
"Aku sudah tidak sabar , ingin bertemu anak dan istriku, meskipun anakku masih berada dirahim istriku, tapi aku merasakan sentuhannya" Perasaan Bob menggebu-gebu . Siang ini adalah jadwal kepulangannya .
Mereka sudah selesai berkemas , Al membawakan beberapa barangnya . Mereka berjalan dibandara , bersiap menaiki pesawat.
Semuanya terasa akan berjalan baik-baik saja . Bob maupun Al bernafas lega, karena hari ini mereka akan pulang, lebih cepat dari waktu yang diperkirakan.Sang pilot bersiap menerbangkan pesawatnya .
Ditempat lain , "Kamu sudah yakin ? , kalian sudah menjalankannya dengan baik?" .Seseorang bicara pada bawahannya.
"Tentu saja" jawab bawahannya.
Pria itu menyerengeh jahat. Entah apa yang sedang ia rencanakan.
Dalam penerbangan, pesawat terbang dengan baik . Beberapa saat lagi pesawat bersiap untuk mendarat.
"Kapten , apa terjadi masalah?" tanya co pilot pada kaptennya .
"Celaka" tiba-tiba sang kapten berkata .
Co pilot bersama pilot keduanya menjadi panik.
"Apa yang terjadi?" tanya nya.
"Rodanya macet "
"Apa ? bagaimana ini bisa terjadi ?"
co pilot segera memberi peringatan pada seluruh penumpang .
"Bos apa yang sedang terjadi?" tanya Al , "Janganlah panik , berdoa saja"
Keadaan darurat, semua penumpang bersiap untuk pendaratan darurat
"Tunggu , akhirnya kita berhasil "
"Kapten" co pilot terperangah sangat senang Akhirnya mereka berhasil mendaratkan pesawatnya . Semua orang sangat senang .
Pesawat pun dapat mendarat dengan baik, semua orang bernafas lega.
Namun kepanikan itu terdengar media , hingga pilot, beserta staff lainnya berusaha untuk diwawancarai dan dikejar kejar pewarta media.
"Sebaiknya kita bergegas cepat" pinta Bob
"Baik" Al segera menyiapkan kendaraannya .
Dalam perjalanan perasaan was-was itu masih terasa , Bob dan Al berkata-kata , seandainya kecelakaan itu benar terjadi, entah apa yang akan terjadi pada hidup mereka.
"Lain kali kita siapkan pesawat kita sendiri "
"Baik"
Semua orang dirumah sangat khawatir , Renata segera menyambut, saat Bob sudah berada di halaman rumah . Ia bergegas memeluknya , "Aku takut, sangat takut" Terdengar suara mendesah Nata .
"Kamu menangis?" tanya Bob
Renata menundukkan kepalanya, tak ingin menunjukkan wajahnya .
Bob berfikir , bagaimana mungkin bisa terjadi kelalaian, pada maskapai penerbangan pesawat itu, yang dikenal sangat komersil.
__ADS_1
Ditempat lain , pria yang berniat jahat sangat marah " Sial, kalian katakan semuanya akan berjalan baik, lihat mereka berhasil lolos"
"Maaf tuan"
"Mengapa tidak kalian ledakkan saja pesawatnya , kalian begitu bodoh , disaat ada kesempatan emas untuk mencelakainya " pria itu begitu marah, nafas nya menderu .
"Tidak akan ku biarkan kalian hidup tenang"
*******
"Bagaimana situasi perusahaan saat ini?" tanya Nata
"Baik, semuanya membaik" Bob bicara dengan tatapan serius .
"Rupanya masih banyak orang yang ingin puas padaku" lanjutnya dalam hati.
*****
Waktu terus berlalu , Di suatu pagi , "Kakak biar aku menemanimu" terdengar suara Daniel ,tiba-tiba ia sudah berada dibelakangnya .
Renata menoleh , dan melihat seseorang gadis disampingnya ,
"Kamu" bicara pada Daniel,
"Ya , aku sengaja kemari untuk menemuimu"
"Oh " Renata melihat pada gadis itu,dan gadis itu menyapanya .
"Dia adalah teman ku" , Daniel berbisik pada Nata untuk mengingatkannya .
Renata baru menyadari jika gadis itu adalah adiknya Alex. Ia tersenyum membalas menyapanya.
"Aku hanya akan berjalan-jalan , dan mampir ke toserba yang dekat, untuk membeli sedikit barang"
"Mengapa harus jalan, tidak diantar supir?"
"Tidak perlu, sekalian menggerakkan badan saja" ucapnya.
"Baiklah kami akan temani " Daniel bersama Dita menemaninya.
"Kakak berapa usia kandunganmu saat ini ?"tanya Dita mengakrabkan diri.
"Sekarang memasuki 7 bulan atau 28 minggu"
"Oh" Nata dan Dita tersenyum bersama.
Ditempat lain , masih ada sosok yang belum puas ,
"Wanita itu sering pergi keluar sendiri" seorang mata-mata bicara pada atasannya.
"Bagus"
"Kita tidak bisa melukai nya,tapi kita bisa lukai apa yang jadi kesenangannya " pria itu tertawa ,
"Tuan maksud anda?"
"Bodoh, kamu tidak mengerti?" bicara pada seorang pria yaitu sekretarisnya.
__ADS_1
"Maaf" , pria itu tidak mau bertanya lagi .
Pria misterius itu memanggil mata-matanya untuk mendekat, dan membisikkan rencananya.
Dan seseorang telah datang , "Dimana Ayahku?" tanya wanita itu , wanita yang sama yang pernah mematai Nata, saat keluar dari toserba membeli susu.
Dila dia telah kembali , merasa sudah terhina beserta ayah dan kerabatnya, berniat membalas dendam .
Dila berjalan , menemui ayahnya "Selamat siang Ayah" sapanya.
Dila mendengar rencana jahat Ayahnya , dia sangat senang dan merasa puas , berharap rencananya kini berhasil .
"Sampai kapan pun, takkan ku biarkan kalian hidup bahagia" menyerengeh jahat.
"Kaka, apakah sudah selesai" tanya Daniel
Renata mengangguk , Dita membantu Daniel membawa barang belanjaan . Renata berjalan lebih dulu . Seketika setelah itu ,tepat dihadapan Dita dan Daniel tiba-tiba datang sebuah mobil berhenti tepat dihadapan Nata, dan memaksa Nata masuk kedalam mobilnya . Melihat kejadian itu Dita dan Dan Daniel sontak teriak dan mengejar mobil tersebut, namun apalah daya , tidak ada kendaraan yang bisa mereka pakai untuk mengejarnya . Beberapa orang pun hanya melihatnya .
"Cepat lihat plat nomornya" teriak Daniel begitu panik .
"Ayo kita pergi ke kantor polisi" , Danielpun segera memberi kabar pada Bob.
Sungguh terkejut Bob mendengarnya , ia segera pergi dari tempatnya , ditemani Al .
"Bos apa yang akan kita lakukan?"
"Cari tahu kejadian sebelumnya, apakah ada orang yang mencurigakan mengikutinya?"
"Siapa orang yang berniat mencelakai istriku? apa maunya orang itu?".
Al terdiam memperhatikan, Bob yang sedang berfikir keras.
Renata terbius , tak sadarkan diri, ditempat lain yang sepi sudah menunggu Dila .
Dila sangat menantikan kejadian ini.
Mobil yang membawa Renata berhenti tepat dihadapannya , pria didalam mobil itu keluar .
"Bos" menyapa pada Dila, Dila berjalan menghampiri mobil tersebut , dan menengoknya , melihat Nata yang pingsan.
"Sudah seharusnya kamu tidak ada" bicara dengan puas.
Dila memberi perintah untuk segera laksanakan, pada orangnya .
Selain itu ,tak terduga ada sebuah mobil datang , bersembunyi melihat dari jarak yang tidak jauh .
"Siapa mereka?" tanya pria dalam mobil itu .
"Mengapa pria itu meninggalkannya? apa rencana mereka ?" , melihat tiba-tiba mobil yang berjalan sendiri , tanpa rem .
"Celaka, Nata ada disana" Alex , dia sangat panik setelah berusaha mengejar mobil penculik Nata .
Sebelumnya ia berniat mengawasi Nata saja dari jauh , karena ia merindukannya . Namun tak disengaja ia pun melihat aksi penculikan itu.
Mobil itu terus bergerak , jalanan mulai menurun "Celaka mobilnya akan jatuh ketebing" Alex terus berfikir , bagaimana ia bisa menyelamatkannya . Beruntung Dila dan komplotannya segera pergi , karena takut ada seseorang yang melihat mereka . Alex pun segera menancap gas mobilnya , mencoba mencegah mobil itu terjatuh ke jurang .
Ckiiit, mobil nya terpalang menghalangi mobil Nata , sekuat tenaga ia mengerem agar tak terdorong. Dan mengganjal rem mobilnya . Alex pun dengan cepat keluar , berlari menghampiri mobil Nata ,
__ADS_1
"Nata" Alex berteriak dan berhasil menariknya dengan cepat , tubuh Nata begitu berat . Hampir saja Alex tidak berhasil mengeluarkan nya , mobil nya terus terdorong hingga kedua mobil itu benar-benar terjatuh ke jurang . Dan terdengar suara ledakan .