
Al pergi ketempat kejadian lagi, menyisir munkin ada kamera lain yang dapat dijadikan bukti . Ia mengajak seorang teman dari kepolisian.
"Mengapa kamera disemua tempat tiba-tiba tidak ada, dan tidak menampilkan kejadian saat itu "
"Ya kamu benar"
"Apa disana ada kamera?"
Al menunjuk pada sebuah tiang listrik .
"Kita periksa saja"
Temannya polisi itu dibantu dua orang ahli memeriksanya , kata salah seorang ahlinya mengatakan jika disana terdapat kamera, namun itu kamera yang sangat kecil , dan dikhawatirkan hasilnya tidak akan jelas .
Namun Al terus meminta tolong padanya , agar dilihat rekamannya,
Keesokan harinya, sang teman menghubunginya,
"Al bisakah kamu kemari untuk melihat"
"Baik aku akan segera kesana"
Al pun menemui temannya, dan disana ada seorang ahli juga .Al melihatnya dengan seksama. Hasil nya masih tidak jelas, namun Al tetap penasaran .
Rekaman itupun terus diputar, nampak mobil itu menabrak, segera melejit kabur masuk ke sela -sela mobil lain hingga tak terlihat lagi . Beberapa kali rekaman itu di putar maju mundur lalu diperlambat .
Terlihat sedikit plat nomornya namun sangat buram, gambarnya kabur .Mereka terus menduga duga angka dan hurufnya . Al terus berfikir mobil siapa itu. Dan siapa pengemudinya.
Meminta memperjelas pengemudinya, Al merasa tidak asing dengan orang itu , mencoba mengenali kembali mobilna dengan spesifik. Al pun menyerah karena sulit.
Keesokan harinya Dila menuju kantor , dia dengan kesal ingin menemui Bob, Dila berpakaian sangat seksi, rambut nya terurai panjang, memakai rok pendek, baju tak berlengan,berwarna hitam. Semua menatapnya karena Dila sangat cantik.
"Bilang pada bosmu aku akan menemuinya" Dila bicara pada Al dengan kecus.
"Beliau tidak sedang tidak ada"
Dila tidak mempercayainya, dan mengganggap Al bicara omong kosong.
Membuka pintunya, dan benar Bob tidak berada di ruangannya.
"Katakan dimana dia?"
Al hanya diam , Dila yang masih marah tak dapat meluapkan kemarahannya, ia pun pergi bersama asistennya. Asisten itu menatap pada Al , dan Al pun memperhatikannya .
Al pun duduk kembali ditempatnya , melupakan kejadian tadi.
Disaat ia akan mengetik dikomputernya, Al teringat sesuatu dengan wajah orang itu, Al segera pergi meninggalkan pekerjaannya , menemui temannya dan kembali melihat rekamannya lagi , kini ia minta diperbesar dan diperjelas lagi resolusinya.
Dan tertangkap wajah orang itu, supir Dila. Setelah merasa yakin Al meminta orang menggambarnya dengan spesifik lagi sesuai dengan yang ada di kamera ,untuk menjadi bukti.
Al pun dengan cepat menuju tempat dimana Dila , Al berencana masuk kedalam rumahnya .
Dibantu pembantu pemilik rumah, Al pun dapat masuk kerumah tersebut. Al meminta nya untuk menunjukkan dimana garasi mobilnya .Namun Al tidak memilihat mobil yang sama.Lalu menanyakannya "Apakah Nona memiliki mobil lain selain ini?"
Dan pegawai itu pun mengatakan ya ada , dan beberapa hari yang lalu Dila mengirim mobilnya masuk ke bengkel, dan Al menanyai alasan apa mobil nya dibawa ke bengkel, pegawai itu tidak tahu alasan jelas nya karena apa, namun katanya ruksak.
Al pun segera mengecek ke bengkel yang dimaksud , dan memeriksanya, bertanya pada pegawai bengkel.
Pegawai bengkel pun menunjukkannya, dibantu temannya Al dari kepolisian , sungguh jelas , mobilnya nampak sama dan ada kerusakan penyok pada bagian depan mobil .
__ADS_1
Dengan bukti itu Al segera melaporkannya, dengan mobilnya sebagai bukti.
Teman Al dari kepolisian itupun menjadi saksi, segera berangkat untuk menindaknya.
Al dengan cepat, pergi menemui Bob yang sedang berada di Rumah sakit, dan melaporkan hasilnya .
"Apa??" Bob sangat terkejut .
"Ayo kita pergi"
Bob dan Al pergi menuju kantor kepolisian. Melihat Dila dari tiang jeruji besi,
"Bob, cepat lepaskan aku"
Bob tersenyum sinis "Kalian pantas mendapatkannya"
"Bob, aku adalah teman ayahmu" dibalik jeruji lain nampak Ayahnya Dila.
"Hukum mereka dengan pantas" Bob berjalan pergi mengacuhkan ocehan mereka.
Bob sangat berterimakasih pada Al juga teman yang sudah membantunya .Bob menjanjikan bantuan tak terkecuali, apapun itu kepadanya. Dan ia pun sangat berterima kasih.
Keluarga yang tak tahu, hanya mengira jika Renata sedang sibuk dan sedang pergi liburan bersama teman-temannya.
Ibu nya Bob, baru mengetahui bahwa adanya keributan ,yang terjadi beberapa hari kemarin dikantor, orang kepercayaannya melaporkan.
"Apa???" Ibunya nampak kesal,
"Cepat kita temui dia" Ibunya Bob bergegas ingin menemuinya .
"Dimana dia?" Ibunya Bob menelpon pada Al.
"Katakan kalian dimana?"
"Maaf nyonya silahkan" Al segera memberikannya pada Bob
"Hallo Bu"
"Dimana kamu?"
"Aku sedang diluar"
"Temui Ibu sekarang"
"Baik"
Mereka pun bertemu di sebuah resto secara privacy.
"Katakan apa yang terjadi, apa benar kamu pergi disaat perusahaan kita sedang anjlok?"
"Itu tidak benar Ibu"
"Lalu yang orang-orang katakan, jika kamu beberapa hari tidak ada itu kamu dimana?"
"Aku sedang mengerjakan proyek yang lain"
"Ibu ingatkan ,jangan pernah kejadian itu terulang kembali ,kamu mengerti"
Bob mengangguk Ibupun beranjak dan pergi.
__ADS_1
Bob kembali ke kamar hotel nya untuk sementara waktu, kamar yang nampak sunyi, setelah beberapa lamanya ia tak mengisi kamar itu.
Bob pun terbaring diranjangnya , tertidur sesaat .
Nampak handphonenya bergetar, ada panggilan masuk dari Rumah sakit .Dan nampak beberapa panggilan tak terjawab.
Bob terbangun melihat waktu yang sudah larut , pergi mandi ke kamar mandi . Dan bel kamarpun berbunyi . Dengan masih menggunakan kimononya Bob membukanya ,
"Bos" Al nampak tergesa-sega, seolah ada hal penting yang ingin ia sampaikan.
"Apa" Bob yang tak tahu masih santai mengeringkan rambutnya menggunakan handuk.
"Nyonya Renata, dia sudah sadar"
Bob terperanjat mendengarnya,
"Apa??"
"Ya, beliau sudah sadar"
Bob pun cepat-cepat berpakaian , ingin segera tiba di Rumah sakit.
"Al aku saja yang bawa mobil" Bob nampak buru-buru.
Setiba dikamar, Nata sedang dibantu beberapa perawat melakukan pemeriksaan.
Dan setelah selesai mereka pun meninggalkan Nata.
Bob melangkah mendekat, dengan hati-hati ia menghampirinya,
"Kamu baik-baik saja?"
"Apa masih merasa sakit? terus tanya nya.
Renata menatapnya "Kamu siapa?"
Bob tercengang mendengar itu,
"Aku??? kamu tidak mengingatku??" tanya nya.
Renata menggelengkan kepalanya .
Bob merasa penasaran, ingin cepat bertemu dokter, dan menanyakannya .
"Suster, aku ingin bertemu Dokter"
"Dokter siapa?"
"Dokter yang mengurus istriku Renata"
"Oh ya sebentar , saya akan menelpon nya"
"Tuan, silahkan Dokter ada diruangannya" kebetulan Dokter yang ikut bertanggungjawab mengurus Renata, sedang lembur.
"Baik, terimakasih"
"Sama-sama" jawab Suster .
Al mengawasi Renata diruangannya, Nata nampak acuh . Al merasa tidak menyangka jika kecelakaan itu, hingga menyebabkan Nata hilang ingatan.
__ADS_1