
"Oma , om!!" Raka berlari setelah melihat nenek dan pamannya sudah berada dirumah.
"Apa ini mimpi ?" tanya Raka
"Tidak sayang, Oma disini datang untuk menemuimu" mengelus wajah dan rambutnya.
"Papa" teriak Raka.
"Papa, tidak ada dirumah" sahut Omanya.
"Kemana Papa?"
"Papa sedang bersama Mamamu" , Raka tersenyum .
"Hari ini , Raka tidak akan pergi sekolah"
"Mengapa?" tanya Daniel.
"Karena Raka ingin bermain bersama Oma juga Om" memeluk manja dan menciumnya satu persatu . Gelak tawapun bertaburan dirumah itu.
.
"Sayang , tetap lah diam" Bob menarik Nata yang hendak beranjak dari ranjang, memeluknya dengan erat.
"Aku harus melihat bayi-bayiku" serunya , melihat pada dua gunungnya yang basah, dan mengencang.
"Kamu akan menyusui mereka?"
"Ya" tegas Nata ,
"Baik, aku ikut"
Nata menggendong bayinya satu persatu dan menyusuinya.
"Mengapa kamu tutupi begitu , biar aku melihatnya " membuka kain penutupnya.
"Kau"
"Kasihan, anakku nanti tidak bisa bernafas , aku ingin melihat mereka saat menyusu" polos Bob.
Bob melangkah mendekat mencium kening si bayi satu persatu juga Nata ,
"Baru kali ini aku melihat bagaimana mereka menyusu padamu" menitikkan air matanya.
"Aku janji , aku akan membahagiakan kalian"
Nata tertegun , ia pun merasa menyesal, mengapa selama ini menutupi kenyataan jika dia memiliki 3 anak dari Bob.
"Siang ini kita akan kembali ke rumah"
"Tapi apakah bisa?" tanya Nata ragu.
"Kenapa??"
"Kita harus menikah lagi!"
"Kamu ingin menikah lagi?" seru Bob menggodanya.
"Baik, aku akan melamar dan langsung menikahimu hari itu juga"
"Kapan?" tanya Nata.
"Hari ini pun bisa" tersenyum menggoda nya .
"Kau" Renata tersipu.
"Hari ini, mari kita habiskan waktu bersama, jangan bekerja"
"Tapi bosku nanti"
"Aku yang akan bicara " mengecup bibirnya.
"Ayo"
"Apa??" tanya Nata ,
"Bayinya tertidur , aku lapar ,lalu kita kekamar "
"Kekamar ??"
"Ya , aku mau lagi" bisiknya.
"Kau!!"
"Ayoo" Bob menariknya keluar dari kamar si kembar.
Disela-sela waktu makan,
__ADS_1
"Bagaimana apa rumahnya nyaman?" , bertanya pendapat tentang rumah ini.
"Ya" , menyadari sesuatu .
"Kenapa kamu bertanya begitu?"
"Tidak apa!!" jawab Bob santai.
"Pemilik rumah ini adalah teman Daniel, kami menempatinya cuma -cuma " gumam Nata.
"Ini milikmu sayang!" ucap Bob sembari menyuap makanannya.
"Maksudmu?" Nata , kedua mata nya membulat.
Bob diam tersenyum , menunduk .
"Maaf aku hanya dapat memberimu ini"
"Jadi ini rumahmu?" ,
Bob menatapnya , Nata tak dapat membendung rasa harunya . Dia berajak dari kursi dan berpaling, menatap pada jendela.
"Sayang" Bob menghampiri dan mendekatinya , memeluknya dari belakang dengan hangat.
"Kenapa kamu perduli??" Nata dalam isaknya.
"Tentu saja , kalian adalah hidupku"
"Kamu" Nata berbalik dan melihat kearahnya.
Bob memeluk dan membelai wajahnya , sampai ia melum*at lagi bibirnya. ~ lanjut kekamar.
.
.
"Ayo kita temui Raka" ucap Bob , Nata dan Bob menggendong bayinya satu -satu.
"Sayang aku pikir mata dan hidung Joshua sangat mirip denganku , bayi yang tampan" percaya diri , bukan memuji anak ,tapi memuji dirinya sendiri.
"Tapi mengapa rambut mereka berbeda" tanya Bob.
"Cantikku, rambutmu berwarna emas seperti milik Ibumu" gumam Bob pada Chealsy.
.
"Ibu, Daniel" Nata tidak terkejut melihat Ibu yang sudah berada dirumah Bob.
"Maafkan Ibu ya telah meninggalkanmu"
"Tidak apa Bu, Bob sudah menceritakannya"
.
Disisi lain, ada yang masih tersakiti , Claire masih larut dalam kesedihannya , kepergiannya ia tunda , kakinya seolah tak mampu lagi berjalan . (saat itu dibandara) .Claire melamun dan merenung sendirian, terduduk disana .
..."Bob jawablah telponku , aku mohon penjelasan darimu"...
..."Ini permohonanku yang terakhir"...
..."Ini akan berakibat fatal, jika kamu tak datang"...
..."Temui aku, aku menunggumu"...
.
Claire terus memanggilnya, namun telpon Bob mati sampai siang itu , Bob baru mengaktifkannya kembali dan membuka pesannya .
Claire mengirim gambar, yang masih menunggunya dibandara , ia tunjukkan kedua kakinya , disamping kopernya.
"Dimana?" ,Balasan Bob siang itu .
Claire yang lama menunggu sangat senang, mengusap air matanya .
"Aku masih menunggumu disini" dengan penuh harap Bob akan datang. Segera membalas pesannya.
.
"Sayang , aku ada keperluan mendesak (mengecup kening Nata), Daniel titip ya" , Bob pun berpamitan.
Bob hendak menemui Claire.
.
Dibandara , Claire dia masih duduk dikursi lobi penunggu, menunggunya.
"Claire" Bob berdiri dihadapannya.
__ADS_1
"Bob" Claire segera beranjak , berdiri dan memeluknya .
"Aku pikir kamu sudah tidak peduli, dan tidak akan datang" merengek , menangis dalam dekapannya.
"Lepaskan" ,Bob melepas pelukan Claire.
"Sayang" panggilnya kecewa (Claire)
"Apa lagi yang harus ku jelaskan?"
"Bob" Claire masih heran , dan canggung.
"Mengapa kamu begini , mengapa sikapmu berubah begini padaku , apa salahku , aku sangat mencintaimu" bicara dengan rengekan.
"Ikutlah" Bob menariknya berjalan ke sebuah tempat yang lengang.
"Claire , kamu pantas bahagia dan aku bukan yang pantas untukmu"
"Maksudmu" bicara dengan lirih.
"Aku tidak bisa jauh dari Raka dan anak-anakku, aku tidak akan pernah meninggalkannya jauh"
"Bob, kau?"
"Ya , aku mendengar apa yang kamu ucapkan malam itu"
"Tidak, itu tidak benar ,aku sebenarnya sangat sayang sama Raka, aku rela melakukan apapun untuk kalian , aku rela melepas karier ku menjadi model hanya untuk mengurus kalian, aku tidak bicara dengan sungguh-sungguh, malam itu aku hanya sedang cemburu"
"Cemburu??? Pada putranya?"
"Maaf , Bob dengarkan aku sekali ini saja" Claire memeluknya.
"Claire yang dulu aku kenal kemana ?! , aku selalu merasa hangat saat didekatmu, kamu membuatku lupa akan rasa sakitku , tapi ternyata dalam sekejap kepercayaan itu kamu hancurkan"
"Tidak, jangan! Kumohon maafkan aku" memeluknya semakin erat.
"Claire, lepaskan aku, hubungan kita sudah berakhir"
"Jangan! Aku tidak sudi disakiti begini"
"Claire", Claire terus memeluknya, tak ingin melepasnya.
.
Tanpa Bob sadari jika disana terdapat banyak paparazi.
Berita pun bermunculan , Terlihat Bob sedang berpelukan dengan Claire , bahkan berita itu sudah menyebar di media gosip entertainment, seolah sang aktris tidak memiliki privacy lagi .
.
Claire sudah kembali ke tempat tinggalnya , kini ia sedang tinggal dikota J , karena pekerjaan.
Mendengar kabar itu, kedua mata Claire membulat , terkejut dirinya sudah terekspos.
"Baby ada apa ini?" seorang managernya datang.
"Aku, akupun terkejut melihat beritanya"
"Oh sayang, mengapa kencan ditempat umum"
Selama ini Claire mencoba menutup dirinya saat keluar , memakai topi dan tertutup syal , kali ini dia lengah , Claire ingat saat memeluk dan menangis pada Bob topinya terjatuh juga syalnya, melorot.
"Lihat, banyak sekali yang meminta kejelasan pada management" pria yang gemulai itu memainkan jemarinya .
"Loly , ambilkan tabku" , seru Claire.
"Baik nona"
"Baby, berani sekali kamu keluar seorang diri" celoteh managernya lagi.
.
Nata pun terkejut melihatnya ,
"Ini Bob" mengingat pakaian yang sama saat itu Bob kenakan.
"Jadi mereka bertemu" .
Tak lama foto Bob pun bermunculan, disana masih untung wajahnya disensor buram .
Nata meletakkan Hp nya , melihat berita terpanas saat ini, masih jelas menyala dilayarnya.
"Nat" Unge datang menemuinya , dia menunggu Nata di Cafe sebelah kantor.
"Nge" , Nata memeluknya.
"Kamu baik-baik saja ?" tanya nya .
__ADS_1
"Prang" terdengar seseorang tak sengaja menjatuhkan piringnya.