
Praang ... suara gelas terjatuh .
"Syuuut"
"Kamu, mau apa kamu kemari?" Dila ketakutan .
Renard menunjukkan dahinya, terdapat luka jahitan yang begitu panjang.
"Apa yang kamu inginkan??" tanya Dila
"Aku ingin kamu membayarnya!"
Dila berusaha beranjak . "Jangan berani mendekat, aku akan memanggil petugas keamanan kemari"
"Hahahaha" Renard tertawa,
"Kamu pengkhianat, kamu wanita licik"
"Kamulah yang licik, aku sudah membayarmu dengan pantas ,tapi kamu malah ingin memerasku" Dila bicara dengan sesak, lehernya tercekik.
"Aaa..a" Dila berusaha menahan , berontak sekuat tenaga . Satu tangannya berhasil menekan tombol darurat .
Seorang suster, bergegas cepat ke ruangannya .
"Aku akan menghabisimu nanti" Renard , segera keluar dari kamar Dila.
Dila kesulitan bernafas, suster yang baru saja masuk terkejut melihatnya .
"Nyonya , apa yang terjadi?" lekas memeriksanya .
********
"Suster, ada apa?" Ibu Dila baru kembali setelah pergi keluar sebentar.
"Nyonya mengalami sesak "
"Sayang, apakah sekarang masih sesak?" tanya Ibu dengan cepat menghampirinya.
"Tidak bu, kini aku baik-baik saja" .
Dila melamun, dia masih ketakutan ,takut Renard datang kembali.
"Bu , aku ingin segera pulang" Rengek Dila.
Ibu tertegun , "Bagaimana bisa pulang, tanpa tidak membawa bayinya" gumam Ibu didalam hati.
"Bu, apakah Ibu sudah melihat bayinya? ,dan dimana Bob mengapa dia belum saja kembali?".
Ibu hanya diam menatapnya .
"Bos,pencarian ini butuh waktu yang lumayan lama, sampai saat ini kita belum menemukan apa-apa" ucap Al dan Bob tertegun .
*******
Unge sampai di Negara I ,
"Nge kamu sudah kembali?"
"Ya" ,Ungepun segera mengabari Nata .
"Nat , kamu akan pergi kemana?" tanya Ibu yang khawatir .
"Aku akan pergi menemui Unge"
"Ingatlah kamu saat ini sedang hamil besar"
"Aku tahu Ibu , aku akan berhati-hati". Alex mendapat kabar dari anak buahnya.
"Untuk apa dia sering menemuinya?" Alex bersikap santai melihat pada kaca jendela kantornya.
Ting .. tong , bunyi bel rumah Unge.
"Masuklah" Unge tersenyum pada Nata.
"Oh, bayi kembar apa kabar?" Unge menyapa dan meraba perut Nata.
"Nat, perutmu besar sekali?!" , Renata tersenyum .
"Betapa malangnya kamu!" gumam Unge dalam hati.
"Bagaimana dengan negara S saat kamu kembali?" Nata bertanya duduk diatas ranjangnya.
"Ada yang masih tampak sama , tidak sedikit juga yang berubah, kota biasa bermain kita dulu aku mengenangnya sesaat "
Renata tersenyum , "Kamu berhasil menemuinya?"
__ADS_1
"Ya" Unge mengangguk .
"Bagaimana dia?"
"Dia baik, bahkan sangat baik-baik saja"
"Lalu?"
"Istrinya baru saja melahirkan" memberi beberapa lembar foto.
"Ini?! " , terdapat foto Bob dengan Claire.
"Ya , mereka sedang berkencan"
Renata menyeringai, "Dia berkencan dengan wanita lain juga?".
"Ya" Unge mengangguk.
Wajah Renata mulai terlihat aneh, dia seperti menahan kesedihan.
"Nat ?!"
"Nge , terimakasih, maaf aku sudah merepotkanmu"
"Tidak, aku tidak merasa repot"
"Aku sekarang tidak penasaran lagi" mengelap airmatanya yang perlahan menetes.
"Benar apa yang dia katakan! , jika sayang maka dia akan mencariku meski ke ujung dunia mana pun" Nata tetiba mengingat ucapan Alex.
Unge merasa iba dan memeluknya .
"Mulai saat ini bukalah lembaran baru untuk hidupmu, pikirkan kebahagiaanmu"
Renata terisak, dipelukan Unge.
"Aaa ..h" Renata agak kesakitan.
"Nat, ada apa?"
"Perutku terasa ada yang mencubit , sakit sekali"
"Mana? bagian mana yang sakit"
"Ahh" ,keluar cairan keruh dari V**na nya.
"Tolong aku" Renata menahan sakitnya .
Unge segera mencari Hp milik Nata.
Ia mencari Alex dikontaknya .
"Halo, Alex??"
"Alex aku akan membawa Renata ke Rumah Sakit, sepertinya istrimu akan melahirkan " Unge bicara dengan hati-hati.
Unge pun segera pergi setelah mendapat izin dari Alex , Alex pun segera menyusulnya.
"Sus , tolong temanku akan melahirkan" ,beberapa suster membantu Nata keluar dari mobil ,dan salah seorang memberinya kursi roda.
"Nge" Renata berpegangan pada lengan Unge , ia kesakitan.
"Nona silahkan tunggu diluar, dokter kami akan memeriksanya sebentar"
Unge pun hanya dapat menunggu diluar.
Alex pun datang , " Dimana dia??"
"Dia didalam" , Unge melihat Alex datang bersama sekretarisnya juga Boy.
"Kamu dipanggil oleh Dokter " Unge bicara pada Alex yang duduk menunggu bersamanya.
Tak lama Ibupun datang bersama Daniel.
Mereka semua menunggu ,
"Alex , bagaimana Nata?" tanya Ibu.
"Renata akan segera melahirkan" ucap Alex.
Ibu bergumam, memanjatkan doa,
"Ibu jangan khawatir , kondisi Nata sangat baik"
Selang beberapa jam , Renata melahirkan kedua bayinya dengan normal.
__ADS_1
Alex terharu mendampinginya . Renata ia tersontak menangis, melihat kedua bayinya lahir.
"Nat kamu hebat" Unge memujinya setelah Nata masuk keruangan rawat inap.
Alex , ia sedang menemani si bayi.
*******
"Bos?!" Al mendapati Bob yang terbangun dari mimpinya. ia terbangun karena melihat beberapa bayi yang menangis.
"Apakah aku tadi tertidur?"tanya Bob.
"Ya" jawab Al.
"Kamu sudah dapat kabar?" tanya Bob.
"Belum ada yang melaporkan ?!"
"Siapa kira-kira orang itu? apa yang dia inginkan" Bob tertegun,
"Mengapa mimpiku begitu aneh" gumamnya dalam hati.
Ayah Dila ada menelponnya,
"Halo" Bob menjawabnya,
"Dila , dia begitu cemas, dan dia terus menanyakan bayinya"
Bob tertegun, dan mematikan telponnya.
"Al apa yang harus kita lakukan?"
Al berbisik pada Bob.
"Apa??" , Bob tertegun lagi .
Bob pun mencoba ide Al, ia berusaha bicara pada Tn. Barack melalui telpon.
"Apaaa??? bagaimana bisa kita lakukan itu?" teriak Tn. Barack.
"Ini untuk sementara, selain itu aku akan menjaga ketat ruangannya, dia hanya boleh kembali jika sudah pulih" sahut Bob.
"Tapi bagaimana, jika ia tahu dan menanyakan bayinya?"
"Maka daripada itu, pakai dulu cara ku, sambil disini aku mencarinya"
******
Bayi itu diurus dengan baik oleh ayahnya .
"Ibumu sangat kejam, dia ingin mengantar Ayah ke neraka" pria itu bicara pada bayinya . Dia membuatkan susu dan meminumkannya dengan menggunakan botol bayi.
Keesokan pagi Pria itu menyamar, menyelinap masuk kamar Dila , dia yang telah mengantarkan makanan dan menyajikannya di meja Dila .
Tanpa curiga Dila pun mengambil makanannya. Pria itu pergi setelah memastikan Dila memakannya .
Saat sedang makan, Dila melihat secarik kertas.
"Sayang senang berjumpa kembali denganmu, anak kita ,dia begitu cantik, kini dia tinggal bersamaku , kamu bisa menemuinya jika rindu, kali ini aku memaafkanmu. Rahasiakan ini jika kamu ingin anak dan dirimu selamat, aku akan kembali menemuimu" .
Dila histeris membacanya , "Tidak, ini tidak benar " meremas surat itu lalu merobeknya. Dila merapikannya ,jangan sampai surat itu ketahuan orang.
Dila mengambil Hpnya , "Ibu, cepat temani aku" teriaknya.
Ibu yang sedang diperjalanan, bergegas.
"Sayang, mengapa kamu cemas , katakan apa yang terjadi?"
"Ibu cepat antarkan aku untuk bertemu putriku", Ibu gelagapan ,
"Kenapa Ibu diam saja, cepat bantu aku"
Dila sudah duduk dikursi roda dibantu bawahannya .
Ibu sangat panik, ia pun segera mengirim pesan pada suaminya.
"Dila" Bob menegurnya.
"Sayang"
"Kamu akan pergi kemana?"
"Aku, ingin melihat bayi kita"
Ibu terperangah, juga Bob menatapnya.
__ADS_1
"Ibu biarkan saya yang mengantar Dila" , Ibupun mengangguk , membiarkan Bob yang membawa Dila