
Alex membawa Nata ke mentionnya, dengan penjagaan yang ketat.
"Kamu percaya padaku?" Renata hanya menatapnya,
"Jangan pernah keluar dari sini" lanjut Alex
"Mengapa kamu membawaku kembali ke negara S, jika disini tidak lebih aman" , Alex terdiam.
"Seandainya kita tidak bertemu Bob lebih dulu, semua ini tidak akan terjadi" Gumam Alex dalam hati .
Sebelumnya Alex berencana mengubah Nata menjadi orang lain, namun rencana itu menjadi urung karena mereka ketahuan , lebih awal bertemu Bob.
"Boleh kah aku menemui Ibu,aku ingin melihat keadaannya" Nata bersikeras ingin bertemu Ibunya.
"Baik , aku izinkan , tapi kamu hanya dapat melihatnya saja dari kejauhan"
"Kenapa?" tanya Nata
"Aku akan menyuruh orang untuk memancing Ibumu keluar, disana kamu bisa puas melihatnya"
"Haruskah seperti itu, ingin bertemu dengannya?! " Renata meratap.
"Maafkan aku, hanya ini yang bisa aku lakukan"
"Apa kamu tidak bisa mengungkapkan diriku?"
"Itu tidak mudah"
"Kamu tidak sedang mencari alasan? , aku bisa bicara pada Bob, dan Bob bisa membantu"
"Cukup!"
"Kenapa?, tinggal ungkapkan saja jika aku masih hidup, dan selama ini kamu penyelamatku, lalu ungkap pelakunya, aku yakin kamu tahu pelakunya"
"Tidak bisakah kamu lupakan dia saja" Alex tiba-tiba beranjak dari tempatnya, berjalan mendekati Nata.
"Apa katamu?" Renata sungguh terkejut , Alex yang tiba-tiba mendesak mengampirinya , tersudut ditembok.
"Apa yang kamu lakukan?" berusaha mendorong Alex. Alex memaksa ingin menciumnya , Renata terkejut melihat reaksinya , kedua tangannya tercengkram.
Plakkk, Renata menamparnya, setelah berhasil melepaskan genggaman tangan Alex. Nafasnya terengah-engah.
Alex pun menyesal , dia sudah gelap karena nafsu .
"Maaf" ucapnya.
Renata diam menatapnya, berdiri terpojok.
"Selama ini aku salah, aku terlalu memaksakan diri padamu, aku tahu jika aku tidak pernah memiliki tempat dihatimu, maafkan aku" Alex berterus terang, menunjukkan wajah sedih. Tak berani menatap Nata.
"Tidak bisakah kamu melihatku, sedikit saja?"
Renata mulai tersentuh , "Dia meninggalkanmu, dia akan menikah, kamu akan berlari padanya? mencegahnya?" tanya Alex
"Baik, lakukan saja apa yang kamu inginkan"
Renata tidak tahu jika Bob terpaksa akan menikahi Dila, karena situasi nya yang terjebak .
"Kamu benar, munkin selama ini aku yang bodoh ,terus berpikir jika Bob menungguku, ternyata dia sudah berkencan dengan Dila"
Alex tidak menduga jika Renata akan berpikir seperti itu. Itu adalah kesempatan yang bagus baginya.
"Alex katakan , siapa orang yang berusaha membunuhku, katakan?"
Alex tetap diam, "Aku tidak tahu, aku tidak mengenalnya"
Renata pasrah mendengarnya .
"Saat bertemu dengannya di mall, apa kamu bicara dengannya?" tanya Alex
__ADS_1
"Maksudmu Bob?"
"Ya"
"Tidak, aku bilang aku tidak mengenalnya"
"Benarkah" Alex terperangah, nampak sedang berpikir keras.
"Tapi ia sudah yakin itu kamu, saat terakhir kami bertikai, semuanya sudah terlanjur sangat jelas, jika kami bertikai karenamu"
"Aku sebenarnya sudah membuat identitas baru untukmu"
Renata terkejut , "Maksudmu"
"Aku membuat dirimu yang baru"
"Tapi, bagaimana jika?" sanggah Nata
"Tenanglah hanya Bob yang tahu, ini hanya untuk menutupi dari musuhmu"
"Aku akan mengubahmu sepenuhnya" lanjut Alex,
"Apakah itu mungkin?!"
"Kamu jangan khawatir aku akan selalu melindungimu", Renata mengangguk .
********
"ibu mengapa acara pernikahannya begitu mendesak?" Bob menemui Ibu segera setelah mengetahui , jika tanggal pernikahan sudah ditetapkan.
"Ini semua keinginan keluarga istrimu" jawab Ibu dengan pasrah.
"Sial" , Bob nampak kesal. Bob pun pergi kembali ke kantor
"Bos ada kabar" Al datang menemui Bob
"Aku akan menyingkirkannya" Menyeringai.
Bob juga mendengar adanya pesta tersebut, dan dia tidak perduli.
Bob masih memikirkan Renata,
"Bos ini sudah larut, sebaiknya anda pulang" tegur Alex.
Bob masih termenung, "Kamu sudah dapat informasinya?"
"Sudah"
"Katakan !"
"Banyak yang berpikir jika mereka memang pasangan, mereka belum lama tinggal, dan kini apartemennya kosong, kemungkinan mereka pindah"
"Mengenai sebelumnya?"
"Tidak ada yang tahu sebelumnya mereka tinggal dimana" , Bob pun pergi diikuti Al.
"Terus cari informasi mengenai mereka, dan tinggal dimana mereka saat ini"
"Baik"
Bob tidak pernah mengira jika Renata sanggup berselinkuh darinya , ia terus memikirkannya.
Selain itu Alex berniat mengajak Renata untuk bertemu Ayahnya.
"Kenapa?" tanya Alex
Renata terdiam , "Kamu ragu??" ,Renata enggan melangkahkan kakinya. Alex pun berjalan menarik dan menggenggam tangannya. Memaksa Renata hingga masuk kedalam mobilnya.
Renata tampak merenung.
__ADS_1
"Saat ini mereka sedang berpesta" ucap Alex,
Renata mengacuhkannya.
"Ayo" Alex mengajaknya turun ,sesampainya dirumah Ayah. Alex menuntunnya hingga masuk kedalam rumah .Penyambutan yang istimewa.
"Ayah perkenalkan"
Renata menundukkan kepalanya, dan memberi salam pada Ayahnya Alex.
"Hmmm" Ayahnya bergumam ,
"Kenapa Ayah?" tanya Alex
"Tidak, tidak apa cuma wajahnya seperti pernah Ayah lihat, tapi sudahlah Ayah lupa dan bisa juga Ayah salah" .
Semua orang dirumah menyapa baik dan menyambut Renata.
Mereka mengadakan perjamuan kecil untuk menyambut kedatangan Alex dan istri.
Renata diketahui sebagai istri sah Alex disini . Alex mengatakan pada Ayah dan keluarganya jika dia sudah menikah dan mempunyai putra.
Namun karena keadaan , Raka tidak turut bersama mereka.
"Anakku mengapa kamu tidak segera memberitahu Ayah jika Ayah sudah menjadi kakek"
Alex dan Renata tersenyum , "Seperti apa dia?"
"Dia seperti Mamanya"
"Mamanya ? dia memanggilnya Mama"
"Ya"
"Imut sekali"
"Besok antarkan dia kemari, atau jika tidak Ayah akan meminta Johan menjemputnya" ,Johan adalah orang kepercaaan Ayah.
"Nanti saja , aku yang akan membawanya kemari"
"Ya , baiklah"
Ditempat lain, Bob sedang merenung sendiri. Bob masih tidak percaya jika kehidupannya akan seperti ini .
Ia minum sendirian dirumahnya , rumah yang dulu ia dan Renata tinggali.
"Mengapa kamu meninggalkanku, mengapa kamu bersandiwara, mengapa kamu mengkhianatiku"
Bob merasakan sendu, sedangkan Dila ia sangat senang, dan Renata ia malah menghadiri perjamuan keluarga .
"Apakah selama ini , hanya aku yang mencintainya??" Bob menyerengeh, sembari melihat pada gelas minumannya.
"Hahaha, aku nampak bodoh, selama ini aku dibodohinya"
"Sibrengsek itu berani-beraninya dia mempermainkanku , Mr.x?! ,aku sudah tertipu olehnya" Bob terus mengoceh.
Dita, sebelumnya dia enggan mengikuti perjamuan itu, karena ia sedang tidak enak badan. Tetapi dia penasaran pada iparnya , Dia pun mencari dari keramaian dengan kedua matanya.
Renata tampak berbeda, dia lebih elegan dan dewasa. Dita tidak menduga jika Kakak iparnya adalah Renata.
"Oh, itu dia , pasti dia" Dita mengenalinya karena wanita yang asing disana hanyalah Renata.
Dita kembali masuk kedalam kamarnya , ia pun rebahan lagi diranjangnya, dan lanjut berkirim pesan dengan Daniel .
Tanpa diketahui keluarga , jika kini Dita berpacaran dengan Daniel.
"Selamat kamu sekarang memiliki Kakak ipar" ucap Daniel.
"Terimakasih, sebelumnya aku juga tidak pernah mengira, jika Kak Alex sudah menikah , ia menikah tanpa memberitahu kami, dan katanya aku juga punya keponakan laki-laki" serengeh Dita.
__ADS_1
"Selamat" sekali lagi Daniel menyelamatinya.
"Mungkin jika Kak Nata ada, akupun pasti sudah jadi paman" ucapnya dalam hati.