
"Nata , Nata , sadarlah" Alex mendekapnya .
Alex sangat khawatir , apalagi melihat keadaan Nata yang sedang hamil besar . Beruntung handphone nya ada dalam saku, tidak tertinggal dimobil.
Alex membawa Nata mencari tempat aman untuk berteduh dari teriknya matahari .
Alex berfikir untuk mencari bantuan, "Yang aku butuhkan saat ini adalah kendaraan"
"Boy ,benar , hanya dia yang dapat kuandalkan" Alex terus berceloteh sendiri .
Tak lama bantuan pun datang , "Tuan apa yang terjadi ?" tanya Boy
"Jangan banyak tanya, cepat bantu aku dulu" Alex dan Boy menaikkan Nata dalam mobil .
"Wanita ini sedang hamil" kata Boy
"Cepat pergi ke mentionku "
"Baik" Boy bergegas cepat .
Alex mendekap Nata dipangkuannya, seolah Nata adalah miliknya .
"Takkan ku biarkan hal buruk terjadi padamu" Alex terus gelisah, memikirkan Nata yang tak kunjung sadar , takut terjadi hal buruk pada janinnya .
"Selama bersamaku, takkan ku biarkan kamu bertemu dengannya" Alex membicarakan Bob.
Setelah sampai di villanya atau mention pribadinya , Alex segera meminta Dokter memeriksa Renata, yang telah lebih awal menunggunya .
Dengan cepat Dokter itu bekerja , Alex sangat khawatir .
"Anda jangan khawatir , sebentar lagi " Dokter menghentikan pembicaraannya, menatap Alex
"Istri anda akan sadar"
Alex sangat senang, wajahnya sumringah mendengar hal itu , namun setelah dokter pamit pergi , Alex baru menyadari jika Dokter itu menyebut istri padanya. "Dokter itu mengira Nata istriku " Alex tersipu , "Seandainya benar kamu istriku" Alex menghampirinya, duduk diranjang mendekap lengannya.
Boy datang , meminta untuk bicara berdua bersama Alex .
"Ada apa?" tanya Alex
"Pelaku wanita itu , dia adalah .." , bla bla Boy katakan pada Alex , Alex menyerengeh merendahkan Dila dan keluarganya , "Dia cari mati , akan kubalas perbuatan mereka" Alex nampak marah .
"Apa rencana mu saat ini?" tanya Boy
"Kita akan membawanya pergi dari sini" Alex segera menuju landasan helikopter milik nya.
Segera membawa Nata jauh-jauh dari Kota.
Boy sangat heran , siapa wanita yang Alex perdulikan ini , setahu dia Alex tidak munkin tiba-tiba menghamili cewek . Dan membawanya dengan tiba-tiba kehadapannya.
Namun Boy masih tidak ingin menanyakannya. Mengingat sifat Alex yang terkadang tertutup.
"Apa sejauh ini dia lakukan" Boy makin terkejut , setelah Helikopter itu berhenti di landasan pesawat jet pribadinya.
Alex si anak tajir konglomerat, ia sebanding dengan Bob.
__ADS_1
"Cepat bantu aku memindahkannya"
Renata merasa kan sedikit getaran-getaran, suara -suara disekitarnya namun samar . Karena ia masih terbius . Bius yang sangat panjang .
Jari lengannya mulai bergerak perlahan , Renata sedikit membuka matanya, melihat sekitar nya yang asing.
Alex duduk disampingnya tidak memperhatikan .
Terdengar suara parau , Alex menoleh pada suara tersebut .
"Nat" Alex langsung menghampirinya .
Renata bertanya-tanya dalam hati, dimana dia sekarang . Dan mengapa ia bisa berada disana .
Alex meminta Dokter melihat keadaanya . Alex sungguh ambisius demi Renata dia hingga menyiapkan Dokter sewaan untuk pergi bersama nya.
"Dia baik-baik saja" , ucap Dokter.
Alex sangat ketakutan dengan kondisi bayi Nata yang dikandungnya .
Alex memiliki aset lain di negara kecil , rumah kedua baginya . Dimana ia senang menghabiskan kegalauannya sendiri disana.
Renata masih lemas , dia masih tak bisa berkata-kata.
Ditempat lain , Bob belum menemukan titik terang hilangnya Nata , " Ini aneh, tidak ada kabar apapun dari penculiknya , ini bukan penculikan biasa ".
Namun Bob melihat laporan berita di tv, jika ditemukan dua buah mobil meledak , jatuh kejurang , terlihat videonya di layar kaca . "Perhatikan dimana itu , dan lihat kejadiannya" bicara dengan tergesa-gesa.
"Kakak bukankah itu waktunya berdekatan dengan diculiknya Kaka" Daniel yang melihat acara itu , teringat mobil yang sama .Namun tidak ingin secara gamblang mengatakannya .
"Kita lihat kesana sekarang" Bob mengajak Al dan Daniel ke lokasi tersebut .
terlihat police line , Bob sangat cemas , dan ia bertanya pada petugas , korban kecelakaan mobil jatuh kejurang tersebut .
Namun petugas evakuasi mengatakan jika belum melihat ada tanda -tanda korban dalam kecelakaan tersebut . Atau ada kemungkinan jasadnya hancur karena ledakan .
Daniel memaksa ingin melihatnya lebih dekat , namun petugas kepolisian melarangnya, karena tebing yang begitu dalam.
Mereka hanya dapat melihat jasad kendaraan itu dari rekaman video petugas kepolisian .
Daniel matanya berkaca-kaca , isak tangisnya tak terbendung lagi . Bob menyadari itu , dan menduga jika korban dalam kecelakaan tersebut benar adalah Nata . Bob terkulai lemas .
******
"Apa yang sudah terjadi?" Tanya Renata, kini ia sudah benar-benar pulih .
"Jangan banyak berfikir dulu, perhatikan anak dalam kandunganmu" Alex memperlakukannya dengan lembut. Hendak membelai rambutnya, namun Renata menepis lengan nya , "Katakan aku dimana?"
Alex terdiam sejenak , " Kamu aman disini"
"Tidak, aku ingin pulang" Renata mencoba beranjak dari tempatnya .
Namun , " Ahh " Renata kesakitan .
"Ada apa ? " tanya Alex
__ADS_1
"Ahhh" Renata meraung kesakitan.
"Perutku sakit, tolong"
Alex pun berteriak " Dokter"
Dokter beserta perawatnya pun datang , segera memeriksa keadaan janin .
"Ada kontraksi " teriak Dokter itu pada perawatnya .
"Tolong sakit" Renata terus merintih .
"Mengapa tiba-tiba ada kontraksi" Alex merasa gelisah , bicara dalam hati.
"Nyonya bernafaslah perlahan , ikuti saya" Dokter itu terus mengarahkan .
Masih terdengar rengekan Nata . Boy memperhatikan sikap Alex yang tak biasa ," Ia begitu gelisah karena wanita itu" ujarnya dalam hati.
"Sepertinya Nyonya akan melahirkan" seorang perawat bicara pada Alex ,
" Apa ??" Alex terkejut mendengarnya .
"Bayi nya akan lahir prematur , tapi anda jangan khawatir bayi nya sangat sehat, dan berat badannya pun bagus " Dokter bicara dengan menenangkan Nata.
Dokter membantu persalinan, hingga bayi itu lahir.
Terdengar tangis bayi dari dalam kamar , Alex terkejut mendengarnya , dan bahagia seolah dialah ayahnya.
Renata masih terkulai lemas , Alex menengok nya , dan melihat bayi mungil yang lahir dengan sehat.
"Sungguh lucu dan tampan" ucapnya .
Renata belum tahu jika bayi yang ia lahirkan adalah laki-laki .Ia masih menduga jika bayinya adalah perempuan.
Ditempat lain Bob merasa tidak ada lagi harapan, meskipun jasadnya Nata tidak ditemukan ,dan ia masih mencoba mencari keberadaan Nata. Akan tetapi Ibu dan yang lainnya tetap mendesak , agar Bob segera menggelar upacara pemakaman ,atas mendiang istri dan anaknya .
"Bos, anda harus segera bersiap" Al memintanya , Dan Bob menepis lengannya.
Bob pun berdiri ,melihat sudah banyak tamu yang akan melayat.
Mereka berdatangan, ikut mendoakan dan menunjukkan turut berduka cita pada mendiang Nata dan anaknya.
Bob masih tidak percaya , kejadian-kejadian rumit yang datang akhir-akhir ini pada kehidupanya, juga akan mengancam istri dan anaknya .
Bob bertekad membongkar dan mencari pelakunya , beberapa nama tersangka sudah dikantonginya.
Alex kian serakah, ia semakin tidak ingin melepaskan Nata , nampak Alex begitu menjaga bayi Nata .
Boy hanya diam memperhatikan ulahnya .
" Tuan, bolehkan aku bertanya ?" Boy memberanikan diri mendekatinya .
"Siapa wanita dan anak ini? apa hubungannya dengan anda?"
Boy adalah orang terdekat dan orang kepercayaan keluarga Alex. Hingga ia sudah tidak canggung lagi pada Alex.
__ADS_1
"Dia anakku" Alex menyeringai senang ,
Boy memalingkan muka , pergi meninggalkannya .