
"Kalian tidak becus" Pimpinan atau ketua pimpinan itu marah ,
"Mana yang kau janjikan? kau begitu lemah" menarik kerah nya Barack
"Kurang ajar, siapa investor asing itu"
Barack , tak mampu berkata-kata melihat kemarahan ketua.
Kini kehancuran berbalik padanya , semua investor yang baru-baru bergabung , kecewa dan ingin menarik modal nya, bahkan saham yang mereka belipun , mereka ingin menjualnya lagi .
Disana lah Alex masuk, melalui kaki tangannya Boy, ia membelinya satu persatu.
"Aku terancam bankrut" teriak Ketua,
"Kita akan cari pinjaman , dan investor lain, anda jangan terlalu cemas" sanggah Barack.
"Aku menyesal mengikuti rencana konyolmu" balik jawaban Ketua.
"Proyek yang kita harapkan, semuanya hilang" Ketua mengecam nya . Nampak matanya membelalak padanya,
"Tahu akan seperti ini, aku tidak akan membantu mu keluar dari penjara" ,Barack diam membisu, nampak keringat dingin keluar dari tengkuk lehernya .
Apa yang dicita-citakan Alex akhirnya membuahkan hasil , pertarungan sengit itu akhirnya berakhir ,
"Tuan, apa kita tidak akan kembali ke negara S ?" tanya Boy
"Ini sudah saatnya kita kembali, mereka harus tahu siapa bosnya" Alex menyeringai bangga.
"Papa" anak yang imut dan tampan, kini sudah 3 tahun , anak Renata yang tumbuh dengan baik , memanggilnya menghampiri Alex.
Renata sudah tidak terkejut lagi, saat putranya memanggil Alex papa.
"Papa lihat mainanku" , Raka menunjukkan mainannya , yang Alex beli.
Raka , Renata menamainya .
"Seandainya ayahmu lihat, betapa tampan dan lucunya dirimu" Renata memperhatikan Raka, yang sedang bercanda gurau bersama Alex.
"Papa, kapan aku diajak jalan-jalan?"
"Kamu mau jalan-jalan?"
"Iya , aku mau" , Renata hanya dapat melihat kepolosan putranya, air matanya menetes.
"Baik, besok Papa akan membawamu ke Taman bermain " Alex bicara dengan tegas
"Hore , asyik , asyik " Raka sangat senang, dia berlari memutari Alex , Alex pun sangat senang dan gemas melihatnya , Alex memeluk dan mengangkatnya.
"Aaaa" terdengar teriakan Raka ,
"Mama ,aku terbang" ,Renata menoleh saat Raka memanggilnya , begitu haru hingga tetesan air mata itu terus mengalir.
Boy hanya menatap dan memperhatikannya.
Di suatu ketika, disaat mereka sedang berdua yaitu Alex dan Boy , Alex memberanikan diri , mengemukakan pendapatnya.
"Tuan, apa anda tidak menginginkan anak dari benih anda sendiri?"
Alex tersontak kaget mendengarnya,
__ADS_1
"Carilah wanita, yang ingin kau nikahi" tambah Boy
Alex melihat padanya , Boy pun sejenak terdiam ,
"Maaf, jika saya sudah tidak sopan"
"Boy kamu tidak hanya bekerja untukku, tapi kamu juga teman bagiku, selama ini hanya kamu yang aku andalkan, jadi kamu jangan khawatir aku tidak keberatan dengan pembicaraanmu"
"Mungkin kamu memang benar, akan tetapi hatiku tidak memiliki wanita lain" lanjut Alex , sembari menatapnya .
"Aku terlanjur menginginkannya" Alex menundukkan kepalanya seolah tak berdaya.
"Bagaimana , jika Raka bertemu ayahnya , saat kembali ke negara S?" tanya Boy.
Tiba-tiba ,darah dalam tubuh Alex naik , wajahnya berubah nampak marah "Hanya akulah yang dapat dipanggilnya Ayah"
Boy, merasa gugup mencium kemarahan pada jawaban Alex.
"Dia hanya akan menjadi milikku" Alex bergumam dalam hati .
Rasanya jantung Alex mendidih , seolah terintimidasi oleh Boy, dia bergerak mencari Nata . Dan nampak Nata dikamarnya seorang diri , ia sedang melihat majalah kesukaannya .
Krak , Alex membuka pintunya , dan langsung masuk. Nata terperanjat , matanya terbelalak melihat Alex begitu saja masuk kedalam kamarnya .
"Alex , apa yang kamu lakukan dikamarku?"
"Nata , menikahlah denganku" Alex tiba-tiba mengampirinya dan mendekapnya .
"Aku mohon , sekali saja lihat aku" Alex nampak memohon .
"Tapi ,aku belum bercerai" Nata lagi-lagi mengatakan itu , saat Alex menginginkannya.
"Apa baik nya diriku untukmu?" tanya Nata .
"Kamu segalanya , segala -galanya , aku tidak ingin kehilanganmu"
"Tapi aku tidak bisa " Renata masih berharap , mengangankan hidup bersama lagi dengan Bob.
"Ini sudah 3tahun , apakah kamu masih mengharapkannya?" Alex sudah dapat menebak perasaan Nata.
"Ya, aku tidak akan meninggalkannya , sebelum mendengar ia bicara padaku"
"Bagaimana jika dia sudah melupakanmu?" tanya Alex, Renata terdiam, menatapnya .
"Kamu sudah mati baginya" Alex menegaskan.
Renata benci mendengarnya , ia pun mendorong Alex.
"Ini semua karena mu, aku benci kamu" Renata menangis .
"Baik , jika kamu masih mengharapkan kembali bersamanya, aku akan membawamu padanya . Namun jika dia telah berpaling , kamu harus kembali padaku" Alex pergi setelah mengatakan itu.
"Apakah benar , yang ia katakan ?" Renata mengusap air matanya.
Alex terdiam sendiri di balkon , nampak ada yang ia pikirkan .Kemarahan, kemunafikan menyelimutinya .
"Tidak , aku tidak akan membiarkannya kembali bersamanya" Alex memukul - mukul tembok dihadapannya .
"Haruskah aku lenyapkan saja dia" memikirkan akan Bob .
__ADS_1
"Apakah aku harus menjadi jahat?" Perasaan gundah , hati yang sangat sakit, karena cinta yang kian tak terbalas.
Alex memutar badan , nampak dalam kaca jendela Raka sedang berlarian , bermain bersama kedua pengasuhnya .
Raka melihat padanya dari dalam , Raka melambaikan tangannya pada Alex. Alex sangat senang, juga sedih ia meneteskan air matanya .
Boy melihatnya , saat hendak menghampirinya .
"Tuan, ada panggilan masuk dari negara S"
Alex melihat padanya , dan pergi masuk ke dalam ruangannya.
Boy berniat, untuk meyakinkan Nata untuk Alex.
Renata nampak sedang membuat susu untuk Raka .
Boy perlahan mendekatinya. Renata melihatnya.
"Bagaimana kabar mu?" tanya Boy
Renata keheranan, ada angin apa hingga Boy tiba-tiba bertanya kabarnya.
"Baik , aku baik-baik saja, seperti yang kamu lihat" Renata menjawabnya biasa saja, nampak acuh.
"Sebaiknya kamu mempertimbangkan ketulusan tuanku"
Renata tersenyum mencemooh, seolah itu bukan urusan nya dengan Boy, Renata tidak ingin membahasnya.
"Suamimu , dia sudah bukan suamimu lagi"
Praang !! tak sengaja Renata menjatuhkan gelas
"Apa yang ingin kamu katakan?" Nata nampak marah .
"Dia memiliki perempuan lain disampingnya"
"Dia akan bertunangan dan menikah dalam waktu dekat ini" lanjut Boy
Renata terguncang mendengarnya "Sudah ku duga , tak ada pria yang tahan berlama-lama tanpa wanita"
Renata pun pergi , tak ingin mendengar apa yang Boy akan katakan lagi .
Boy melihat dirinya diacuhkan . Namun ia nampak puas.
Kini Renata melihat Alex bersama Raka .
"Raka terus memanggilnya papa"
"Apakah ini baik bagi Raka , jika ia tahu jika Alex bukanlah Papanya?" Renata larut dalam pikirannya, seraya memperhatikan mereka
Alex sadar, Renata sedang melihatnya. Alex pun melihat padanya. Renata pun menghampirinya , memberikan susu pada Raka .
"Pengasuh , tolong antarkan Raka kekamarnya" pinta Nata . Pengasuh pun menurutinya , ia mengajak Raka ke kamarnya.
Renata menatap Alex begitu tajam ,
"Aku menerima lamaranmu, namun kamu harus berjanji untuk memulihkan namaku kembali, katakan pada dunia jika aku belum mati" Renata berpaling dan pergi , namun setelah ia berjalan beberapa langkah, ada satu hal lagi yang ia lupakan , Renata pun mengentikan langkahnya "Aku bersedia menikahimu , untuk pembalasan nyawaku yang telah kau selamatkan".
Kini Alex terkejut mendengarnya . Hatinya seolah hancur dengan kata-kata itu, Nata nampak dingin memperlakukannya . Alex merasakan hati yang sedang kesakitan, bercampur rasa kecewa.
__ADS_1