Terpaksa Nikah

Terpaksa Nikah
Pertama Ke Sekolah Raka


__ADS_3

"Anak itu, dia masih mengacuhkanku, dia tidak perduli lagi pada Ayahnya, sepertinya dia akan puas jika aku cepat mati" . Tn.Roy mengamuk dipagi hari.


"Aku pikir Ayah sudah melupakannya, ternyata semakin tua Ayah semakin keras kepala" Dita bicara sembari berjalan , berlalu pergi.


Renata pun heran, "Kemana Alex semalam sulit sekali dihubungi , bahkan Boy pun tidak berkata apa-apa. Mungkinkah ada yang dia tutupi??" gumam Nata dalam hati.


Renata sudah duduk menunggunya dimeja makan, menyiapkan roti lapis selai kesukaan Alex.


"Ahh" terdengar suara Alex , ia berjalan dengan wajah yang kusut.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Nata padanya.


"Ya, aku baik-baik saja, aku bangun terlambat"


"Maaf aku tidak membangunkanmu"


"Tidak apa" , Alex pun memakan sarapannya , lalu pergi ke kantor.


"A.." Renata ia hendak mengatakan sesuatu, namun Alex dengan cepat berlalu.


"Aku berniat meminta izin bertemu Raka padanya, tapi sudahlah diapun pasti mengizinkan, aku bertemu Bob tiap haripun dia tidak keberatan" Renata berceloteh sendiri.


"Oiya aku ingin melihat sekolahnya Raka" , Renata pun mengirim pesan pada Bob, memina Alamat Sekolah Raka. Dan Al yang membalasnya . Karena Bob bersama Claire. Pesan Nata Bob teruskan pada Al, agar Al yang membalasnya.


"Oh , ini Al yang membalasnya" Renata tidak ingin mempermasalahkan.


******


"Bob, aku ingin dekat dengan Raka"


"Ya silahkan saja"


"Tapi sepertinya dia kurang suka sama aku?!"


Bob tersenyum mengelus kepalanya.


"Kamu hebat, selain pekerja keras ,kamu juga seorang Ayah yang baik" Claire dan Bob masuk kedalam mobil , hendak menuju kantor.


"Jadi sepulang kerja ,kamu menjemputnya?" tanya Claire lagi.


"Ya"


"Sweat" Claire terus menyanjungnya .


Claire menunggu Bob bekerja diruangannya. Sesekali dia menggoda dan mengganggu Bob. Mereka benar-benar seperti berkencan .


*******


Waktupun sudah menunjukkan pukul 4 sore. Bob menutup laptopnya ,membereskan dokumennya , lalu mengambil jasnya.


"Kamu pulang lebih awal?" tanya Claire


"Ya, ayo" Bob menggandengnya.


Renata sangat senang , dia pun sudah bersiap menjemput Raka . Membawa bekal makanan kesukaan Raka.


Nata berdiri didepan gerbang seperti orangtua lainnya.


"Mama .. mama"


"Bunda" , beberapa anak sudah keluar .


Bob dan Claire tiba . Bob keluar dengan tangan tergandeng Claire. Bob tidak melihat jika Nata ada juga menunggunya disana. Renata sangat jelas melihat mereka.


Raka pun terlihat berjalan bersama temannya, karena Raka terbiasa dijemput Papanya Bob , jadi Raka langsung mencari sosok Papanya. Dan dia sudah tahu tempat dimana Papanya menunggu.


"Papa" Raka melambai padanya .


Beberapa hari ini hubungan mereka terus kian membaik .

__ADS_1


"Oh" Raka melihat Papanya bersama Claire, menunjukkan raut kurang suka.


"Sayang" sapa Bob , Bob perlahan melepaskan lengan Claire.


"Ayo" ajak Raka menuntun nya. Claire diacuhkan.


"Sayang, tunggu!" , Bob menoleh pada Claire , Claire tersenyum menghampirinya .


Renata terdiam terus memperhatikan.


"Raka Sayang, Kaka mau beli es krim , Raka mau juga?"


"Raka?" Bob bertanya padanya , karena Raka diam saja


"Kalau mau beli, niat belikan ya belikan saja" ketus Raka.


"Baiklah" Claire masih tersenyum . Dia berusaha tidak tersinggung.


Renata kebingungan, dia tidak ingin datang sia-sia. Dia sudah membawa makanan untuk Raka, mustahil membawanya kembali, gumamnya dalam hati.


"Raka" berjalan mengejarnya.


"Eh" Raka menyadari nya.


"Raka" Renata memanggilnya dengan keras.


"Mama" , teriak Raka sangat senang setelah melihatnya, Raka langsung berlari memeluknya.


Beberapa orang disana memperhatikan ,


"Dia Mamanya?! lalu wanita yang bersama Ayahnya siapa?? mungkin itu kekasihnya " ,celotehan mereka yang melihat.


"Maaf aku tidak bicara dulu akan kemari" Nata bicara pada Bob.


Lagi-lagi Claire dekat-dekat dengan Bob, dan menggandengnya . Renata melihatnya sangat jelas.


"Raka, Raka mau diantar pulang Mama atau Papa?"


"Memang Raka boleh sama Mama?"


"Boleh, tapi pulang nya tetap kerumah Papa, Ok"


"Ok" ,


Renata terkesan, Raka yang langsung patuh padanya.


"Baiklah, aku dan Raka pergi duluan" Nata pun mengajak Raka masuk kedalam mobilnya.


Claire dia masih erat menggenggam lengan Bob. Seolah berkata ini adalah milikku .


"Bisa lepaskan?" ucap Bob mulai risih.


Claire pun melepasnya, mereka pun masuk kedalam mobil .


"Apakah kita jadi makan malam?" tanya nya.


"Bagaimana nanti saja" ucap Bob.


******


"Sayang bagaimana tadi disekolah? belajar apa?"


"Mama, bagaimana kabar Mama, Papa, Adik, Nenek juga Om?"


"Eh dia masih ingat menanyakan kabar kami" gumam Nata dalam hati bangga.


"Baik, kami baik-baik saja" mencubit pipinya yang chubby.


"Huh" Raka malah nampak marah, menyilangkan tangan.

__ADS_1


"Eh, Raka kenapa?"


"Kalian sama sekali tidak bersedih berpisah dengan ku"


"Oh , Raka ! jangan bicara begitu .. kami sangat sedih sungguh" Renata memeluknya .


"Mama sangat rindu Raka" Nata mengecupnya.


"Mama, mengapa Mama tinggal sama Papa Alex , Papa Raka kan Papa Bob"


"Raka mengapa dia berkata begitu ? apa dia sudah mengerti?" Renata baru mengerti apa yang dikatakan Bob tempo hari .


"Oh ,Mama..." , Ketika Renata hendak bicara dipotong Raka.


"Wanita yang tadi , dia selalu mengikuti Papa, jika Mama diam saja , mungkin Claire akan jadi Mama Raka"


"Eh, mana bisa , Mama Raka kan Mama Nata , seumur hidup tidak bisa berubah "


"Huh" Raka ketus lagi.


"Mengapa anak ini malah memancingku ya ?!" gumam Nata dalam hati.


"Tapi kenapa aku mengatakan itu tadi, tapi jika Claire menikahi Bob, dia kan jadi Mama tiri Raka ", Renata terus berceloteh sendiri dihati.


Bob sudah tiba lebih dulu.


"Masuklah dulu" Bob menyapa Nata, yang tiba bersama Raka.


"Ini rumah kami dulu" gumam Nata dalam hati.


"Tidak , aku akan segera pulang, khawatir orang dirumah menungguku" serengehnya.


"Oh Alex, kamu mengkhawatirkannya ?!"


Renata diam , sedikit kesal namun tidak marah juga.


"Baiklah, layani dia dengan baik , jangan sampai seperti sebelumnya, lupa bagaimana tanggungjawab pada suami"


"Heh" Nata mulai kesal.


"Tunggu , apa yang kamu maksud itu?" ,Renata menghentikan langkah Bob.


Bob berbalik berpaling, Raka masuk lebih dulu dipapah Al. Claire hanya melihat dari dalam jendela rumah. Nampak curiga.


"Jika kamu mengerti maksud perkataanku, sebaiknya kamu lakukan tanggungjawabmu , kamu masih sah istriku, dan kamu pun berhutang banyak untuk melayaniku "


"Menjijikkan" gumam Nata dalam hati.


"Hentikan, aku tidak suka mendengarnya, aku kan minta diceraikan , apa sulitnya ?!"


"Sudah jelas aku tidak bertanggungjawab" lanjutnya lirih.


"Menyebalkan , tentu tidak segampang itu .Puas dulu baru cerai"


"Apaa ! "


"Baiklah, jika kamu ingin cepat-cepat bercerai , bawa berkasnya padaku, aku akan menanda tangani nya"


Bob pun berlalu pergi , berjalan menuju rumahnya.


"Setiap kali bertemu, selalu saja dibuat kesal" Nata pun pergi .


"Bob , ada apa? seperti nya kalian bicara sangat serius?" tanya Calire.


"Tidak ada hanya bicara mengenai Raka"


"Oh"


"Jadi wanita itu ibunya Raka" gumam Claire dalam hati . Umur Claire lebih muda dari Nata.

__ADS_1


__ADS_2