
Suasana dirumah sejenak menjadi sunyi, setelah kepergian Raka, Alex maupun Renata mereka tak banyak bicara . Ibu begitu juga Daniel merasa canggung.
"Ibu hari ini aku akan ke kampus" ucap Daniel .
Ibu pun mengizinkan, Daniel pun pergi.
"Nat, ada apa dengan bayi-bayimu, beberapa hari ini mereka sangat rewel" Sikembar terdengar terus merengek.
Renata berusaha menenangkan keduanya .
"Malam ini aku akan mengajakmu pergi" sahut Alex,
"Aku tidak bisa pergi jika bayi-bayiku masih rewel"
Alex hanya mendengar, dan berlalu pergi setelah mengelus sikembar .
Renata tampak sedih, sedih karena kehilangan Raka, terlihat jelas dari pandangan Ibu.
Ibu memeluknya dengan hangat. Renata sedikit terisak .
******
"Sayang, hari ini kamu baik-baik dirumah ya , Papa pergi dulu bekerja" ucap Bob.
Raka acuh, hanya menatap pada jendela. Bob merasa tidak nyaman dengan sikap Raka,
"Raka!!"
Para pelayan dan pengasuh berbaris menatapnya .
"Tolong jaga dia baik-baik" ucap Bob pada para pelayan dan pengasuh.
Setelah Bob pergi Raka mulai bertingkah, ia mengacau , semua rumah ia berantakan . Hingga para pengasuhpun kewalahan . Raka ingin Bob kesal padanya .
Para pengasuh juga pelayan tak dapat mengadukan siap tuan mudanya . Mereka hanya bisa bersikap baik dan melayaninya .
"Mengapa kalian diam saja?" Raka menunjuk mereka .
Para pelayan semua sedang berbenah, membereskan semua kekacauan yang dibuatnya.
"Aku bosan diam dirumah ini" Raka berdiri diatas sofa, setelah berlari-lari diatasnya .
"Tuan muda saat ini waktu nya anda makan siang"
Raka berpikir , makan itu penting. Dia tidak ingin mengacau. Tapi harus melihat dulu makanan apa yang akan dihidangkan.
Raka terpikir sebuah ide, segera berlari ke ruang makan. Nampak semua menu makanan berbaris diatas meja makan.
Raka melihatnya satu-satu. Matanya terperangah melihat banyak makanan yang menggodanya .
"Semuanya tampak lezat" gumamnya dalam hati.
"Telpon Papa, aku ingin bicara" teriaknya pada pengurus rumah .
"Ini Tuan muda" memberikan telpon yang sudah tersambung.
"Halo" sahut Bob.
"Aku tidak suka semua makanan disini!" ucapnya dengan tegas ,
"Begitu kasar" gumam Bob dalam hati, bahkan Raka tidak menyapanya terlebih dahulu.
"Lalu?" tanya Bob
"Perutku sensitiv" celotehnya
"Lalu??" sanggah Bob lagi,
"Aku hanya dapat makan, masakan Mamaku!" , dengan santainya Raka mengatakan itu pada Bob.
Hampir membuat Bob geram padanya .
"Apa yang biasa Mamamu buat?"
"Entahlah, aku tidak tahu, tanyakan saja"
__ADS_1
Bob mulai kesal, "Jadi kamu tidak mau makan, jika tidak makan masakan Mamamu?"
"Ya, bawakan makanan yang dimasak Mama untukku" Raka segera memutus telponnya.
"Huih" Bob mengatur napasnya .
"Ada apa?" tanya Al yang dari tadi berdiri disampingnya .
"Raka ingin makan masakan Mamanya" ,
Al terperangah mendengarnya,
"Lalu?" tanya nya.
"Pergilah minta dia buatkan makanan buat Raka"
Al merasa canggung dengan perintah itu. Bob menatapnya yang merasa Al diam saja.
"Baik, saya akan pergi" Al pun pergi setelah Bob memintanya .
Renata terkejut mendengar ada Al datang, segera bergegas datang ,menghampirinya "Ada apa? apa terjadi sesuatu pada Raka?" .
Al hanya berdiri dan mengangguk .
"Kemarilah masuk, duduklah!" Renata bicara dengan tergesa-gesa.
"Nyonya, tuan muda ingin makan makanan yang dimasak oleh anda"
Renata terperangah mendengarnya,
"Dia ingin masakanku?" , Renata merasa heran ,biasanya Raka tidak pernah memilah masalah makanan.
"Apa munkin dia merasa tidak cocok dengan makanan disana?" pikirnya dalam hati.
"Baik, tunggulah aku akan membuatkannya" ucap Nata pada Al.
Ibu yang melihat kedatangan Al, menghampirinya setelah Renata pergi.
"Nyonya" Al segera menyapanya.
Al menatapnya dari ujung kaki hingga kepala.
"Anda terlihat sangat baik"
Ibu tersenyum menyanggahnya.
"Katakan Terimakasih pada Bob, maaf Ibu pergi tanpa mengucapkan apapun padanya, kami berhutang banyak padanya" kini Ibu tertunduk sedih.
"Ibu tidak apa" Al bergeser mendekat, mengusap punggungnya. Ibu sedikit meneteskan airmata,
"Ibu tidak bisa berbuat banyak, semua pilihan ada pada Nata, tapi .. kami ! terutama Ibu dan Daniel tidak akan lupa kebaikan kalian, kami berjanji akan membalas kebaikan kalian"
"Tidak Bu ,tidak perlu Ibu katakan itu" Al menggenggam tangannya .
Renata mendengar semuanya, tak sengaja , ketika ia hendak kembali bertanya .
Renata tidak menduga , jika Ibu akan bicara seperti itu pada Al .
"Apa yang terjadi pada Ibu dan Daniel selama aku pergi, aku tidak tahu , aku tidak tahu apa-apa, bertanyapun aku tidak" gumamnya sangat sedih dalam hati.
Renata kembali setelah membuat banyak menu makanan.
"Ini" memberikan pada Al.
Al menatapnya sejenak, ia ingin melihatnya setelah sekian lama .
"Nyonya terimakasih banyak, permisi" Al pun pergi setelah pamit pada Nata juga Ibu.
Daniel diam-diam ingin berkunjung kekantor Bob untuk menyapanya .
Dia sudah berdiri didepan gedung perkantorannya .
" Eh, siapa wanita itu?" Al berjalan dengan dua orang gadis. Yang satunya nampak berbeda.
Daniel penasaran, dia pun berjalan masuk mengikutinya .
__ADS_1
"Sepertinya mereka menuju ruangan Kakak ipar" gumamnya dalam hati.
"Mungkin waktu ini tidak tepat, Kakak ipar memiliki tamu" Daniel pun memutuskan kembali, dan pulang ke rumah kediaman Alex.
Al sudah mengantarkan makanan nya pada Raka lebih cepat, Raka memakannya dengan lahap .
Para pengasuhpun sangat senang.
"Tuan muda terlihat sangat imut , jika patuh dan baik begini" mereka tersenyum terus memandanginya .
Setelah nya ,Raka duduk bermain game sendirian hingga ia lelah dan tertidur.
Tak terasa langitpun mulai gelap, Bob kembali , kini ia kembali bersama Claire.
Claire dijemput Al siang tadi di bandara setelah kembali dari negara F.
"Sayang" Bob membelai dan mengecup Raka yang tidur pulas.
"Ini putramu?" tanya Claire.
Claire menatapnya dari dekat, dan Raka sadar itu, ia membuka matanya perlahan, dan segera bangun .
"Oh" Claire terkejut , Claire tersenyum kepadanya .
Gadis yang begitu cantik, dia memiliki senyum yang manis. Raka menatapnya.
"Hai, aku Claire" memberikan tangannya untuk berjabat .
Raka mengacuhkannya, dia berpura-pura bingung .
Bob memperhatikannya , "Raka!!" menegurnya .
Raka terdiam, dan tetap masih mengacuhkan Claire. Tidak ingin menatapnya .
"Anak manis, tidak apa! Kakak sangat senang berjumpa denganmu, semoga kita akan menjadi teman ,Ok" bicara membungkuk kearahnya .
"Tunggulah, aku kan ganti pakaian dulu" ucap Bob.
"Baik" Claire tersenyum padanya .
"Beraninya dia membawa wanita lain kehadapan anaknya" gumam Raka dalam hati.
Claire terus tersenyum padanya , membuat Raka menjadi canggung . Raka pun beranjak dari Sofa, berjalan ke dapur melihat isi kulkas .
"Tuan muda , apa yang anda inginkan?" tanya pelayan.
"Aku ingin susu hangat, pakai jus jeruk"
"Apaaa??" pelayan itu tercengang mendengar , celoteh anak manis itu . Ia pun tak berhenti tersenyum, menghadapi sikap manisnya .
"Baik tuan"
Raka pun terdiam cemberut duduk di sofa kembali, Clairepun masih menatapnya , ia duduk didekatnya .
"Berapa umurmu?" tanya nya
"Kenapa? kamu suka anak-anak sepertiku?"
"Eh!!!" Claire merasa aneh, tapi dia suka dengan kelucuan Raka.
"Biar aku tebak, 5 tahun?"
Raka masih diam, "6 tahun?" , Pelayanpun datang memberikan susunya pada Raka.
"Hmmm , segar... , ini" Raka dengan santai memberikan gelas kotornya pada Claire.
Claire terkekeh, "Dia menggemaskan" gumam Claire dalam hati.
Raka dengan cepat pergi berjalan kekamarnya .
"Menyebalkan , wanita itu terus mengikutiku" Raka mendengar suara langkah sepatu melewati kamarnya . Diapun membuka celah pintunya untuk mengintip.
"Papa dia berpakaian sangat rapi, dia akan berkencan dengannya?" ,Raka segera keluar dari kamar.
"Papa" teriaknya
__ADS_1
"Aduuuh" berpura-pura sakit dengan memegang perutnya . Bob segera menoleh dan terkejut melihat Raka yang kesakitan.