akan pulang kerumah" Alex tersenyum pada Raka .
"Tuan, Ayah anda sudah mendengar kepulangan anda hari ini"
Alex tersenyum , mengacuhkan, tidak ingin mengatakan apapun pada Boy.
Dirumah besar Tuan Dori sudah menantikan kepulangan putranya, dia merasa sangat bangga dengan putranya , kini ia mampu berdiri sendiri dikakinya , pendiri perusahaan terbesar dan maju saat ini.
"Kamu akan membawaku kemana?" tanya Nata , ia berjalan dibelakang Alex bersama pengasuhnya Raka.
"Tentu saja rumah yang aku tentukan"
"Apakah aku harus masih mengikutimu?"
Alex hanya tersenyum ,
"Aku akan pulang kerumah Ibu" . lanjut Nata
Trap.. Alex menghentikan langkahnya , sontak yang lainpun berhenti berjalan.
"Tidak ada , ingat disini identitasmu apa?" Alex menegaskan.
Renata lagi-lagi benci mendengarnya.
"Kamu lupa syarat yang aku ajukan?" Renata berjalan melewatinya , nampak puas mengatakannya.
"Hmm.. dia sedang mengingatkanku" Alex menyerengeh ,
Alex dan Raka masuk kedalam mobil juga Nata yang sudah mendahuluinya .
"Negara S , aku kembali" Renata tak kuat menahan tangisnya. Alex melihatnya dari kaca spion.
"Tuan kita akan kemana?" tanya Boy, Alex melotot melihatnya .
"Maaf"
Boy tidak ingin bertanya lagi. Renata melihat sebuah rumah yang cukup elegant .
"Mungkin kah ini tempat tinggal kami sekarang?, benar saja mobilnya berhenti didepan rumah ini"
Renata keluar dari dalam mobil , Raka nampak senang , Alex menggendongnya. "Kamu suka?" Alex bertanya pada Raka .
"Ya , suka" , Raka minta diturunkan . Ia pun segera berlari melihat kedalam rumah . Melihat Raka yang senang, Nata pun ikut senang .
"Papa kamarku dimana?"
Alex menunjuknya , "Hore kamar baru " seru Raka
"Sayang hati-hati" , Raka berlari masuk kedalam kamarnya .
Raka naik keatas ranjangnya , ia loncat-loncat diatasnya .
"Raka , turun sayang nanti kamu jatuh , Raka" Renata terus mengingatkannya ,namun Raka tidak dengar .
Bug , suara terjatuh "Aduh " Raka kesakitan , namun ia menahan untuk tidak menangis , namun wajah lucu nya tak dapat menyembunyikan rengekannya.
Renata menangkapnya "Mama bilang apa !"
Raka pun memeluknya . matanya berkaca-kaca .
__ADS_1
"Mama sakit" , segera Nata melihat kaki Raka.
"Hwaaaa" Raka tiba-tiba menangis kencang . Alex yang berada di luar segera berlari mencari Raka.
"Ada apa?" begitu khawatir.
"Raka terjatuh" kata Renata .
"Ayo kita ke dokter" Alex membawanya ke Dokter.
Mereka pun bergegas pergi. Sesampainya diRumah Sakit, Alex segera turun , berlari dengan menggendong Raka, hingga masuk ke ruangan Dokter .
"Alex begitu bersemangat , betapa sayang dan kuat ikatan mereka" Renata tidak berhenti simpati pada Alex.
"Dokter cepat lihat putraku"
"Baik" ,Dokterpun segera memeriksanya . Ternyata kaki Raka baik-baik saja.
Renata pun tersenyum , mengingat reaksi Alex yang terlalu cemas. Raka merengek, dan ia ingin dipeluk oleh Mamanya .
Dokter tersenyum melihat keharmonisan mereka .
"Kalian pasangan muda yang harmonis, jaga baik-baik putra kalian ya" Dokter ini mengusap-usap rambut Raka.
Alex pun berterima kasih , dan mohon pamit pada Dokter.
"Ayah yang baik" Dokter itu bicara dengan pelan dan tersenyum . Renata melihatnya sekilas.
"Apakah kami terlihat seperti sebuah keluarga? , memang perhatian Alex sudah selayaknya ayah bagi Raka" Renata larut dalam pikirannya.
Ditempat lain , Bob yang sedang menulis tiba-tiba balpointnya pecah .
Krakk, Bob terdiam melihat balpointnya yang tiba-tiba pecah .Bob melamun sejenak .
"Putraku, jika kamu ada waktu kemarilah jemput Ibu, Ibu sedang berada diFashion House "
Bob membalasnya "Ya, aku akan menjemput Ibu setelah selesai"
Tidak ada hal lain yang ingin Bob pikirkan , ia tidak perduli dengan apapun rencana Ibu terhadapnya .
Ibu bicara pada kepala pengurus rumahnya ,
" Kamu tahu ?! jika Bob sudah lama sendiri , aku tidak ingin meninggalkannya hidup dalam kesepian ."
Ibu berdalih dengan alasan ,karena Ibu hendak menjodohkan Bob dengan sharon . Wanita campuran asia inggris yang begitu pintar dan cantik.
"Hallo , Ibu aku sudah berada di depan" Bob berjalan mendekati gedung FashionHouse.
"Baik masuklah ,Ibu menunggumu didalam"
Bob masuk kedalam , Sharon menyapanya.
Ibu tersenyum , melihat mereka berdua bertatapan, Sharon dan Bob.
"Kamu sudah makan?" tanya Ibu pada Bob
Bob hanya diam tak menjawabnya , Ibu tersenyum pada Sharon . Lalu mengajaknya untuk makan malam bersama.
Nampak Ibu sedang bersenda gurau bersama Sharon .
"Bob , Ibu akan pulang lebih dulu, Ibu sudah letih, kamu antar Sharon pulang kerumahnya ya" pinta Ibu. Ibupun pergi mohon pamit.
__ADS_1
"Mari ku antar pulang" ajak Bob
Sharon mengangguk , wajah nya berseri.
Sharon benar-benar telah jatuh cinta pada Bob .
"Mama , mengapa papa tidak pernah tidur bersama kita?" Raka tiba-tiba bicara dengan tangan yang menunjuk ke arah tv.
Renata yang sedang menyiapkan makanan, sontak teralihkan mendengar Raka bicara saperti itu. Alex dan Raka melihat kearah tv .
Alex maupun Nata, tak bisa berkata-kata.
"Raka , ini mama sudah buatkan sandwich yang kamu minta ,sini" Renata mencoba mengalihkan pembicaraan. Nata membaginya juga pada Alex.
"Setelah makan , Raka tidur ya"
"Baik" Raka mengangguk.
Keesokan hari , Nata mohon izin ingin pergi ke mall , ada beberapa barang yang ia ingin beli. Alex tidak mengizinkannya pergi sendiri , terkecuali bersama nya .
Selain itu ditempat lain , Ibu nya Bob berencana pergi membeli cincin pertunangan untuk Bob dan Sharon .
"Banyak yang berubah di kota ini" ucap Nata , Alex melihat apa yang Nata lihat.
"Papa, aku ingin ice cream" Raka menunjuk pada sebuah toko besar yang bergambar ice cream .
"Baik, papa akan belikan , tapi tidak disini" jawab Alex
"Dimana?" tanya Raka
"Nanti disana, disini ada banyak penjual ice cream yang enak" bujuknya .
"Sebaiknya kamu jangan ikut pergi mengantar" Renata tiba-tiba bicara seperti itu pada Alex.
Alex hanya diam , tidak menanggapinya.
Setelah mereka memasuki mall, berjalan menyusuri pertokoan , Renata berjalan didepan , sedangkan Alex dan Raka mengikutinya , Alex masih memikirkan mengapa Nata bicara seperti itu padanya , saat dimobil.
"Raka" tiba - tiba Renata menoleh ke belakang , dan memanggil Raka . Rakapun segera menghampirinya.
Renata berbisik padanya "Ajak Papa pergi beli ice cream ya"
Raka sangat senang , dengan polos iya menjawab "Ya" , dengan gerakan kepala mengangguk-angguk.
Raka pun segera menghampiri Alex ,
"Papa, ayo kita beli ice cream" tangannya memegang lengan Alex.
Alex diam melihat pada Nata, yang pergi begitu saja mengacuhknya .
Alex mengerti, mungkin Renata tidak ingin diikuti terus menerus .
"Entah apa yang akan ia beli, sampai menghindariku seperti ini" keluh Alex .
Alex bersama Raka mencari Toko yang menjual ice cream . Di sebrang jalan , Sharon dan Ibu berjalan menyusuri toko , hendak pergi ke toko perhiasan.
"Sharon , nanti Bob juga akan kemari, Ibu yang menyuruhnya , nanti kalian bisa pilih cincin yang kalian suka" Ibu tersenyum lembut pada Sharon .
"Asyik , Papa ini enak" Raka begitu bersemangat ,
"Eh ada mainan, aku mau mainan"
__ADS_1
"Raka hati-hati! , jangan lari", tiba-tiba Raka berlari setelah melihat ada toko mainan disampingnya , ia begitu penasaran ingin melihat dari dekat .
Namun "Aduh" ice cream nya mengenai baju Ibu nya Bob. Raka tak sengaja menubruknya.