
"Apa yang telah ku lakukan? Sungguh memalukan" Claire mengeluh sendiri.
Claire berpikir mengapa Bob tidak tertarik sedikitpun padanya, dia bertanya-tanya .
"Apakah dia tidak normal?? , tidak itu mustahil ,jika tidak normal mana mungkin ada Raka".
*******
"Ibu aku titip dulu si kembar ya, aku akan mengantar makanan dulu untuk Raka, dan mampir untuk mengunjungi Unge"
"Nat, jangan lama-lama ya"
"Baik Ibu" , Nata pun segera pergi pagi-pagi sekali.
Sesampainya dirumah Bob,
"Apa mereka masih tidur?" gumam Nata.
"Selamat pagi" ucap Nata.
"Ya, pagi" Claire segera menoleh dan melihatnya.
"Pagi" Nata tertegun setelah melihat Claire.
"Claire??"
"Hai, apakabar"
"Apa yang sedang kamu lakukan disini? Maaf tidak sopan bertanya"
"Tidak apa, Hmm.. Aku kebetulan menginap disini , jadi aku sedang membuat sarapan untuk Bob juga Raka" Claire tersenyum pada Nata.
"Oh begitu" , Nata masih menjingjing bekal makanannya.
"Oh , kamu membawa sesuatu?" tanya Claire.
"Tidak ini bukan apa-apa"
"Kamu akan menemui Raka?" tanya Claire lagi
"Ya, tapi sepertinya dia masih nyenyak tidur"
"Mau aku bangunkan?"
"Tidak, tidak perlu, biarkan saja , mungkin lain kali aku akan menemuinya lagi"
"Ok, baiklah" ucap Claire.
"Baiklah, kalau begitu saya pamit, permisi"
"Ya ,bye"
Nata pun pergi . Sepanjang jalan ia hanya merenung.
"Sejak kapan Claire menginap? Apakah dia sering menginap? , Ah sudahlah , aku tidak perduli" Nata pun pergi masuk kedalam mobilnya.
Tujuan berikutnya adalah Unge.
"Apa dia sekarang baik-baik saja?" , tiba-tiba teringat bekal makan. Melihatnya.
Nata berniat memberikannya pada Unge, mengambilnya dan turun dari mobilnya.
"Unge .. Nge" Nata tidak melihat Unge dikamarnya. Mencari ke kamar mandi.
"Nge.." , Unge tampak lemas.
"Kepala ku pusing sekali, dan sangat mual"
"Ayo aku bantu kamu duduk, kamu sudah makan?" tanya Nata.
Unge menggelengkan kepalanya.
"Kalau begitu makanlah, setelah itu minum vitaminnya"
Unge pun mengangguk .
"Banyak sekali" ucap Unge
"Cepat makanlah, kamu harus makan banyak"
"Tapi aku mual, dan pusing sekali, tidak ada nafsu untuk makan Nat"
"Ayo paksakan ,kamu harus mau makan"
"Nat bukankah usia kehamilanku masih sangat dini?"
"Ya" , Lalu Unge tiba-tiba berdiri dan loncat-lonat ditempat.
"Unge apa yang kamu lakukan?"
"Aduh" terjatuh karena lemas.
"Apa yang kamu lakukan?"
"Nat, aku tidak ingin hamil"
"Nge, jangan katakan itu , itu tidak baik"
"Aku tidak mau hamil" Unge pun menangis dipelukan Nata.
"Aku mengerti" Nata mengelusnya.
__ADS_1
"Nge , kamu harus tetap makan, ingat semua atas kehendaknya , kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, kamu tidak perlu mengkhawatirkan itu sekarang , saat ini pikirkan dulu keadaanmu"
Unge pun mengangguk.
"Kalau begitu, cepat makanlah"
Unge pun mau makan disuapi Nata.
*******
"Bob kamu sudah bangun? Lihatlah apa yang ku buat" Bob malah merasa heran mengapa tidak ada Nata datang.
"Ini kamu yang buat?"
"Ya, cobalah"
Bob pun duduk dikursinya , mencicipi makanan yang disiapkan Claire.
"Enak"
"Benarkah?" Claire sangat senang dengan pujian Bob.
"Aku akan bangunkan Raka" Seru Claire.
"Jangan, biar aku saja"
Claire terdiam, dia hanya menatap Bob yang berjalan pergi ke kamar Raka.
"Sayang, jagoan Papa ayo bangun"
Raka memeluknya.
"Ayo bangun, mandi, lalu sarapan"
"Mama, sudah datang?"
"Tidak, belum"
"Aku malas untuk bangun"
"Eh Raka, cepatlah bangun, nanti Mamamu akan segera datang"
"Benarkah?"
"Tentu, Mamamu selalu datang"
"Ok" ,Raka pun segera beranjak dari ranjangnya, bersemangat.
Setelah berkumpul dimeja makan.
"Ini apa?"
"Ini .." Claire bicara,
"Apa??" gumam Claire dalam hati.
"Hmm.. Tapi masakannya agak berbeda" gumam Raka.
"Hei , anak kecil kamu tahu apa !? Cepat makan"
"Baik"
Raka terdiam sejenak,
"Kenapa?"
"Uek" Raka cepat memuntahkannya di wastafel.
"Raka kenapa?"
"Aku tidak suka rasanya, aneh"
"Raka tidak boleh berkata gitu, ini buatan Mama Raka" , Claire sedikit kesal. Dia menggebrak mejanya , dan pergi ,meninggalkan meja.
Bob tidak nyaman dengan sikap nya, menyusulnya.
"Tunggu sebentar" bicara pada Raka.
"Claire" Bob menangkap lengannya.
Claire tidak berkata-kata, namun terlihat berlinang air mata.
"Claire" Bob memeluknya, dan Claire terisak menangis dipelukannya.
"Maafkan aku" gumam Bob.
Bob menjadi bingung sendiri, dan hanya dapat menyalahkan diri sendiri.
"Aku ingin Raka menyukaiku" gumam Claire.
"Aku tahu, aku mengerti"
Raka diam-diam melihatnya, dan dia sangat marah pada Claire.
"Ayo" ,Bob mengajaknya kembali ke meja makan.
Clairepun menurut, dengan cepat Raka pun kembali. Dia duduk dengan kepala yang tertunduk.
"Raka ,maafkan Papa meninggalkanmu, nah sekarang ayo kita lanjutkan makannya"
"Aku sudah tidak mau" Raka pun pergi masuk kedalam kamarnya. Bob dan Claire tertegun.
__ADS_1
Raka anak sekecil itu merenung, dia tidak memahami sikap orang dewasa. Mengapa Papanya bersama Claire, dan Mamanya bersama Alex. Raka begitu sedih.
Claire bersikap manis lagi, dia menawarkan makanannya, dan menyuapi Bob. Mereka terlihat begitu harmonis.
"Aku akan kembali nanti sore" ucap Claire.
Bob tersenyum padanya.
*******
Alex dia hanya merenung dikantornya,
"Tuan, ini" Boy datang memberikan beberapa berkas padanya.
"Simpanlah" , Boy pun pergi. Dan Alex melihat berkasnya.
Setelah beberapa lama, Alex menelpon Nata,
"Kamu dimana?" tanyanya.
"Aku bersama Unge"
Alex tertegun sejenak ,"Dia baik-baik saja?"
"Ya, dia baik-baik saja, tapi sebaiknya kamu datang , hiburlah dia"
"Mengapa harus aku?"
"Mengapa?? Kamu lupa perbuatanmu padanya?" Nata mulai kesal.
Alex pun memutuskan telponnya.
Setelah pekerjaan selesai, Alex pun pergi seorang menemui Unge.
Nata sudah kembali beberapa jam lalu.
"Kau" Unge terkejut melihat Alex datang muncul di depan kamarnya.
Alex berjalan menghampirinya, duduk diranjangnya.
"Bagaimana keadaanmu?"
"Aku baik-baik saja" Unge membuang muka.
Alex membalikkan dengan tangannya, membelainya wajahnya. Mereka bertatapan sangat intens.
Alex, dengan ragu, pelan-pelan mendekat dan mencoba ingin menciumnya. Unge dia hanya diam, tidak menolaknya. Unge apa dia kembali, kini dia menerima Alex.
Alex terkejut dengan reaksinya , mereka pun berciuman .
*******
"Nat, apa hari ini kamu bertemu Raka?"
"Ya bu"
"Ibu rindu sekali, ingin bertemu" keluh kesah Ibu.
"Ibu ingin menemuinya?"
Ibu mengangguk.
"Besok aku akan mengajakmu bertemu dengannya"
"Benarkah?" Ibu sangat senang.
"Ya" Natapun mengangguk.
*******
Bob mengantar Claire ke bandara.
"Bob, aku masih merindukanmu" gumam Claire, ia pun memeluknya lagi. Bob mendekapnya.
"Aku akan menjemputmu nanti"
"Benarkah?"
"Ya" , Bob mengecup keningnya. Dan Claire memeluknya sangat erat.
Caire pun pergi .
Bob menelpon Nata segera,
"Datanglah kerumah, Raka sedang merajuk, seharian dia tidak mau makan"
Nata terkejut mendengarnya.
"Apa?? ,aku akan kesana"
Nata bertanya apakah dirumah Bob ada bahan makanan untuk dimasak?, Bob katakan ada, dia akan membeli beberapa bahan makanan di toserba terdekat.
Sepulang mengantar Claire, Bob mampir sebentar membeli beberapa bahan makanan.
Nata dia sampai, berbarengan dengan Bob.
"Kenapa kamu tadi tidak datang?"
Nata tertegun, apakah Claire tidak memberitahunya.
Nata tidak bicara, mereka hanya berjalan buru-buru masuk .
__ADS_1
Nata memasak dan Bob hanya melihatnya di kursi , sedangkan Raka dia asyik mengganggu Nata .
"Pemandangan yang sangat indah" gumam Bob dalam hati.