
Bella wanita yang nyaris sempurna , namun Bob lebih menyukai kepolosan Nata, juga kelembutan nya . Hati Bob hanya berdebar pada Nata . Bob bingung memikirkan hubungannya dengan Bella .
Bob pergi memberanikan diri menemui Bella, bermaksud mengatakan yang sejujurnya , terlebih dulu ia mencari keberadaan Nata .
Bob melakukan panggilan telpon , langit sudah gelap, bertanda malam, Bob masih berada dalam mobil , pulang dari rumah Ibu.
Nata keluar dari kamar mandi masih memakai handuk , mendengar hanndphone berdering,tanda ada panggilan masuk.
Bob , panggilan dari nya . Meskipun malas dia harus menjawabnya .
"Ya hallo"
"Dimana kamu sekarang?" tanya Bob.
"Dirumah ku"
"Rumah kita?"
"Bukan , kamar kos an ku"
"Oh, baiklah aku akan menemui mu"
"Tunggu ! ada perlu apa kamu ingin menemui ku?"
"Jangan membantah ini perintah bos"
Bob menutup telponnya, Renata agak kesal , bergumam dalam hati "Perintah bos" , bicara menirukan dengan mimik yang kesal.
Segera berpakaian , Bob mengabari jika dia sudah menunggunya diluar .Renata segera pergi menemuinya , Bob melihat penampilan Renata dari ujung rambut hingga ujung kaki, Renata berpakaian dress rumah sederhana dan dan nampak imut, Bob sangat gemas melihatnya, rambut nya terikat.
Bob menghampirinya menarik lengannya masuk kedalam mobil , tidak perduli dengan apa yang dipakai Nata,
"Eh , aku mau dibawa kemana ?"
Bob tidak menghiraukan ucapannya, segera pergi mengendarai mobil , menuju rumah Bella.
"Kamu akan membawaku kemana?"
"Diam saja,yang perlu kamu lakukan hanya menjawab iya, dan diam "
Renata tidak memahami apa yang dikatakan Bob . Mencoba mengelak , "Tidak, aku tidak mau"
Bob menatap nya , Renata merasa dirinya terancam dengan tatapan itu , memilih untuk diam dan mengikutinya.
"Ini" Renata bergumam dalam hati , setelah melihat rumah besar dihadapannya.
Bella keluar dari dalam rumah, dan pergi menemui Bob, Bob meminta Renata menunggunya sebentar didalam mobil .
Bella pun pergi menaiki mobilnya , Bob mengikutinya, berhenti disuatu tempat . Bella merasa ini tidak bagus.
Bob keluar dari mobil, menggandeng Nata . Bella terperanjat melihatnya , matanya melotot tidak berkedip menatapnya .
"Untuk apa kamu membawa dia kemari" dengan nada marah.
__ADS_1
"Agar kamu tahu, jika aku sudah menikah"
Bella tersenyum, merasa tidak percaya , "Bukankah kalian sudah bercerai" Bella menegaskan.
"Tidak pernah"
Kini Renata yang tersontak kaget , hendak melepaskan tangannya, namun Bob menggenggamnya erat. Renata menatap kearahnya, melihat keseriusannya Bob berbicara . Bob menatapnya .
"Jika kamu tidak percaya, kamu bisa memastikannya, ke kantor urusan nikah terdekat" bicara tegas pada Bella . Bella hanya terdiam , menganga tak percaya .
"Ayo" Bob menarik Nata pergi, masuk kedalam mobilnya. Renata masih terdiam, tidak menyangka , dia masih ingat jelas jika Bob menyerahkan akta cerai nya.
Dalam perjalanan, Bob hanya diam , dan Renata sangat ingin sekali menanyakan kebenarannya .
Mulai memberanikan diri , "Maaf boleh aku bertanya"
Bob hanya diam dan menyetir , namun mendengarkan ,tak melirik Nata sedikitpun .
Nata melanjutkan pembicaraannya , "Apa yang tadi kamu katakan ,apa kamu sedang membohonginya ? dan kamu tidak sedang berkata benarkan ?" ,menegaskan dengan meyakini keyakinannya.
"Tidak itu benar"
"Apanya yang benar?" , tanya Bella
"Yang aku katakan tadi benar"
Nata terkekeh tidak percaya, menganggap itu adalah lelucon .
Bob menatapnya , berjalan kepinggir , menghentikan mobilnya . Nata terdiam ,melihat mobil yang tiba-tiba berhenti dipinggir jalan .
Renata merasa canggung, dan mendorongnya .
Jantungnya berdebar , "Apa yang hendak dia lakukan" gumam dalam hati . Berpikir mengingat saat Bob menciumnya. Bob melajukan kembali mobilnya .
"Hari ini kamu harus pulang ,kembali kerumah" ucap Bob.
"Untuk apa aku kembali kerumah itu?"
Bob tidak menjawabnya, malah mengebut .
Renata sangat terkejut ,berpegangan ketakutan .
Benar saja Bob membawanya kembali kerumah mereka.
Bob keluar, membuka pintu mobil Nata, dan menarik lengannya , masuk kedalam rumah .
Renata mencoba menahan diri, untuk tidak dapat masuk kerumah itu , Bob menyadari itu kesal, dan memangkunya masuk.
Menguncinya dari dalam . "Jangan" teriak Nata ,
Bob berbalik menatapnya, saat sedang mengunci pintu, Renata sangat ketakutan. Bob berjalan mendekatinya , memangkunya kembali ,membawanya masuk kedalam kamar .
Renata terus mencoba berontak, "Lepaskan, aku bilang lepaskan, turunkan aku"
__ADS_1
Bob menurunkannya setelah berada dalam kamar , menurunkan nya diatas ranjang .
Nafas nya menderu , "Jika kamu belum siap menerima pernikahan, dan masih menganggapnya kontrak, baik terus lakukan, sampai kamu benar-benar bersedia menerima jika pernikahan kita itu nyata,dan kamu bersedia tulus menjadi istriku"
Jantung Renata berdetak kencang , matanya terus menatap Bob.
Mereka tak lepas bertatapan, Bob ada keinginan untuk menciumnya namun tak ia lakukan. Dan beranjak dari ranjangnya .
Membuka kancing kemejanya ,diganti dengan kaos .
"Aku lelah" ucapnya, seraya berbaring disamping Nata. Nata melihat kearahnya . Dia tidak percaya dengan apa yang terjadi tadi .
Bob berceloteh dalam tidurnya " Aku tahu kamu berpura-pura amnesia , dan berpura-pura kembali pulih" membuka kedua matanya, menoleh kearah Renata yang sedang menatapnya "Kamu sedang menghindariku ?" lanjutnya.
Renata terkejut mendengarnya , dan tiba-tiba cegukan .
Bob tersenyum dan kembali memejamkan matanya .
Renata melongo melihatnya "Dia tahu segalanya?" ucap dalam hati , mengelus dada. Mencoba pergi dari ranjang . Namun Bob menyadari segera menahannya .
Tangan Nata tertahan Bob . "Kamu tidak tidur?" teriaknya ,
Bob beranjak dari tempatnya , "Diam dan tidurlah, jika tidak ingin aku menidurimu malam ini"
Renata terdiam ,Bob menatapnya . Renata sangat takut , memikirkan bagaimana jika itu benar terjadi , dan Bob melakukannya .
"Aku tidak akan pergi, aku hanya akan pergi ke kamar mandi" bicara dengan lirih .
Bob melepaskan tangannya . Renata pun berjalan ke kamar mandi, dengan terus ditatap Bob.
Jantung Renata berdebar cepat, perasaan tidak menentu . Merogoh handphone dari sakunya , melakukan pencarian internet, apa yang harus diperhatikan pada hubungan suami istri , apa yang dilakukan pasangan suami istri . Renata cukup lama dikamar mandi, Bob menghampirinya , mengetuk pintunya .
"Renata" panggilnya .
Renata terkejut mendengarnya ,
"Apa" teriaknya dari dalam.
Bob merasa cukup dengan hanya mendengar, jawaban dari Nata, ia sangat khawatir Nata tidak baik-baik saja . Renata segera keluar dari kamar mandi, Bob berdiri disamping pintunya.
Renata bersikap acuh . dan masuk kedalam selimut , berbaring diranjangnya . Bob menatapnya dan menghampirinya .
Tidak terdengar suara apapun lagi , Bob sepertinya sudah tertidur ,gumam Nata. Nata perlahan berbalik dan benar saja Bob sudah tertidur .
Renata masih merasa tidak nyaman , memikirkan apa yang ia baca selama pencarian.
"Benarkah ia sungguh menganggapku menjadi istri? dan dia menyukaiku, sejak kapan ia menyukaiku?"
Keesokan pagi , Bob bangun lebih awal ,ia sudah berpakaian rapi ,meminum secangkir kopi sendiri, duduk di sofa . Renata yang melihat itu setelah keluar dari kamar, merasa gugup .
Bob menatapnya sebentar , "Cepat ikuti aku ke kantor"
"Aku , aku akan kekampus , pekerjaan ku pasti banyak "
__ADS_1
Bob cukup mendengarnya, dan berlalu pergi meninggalnnya .