
"Ibu terimakasih sudah menghubungiku" Bob datang menjemput Renata .
Renata menatapnya , ia pun pamit pulang pada Ibu .
"Aku mengirim pesan padamu" Bob berbicara didalam mobil , seraya mengemudikannya.
Renata acuh, melihat pemandangan malam kota dari arah samping kaca mobilnya .Bob melihat sikap yang aneh pada Renata .
Renata segera masuk kedalam kamar, setelah sampai didepan rumah.
"Apa yang terjadi padamu??" tanya Bob didalam kamar .
Renata yang terbaring diranjangnya berbalik , tak ingin menatapnya .
Bob duduk menghampirinya , tepat disampingnya ,
"Kamu tidak ingin bicara?"
Renata masih terdiam , mengelak .
Bob menghembuskan nafasnya , tak ingin memaksanya lagi .
Dikampus , untuk terakhir kalinya .
"Minggu depan kita wisuda" teriak Unge bahagia ,
Renata melihat Roy yang sedang berjalan ke arah lain nampak acuh , namun ada Alex yang duduk ditaman beserta teman-temannya menatap padanya.
"Dia begitu cantik" gumam Alex , Alex berniat menghampirinya ,
Unge dan Renata pergi berkeliling disekitar ruangan kelas , mengobrol dengan beberapa teman , dan masuk ke ruang perpustakaan .
"Hai" sapa Alex ,tiba-tiba disampingnya , Renata terkejut .
"Apa kabarmu? apa baik-baik saja?"
Renata berniat acuh, namun memikirkan kebaikannya pada Daniel tempo hari . Renata tersenyum "Baik, terimakasih"
Renata berlalu, "Tunggu" lagi-lagi Alex menangkap lengannya .
"Maaf" Alex melepaskannya, setelah Renata menatapnya tidak senang.
"Apa kamu ada waktu luang siang ini?" tanya Alex , namun Renata tiba -tiba mual .
"Kenapa?" Alex dengan sigap
"Aku baik-baik saja"
"Wajahmu pucat" celoteh Alex , Renata segera pergi mencari Unge, dan menghampirinya. Unge tampak tersenyum melihat Renata, "Kamu sudah selesai?" tanya Renata . Unge mengangguk . Renata mengajaknya pergi ,
"Setelah ini kamu mau kemana?" tanya Unge .
"Jika kamu luang, kita akan pergi makan bersama"
"Siapa saja?" Renata balik bertanya
"Aku tidak tahu siapa saja yang akan datang, yang jelas anak-anak satu kelas kita"
"Oh"
"Ayo kapan lagi kita berkumpul bersama " bujuk Unge , Renata tersenyum mengangguk .
Treet bunyi klakson mobil Alex melewati Unge dan Renata , "Huh" Unge melihatnya sinis, lalu masuk kedalam mobil.
"Nat, kamu tahu kemarin si Alex baru saja menolak cewek"
__ADS_1
Renata hanya diam, Unge menatapnya "Hei" membangunkannya ,
"Daritadi kamu melamun saja" serengeh Unge
"Apa rencanamu setelah lulus?" tanya Renata tiba-tiba
"Mungkin aku akan melanjutkan usaha ayahku"
"Baguslah" Renata meremas roknya , ia membayangkan setelah lulus dirinya hanya mengasuh bayi.
"Ini dia tempatnya" sorak Unge
"Eh , itu" Alex melambaikan tangannya pada Unge dan Nata.
"Nat, awas kamu jangan dekat-dekat sama si Alex" Unge melihat Alex dengan tatapan jijik.
"Hai" beberapa teman menyapa , tersenyum pada Unge dan Nata. Alex terus menatapnya.
"Kamu terus melihatnya, kamu suka" tanya teman Alex. Alex tersenyum ,namun tatapan teman Alex bertanya tertuju pada Unge , berfikir Alex menyukai Unge.
"Rani, kamu mengundangnya?" tanya Unge melihat pada Alex
"Siapa" Rani melihat arah tatapan Unge
"Alex?" tanyanya
"Dia , mungkin diajak oleh.." melihat teman disampingnya, "Kiki !? ya munkin dia diajak oleh kiki"
"Menyebalkan" Unge tampak tidak suka .
"Nat kamu harus berhati-hati" Unge terus mengingatkan.
"Hai" ,Roy datang duduk diantara mereka .
mereka tegur sapa nampak canggung.
Selain itu dikantor , Bob merindukan Renata ,hendak melakukan panggilan telpon , Hp Renata berdering, dan ia melihat Suamiku memanggil , kontak yang Bob namai sendiri.
"Halo" jawab Nata
"Kamu dimana sekarang?" tanya nya
"Aku masih dikampus"
"Baiklah, sampai jumpa dirumah" Bob begitu lembut bicara padanya .Renata cukup senang.
Unge dan teman-teman lainnya memainkan beberapa permainan, permainan kejujuran dan kata bersambung.
"Unge ,lagi ,lagi" sorak teman-temannya. Renata tidak ikut bermain, karena tantangannya yang kalah harus minum .
"Sudah hentikan, kamu nanti mabuk" bujuk Renata
Unge tertawa senang , tidak menghiraukan ucapan Renata.
Alex menatapnya dari arah depan, mereka duduk berhadapan .
"Ada yang kamu cemaskan?" bisik Alex, Renata canggung untuk bicara padanya , "Aku ingin pulang lebih awal"
Alex pun mengerti , "Teman-teman ,aku ada kepentingan keluarga, ibu ku tadi menelpon" teriak Alex pada teman-temannya.
"Kawan, jangan pergi dulu" gumam temannya disamping , seraya merangkulnya.
"Aku tidak bisa menolak panggilan Ibu ku , maaf" ,Alex memberi kode pada Renata dengan tatapannya ," Aku juga pamit ,pulang lebih awal, karena aku tidak ikut bermain"
"Tentu saja kamu boleh pulang cantik" sahut Kiki
__ADS_1
"Dasar pemabuk" Alex menggodanya , Renata pun pergi bersama Alex .
"Tunggu" Unge beranjak dari kursinya , mencoba mencegah Renata pergi bersama Alex , namun teman-temannya ,mengerubutinya , ia tak bisa bergerak dari sana , mereka tak ingin Unge pergi .
Roy yang baru keluar dari toilet, menyadari jika Nata begitu juga Alex tidak ada, ia melihat kearah Unge , Unge segera memberitahunya untuk mengejar Nata dan Alex , Roy pun menurut apa kata Unge .
Namun setelah keluar dari cafe , mereka sudah tidak terlihat . Roy mengambil Handphonenya ,
"Kamu dimana sekarang? apa kamu bersama Alex?"
Roy bicara dengan cepat
"Iya aku bersama Alex"
"Turunlah,aku akan menjemputmu, biar aku yang mengantarmu pulang"
Renata menoleh pada Alex ,yang duduk disampingnya . Alex nampak pasrah.
"Tidak, aku baik-baik saja bersamanya, kamu jangan khawatir"
"Apa!" Roy nampak heran, Renata memutus panggilannya .
Alex merasa tenang, melihat reaksi Renata yang sudah mulai terbuka padanya .
"Banyak yang bilang aku playboy , seperti yang kamu dengar, namun sesungguhnya aku tidaklah seperti itu" Alex menyerengeh
"Banyak wanita yang suka dan mengejarku, namun aku yang dikatai playboy" ,bicara dengan menegaskan , tertulis di jidatnya "Aku bukan playboy" ,Renata tertawa membayangkannya .
"Eh kamu tertawa" celoteh Alex senang melihatnya ,
"Kamu sangat cantik" bicara dengan tiba-tiba, mengejutkan Nata.
"Terima kasih" Renata tersenyum senang, kemudian ia melihat sebuah gerobak juice di pinggir jalan , sungguh menyegarkan gumamnya dalam hati.
"Kamu lihat apa?" tanya Alex ,
"Minum jus itu seperti nya menyegarkan"
Alex tersenyum , dan mencoba berhenti mendekati gerobak itu .
"Eh, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Nata , Alex hanya tersenyum keluar dari dalam mobilnya , menghampiri pedagang itu , dan tampak ia memesan dua cup jus.
Renata sangat senang . Tanpa disadari Nata dari arah sebrang ,jalan yang berlawanan, lalu lintas sedang macet, dan Bob tepat berada disampingnya , namun begitu jauh , ia melihatnya, Alex masuk kedalam mobil dan tertawa senang bersama Nata .
Al melihat wajah kekesalan pada Bob.
"Bos, untuk rencana besok" mencoba mengalihkan perhatiannya, "Kita putar balik" pinta Bob.
Alex mengantar Renata kerumah Ibunya, sebelumnya ia bertanya " Hari ini aku antar kamu kemana?"
Renata menoleh , "Kerumahku"
Alex tersenyum kecil "Yang mana?"
Renata nampak heran dengan pertanyaan Alex , "Kamu lupa malam itu aku mengntarmu ke kosan"
"Oh" Renata baru mengingatnya ,
"Itu benar, kamu sudah mengetahuinya"
"Jadi??" tanya Alex
"Ke rumah Ibu saja"
Renata enggan kembali dulu ke kosan , mengingat sebelumnya yang terjadi dikamar itu, membayangkan ia pertama dapat perlakuan itu dari Bob.
__ADS_1