Terpaksa Nikah

Terpaksa Nikah
????


__ADS_3

Renata membawa makanannya yang baru, menyajikannya di meja (bukan meja kerja), Bob menatapnya dari meja kerjanya.


"Aku pamit sebentar, untuk menghadiri kelas ke kampus"


Bob hanya terdiam melihatnya, Renata pun pergi .


Setiba di kampus, Renata berjalan dengan renungan, hingga pelajaran pun ia masih memikirkannya, kejadian tadi , "Dila wanita kurang ajar itu, dia tidak bisa dibiarkan , tidak perduli siapa dia , aku tidak takut menghadapinya "


Usai pelajaran, Renata berniat untuk kembali ke kantor. bergegas membereskam buku dan alat tulisnya .


"Nat" Roy memanggil Renata, yang ternyata diam-diam mengikutinya dari sejak meninggalkan kelas


"Roy"


"Hari ini kamu sibuk?"


"Ya, aku akan pergi bekerja"


"Dengan pria itu?"


"Maksudmu?"


"Pria kasar yang mengikutimu ke kampus?" lanjut Roy. Renata agak terkejut mendengarnya,


"Roy, itu bukan urusanmu"


"Nat, kumohon kamu jangan pergi bersamanya" memegang lengan Renata .


"Nat, tidakkah kamu tahu, jika aku peduli padamu" , Roy meninggikan suaranya, Renata melepaskan genggamannya Roy.


"Lantas apa yang harus aku lakukan?"


Roy terdiam ,


"Setidaknya aku tidak kasar seperti nya"


Renata tidak paham, dengan apa yang ingin Roy katakan.


"Roy, apa yang kamu inginkan?"


"Nat, apakah hidupmu begitu berat?" Roy bicara dengan terbata-bata.


"Itu bukan urusanmu" Renata pergi mengacuhkannya,


"Tidak, sekarang menjadi urusanku" lagi-lagi Roy meninggikan suaranya ."Aku ingin melindungimu".


Renata terkejut, terdiam karena mendengarnya, iapun menghentikan langkahnya. Roy berjalan perlahan mendekatinya.


"Nat, maafkan aku yang telah lancang mengakui, jika aku selama ini menyukaimu". Roy bicara dengan begitu gugup.


"Dan kamu si pemilik uang pinjaman itu?" ,tiba-tiba Renata mengungkitnya.


"Maksudmu?" tanya Roy


"Aku sudah tahu, jika uang yang ku pinjam dari Intan adalah milikmu"


"Kamu!!"


"Terima kasih Roy"


"Nat,aku .. aku tidak bermaksud untuk"


"Kita adalah teman, dan akan selalu teman, terimakasih atas segala perhatianmu,dan maafkan aku ,aku tidak bisa membalas perasaanmu, permisi"


"Nat, tidakkah kamu ingin memikirkannya lagi?"


"Roy kembalilah, cari lah yang pantas untukmu" Renata berjalan meninggalkan Roy.

__ADS_1


Sungguh Roy sangat kecewa, dia terdiam termenung melihat Renata yang berjalan pergi, hingga ia tak terlihat lagi.


Renata menghentikan langkahnya setelah ia jauh dari Roy, terdiam merenung , "Aku sendiri tidak tahu apakah yang aku lakukan ini adalah benar ,namun saat ini aku tidak punya pilihan lain,maafkan aku Roy"


Setiba dikantor, Renata membuka pintu, sudah mendapati Bob yang menatapnya ,


"Maaf aku sedikit terlambat"


"Kita akan pergi melakukan perjalanan bisnis"


"Kapan?"


"Dua jam lagi"


"Mengapa mendadak"


Bob menatap dengan tatapan tajam , seolah dia tidak menyukai omongannya dibantah.


"Bersiaplah" Bob beranjak dari tempatnya, meninggalkan Nat dalam ruangannya .


"Apa yang harus aku siapkan? Dan berapa lama perginya?" Renata bergegas menemui Al.


Dalam pesawat,


"Dia tertidur" ,Renata memandangi Bob yang duduk disampingnya.


"Dia sungguh tampan", Renata sangat memperhatikan paras Bob, hidung yang mancung, bibir yang merah muda dan tipis , ketampanan seperti bunga.


"Terlihat begitu lembut" Renata menyukai memandangi Bob yang sedang tidur.


"Mengapa hanya kita berdua, mengapa sekrearis Al tidak ikut"


"Karena dia memiliki pekerjaan lain"


"Ini???" Tiba disebuah hotel .


"Tunggu, mengapa kunci nya cuma satu"


"Mengapa? kamu keberatan?" ,Renata tidak bisa menjawabnya.


"Aku akan mandi, 2 jam lagi kita akan bertemu klien "


Renata hanya memandanginya saja .


Renata melihat Bob yang keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk ,berbalik tidak ingin melihatnya ,


"Kamu tidak akan mandi?" tanya Bob


"Apa?? hmmm , ya aku juga akan mandi"


"Tunggu" Bob menghentikan langkahnya,


"Ya" Renata refleks berbalik,


"Ahhh" berteriak, berbalik kembali tidak ingin melihatnya. (Bob sudah melepas handuknya ,ia hanya memakai ****** ***** pendek, bertelanjang dada).


Bob terkekeh, "Kenapa terkejut melihat suamimu seperti ini?" , bicara dengan melihat pada penampilan dirinya sendiri.


Bob mendekat, berbisik "Nanti aku akan menunggumu dibawah"


Renata memejamkan matanya, merasa geli.


Bob tersenyum dan Renata segera pergi masuk kamar mandi.


"Deg" Renata memegang jantungnya,


"Oh tidak ,Jantungku sampai berdebar" membayang kan kejadian tadi.

__ADS_1


Bob sengaja melakukan itu, memberikan tempat pribadi untuk Renata.


Bob meminta pramusaji meyiapkan makanan untuknya .


Renata sudah bersiap, berjalan mencari Bob , Bob tersenyum melambaikan jari-jarinya, dia bergaya seperti sugar daddy , sungguh mempesona.


"Terimakasih" Bob bicara pada pramusajinya, Renata menatapnya dari atas sampai bawah, betapa kerennya dia ,dan dia memang selalu keren, karena dia adalah Bos.


"Kita makan dulu" Bob mempersilahkan Renata untuk makan .


"Berapa lama kita disini?"


"Setelah urusan kita selesai,kita boleh pulang, atau kamu masih ingin disini? berjalan-jalan atau .."


"Tidak ! kita pulang saja"


Bob terkekeh seraya memotong potongan dagingnya ,memikirkan hal yang mungkin dipikirkan Renata,


"Aku tidak ingin berlama-lama bersamanya, apalagi diam dalam satu kamar" Renata bicara dalam hatinya, seraya memperhatikan makanannya.


"Kamu tidak lelah?"


"Tidak"jawab Renata


Bob tersenyum , baru saja kesepakatan telah dibuat bersama para kliennya . Bob sungguh profesional , dia menghadapi kliennya sendiri, dan dengan begitu jelas dia yang mempresentasikan nya sendiri . Bob sungguh bertalenta dalam pekerjaannya juga sebagai Bos, sungguh terpercaya. Renata menatap Bob , larut dalam pikirannya .


"Ahhhh" suara menguap, Bob memejamkan matanya lagi , dia lagi-lagi tidur dipesawat . Kini Renata sungguh mempertikan bibirnya yang begitu tipis , ada sebuah hasrat , namun apa ?? tidak mungkin jika aku ingin itu!?, memalingkan wajah, melihat kejendela pesawat.


Bob diam-diam membuka matanya perlahan, menoleh kearahnya, tersenyum , sadar jika Renata memandanginya tadi .


"Ini cukup larut" Renata berjalan menuruni tangga pesawat .


Al menunggu untuk menjemputnya .


"Apakah berjalan lancar?" Al bertanya pada Bob.


"Ya, dan aku begitu lelah" bicara dengan suara parau,


Renata menatapnya .


Setiba dirumah, Renata cepat-cepat turun dari mobil , begitu tergesa-gesa , Bob merasa heran .


"Tunggu" melihat Renata yang berjalan pergi hendak meninggalkannya.


Renata berbalik, "Bantu aku" , dengan tegas Bob memintanya,


"Bantu , bantu apalagi?" Renata bergumam sendiri , berjalan menghampiri Bob . Bob keluar dari mobil, lengannya ia gantungkan pada pundak Renata,


"Apa ini??" Nat dalam hatinya ,


"Ayo"


Renata agak kesal ,"Mengapa dia harus berjalan dengan dipapah begini, aku rasa dia baik-baik saja ,manja"


"Tidak aku ingin kekamar"


Bob bicara saat dia akan dibawa duduk ke sofa . Al tersenyum , berjalan mengikuti, seraya membawa beberapa barang.


Bob dipapah sampai dalam kamar, Renata pun pamit dari kamarnya .


"Huuh" Membuang nafas ,Renata merasa lelah dan pegal pada pundak nya.


Pungak-pinguk , melihat ada yang aneh dalam kamarnya, ada beberapa barang yang tidak ada ditempatnya .


Segera beranjak dari ranjangnya , "Kemana??, dimana" (mencari) ,membuka isi lemari (kosong).


"Apa???dimana , dimana baju-baju ku" Renata sungguh panik . Bertanya-tanya ,kemana barangnya, dan apa yang terjadi .

__ADS_1


Bob didalam kamar yang hendak berganti pakaian . Membuka lemari, melihat isi lemari yang nampak berbeda dengan isi lemarinya . "Ini, apa ini?" terkejut, menyadari jika itu pakaian wanita, ada pakaian wanita dalam lemarinya .


__ADS_2