
"Unge , tenanglah"
"Tidak, aku tidak ingin hamil"
"Unge, tenanglah" Nata terus mendekap dan memeluknya.
******
Nata menemani Unge pulang , keluar dari Rumah Sakit. Nampak Alex sudah berdiri diparkiran . Alex membuka mobilnya.
"Darimana dia tahu, jika hari ini Unge boleh pulang?" gumam Nata dalam hati.
Alex mengantar Unge dan Nata kerumah Unge.
Selama dalam mobil, mereka hanya diam tak berkata-kata. Nata hanya sesekali menatap Alex dari kaca spion.
" Alex dia terlihat begitu gelisah, dan kemana perginya Boy ataupun supir , mengapa Alex dia bersedia menyetir secara pribadi untuk kami?" tanya Nata dalam hati.
Alex tidak berani menatap Unge maupun Nata.
Nata mengantar Unge sampai masuk kedalam kamarnya.
"Nge,bolehkah aku tinggal sebentar? aku ada sedikit urusan, selagi kamu istirahat" ,gumam Nata. Unge mengangguk . Alex masih diam berdiri disana disudut tembok.
"Bisakah kamu menemaninya?" tanya Nata.
Alex dia acuh tak menjawab apapun . Namun Nata tidak perduli . Dia meninggalkan mereka berdua.
Unge dia masih diam membisu , juga Alex mereka terasa sangat canggung . Perpisahan terakhir yang mereka sepakati , tidak tahu akan berujung seperti saat ini. Kini Unge malah hamil.
"Kamu jangan khawatir , aku akan aborsi" ucap Unge. Perkataan itu menarik perhatian Alex ,
"Aborsi??" Alex melangkah mendekat.
"Ibu macam apa yang ingin membuang anaknya?"
Unge tercengang mendengar Alex mengatakan itu
"Lantas apa yang akan kita lakukan dengan anak ini?" tanya Unge.
"Biarkan saja dia hidup, aku akan merawatnya . Anggap saja aku meminjam rahimmu"
Tes ... Unge meneteskan air matanya , ia tertunduk tak kuasa menahan tangisnya.
"Baik , sekarang kamu boleh pergi, aku hanya ingin tinggal sendiri" , Alex pun dengan egois tidak menghiraukannya .Ia pun keluar dan pergi.
******
"Bob" Nata masuk kedalam rumah mencarinya.
"Disini" Bob dia baru saja mandi.
"Aaa" teriak Nata karena terkejut , ia segera berbalik
"Apa yang kamu khawatirkan? aku masih memakai handuk , aku tidak sedang telanjang" berbisik mendekat pada Nata. Dan itu kian mengejutkannya .
"Ada apa denganmu" teriak Bob yang heran dengan sikap Nata yang berlebihan .
Dan Sy**t .. Saat Renata berbalik ,handuknya lepas terjatuh.
"Aaaa" teriaknya lagi , dan kini Bob pun ikut terkejut dan segera menarik handuknya dan memakainya.
Renata tak ingin melihatnya, segera pergi, namun Bob menahannya .
"Hap" tangannya tertangkap dan menariknya , terjatuh dipelukannya.
"Kemana kamu akan pergi?" mereka bertatapan sangat dekat. Jantung Nata berdebar cepat.
"Lepaskan aku" Renata segera menjauh.
"Ada apa denganmu, seperti baru lihat saja" Bob menggodanya.
"Kau, mengapa kamu ceroboh, tidak mengunci rumahnya?"
"Untuk apa? aku tidak kunci karena tahu kamu akan datang" serengeh Bob.
__ADS_1
Drttt... Drtttt.. ada panggilan masuk.
Bob mengambil Handphonenya ,yang tergeletak diatas meja, dihadapannya.
"Claire"
"Baik, kita akan bertemu nanti sore" , Bob memutus telponnya.
"Kamu pergilah pakai baju , aku akan menunggumu diluar" , Natapun duduk menunggunya.
"Apa yang ingin kamu bicarakan?" Nata bicara setelah melihat Bob keluar.
"Aku akan menyuruh Al menjemput Raka dan.. " , Bob menghentikan ucapannya , melihat pada Nata.
"Dan apa?"
"Kamu yakin memutuskan menikah dengan Alex?"
"Itu bukan urusanmu"
"Bagaimana jika aku tidak bersedia bercerai denganmu?" ,
"Kapan kamu akan mengembalikan berkasnya padaku?"
"Nanti saja, setelah semua kebutuhanku terpenuhi, Ah aku punya ide!"
"Apa??"
"5 Tahun lebih dan hampir sedikit lagi 6 tahun, kamu pergi meninggalkanku , bagaimana sebagai gantinya kamu tinggal 60 hari bersamaku"
"Untuk apa?"
"Tentu saja untuk mengembalikan waktu pernikahan kita yang hilang"
"Kamu sengaja ingin menyiksaku kan"
"Apa istriku sudah tidak sabaran?" memegang dagu Nata.
"Tidak bisa, jika tinggal bersama aku tidak bisa"
"Terserah" Nata hendak pergi meninggalkannya . Namun Bob menangkap lengan dan pinggangnya bersamaan .
Mereka berhadapan sangat dekat, Bob perlahan menciumnya .
"Aaa" Bob digigit oleh Nata.
Natapun dengan cepat pergi dari rumah Bob.
"Kurang ajar , dia ini anggap aku apa?!" Nata berjalan dengan sangat marah , berjalan cepat ,masuk kedalam mobilnya. Bob tersenyum melihatnya dari jendela.
******
"Ayah, Ibu perkenalkan dia Bob"
Bob menyapa kedua orangtua Claire dengan sopan.
Ayah Claire sangat senang begitu juga Ibu, setelah mengenal latar belakang Bob yang begitu baik.
"Claire sering membicarakanmu pada kami"
"Ya, kami sangat senang putri kami bisa bertemu pria baik seperti anda" sahut Ibu.
"Terima kasih, tapi aku rasa Claire telah berlebihan"
"Eh, jangan berkata begitu" canda Ayah Claire.
Mereka makan bersama di sebuah restoran .
"Kapan anda akan meminang putri saya Claire?"
"Uhuk" Bob terbatuk mendengarnya.
"Pelan-pelan makannya" Claire memberinya minum .
Bob tersenyum , karena kaget dan Ayah Claire terus menatapnya.
__ADS_1
"Ya , segera "
"Ah Hahaha , ini berita bagus, kamu sungguh-sungguh menyukai Claire ya"
"Ya" Bob menjawabnya dengan santai.
"Bagus"
Setelah makan dan ramah tamah . Orangtua Claire meminta waktu kapan bisa bertemu keluarga Bob.
Dan Bob berjanji akan segera membawa mereka bertemu Ibu.
Claire beserta orangtuanya berpisah. Orangtua Claire segera kembali ke hotel . Karena esok pagi mereka harus segera kembali.
"Bob, bolehkah aku menginap dirumah mu?"
Bob tidak menolaknya, Bob membawa Claire menginap dirumah .
Raka sudah menunggu Papanya dirumah. Dia sedang duduk di sofa ditemani Al.
"Al maaf merepotkanmu" , Al pun pergi setelah Bob kembali.
Raka segera menghampiri Bob, mencium pipinya .
Itu menjadi rutinitas penting untuk menjaga hubungan antara Ayah dan Anak. Bob menerapkannya pada Raka, untuk melakukannya setiap bertemu Papanya.
"Hai" Claire menyapanya.
"Bagaimana sekolahmu?" tanya Bob.
"Baik, seperti biasa saja" Raka nampak acuh.
"Claire, aku kekamar dulu ya , mau ganti pakaian . Oh ya kamarnya disana , gunakanlah untukmu istirahat"
"Baik" Claire tersenyum sangat manis.
Claire menoleh pada Raka, melihat Raka yang masih memusuhi nya.
"Hai Raka, bolehkah aku duduk disini?"
Raka tidak menjawab, dia asyik dengan gadgetnya.
"Apa yang sedang kamu mainkan?" Claire berusaha mendekat.
"Huh" Raka pergi meninggalkannya, rupanya dia masuk ke kamar Bob , menemuinya.
"Papa, apa Claire akan menginap disini?"
"Ya"
"Kenapa?? apa dia tidak punya rumah?"
"Punya , tapi dia akan tinggal satu hari disini bersama kita"
"Bersama kita?? apa Papa benar-benar menyukai Claire?"
Bob tersenyum , seperti mengatakan Ya.
"Aku benci Claire, aku tidak suka Claire , Raka tidak mau tinggal bareng Claire" teriak Raka.
"Raka hentikan" Bob menutup mulutnya.
Namun tanpa Bob ketahui, jika Claire sudah lama berdiri mendengarkan. Dia sangat kecewa dan sedih atas sikap Raka. Claire pergi setelah Bob melihatnya . Matanya berkaca-kaca , Claire terisak .
"Claire" Bob memanggil mengejarnya.
"Claire" Bob menangkapnya, dan Claire menangis dipelukan Bob.
"Tenanglah, aku akan bicara dengan Raka secara perlahan"
Claire memeluknya semakin erat, menangis dipelukan Bob. Raka diam-diam melihatnya . Raka pun sangat kesal dia mengurung dirinya dikamar.
Bob memapah Claire ke kamar nya . Ketika Bob hendak pergi meninggalkannya Claire menahan lengannya , dan Claire kembali berdiri , dan menciumnya . Namun Bob tidak membalasnya , Claire menjadi canggung.
"Maaf, maafkan aku" Claire berbalik menangis karena malu .
__ADS_1
"Tidak apa, istirahatlah" ucap Bob.