
at memasuki kamar mandi.
Di dalam kamar mandi, Ravka tertegun. Ternyata gadis itu telah menyiapkan air panas untuknya berendam. Ia langsung menghempaskan diri ke dalam bath up yang sudah menampung air panas di dalamnya.
at memasuki kamar mandi.
Di dalam kamar mandi, Ravka tertegun. Ternyata gadis itu telah menyiapkan air panas untuknya berendam. Ia langsung menghempaskan diri ke dalam bath up yang sudah menampung air panas di dalamnya.
at memasuki kamar mandi.
Di dalam kamar mandi, Ravka tertegun. Ternyata gadis itu telah menyiapkan air panas untuknya berendam. Ia langsung menghempaskan diri ke dalam bath up yang sudah menampung air panas di dalamnya.
Ravka berlama-lama menikmati berendam air panas yang sudah ditambahkan dengan eucalhyptus essential oil. Aroma yang kuat dan menyegarkan itu tidak hanya berasal dari air panas di dalam bath up, tapi juga lilin aromaterapi yang sudah dinyalakan oleh Alea di sudut kamar mandi tersebut.
__ADS_1
Sementara di luar kamar mandi, Alea tampak menyiapkan semua kebutuhan suaminya.
"Bi, Mas Ravka biasanya suka warna apa yah Bi?" Tanya Alea kepada Bi Mimah yang sedang memberaskan peralatan makan yang tadi digunakan Ravka.
"Sepertinya biru laut Non, saya sering lihat Den Ravka menggunakan warna itu untuk acara-acara yang penting,"
"Kalau begitu sepertinya ini cocok dan bagus," Ucap Alea seraya memilih pakaian di dalam lemari.
Gadis itu menyiapkan dua setel kemeja lengkap dengan vest, jas, serta celana dengan warna senada. Kemudian menyiapkan satu piyama tidur serta satu setel pakaian santai.
"Sini Non, Bibi bantu bersiap-siap," Ucap Bi Mimah.
"Ga apa-apa Bi, Al bisa kok," Jawab Alea sembari melemparkan senyum yang tidak pernah pudar dari wajahnya.
__ADS_1
"Non Alea juga kan harus bersiap-siap. Non Alea harus berdandan biar kelihatan cantik dan seger," Ucap Bi Mimah mengingatkan.
"Ia, Bibi benar. Setidaknya Al tidak boleh terlihat memalukan bagi Mas Ravka. Kalau begitu Al minta tolong yah Bi," Ucap Alea yang di iyakan dengan senang hati oleh Bi Mimah.
Alea kemudian memilih baju yang akan dikenakannya. Sebuah gaun selutut yang sederhana namun terlihat anggun. Ia kemudian menyapukan Make up di wajahnya. Sedikit lebih tebal dari yang biasanya ia kenakan, tapi juga tidak terlalu menor dan mencolok.
"Bagaimana Bi?" Tanya Alea meminta pendapat Bi Mimah. Dia yang terbiasa meramu make up di wajah pelanggannya tentu dengan cekatan bisa berdandan dengan cepat.
"Cantik Non. Oia Non ini baju yang mau dikenakan Den Ravka yang mana?" Tanya Bi Mimah merujuk dua setel pakaian yang sudah disiapkan Alea di atas tempat tidur.
"Sepertinya yang ini aja deh, Bi. Yang satu lagi disimpan dalam koper saja buat jaga-jaga kalau ada apa-apa disana nanti," Ucap Alea kemudian.
"Baik Non," Jawab Bi Mimah. "Ada yang bisa saya bantu lagi Non?" Tanya Bi Mimah setelah merapihkan semua perlengkapan Alea dan Ravka ke dalam satu koper.
__ADS_1
"Sepertinya sudah Bi. Terimakasih banyak yah Bi,"
"Kalau begitu saya permisi yah Non," Ucap Bi Mimah undur diri dari kamar Ravka sembari membawa nampan berisi piring kotor.