
"Raka pergilah kekamar, Papa akan bicara sama Mama" selesai makan Bob menarik dan menahan lengan Nata yang berjalan bersama Raka.
Raka pun menurut , diantar pelayan , dan disana tinggal Nata dan Bob berdua , seisi rumah menjadi hening.
"Biarkan aku pergi" ,terasa nafas yang menderu dari keduanya ,
"Tinggal lah disini, kembali padaku" ucap Bob , mendekatinya . Kedua tangannya mencengkram bahunya Nata.
"Tidak"
"Kenapa?" berpura-pura bertanya.
"Kita sudah berakhir!" jawabnya (Nata)
"Berakhir ?! Darimana kamu yakin jawaban itu?!"
"Lepas" menghempaskan lengannya.
Drrrttt... Drtttt terlihat panggilan dari Claire , Handphone Bob tersimpan diatas meja , dan Nata melihatnya.
Nata segera pergi dan membawa tasnya .
"Tunggu, supir akan mengantarmu"
Nata pun pergi dan menurut pulang diantar supir.
.
"Halo"
"Aku sudah lama menunggumu, kapan kamu datang kemari?" tanya Claire.
"Aku pulang untuk melihat Raka dulu"
"Sudah??"
"Ya sudah, jika begitu cepat kemarilah, aku menunggumu" , Claire memutus panggilan telponnya.
.
Setiba di Hotel , Bob nampak ragu untuk masuk kedalam kamar Claire. Tangannya berhenti untuk mengetuk .
"Kau" ,Claire lebih cepat , dia membuka pintunya lebih dulu.
"Masuklah" ucapnya.
Bob pun masuk kedalam kamarnya, melihat Claire yang tidak biasa , dia memakai lingerie berwarna pink muda yang sangat tipis.
"Minum?" menyodorkan segelas wine kepadanya.
Bob tanpa ragu meminumnya.
"Kucing mana yang akan menolak diberi ikan" serunya dalam hati.
"Sayang, mari kita nikmati malam ini berdua" ucap Claire. Bob menyimpan gelasnya , Claire sudah duduk dipangkuannya , meremas rambut Bob , mengalungkan lengannya , perlahan melum*at bibirnya.
"Mmmmh, mmmh" Meneguk salivanya.
Claire berinisiatip, "Ahhh .. Ummm" mulai mend*sah.
"Sayang, hentikan" bisik Bob ditelinganya.
"Kenapa?"
"Jika kamu tidak ingin hamil diluar nikah, berdirilah" , kedua mata Claire membulat lagi mendengarnya .
"Hm.. bisakah kamu bermain aman, jika harus hamil pun aku tidak keberatan" menyandarkan kepalanya didada Bob. Berusaha merayunya lagi.
"Aku belum bercerai" celoteh Bob.
"Apa??" Claire segera melepas tangannya, yang dari tadi jemari-jemarinya berputar memainkan dadanya.
"Kamu ingin jadi pelakor?"
"Apa yang kamu katakan? , kalian sudah bercerai kan!?" nampak kesal
"Belum" Bob beranjak mengambil segelas wine dan meminumnya.
"Tidak, kamu berbohong hanya untuk menghindariku"
"Claire ada apa denganmu, mengapa beberapa hari ini kamu sangat berapi-api"
"Aku sangat merindukanmu, mencintaimu , aku tahu aku sudah gila , tapi apakah aku salah, meminta kepada kekasihku" tegasnya
"Kekasih??"
__ADS_1
"Maksudmu??"
"Aku belum memutuskan, kamu sebagai kekasihku"
"Kau??"
"Claire , maaf jika aku menyakitimu , aku tidak akan menikahimu"
Claire diam mematung, dan marah,
"Brengsek, apa yang baru saja kamu katakan?? Kamu lupa apa yang kamu katakan dihadapan ayah dan bunda ku?"
"Aku ingat!"
"Lalu??"
"Hari ini aku memutuskan jika aku tak bisa menikahimu , aku masih memiliki istri" , menggoyang-goyangkan wine di gelasnya.
"Bob" Claire merintih mendekatinya.
"Pakai, pakaianmu, lain kali jangan bersikap begini saat bersama pria yang bukan suamimu"
"Munafik" lirihnya.
"Claire , aku menerimamu , karena aku pikir kamu berbeda" ,Bob pun menyimpan gelas dan pergi meninggalkannya.
"Mengapa , mengapa dia berubah seperti ini , mengapa Bob menolakku" Claire menjerit dalam hatinya .
"Aaaaaaaa..aaaaa" teriak sekencang nya.
Bob mengingat , ada satu kejadian yang membuatnya marah ,
"Lihat saja , aku akan menyingkirkanmu dari Papamu, setelah aku menikah , aku akan membawanya keluar negeri" , Claire bicara saat Bob meninggalkannya sebentar untuk mengangkat telpon . Claire bicara dari jauh , dengan menatap Raka , tanpa diketahui jika Bob ada disana mendengar gumamannya.
.
"Pergi ajaklah semua orang keluar" ucapan Bob pada Daniel pada panggilan telpon.
"Baik, kakak ipar"
"Ibu , ayo ikut"
"Kemana?" Tanya Ibu , Daniel pun bicara bisik-bisik.
Nata yang tidak curiga, satu persatu orang dirumahnya pergi.
Setelah sadar, berbalik dan mencari kesetiap tempat.
"Ting tong" suara bel pintu , Nata tanpa ragu lekas membukanya.
"Kau" , hendak menutupnya kembali, namun Bob berhasil menekan pintunya dan masuk.
"Apa yang kamu lakukan disini?" ,sedikit teriak.
"Sayang, apa aku menyakitimu?" mendekat , meraba wajahnya.
"Mau apa kamu kesini?" ketus Nata.
"Berhentilah bersikap galak" duduk di sofa, melihat sekitar rumah dengan matanya.
"Jika ada yang mau kamu katakan , katakanlah sekarang" kedua tangan bersedekap.
"Aku hanya akan tidur bersamamu disini"
"Apa??, gila" menekuk wajahnya.
"Kenapa ,tidak senang?" ,Bob beranjak hendak melihat sikembar ,dia mencari kamarnya.
"Hentikan" Nata menghadang jalannya. Namun Bob tersenyum memeluknya.
"Iiih , lepaskan" , Bob melepaskan.
"Biarkan aku masuk , aku ingin melihatnya" , Bob masuk kedalam kamar sikembar . Berdiri melihat nya yang tertidur diranjangnya masing-masing.
"Kamu memberi margaku dibelakang nama mereka?"
"Untuk apa?" mengacuhkan.
"Untuk apa?? mereka anakku" jawab Bob yakin.
"Kamu mengingau?" jawab Nata , meremehkan.
"Tidak" , memperlihatkan hasil keakuratan, kecocokan hasil tes Dna kehadapannya.
"Kau" , Nata terkejut melihatnya.
__ADS_1
"Mengapa tidak jujur?"
"Kau..." ,omongan Nata terpotong, dia tidak bisa melanjutkannya lagi. Berbalik untuk menghindar.
"Sayang, jangan tutupi lagi" Bob memeluknya dari belakang , menyandarkan dirinya dipunggung Nata.
"Kembalilah" lirihnya.
Nata tidak kunjung berhenti menangis , ia tumpahkan semuanya disana.
"Kamu, aku tidak akan memaafkanmu" isaknya, banyak sekali kekesalan dan amarah yang sudah menumpuk didadanya.
"Katakan, luapkan , semua kemarahanmu?" ,Bob menggengam satu tangannya.
"Kita sudah berakhir"
"Hanya itu yang mampu kamu katakan?"
"Lalu apalagi?" teriak Nata .
"Diamlah, bayi kita bisa bangun" Bob menutup mulutnya dengan mengecup bibir Nata , dan menarik pelan lengannya keluar dari kamar.
"Aku tahu semua dari Raka, hubunganmu dengan Alex" , Nata mengunci tatapannya pada Bob, seolah tidak ingin melepas tatapan itu.
Bob perlahan mendekatkan dirinya, menarik pinggang dengan satu tangannya . Menekuk lehernya dan ******* bibirnya .
Perlahan cium*an itu pun berbalas , Nata tidak pernah menolaknya , ucapan dan hatinya berkata lain .
"Dimana kamarmu?" tanya Bob.
.
"Tunggu" disela-sela itu Nata memotongnya .
"Apa lagi sayang?" Bob sudah tidak sabar . Nata hanya tinggal pakaian dalam . Terduduk diranjangnya.
"Claire , bagaimana dia?"
"Aku sudah putus dengannya"
"Bohong!!"
"Apa maksudmu aku bohong?"
"Kemarin aku masih melihatnya"
"Ya, dan tadi malam aku memutuskannya"
"Mudah sekali" ,Nata menyeringai .
"Pergilah, sebelum aku melaporkanmu dan meneriakimu maling"
"Maling??? , suamimu akan kamu teriaki maling?"
"Bob hentikan, kita sudah sepakat akan bercerai"
"Tidak, aku sudah merobek berkasnya"
"Apa , kamu bohong"
"Tidak" dengan santai mengatakannya.
"Kau" ,Nata segera beranjak dari ranjang.
"Jangan pergi" Bob memeluknya dari belakang.
"Percayalah, percayalah padaku, kembalilah, aku ingin rujuk denganmu, pikirkan anak-anak kita"
, sekilas hati Nata luluh . Ia pun berpikir semua bukanlah kesalahan Bob , dia yang lebih dulu mengkhianatinya . Tidak percaya pada Bob, dan tetap memilih bersama Alex.
Luluhnya Nata, kesempatan bagi Bob . Malam itu menjadi malam saksinya bersatunya lagi Nata dan Bob .
Semalam suntuk mereka habiskan tanpa beristirahat sedikitpun , melampiaskan segala kerinduannya.
"Aaaah" , terdengar sedikit jeritan Nata sesekali, meremas seprai dengan erat. Bob mengungkung badannya menindihna dari atas.
"Aku mencintaimu" Bob membelai wajahnya dengan penuh kasih dan sayang .
.
Ditempat lain , Claire yang kesal tak ingin menunda lagi untuk pergi . Dia segera membereskan pakaiannya . Dan check out dari hotel , Claire pergi dengan menyimpan amarah yang begitu besar pada Bob juga Nata.
"Berapa tagihannya?" melampiaskan amarahnya .
"Maaf sudah terbayar lunas semuanya" jawab pegawai hotel.
__ADS_1