
"Al aku , aku tidak bisa tidur satu ranjang denganmu" ucap Nata,
"Aku akan tidur dibawah" Renata nampak bingung , karena tidak ada tempat lain maupun sofa dikamar itu .
"Tidak perlu ,tidurlah , aku akan tidur ditempat lain" , Alex pun pergi dari kamarnya .
Renata sangat gugup , dan begitu cemas . Akhirnya Alex mengalah pergi , meski ada perasaan bersalah pada diri Nata, karena secara tak disengaja mengusirnya .
Alex dia duduk di sofa ruang tengah , sambil merokok.
Alex memikirkan sikap Bob yang baru saja dia lihat tadi .
Alex sangat takut , jika Bob benar-benar mengambil Raka , juga Renata darinya .
"Mengapa aku kembali membawanya , seharusnya aku membawanya lari jauh , jauh sekali " Alex mengeluh.
"Alex" Ayah memanggilnya ,
"Ayah"
"Apa yang kamu lakukan disini?"
"Aku, aku sedang merokok ayah" jawab Alex segera dengan tegas.
"Ooh, cepat kembali kekamarmu, temani istrimu"
"Baik Ayah" , Alex asal menjawab.
"Kalau begitu , cepat pergilah" Ayah yang masih melihat Alex tetap disana .
"Emmm, aku" Alex mencoba menghindar .
"Cepat- cepat, jika perlu buatlah satu lagi cucu untukku yah, dan Raka akan tinggal menemani Ayah"
"Ayah " Alex ,berusaha mengelak lagi.
"Cepat sana" Ayah mendorongnya, melihat nya berjalan hingga depan pintu kamar .
"Cepat masuklah" bisik Ayah.
Alex pun tak memiliki pilihan lain , dia masuk kedalam kamarnya .
Renata dia terbangun , "Kamu kembali?" tanya nya.
"Aku akan tidur bersamamu malam ini"
"Tapi" Renata terperanjat mendengarnya ,
"Syuut , diamlah , Ayah berada diluar"
Renata melotot , "Aku tidak berbohong" tegas Alex .
Alex bersembunyi dalam selimutnya , "Tidurlah, aku tidak akan menyentuhmu , terkecuali jika aku sedang tidak sadar" canda nya ,
Renata perlahan memukulnya , Alex tersenyum pada Nata.
Keduanya tak dapat memejamkan mata , Renata tidur membelakanginya . Tampak jelas punggung Renata dihadapannya , tengkuk leher yang bersih ,rambut yang terurai , cukup menggoda Alex .
__ADS_1
Rasa kelaki-lakiannya muncul . Alex mendekati Nata, saat Nata mulai mengantuk dan memejamkan matanya.
Tanpa disadari Nata, jika Alex sudah berada didekatnya , perlahan jari jemarinya membelai rambut Nata, Alex sangat ingin menciumnya . Dan Alex pun diam-diam dan perlahan mengecupnya , Renata masih tidur nyenyak, dia tidak merasakan apapun . Alex kini dia menginginkan bibirnya Nata, lagi diam-diam dan perlahan Alex mengecupnya , dan kini Alex lepas kendali . Ia teralu lama mengecupnya . Entah bagaimana Renata bisa terbangun dan menyadarinya .
Renata terkejut setelah membuka matanya, Alex sudah berada diatasnya, ia tampak memejamkan matanya , mencium dirinya . Dan Alex terkejut saat membuka matanya, Renata sedang melihat padanya. Renata pun dengan cepat mendorongnya. Bruk ... Terdengar suara keras terjatuh . Alex ia terjatuh.
Renata terkejut , dan segera melihat Alex yang kesakitan dibawah ranjang. Renata menyadari apa yang sudah terjadi, dan apa yang sudah Alex lakukan padanya . Renata pun diam tak menegurnya, namun kini dia lebih berhati-hati .
Renata beranjak dari tempatnya .
"Tunjukkan kamar lain disini"
"Uuh " Alex terbangun, memegang pinggangnya
yang sakit.
"Tidak ada, kamar tamu sedang direnovasi, begitu juga kamar ini " Alex melihat yang sofa biasa nya ,kini tidak ada.
"Jika begitu, tunjukkan kamar Dita, aku akan tidur malam ini dengannya"
"Tidak boleh" sahut Alex sembari naik kembali ke ranjangnya .
Renata nampak marah, kini dia kesal.
"Kalau begitu aku akan meminta Boy untuk mengantarku pulang" Renata bicara gugup terbata-bata.
"Dia tidak disini" jawab Alex
"Sudah tidur saja " Alex mengacuhkannya , Renata marah memaksa diri keluar dari kamar .
Alex melihat dan dengan sigap mencegahnya .
"Ahh" , jerit Nata , Alex menyeretna ke ranjang .
"Aku bisa melakukannya jika aku mau, meskipun kamu berontak sekuat tenaga , tidak akan ada orang yang menghiraukanmu, dimana pun aku bisa melakukan apa yang aku inginkan padamu " Alex nampak berbisik , tubuh Nata gemetar mendengarnya .
Nata mendorongnya "Aku akan tetap pergi" Nata hendak meninggalkannya.
"Kumohon , jangan membuat keributan lagi . Oke maafkan aku , aku berjanji tidak akan melakukannya lagi" Alex ia tampak lemas mengatakannya.
Renata pun menyerah . Dia kembali berbaring diranjangnya , dan tak ingin memejamkan matanya .
"Apa yang aku lakukan padanya , apakah dia tersinggung? dia benar , dia bisa melakukan apapun kepadaku, tapi sampai saat ini, dia masih menjagaku dengan baik , bagaimana jika aku telah menikah dengannya , hal itu cepat atau lambat pasti akan terjadi juga ,hanya tinggal waktunya saja "
Alex terus menatap punggung Nata .
"Bagaimana mungkin seorang pria normal, bisa diam saja melihat wanita tidur disampingnya" Alex pun lemas memikirkannya , tak ingin melihatnya lagi . Iapun membalikkan badan memunggungi Nata.
Bob pun, tak dapat tidur ia memikirkan hal gila antara Renata dan Alex , pikiran itu menancap jantungnya .
"Rasanya aku telah terbunuh" mengusap airmata yang tak sengaja menetes.
Keesokan pagi , Ibunya Bob terus mempertanyakan ucapan Alex tempo hari , "Benarkah jika Renata dan cucuku masih hidup? tetapi mengapa Bob tidak bicara dengan jelas saat itu, dan mengapa dia tidak cepat menjemputnya , malah bicara lupakan saja pada, ada apa dengan anak itu" Ibu bicara dalam hati , sembari menyiram bunganya ditaman.
"Nyonya" pengurus rumah memanggilnya , Ibu terkejut.
"Ada apa?"
__ADS_1
"Ini ada kiriman dari Keluarga Barack" , Ibupun membukanya . "Ini hadiah pakaian untuk pernikahan nanti" ucap Ibu dalam hati .
Waktupun terus berlalu , sisa beberapa hari lagi mendekati tanggal pernikahan .
Renard dia sudah tidak kuat menahan dan bersembunyi lagi , akhirmya dia ada menghubungi Dila .
"Halo" suaranya begitu parau
"Siapa ini?" jawab Dila , Renard memakai nomor lain yang baru.
"Ini aku, aku butuh uang"
"Bukankah aku sudah cukup membayarmu!" ketus Dila.
"Sebaiknya kamu beri apa yang aku minta, jika tidak"
"Kamu mengancamku?" Dila tampak berbisik
"Ya,cepatlah , nanti aku akan mengirim nomor rekeningku segera padamu"
"Brengsek" Dila sangat marah,
"Berapa yang kamu inginkan?"
"5 milyar lagi"
"Gila, uang sebanyak itu darimana"
"Terserah ,kamu harus mengirimnya segera"
"Tunggu kamu dimana sekarang?"
Tuuut , bunyi telpon sudah terputus .
"Kyaaa" Dila berteriak,
"Sial" nafasnya menderu , ia sangat marah .
Tring , suara pesan masuk . Dan itu pesan dari Renard, dia mengirimkan nomor rekeningnya .
"Dimana dia ? akan ku bunuh kamu" kecamnya.
Renard dia berjalan dengan keadaan sakau , dia tidak dapat mengontrol diri lagi, segera ia menyuntikkan sejenis narkoba kedalam tubuhnya .
"Wanita itu membuatku jadi bersembunyi seperti ini , ini sama sekali tidak nyaman, tapi ini adalah kesempatan emas bagiku, untuk mendapatkan uang dengan mudah" Renard menyerengeh.
******
Ditempat lain Sharon , wanita yang merasa dirinya dicampakkan .Ia sudah mendengar jika Bob akan menikahi Dila , Sharon melihat wajah wanita itu di social media, Wanita yang datang mengancamnya. Sharon menyadari jika ia telah salah , berharap pada pria milik wanita lain .
Ia sedang mengemas semua barangnya .
Sharon memanggil taxi untuk mengantarnya ke bandara , namun Sharon berniat pamit lebih dulu pada Ibunya Bob .
"Nyonya" panggil pengurus rumah. Ibunya Bob segera menoleh setelah dirinya terpanggil .
"Sharon" Ibu segera menghampirinya, setelah melihat Sharon . Ia berdiri bersama pengurus rumah yang mengantarnya masuk kedalam.
__ADS_1
Ibu terisak sangat haru melihatnya. Ibu memeluknya.