
"Hari ini pembantuku libur, datang bantu aku bersihkan rumah , dan aku ingin kamu masak dirumah untukku juga Raka"
"Benarkah??? pembohong !" Nata meledeknya.
"Buka videonya"
Nata pun patuh.
"Lihat, ini lihat"
"Kemana mereka semua?"
"Semua aku liburkan"
"Kau sengaja kan?? dasar!!!"
"Kenapa kamu tidak mau? kamu tidak ingin cerai?"
"Ok , ok , akan aku lakukan"
"Baguslah Al akan menunggumu dirumah"
"Ok" ,
Bob menutup telponnya .
"Kurang ajar, dia benar-benar mengerjaiku"
"Nat , kamu akan pergi lagi ? menemuinya?" tanya Ibu.
"Ya Bu" jawab Nata.
"Kemana kamu akan pergi?" tiba-tiba Alex datang.
"Aku sedang mengurus berkas ceraiku"
Nata dan Alex bertatapan.
"Baiklah" Alex pun pergi tak bertanya lagi.
"Tunggu, jika kamu punya waktu,aku ingin bicara denganmu" Nata menghentikan langkah Alex.
"Aku selalu memiliki waktu untukmu"
"Baiklah, aku nanti akan memberitahu waktunya"
"Ok" Alex pun pergi.
*******
Skandal Alex dengan Unge diketahui Boy juga.
"Aku pikir Tuan tidak tertarik padanya"
"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Alex
"Apa yang telah merubah mu?" Boy balik bertanya,
"Apa aku benar-benar menyukainya? aku begitu tertarik saat dekat bersamanya" Alex bingung sendiri.
"Bagaimana dengan Renata?"
"Aku salah ,aku telah mengkhianatinya, tapi akupun tidak mau jadi pengecut meninggalkannya (*Unge) begitu saja"
"Mereka teman , bagaimana jika dia (*Unge) mengatakannya?" ucap Boy.
"Habis sudah"
*******
"Silahkan Nyonya ini kuncinya" Al menyerahkan kunci rumah, lalu pergi.
"Terima kasih Al"
Nata berjalan masuk kedalam rumah. Kenangannya disetiap rumah masih tersimpan.
Semua tidak berubah. Nata pergi melihat ke kamarnya dulu.
"Pakaianku, semua masih ada" Nata terkejut yang semuanya masih terjaga utuh .
Nata menangis , terkulai lemas. Dia mengingat tragedi bagaimana terakhir ia berpisah dengan Bob, meninggalkannya dan kini malah memilih hidup bersama Alex.
Nata pun melihat ke kamar Raka , ada foto pernikahan dirinya bersama Bob . Foto keluarga , juga Raka. Bob sudah membuatkan foto yang besar untuk nya . Takjub dengan foto Raka.
"Anakmu kini 3 " Nata mengelap air matanya.
Nata, ia mengambil pakaian kotor, memasukkannya ke dalam mesin cuci , membereskan kamar Bob, ruang kerja , dan seluruh ruangan . Terakhir dia pergi memasak.
"Rasanya lelah, dan mengapa aku menghabiskan banyak waktuku disini , bagaimana dengan bayi-bayiku dirumah?!" Nata melihat jam . Waktu sudah mulai sore.
"Ibu apakah bayiku baik-baik saja?"
"Ya, mereka baik-baik saja, mengapa kamu lama sekali, apa yang sedang kamu lakukan?"
__ADS_1
"Ibu sebentar lagi aku akan pulang, pekerjaanku sudah selesai tinggal menunggu Raka pulang saja"
"Kamu akan menunggunya juga? sampai kapan?"
"Mungkin satu atau dua jam lagi"
"Nat jangan terlalu lama , bagaimana jika Alex pulang, dia tidak melihatmu dirumah ?"
"Baik Bu, aku janji akan segera pulang setelah bertemu Raka"
"Ya sudah" , Nata pun memutus panggilan telponnya.
Tak lama Raka pun pulang bersama Bob.
"Mama" teriak Raka setelah melihatnya.
"Sejak kapan Mama disini?"
"Dari tadi, menunggu Raka" , Raka senang memeluknya.
"Mama akan tinggal disini?"
"Hmm.. tidak" wajah meringis.
Raka menatapnya, seolah dia mengerti.
"Lihat, Mama sudah buatkan makanan untuk Raka"
"Wah enak"
"Raka, mandi dulu sana" ucap Bob.
"Baik" Raka pun pergi bersama Nata ke kamarnya.
"Nah sekarang , anak Mama sudah bersih dan tampan, ayo kita makan"
Nata keluar dari kamar Raka, Bob nampak berdiri memperhatikan.
Bob nampak rapi dengan pakaian santai,
"Sepertinya dia juga sudah mandi" gumam Nata dalam hati.
"Kamu tidak mandi?" tanya Bob.
"Eumm"
"Padahal masih ada pakaian mu disini"
"Untuk apa?" Bob mengambil nasi, sembari menatapnya sesekali. Nata hanya menatap Bob, tidak ingin membahasnya,
"Raka sayang, Mama harus cepat kembali , Mama sudah terlalu lama disini ,kasihan adik-adik Raka dirumah, tidak apa kan?"
Raka mengangguk .
"Anak pintar" , Nata mengelus kepalanya , Dan Raka mencium pipinya .
"Hati-hati Mama" melambaikan tangan.
Bob hanya memperhatikan .
******
"Nat, apa yang sedang kamu lakukan disini?" Alex terkejut melihat Nata sudah menunggunya diruangan kerja.
"Aku menunggumu" jawab Nata , Alex menatapnya . lalu duduk dikursinya.
"Ada yang ingin kamu sampaikan?" tanya Alex dengan tenang.
"Sepertinya perceraianku tidak lagi penting, bagimu"
Alex tertatap diam.
"Namun aku akan tetap bercerai" lanjut Nata
"Mengapa kamu mengatakannya?" ucap Alex,
"Alex , dia bertanya seperti itu, benar ! dia sudah tidak perduli" serengeh Nata dalam hati.
"Tidak ada maksud apa-apa, aku hanya ingin mengatakannya padamu" , Nata masih canggung untuk mengatakan segalanya . Nata pun pergi begitu saja .
Alex hanya tertegun , memperhatikannya.
"Seharusnya aku bicara saja, dan buat kesepakatan dengannya" Gumam Nata dalam hati, setelah pergi menyadarinya.
"Ibu.."
"Kamu belum tidur?"
"Ibu, dengarkan aku !"
Ibu tertegun ,
"Suatu berkah bagiku melihat Ibu kini baik-baik saja dan masih bersamaku, satu hal yang membuatku bahagia adalah Ibu, Ibu bolehkah aku meminta restu dan doamu?"
__ADS_1
"Nat" Ibu mengelus kepalanya,
"Aku akan bekerja keras, untuk kita semua"
"Apa yang ingin kamu lakukan?"
"Aku akan membawa kalian semua keluar dari rumah ini"
"Lalu, Alex"
"Aku akan membereskannya"
Mereka saling menatap, "Ibu sekarang tidurlah, jangan Ibu pikirkan apa yang ku katakan tadi, istirahatlah"
"Ya, dan Ibu akan selalu mendukungmu Nat"
"Baik Bu Terima Kasih"
*********
Keesokannya lagi-lagi Alex menemui Unge.
"Kau" Unge terkejut,
"Ada apa lagi kamu kemari?"
"Aku , aku kebetulan lewat"
Unge pun acuh, mengacuhkannya.
"Kamu tidak berhak, menghentikanku" Alex merasa jika ia pantas membela dirinya.
"Tapi ini adalah tempatku, lebih baik kamu mengerti Lex"
"Mengapa sikapmu begini?" Alex tidak terima dengan ucapan Unge .Menangkap lengannya.
"Lepaskan tanganku"
"Nge" ,tiba-tiba Nata datang melihat.
"Nat" keduanya terkejut.
Nata memperhatikannya dengan jelas, melihat pada tangan Unge, dan Alex segera melepasnya.
"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu"Nata bicara menatap Unge.
"Denganku?"tanya Unge
"Ya"
"Baiklah, ayo ikut aku" Unge menariknya. Alex diacuhkan, lalu ia pun pergi.
"Nat ada apa?"
"Nge, aku.." Nata nampak gugup.
"Tidakkah kamu ingin mengatakan sesuatu padaku lebih dulu?" Nata bicara dengan tenang, menggenggam tangan Unge.
"Maksudmu apa? aku?"
"Ya ,kita bisa bicara satu sama lain" Nata menatap kedua mata Unge dengan seksama.
"Apakah ada yang kamu sembunyikan dariku?" lanjut Nata.
"Tidak, tidak ada" Unge nampak gugup.
"Benarkah?! kamu tidak ingin mengatakannya?" Nata terus membujuk .
Unge sengaja menutupi hubungan nya dengan Alex, ia tahu dirinya telah melakukan kesalahan besar, yaitu mengkhianati temannya sendiri.Unge tidak berniat sedikitpun mengkhianatinya, dia masih setia mendukung hubungan Nata dengan Alex . Dia tidak merasa rugi atau menyesal . Karena itu pantas, murni karena kecerobohannya dimalam itu.
"Nat, jika tidak ada yang lebih penting lagi, kita bicarakan nanti saja oke ,aku sedang sibuk!, tidak apa?" sanggah Unge.
"Baiklah, maafkan aku" .
Unge dan Natapun berpisah.
Ada sebuah pesan masuk dari Bob,
"Jemput aku sekarang"
"Apa ini? dia memintaku menjemputnya?" Nata cukup kesal membacanya.
Terdiam didalam mobil, Bob menelponnya .
"Apa yang masih sedang kamu lakukan?"
"Kamu memerintahku?" Nata cukup kesal untuk meneriakinya.
"Apa? kamu lupa dengan janjinya?"
"Sial" Nata menggerutu dalam hati.
"Baiklah, tunggu aku disana sekarang"
__ADS_1