
"Nat apa yang ingin kamu lakukan?"
"Bantu aku untuk bertemu atau setidaknya bicara dengannya "
"Untuk apa?"
"Aku, aku hanya penasaran"
Unge termenung, "Aku tidak mengerti"
"Anak yang ku kandung ini , anak Bob"
Unge terperangah.
"Bagaimana bisa?!" Unge dengan mulut menganga.
"Aku punya seseorang yang bisa diandalkan, kamu tenanglah, aku akan menyuruh dia "
"Tapi Nge"
"Bukankah kamu bilang dia sudah menikah lagi, kita lihat sebajingan apa dia" Unge emosi .
"Tapi aku ingin pergi"
Unge melotot, "Kamu ingin Alex membunuhku"
"Ya kamu benar, aku pasti mengecewakannya"
********
"Kemana saja kamu seharian ini?"
"Aku ?! ada ..."
"Mengapa kemarin kamu menghindari para pengawal, dan berusaha kabur"
"Tidak!, mereka nya saja yang lengah"
Alex pagi-pagi sekali berdandan,
"Kamu ada rapat penting?" tanya Nata
"Kenapa?"
"Ya karena pagi-pagi sekali kamu sudah rapi"
Alex menyerengeh mendengarnya.
******
"Bos, kamu yakin akan melakukan tesnya lagi?"
"Ya, aku masih merasa tidak yakin"
Sebelumnya , Bob pernah diam-diam meminta seorang perawat mengambil sedikit darah Dila untuk tes DNA , dan hasil kecocokannya 99%, Dila mengetahui lebih awal tabiat Bob, Dia mengambil tes nya dan meminta petugas lab menganti hasilnya . Dengan dibawah ancaman anak buahnya.
******
"Treng" bunyi lonceng pintu, Unge masuk kedalam ruangan kerjanya .
"Kau" Unge tiba-tiba terkejut melihat Alex yang sudah duduk disana .
"Apa yang kamu lakukan disini?"
Alex tersenyum, "Kamu tidak ingin bertanya kabar?"
Unge mengacuhkan,
"Aku dengar , kemarin kalian bertemu?!"
Unge masih diam, mendengarkan.
"Bolehkah kamu beri aku bocoran?"
"Alex, kamu itu benar-benar tidak sopan ya ?! , tiba-tiba datang dan menanyakan itu"
"Oh, jadi kamu tidak ingin bicara?"
Unge mengacuhkannya lagi, Alex menyeringai berjalan mendekat,
"Apa saja yang kalian bicarakan" Alex bersikap kasar.
Unge menyerengeh menantangnya ,
"Apa?! kamu mencurigainya ?!"
"Aku bertanya sekali lagi"
"Andai Renata tahu sikapmu yang sebenarnya , serigala berbulu domba"
__ADS_1
Brukk , Alex memukul meja dengan keras.
Unge melototinya ,"Cih, beraninya dia" gumamnya lirih.
"Tidak ada yang dia katakan, kami hanya saling menyapa biasa"
"Benarkah?? biasanya teman perempuan jika bertemu suka penasaran, dan saling bertukar cerita"
"Sungguh pintar!" Unge menyanggahnya.
Alex menyerengeh bersikap manis, menghampiri "Apa yang dia ceritakan?"
"Tidak ada!" balasan Unge sungguh menusuk.
"Hahahaha, baiklah ! " Alex tertawa dan mendekatinya , "Aku akan mengawasi kalian" Alex berbisik.
Unge sangat kesal .
"Ih, jijik aku lihat dia" , Alex pun pergi, dan Unge meneruskan pekerjaannya , membenahi ruang kerjanya.
"Tadi Alex ada kesini" Unge segera mengirim pesan, sikap Alex hari ini membuat Unge jadi kepikiran.
"Untuk apa dia kesana?"
"Ternyata anak buahnya melaporkan, pertemuan kita"
"Lalu apa yang kamu katakan"
"Tidak ada, aku hanya bilang jika kita saling menyapa saja"
"Baguslah" Renata bernafas lega.
"Kamu masih ingin mengawasi Bob?"
Renata terdiam,
"Entahlah, tapi aku masih penasaran"
"Baiklah, aku akan tetap suruh orang untuk cari tahu"
"Makasih Nge"
Unge mengirim simbol hati sebagai balasannya.
Renata tersenyum senang .
"Nat kandunganmu semakin besar, hari ini biar Ibu yang mengantarmu ke dokter"
Ibu dan Renata pergi untuk pemeriksaan ,
"Dok, bagaimana bayinya"
"Sehat , semuanya sehat?" ucap Dokter
"Apa jenis kelaminnya"
"Sepertinya satu jodoh"
"Maksudnya, laki dan satu nya perempuan?"
Dokter tersenyum .
"Syukurlah , terimakasih Dok"
********
"Bos, hari ini kita akan istirahat dulu sebentar di hotel" Al dan Bob dalam perjalanan menuju hotel, mobilnya melewati Nata dan Ibu tanpa disadari keduanya, karena jarak yang jauh . Bob diseberang jalannya. Bob ada pekerjaan di Negara I .
Renata pun pergi bersama Ibu keluar dari Klinik .Mobil Bob melewatinya begitu saja.
"Hati-hati" Ibu berjalan bergandengan menuntun Nata.
"Terimakasih" Renata masuk kedalam mobil.
*******
Bob bertemu kliennya , ia menginap dihotel selama dua hari.
Keesokannya , Unge memberi kabar pada Nata.
"Nat Bob sedang tidak ada di negara S, karyawannya bilang dia sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri , tapi sayang ia tidak bicara Bob pergi ke negara mana"
"Mm , begitu , baiklah terimakasih Nge"
"Ok" , Unge baru saja mematikan telponnya .
"Eh, sepertinya ?!" Unge khawatir ia sedang berhalusinasi , karena terlalu sering memikirkan Bob dan Renata.
"Itu seperti paman ganteng itu" celotehnya , sikapnya ga karuan .
__ADS_1
"Aduh, benar ga ya??"
"Ah , lebih baik ikuti saja" Unge segera masuk kedalam mobilnya , mengejar mobil yang tadi dikendarai Bob bersama Al.
"Oh mereka menuju bandara, benarkah mereka?!, apa aku harus memberi tahu Nata?! , tidak ! jangan dulu, bagaimana jika aku salah" Unge berusaha tetap melaju dibelakang mobil Bob .
Handphone nya berdering,
"Sial, aku harus datang kekantor, pasti semua orang sudah menungguku" Unge melihat panggilan dari Ayahnya .
"Aduh, bagaimana ini"
"Halo"
Ayah terdengar berteriak ,
" Baik Ayah, aku ... aku akan segera ke kantor"
Unge cepat menutup telponnya .
Dan mobil Bob pun berhenti didepan bandara. Ia sudah tak terlihat.
Unge turun untuk melihatnya lebih jelas , " Hp ,mana hpku?" , Unge merogoh semua sakunya .
"Aish, tertinggal di mobil"
Unge mencari Bob dengan kedua matanya, melirik kesana kemari . Berlarian .
"Huh, percuma jika aku melihatnyapun tidak ada Hp untuk memotretnya"
Ketika Unge berbalik , Bob nampak dihadapannya, berjalan melewati dirinya .
"Hah" Unge sangat terkejut ,
"Dia!! itu dia ,benar ! itu dia " Unge salah tingkah,
"Bagaimana ini!!!???" Jinkrak-jinkrak ditempat ,
"Haruskah aku kejar , Oh dimana dia sekarang " Unge kehilangan Bob lagi.
"Sial" membuang nafas.
"Aaah, aku lupa, aku harus cepat ke kantor" Unge segera berlari keluar dari sana .
"Hari ini benar-benar, aku pasti kena damprat Ayah"
"Nat, aku akan segera mengabarimu nanti, saat ini maafkan aku, aku harus cepat ke kantor" Unge berceloteh sendiri .
Ia menjalan kan mobilnya dengan mengebut.
*******
"Kamu sudah minum vitamin" Alex mendekap Nata dari belakang.
Renata tersenyum ,
"Perutku semakin besar, apakah kamu masih menyukaiku?"
"Tentu saja" Alex menatapnya , merapikan rambut Nata, dan mengelusnya . Kedua matanya menatap bibir Nata, Alex ingin menciumnya .
"Aku akan pergi ,kamu baik-baik dirumah " pada akhirnya Alex hanya mengecup keningnya .
Setiba dikantor, Unge tidak dapat bergabung masuk ke ruang rapat, rapat baru saja usai . Unge menunggu diruangan Ayahnya.
"Ayah" Unge segera beranjak setelah melihat Ayahnya datang.
"Ayah maafkan aku, tadi aku"
Tak , Ayahnya melempar dokumennya diatas meja dengan keras.
"Ayah" Unge berusaha membujuk .
"Pergilah"
"Tapi??"
"Kita akan bicara nanti dirumah" Ayah terlihat sibuk, mencari sesuatu dari komputernya .
"Baik, aku pergi" Unge pergi ke ruangannya.
Unge terduduk lemas ,
"Hari ini aku lelah sekali" merebahkan badannya diatas meja, sekilas Unge memikirkan Bob . Pria tampan dengan memakai setelan jas lengkap, memakai kaca mata hitam . "Sungguh tampan" gumamnya dalam hati.
"Siapa wanita yang dinikahinya itu?" Unge penasaran . Mencari di Internet .
"Tidak ada informasi istri di profilnya, coba aku cari di yang lain" Unge terus mengetik .
"Ini?! apakah ini??" Unge melihat wajah Dila yang dulu, sebelum Dila oplas.
__ADS_1
"Lumayan, biasa saja tidak menarik"