Terpaksa Nikah

Terpaksa Nikah
Bella


__ADS_3

"Ibu ada apa pagi-pagi menyuruhku kemari?"


Ibu hanya menggelengkan kepala, tak ingin menatapnya.


"Sayang" Bella memanggilnya


"Bella"


"Aku kemari untuk memperkenalkan diri pada Ibu"


Bob terkejut, tiba-tiba mendapati Bella dirumah.


"Kalian duduklah ,mari kita sarapan terlebih dahulu".


Bob terus menatap Bella , "Bella kamu sungguh berniat"


"Bu aku pamit antar Bella pulang"


"Baik, pergilah, setelah itu kembalilah"


"Baik bu"


Selama mereka duduk bersama dimeja makan , Bella terus menunjukkan sikap kemesraan dan perhatian kepada Bob, dan Ibu tidak menyukainya.


Bob kembali kerumah , dan Ibu sudah duduk menunggunya , meminta penjelasan dari Bob.


Bob pun mengakui mengencani Bella ,


Ibu cukup mendengar semua penjelasan Bob , dan Ibu meminta Bob segera memutuskan Bella.


Al sesekali memperhatikan Bob di sepanjang jalan menuju kantor, melihat ada sesuatu yng ia pikirkan.


Dirumah Renata berjalan mondar-mandir ,berpikir bagaimana cara ia mengakhiri sandiwaranya .


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, Renata menyadari kepulangan Bob, segera menjalankn rencana , berpura-pura sedang mengepel lantai .


Bob nampak akan masuk membuka pintu , Renata segera bergegas berjalan mendekat kearah pintu, dan tanpa disengaja Bob membuka pintunya,lalu membentur kepala Renata, yang sebenarnya itu disengaja oleh Nata, Renata terjatuh kejedot pintu, dan terpeleset oleh lantai yang licin baru di pel.


Akting yang sempurna , meraung kesakitan , berpura-pura pingsan . Bob terkejut mendapati nya .


"Sayang, bangun, Renata bangun" ,Renata nampak tak bereaksi .


Bob segera memangkunya masuk kedalam mobil.


Sesekali Renata mengedipkan matanya, melihat situasi , dirinya sedang dibawa masuk keruang inap , oleh beberapa perawat . Bob sangat heran, merasa jika kejadian tadi bukanlah hal yang serius , namun mengapa Nata bisa jatuh pingsan .


Dokter, segera datang untuk memeriksa , Renata membuka matanya, melihat disana tidak ada Bob .


"Dokter, dimana orang yang membawa saya?"


"Maksudnya suami anda?"


Renata mengangguk , "Dia sedang menunggu diluar"


"Tolong, tolong saya, bilang jika keadaan saya sudah pulih, saya sudah tidak amnesia lagi"

__ADS_1


Dokter merasa heran, sejak kapan Nata amnesia, menyadari saat ia berpura-pura setelah sadar dari komanya .


Dokter tersenyum , juga beberapa perawat yang bersamanya . Bob nampak penasaran mengintip dari pintu, sayang Renata tak terlihat, terhalang oleh badan Dokter.


Bob merasa cemas, Dokter pun keluar dari ruangannya , "Bagaimana Dok keadaanya?"


Dokter tersenyum, tidak memahami permainan apa , yang pasangan ini lakukan .


"Semuanya baik-baik saja " menepuk nepuk pundak, Perawat mengatakan "Nyonya boleh pulang besok"


Renata meminta untuk tinggal semalam di Rumah Sakit.


Bob masuk, Renata nampak tertidur , Bob mengelus dan mencium keningnya .


Ditempat lain, Bella dirumahnya, meminta keluarga nya datang menemui Ibunya Bob, ingin hubungannya segera disahkan .


Keesokan nya, yaitu pagi hari Renata bangun dari tidurnya, namun tidak melihat Bob disampingnya. Tak lama Bob masuk membawa bubur kesukaan Nata , Bob tersenyum melihatnya,segera membuka buburnya yang masih panas , ingin menyuapi .


"Aku sudah ingat sekarang" ,tiba-tiba Renata mengatakan itu, dengan wajah yang serius.


"Apa?" Bob keheranan,


"Aku sudah tidak amnesia" celotehnya


Bob menahan untuk tidak tertawa, "Hmmm , lalu?" tanyanya.


"Apa yang kamu lakukan disini ? aku tidak butuh perhatianmu"


Bob terdiam , menaruh sendoknya.


Hati Renata sebenarnya menggebu-gebu, takut jika ia melakukan kesalahan . Merasa yakin jika yang ia lakukan adalah tepat.


Renata hanya menatapnya, Bob kemudian berdiri, nampak akan menunjukkan taringnya , "Baiklah, jika kamu telah sadar , kamu tahu siapa aku? dan apa posisiku?" , Renata terbelalak mendengarnya , Bob memperjelas pertanyaannya dengan gestur maupun mimik wajahnya.


Renata nampak kaku "Nata dasar bodoh, apa yang akan kamu jawab" bicara dalam hati,


"Bos"menjawab dengan ragu .


"Baiklah, jika kamu tahu itu, terimakasih kamu telah sadar, jadi aku harap kamu segera mengingat apa yang sudah aku lakukan selama kamu sakit dan disini, kamu pasti sudah tahu jawabannya" Bob nampak ingin mengerjainya lagi.


Renata duduk menganga "Tidak disangka jika itu yang akan ia katakan" dalam hatinya , merasa dirinya telah kacau, mengacak-ngacak rambutnya .


"Mengapa jadi begini" murang-maring sendirian . Sedangkan Bob tersenyum berjalan melenggang keluar dari ruangannya .


Renata pulang sendirian, pulang ke kos an .


Mengambil handphone menelpon Ibu , untuk bertanya kabar.


Selain itu dikantor , Bob hanya duduk termenung .


Bella, mengirim pesan jika ia datang bersama orangtuanya kerumah Ibu nya. Bob terkejut setelah membaca pesannya . Segera menelpon Bella ,


"Hallo" Bella senang karena Bob telah terpancing.


"Kamu dimana?"tanya Bob serius dan tegas.

__ADS_1


Bella mengubahnya, menjadi panggilan video , memperlihatkannya.


Bob melihat bangunan rumahnya ,dan nampak kesal.


"Apa lagi yang akan kamu lakukan?"


"Lihat saja ,aku menunggumu (berbisik pada handphonenya)"


Bob langsung terperanjat pergi menemuinya . Bella tersenyum puas , ada sesuatu yang ia rencanakan.


Ayah dan Ibu Bella nampak senang, berkunjung ke rumah kediaman keluarga Bob. Ibu nya Bob sangat terkejut, dengan kedatangan orangtua Bella, yang datang secara tiba-tiba.


"Bella, ini?"


"Ibu maaf, ini orangtuaku, mereka sangat ingin berjumpa Ibu" bicara dengan wajah manja.


Ibunya Bob nampak kesal, namun tak dapat ia perlihatkan didepan orangtuanya Bella.


"Silahkan masuk" Ibunya mempersilahkan mereka masuk .


Bob sangat tergesa-gesa menyetir ,ingin segera sampai.


Setelah sekian lama, Bob berlari keluar dari mobil dengan nafas terengah-engah , nampak Ibu dan orangtua Bella duduk berkumpul , Ayah Bella sangat senang bertemu Bob , dan menyapanya.


Bob, menunjukkan keramahannya , meminta untuk bicara berdua saja bersama Bella, orangtuanya mengijinkan, tanpa merasa curiga apapun.


Bob menarik lengannya dengan kasar, dibelakangnya (orangtua Bella). Bella merasa tidak nyaman, namun ia biarkan.


"Apa yang kamu rencanakan?"


Bella , menaikkan bahunya, Bob tidak memahaminya .


"Katakan, apa maksudmu?" Bob bertanya kembali,


"Kamu akan mengetahuinya , sebentar lagi" Bella mendekat, dan berbisik ditelinganya. Kemudian tersenyum jahil, pergi meninggalkannya.


Ayah Bella meminta pernikahannya dipercepat, Ibunya Bella mencoba menahan untuk tidak membantah dulu. Nampak memegang dadanya.


Ayah tersenyum melihat Bella, yang lebih dulu masuk . Bob masih diluar , nampak kacau "Bagaimana aku bisa menikahinya" memikirkan Nata,


Bob masuk, menatap Ibu, dan melihat Ibu yang nampak marah .


Disela-sela itu, Ibu menjawab pembicaraan Ayah Bella hanya dengan senyuman.


Tak lama, orangtua Bella pun memohon ijin pamit untuk pulang . Ibunya Bob tak berhenti melototinya , setelah kepergian orangtua Bella.


"Ibu dengarkan aku dulu" merengek , Ibu berjalan mengacuhkannya.


Bob mengikutinya sampai kamar.


"Ibu aku mohon, jangan acuhkan aku" duduk berlutut dibawah kaki Ibu.


"Apa yang akan kamu lakukan sekarang?" tanya Ibu, bertanya mengenai apa yang baru saja dibicarakan kedua orangtua Bella.


"Aku akan menolaknya" jawab Bob,

__ADS_1


"Bodoh, mereka bukan orang sembarangan, kamu akan jadikan dia Dila kedua?"


"Aku sudah memikirkannya, Ibu jangan khawatir" Bob mencoba meyakinkan.


__ADS_2