
"Sebenarnya yang aku inginkan adalah jawaban untuk diriku sendiri, aku tidak ingin terperangkap cinta dalam pernikahan palsu ini, lalu yang dia lakukan padaku itu sebenarnya apa ?, dia lagi-lagi menciumku, dan malam ini aku benar-benar membalasnya" ,masih terasa semuanya , Renata merasa jika dirinya sudah ceroboh . Diam-diam Renata mencoba untuk pergi dari rumah, Renata menulis surat . Pada isi surat itu, dia meminta maaf jika dia sudah melewati batas perjanjian dari kontrak yang mereka buat, dan berjanji akan mengembalikan uang pinjaman ,point terakhir mengucapkan banyak terimakasih atas pertolongannya pada Ibu , Renata pun pergi menitipkan Ibu pada Bob, karena hanya berada ditangan Bob lah, Ibu akan baik-baik saja .
Renata perlahan pergi keluar dari rumah tanpa diketahui Bob .
Renata meminta Roy untuk menjemputnya , disebuah jalan yang jaraknya lumayan jauh dari kawasan perumahan , Renata meminta diantar kerumah kosnya yang dulu .Beberapa lama sudah Renata meninggalkannya, Roy sangat ingin sekali bertanya pada Renata, namun dia mengurungkan niatnya, melihat situasi Renata yang canggung malam itu.
Pagi hari Bob tidak mendapati Renata, Bob hanya melihat kursi yang kosong saat dimeja makan.
"Dimana nyonya?"
"Kami belum melihatnya tuan"
Bob menduga jika Renata masih berada dalam kamarnya, dia menunggu Renata beberapa saat hingga waktu nya berangkat ke kantor ,namun Renata tidak muncul juga , Bob berjalan ke kamarnya , kunci kamar tidak terkunci, melihat isi kamar yang rapi . Melihat ada amplop diatas bantal . Bob mengambil dan membukanya . Bob keluar dari kamar dengan rasa marah.
Setiba dikantor, Bob berusaha memanggil Renata, beberapakali dia melakukan panggilan telpon namun tidak ada jawaban. Renata mengacuhknnya, beberapa panggilan terus menerus dari Bob. Jantungna berdebar ketika melihat layar handphone menyala , terlihat tulisan suami memanggil .
Renata membayangkan saat dia pertama memanggil Bob dengan sebutan suami, memikirkan bagaimana Bob membuat jantungnya berdebar berkali kali, bahkan saat tidur bersama dikapal .
Sebuah pesan masuk dari Bob, Renata membacanya,
"Cepat Kembali jika ingin hutangmu lunas ,jika kamu kembali maka Ibumu akan kurawat"
"Apa ..?,apa dia tidak memahamiku? mengapa begini? aku harus bagaimana?" Renata nampak resah .
Renata mengirim pesan balasan "Aku mohon kamu sudi untuk berbaik hati, bersabarlah , aku akan berusaha cepat melunasi hutangku padamu".
Pesan masuk, dan Bob segera membacanya, namun Bob merasa kesal dengan semua sandiwara ini .
"Renata ,kamu dimana?, cepat kembali sekarang? pulanglah kerumah"
Renata membaca pesan itu dari Bob, tercengang .Merasa bingung apa yang harus dia lakukan selanjutnya .
Renata menghampiri Intan di kampus , hanya Intan yang dapat ia andalkan ,
"ntan, aku ingin meminta sesuatu darimu?"
"Apa?"
"Bisakah kamu menolongku, memberiku pinjam uang?"
"Uang" Intan sedikit terkejut mendengarnya, "Berapa?"
Renata terdiam, berbisik pada Intan.
"Kamu yakin?"
Renata mengangguk,
"Aku bisa saja memberinya, tapi apa tidak salah , uang sebanyak itu untuk apa?"
__ADS_1
"Untuk membayar hutang pengobatan Ibu"
Roy yang berjalan sebelumnya melihat Renata , bersembunyi menguping obrolan mereka.
"Baik aku akan beri" itu kalimat terakhir yang terdengar oleh Roy, Renata pun pergi setelah memeluk Intan, dan mengucapkan terimakasih.
Setelah Renata pergi , Roy menghampiri Intan,
"Permisi"
Intan menatapnya, tidak mengenal Roy,
"Aku .. teman sekelas Renata"
"Ada apa" tanya Intan
"Aku telah mendengar semuanya" . Roy pun berbicara empat mata dengan Intan, Intan setuju menyanggupi apa yang diminta Roy .
Sejumlah uang pun masuk ke rekening Renata , pesan masuk dari Intan ,
"Aku sudah mentransfernya"
"Baik, terimakasih Intan"
Ada perasaan senang , ada juga perasaan yang agak sakit karena tidak akan berhubungan lagi dengan Bob.
"Saya tidak bisa mengizinkan anda masuk,maaf" pinta wanita itu .
Renata menghubungi Al,
"Hallo"
"Al, aku didepan kantor , bisa kah kamu menemuiku sebentar"
"Baik nyonya, saya akan kesana"
Al menemui Renata,
"Al, tolong berikan ini pada Bob,untuk sisa nya aku akan membayarnya nanti"
Al bengong, mendapatkan amplop berisikan uang tunai.
"Nyonya, aku tidak dapat menerima ini, mungkin anda bisa berikan ini langsung"
"Tidak, aku sungguh tidak punya waktu, aku harus cepat cepat kembali" Renata menolak uangnya kembali, dia segera pergi dari sana .
"Aku harus bergegas segera, jika tidak aku bisa kehilangan pekerjaanku" Renata dengan cepat ke kedai, dia takut dengan keseringan izin, akan kehilangan pekerjaan satu-satunya itu .
"Nat, akhirnya kamu kembali, hampir saja Bos akan mencari gantimu"
__ADS_1
Renata menghabiskan waktunya dengan bekerja dikedai, dengan begitu dia sedikit melupakan Bob.
Bob nampak resah, yang tidak juga mendapat jawaban baik dari Renata, Bob pulang lebih cepat , dia tahu tempat yang dituju Renata, mobil Bob berhenti tepat didepan kedai . dia menunggu Renata selesai bekerja .
Renata keluar dari kedai hendak pulang, dia terkejut ada seseorang yang memanggilnya ,
"Renata"
Renata mencari arah suara darimana datangnya, Bob berjalan mendekat padanya , Renata menatapnya , Bob dia terlihat berada tepat dihadapannya.
"Jika kamu berpikir dapat melunasi hutangmu , hanya dengan mengandalkan bekerja disini ... ,sampai kapan aku harus menunggu kamu bisa segera melunasinya"
Renata sungguh kesal mendengarnya
"Kamu jangan khawatir aku tidak akan menginkari perkataanku" Renata seolah menantang, memancing emosi Bob
"Ikuti aku" Bob menarik lengannya.
"Ahh " suara Renata yang sakit ,tangannya ditarik.
Bob memasukkannya dalam mobil ,
"Al mana uang itu?"
Al memberikan amplop yang Renata berikan siang,
"Ini ambil kembalikan lagi uang itu, aku tidak butuh uang itu"
"Kenapa? " Renata bicara dengan terus berontak, ingin tangannya dilepaskan.
"Apa yang akan kamu lakukan ? jika aku menolak uang sebagai bayarannya?"
"Pria gila, apa yang dia inginkan" Renata bicara dalam hatinya,
"Maksudmu?" Renata bicara dengan mata melotot.
"Al berikan" Al memberikan selembar kertas dengan tertulis kontrak lain.
"Apalagi ini , aku tidak bisa membacanya disini gelap"
"Hentikan mobilnya", Al keluar dari mobil setelah diberi aba-aba oleh Bob .Renata membaca perjanjian baru . Jika Renata harus bersedia tetap disisinya, mendampingi Bob dalam setiap pekerjaannya. Maka seluruh hutangnya akan dianggap lunas, Renatapun akan digaji ,perawatan Ibu akan tetap dijamin sebagai kompensasi.
"Lalu bagaimana dengan pernikahan?"
"Apa yang kamu inginkan dari itu?"
"Aku menolak ini semua, aku tidak akan bekerja untukmu, aku juga tidak akan melanjutkan jadi istri pura-puramu, maaf"
Renata segera keluar dari mobil.Bob mengacuhkannya.Al pun dipanggil masuk kedalam mobil . Bob pun pergi meninggalkan Renata.
__ADS_1