
"Mengapa kamu bersamanya?"
"Aku tidak sengaja bertemu dengannya"
"Aku tahu"
"Tahu, bagaimana kamu,kamu menyuruh orang mengikutiku?"
Bob diam tidak menjawabnya, "Mengesalkan" guman Nata dalam hati.
"Kamu tidak bekerja? Mulai kini kamu akan kembali ke kantor" Bob bicara,dan Renata menatapnya.
Bob membawanya ke kantor , mengenggam tangannya. "Tunggu, aku sedang tidak siap" Renata menghentikan langkahnya.
"Aku tidak ingin berpakaian seperti ini" ,Bob melihatnya dari atas sampai bawah, "Penampilanmu tidak penting, ayo cepat"
Semua karyawan, kini mengetahui jika Renata memang special di hati Bos , mungkin mereka sedang menjalin hubungan, apakah itu berpacaran atau menikah, banyak diantara mereka menduga-duga hubungan mereka.
Renata duduk disofa ruang kerjanya Bob, Bob sangat serius dalam bekerja. Renata memandanginya .
"Aku ingin tidur"
Bob melihat kearahnya, "Tidurlah disana"
Maka Renata pun tidur , Bob berhenti sejenak setelah terus bekerja, melihat Renata yang begitu nyenyak, menghampirinya lalu menyelimuti tubuhnya dengan jas nya. Ia pun mengecup bibir dan keningnya Renata.
Waktu telah berlalu,mereka sedang berada didalam kamar rumahnya "Sayang malam ini, seorang teman akan mengadakan pesta atas kelulusan putranya, dia mengundang kita "
Renata mengangguk , "Bersiaplah" Bob mengecupnya, kemudian ia masuk kedalam kamar mandi.
Bob sedang bercukur, dan pencukurnya terjatuh , Bob mencarinya disekitar tempat sampah, dan tak sengaja, ia mendapat hasil tes kehamilan terjepit disana , Renata menjatuhkannya tidak tepat pada tempat sampahnya.
Bob melihat hasil tes itu bergaris dua, ia memikirkan "Renata hamil?"
Bob keluar setelah selesai mandi dan bercukur, ia masih bertanya-tanya ,mengapa Renata tidak bicara padanya.
Renata pun berdandan , bersiap-siap untuk pergi ke pesta.
Suasana pesta yang ramai, penuh dengan orang asing. Bob menuntunnya pada sekelompok orang, dan mereka menyambutnya.
"Alex! Apa yang ia lakukan disana ?" Nata sudah melihatnya , mulutnya menganga.
Bob melihatnya , tatapannya mengarah pada Alex juga.
__ADS_1
"Kau?" Renata bicara pelan, menatap pada Alex,
Pria baya itu tersenyum dan menoleh pada putranya, ia dengan bangga memperkenalkannya , namun Bob menyeringai.
Renata merasa terasingkan, ia mencari sebuah minuman.
Alex melihatnya, Bob pun menyadarinya, Alex mengikutinya , menyapa Nata.
"Hai, ada yang kamu butuhkan?" tanya Alex
"Aku ingin minum" jawab Nata
Alex meminta seorang pelayan disana, "Tidak" Renata menolak melihatnya isi minumannya.
"Aku tidak minum itu" katanya
Alex melihat pada minumannya, " Berikan jus untuknya" ,pelayan itu menurutinya pergi untuk mengambilnya. Bob tersenyum sinis melihat nya , "Tuan, putramu sungguh baik, tapi tolong ajarkan dia untuk menghargai sebuah hubungan" Pria itu tidak memahami, namun ia melihat ke arah tatapan Bob, yang mengarah pada putranya .
"Wanita itu , ia istriku" Bob tersenyum, dan menepuk bahu rekannya itu , dan pamit untuk pulang .
"Sayang, ayo kita pergi" Bob menarik lengannya. Renata tergesa-gesa memberikan gelasnya pada Alex.
"Apa acaranya sudah selesai?" Renata bicara terengah-engah.
Renata terdiam. "Apa dia sedang merasa cemburu?" dalam hatinya.
**************
Bob masih menunggu , mereka terbaring diranjang bersama, Bob tahu jika Renata pun belum tidur .
"Mengapa ia tidak mengatakannya juga , apakah aku harus memaksanya?"
Renata berbaring memunggunginya.
Keesokan pagi , Renata merasakan tubuh nya yang sangat lemas , ia pun merasa sedikit pusing, dan mual.
"Aku akan pergi" Bob pamitan, Renata mengangguk saja , Nampak Bob sudah naik kedalam mobilnya , dan pergi . Renata pun tak kuasa lagi menahannya.
Terdengar suara, "Oek" beberapa kali.
"Mual sekali" Renata cepat-cepat mengambil sepotong roti dan vitamin . Kemudian Ia pun masuk kamar kembali, terbaring dan tidur .
"Nyonya, sarapan anda sudah siap"
__ADS_1
"Nyonya" mengulang memanggilnya.
Pembantunya mulai panik, karena tidak ada juga jawaban , ia begitu khawatir. Segera menelpon Bob.
Bob segera kembali setelah mendapat panggilan,
"Kamu baik-baik saja?" Bob terkejut mendapati Renata yang sedang duduk sarapan.Wajahnya begitu berseri dan tampak bugar.
"Ya" Renata merasa heran
"Syukurlah" Bob menatap pada pelayannya.
"Apa yang kamu lakukan disini? kamu tidak pergi bekerja? suamiku ?"
Bob mengangguk , ia pun pergi kembali menuju kantor.
"Apa dia baik-baik saja?" Didalam mobil, Bob terus memikirkan kondisi Renata .
Bob menelpon seseorang untuk terus mengikuti Nata.
Renata keluar rumah, ia bermaksud membeli beberapa bahan makanan, dan membeli susu untuk Ibu hamil.
Tanpa disadari Nata, ada seseorang yang mengawasinya .
Bug , seseorang menabraknya saat ia keluar dari toko serba ,kantong belanja Renata terjatuh , dan beberapa barangnya berhamburan . Pria itu melihatnya , dan membantu mengambilkan barangnya yang jatuh , ia pun meminta maaf dan pamit pergi setelah membantunya . Renata pun memaafkan pria itu dan membiarkannya pergi.
"Apa yang sudah ia beli?" Wanita itu melihat pada Nata
"Apa dia hamil?" menyerengeh jahat.
Wanita itu bicara didalam mobil dengan pria yang menabraknya tadi.
Bob melihat foto-foto dan video yang dikirimkan orang suruhannya , ia melihat Renata yang sedang membeli beberapa kotak susu dan ia pun melaporkan jika Renata menjatuhkan belanjaannya karena ada seorang pria yang menabraknya . Bob hanya melihat dan tidak menaruh curiga.
"Aku telah jadi Ayah" wajah Bob tersipu memikirkannya.
Setelah sampai dirumah, Renata segera menyimpan semua barang dan bahan makanan yang ia beli .
Sekelompok orang berniat membalas dendam , dan menghancurkan perusahaan . Al merasa resah , ia merasa didalam kantor terdapat seseorang yang curang , dan mencuri data perusahaan .
"Bos apa yang harus kita lakukan?" tanya Al pada Bob. Bob menyerengeh , Bob tidak akan tinggal diam , ia memikirkan cara menangkap pelakunya , ada beberapa orang yang ia curigai, namun ia belum yakin.
"Mengapa mereka mengganggu disaat kebahagiaanku datang" meremas kertas di mejanya .
__ADS_1