
"Kamu pikir kamu bisa mendapatkannya? aku tidak akan tinggal diam , tidak ada yang bisa menghalangiku, akan kucabik-cabik wanita manapun yang mendekatinya , dia hanya milikku , dan selamanya milikku"
Renata teriak "Tidak, jangan sakiti aku, tolong aku", Renata sedang mengigau, ia sedang bermimpi . Raka yang tidur seranjang dengannya , terbangun , memperhatikan ibunya .
"Mama bangun, bangun" Raka mengusiknya .
Keluar airmata dari tidurnya .
Raka kecil ia tak tahu apapun , "Papa" Raka keluar dari kamarnya mengetuk pintu kamar Alex.
Alex pun terbangun, "Raka , ada apa?" tanyanya.
"Mama" , matanya berkaca-kaca. Alex segera berlari kekamar Renata.
Tampak Renata sedang duduk diranjangnya, ia menutupi wajahnya , terisak menangis . Nata merasakan mimpi itu seperti nyata.
Alex mendekatinya , dan bertanya " Apa yang terjadi?"
Raka memeluk Alex , "Mama menangis dalam tidurnya" ucap Raka.
Alex menatapnya, "Kamu bermimpi buruk? katakan kamu bermimpi apa?" tanyanya.
Nata, enggan bicara , dia hanya menggelengkan kepalanya . Alex tidak ingin hanya diam melihatnya , Alexpun berusaha membujuk Nata agar ingin bicara .
"Aku tidak apa-apa , pergilah" hanya itu yang Nata katakan . Alex pun tak dapat memaksanya lagi . Ia pun beranjak dan hendak pergi kembali kekamarnya.
"Papa" namun Raka menarik lengan bajunya.
Alex pun menoleh padanya "Jangan tinggalkan Mama, Papa disini saja ,temani Mama" , Raka yang polos memohon padanya . Alexpun tersenyum padanya.
"Papa mungkin Mama menangis karena Papa tidak pernah menemaninya" , kini Alex tertegun mendengar kalimat itu .
"Apakah Nata merindukan Bob?" tanyanya dalam hati, Alex akan merasa kesal jika benar Nata sedang menangisinya . Alex pun pergi meninggalkannya .
Raka kecewa karena Alex tidak perduli pada Mamanya .
"Mama" Raka memeluknya , "Mengapa Papa tidak peduli?" gumam Raka dalam hati.
Keesokan harinya Raka menemui Boy , ia sudah berencana akan menemuinya, Raka segera berlari setelah melihatnya.
"Om" panggilnya , Boy meliriknya , Raka dia begitu imut dan tampan.
Raka pun menghampirinya .
"Ada apa?" tanya Boy
"Om , Papa mana?"
"Dia pergi"
"Baguslah"
__ADS_1
"Hmm , kenapa bagus?" tanya Boy
"Apakah Papa adalah Papaku?"
Boy terkejut mendengarnya "Lalu siapa Papamu?"
"Kok om balik bertanya?"
"Papa , adalah Papaku bukan?!" lanjut Raka
"Tentu saja dia Papamu" Boy mencubit hidungnya dengan gemas.
Lalu Raka pergi, dan datang membawa sebuah buku dan menunjukkannya .
"Ini, lihat"
"Hm.. apa??" tanya Boy
"Papa tidak pernah memeluk Mama begini"
"Ups" Boy ingin tertawa
"Raka kecil, kamu belum mengerti apa-apa, sana lebih baik kamu bermain" Boy hendak memanggil pengasuhnya.
"Mama semalam menangis" potongnya
"Menangis? kenapa?" tanya Boy
Boy nampak canggung, ia melihat dan mengambil bukunya .
"Sana kamu main?"
"Om tidak ingin menjawabku?" Raka menatapnya,
"Bukan begitu, tapi om tidak tahu apa-apa, tanyakan saja pada Mama dan Papa Raka ya !" jawab Boy,
Boy menyerengeh kesal. Pertanyaan yang membuatnya gugup, gumam Boy dalam hati.
"Sana pergi" Boy menyuruhnya.
Raka pun menurutinya pergi.
"Anak sekecil itu , apakah dia sudah mengerti ?!" Boy bicara setelah Raka pergi.
Al menemui Bob, dia menceritakan apa yang telah terjadi antara dia dan Dila . Al mengatakan semuanya . Bob pun tertawa "Hahaha, ternyata ini semua permainannya , aku masuk jebakannya, sungguh pintar" ,
Bob menatap Al , dan berbisik padanya .
Al pun segera mengikuti perintahnya .
Al mencari orang yang disebutkan Bob, namun Al belum berhasil mendapatkan orang itu , kemungkinan Renard kabur.
__ADS_1
Tentu benar Renard berhasil kabur , dari sejak malam kejadian . Dila sudah mengatur semuanya .
Al pun belum mengatakan hasilnya, jika ia belum berhasil menemukan Renard.
Bob pun sangat kewalahan mencarinya , namun tidak berhenti disana Bob pergi ke Kelab itu lagi . Mencari bukti atau saksi yang lain , yang ia temui sebelumnya . Namun Bob tidak mendapati semuanya , setelah bertanya tidak ada yang tahu keberadaan orang-orang tersebut. Bob pun sangat kesal. Bahkan pada petugas penjaga Kelab. Bob akan membayarnya mahal jika ia melaporkannya .
"Dila, wanita itu mengapa aku biarkan bebas" Bob sangat kesal mengepalkan tangannya.
Keluarga Dila datang , mereka berbondong-bondong datang ke kediaman Ibunya Bob.
Ibunya Bob sangat terkejut, ia merasa terkepung .
"Tunggu kalian siapa?" pengurus rumah yang panik.
"Maaf kami ingin bertemu Nyonya anda"
"Siapa?" Ibunya Bob keluar dari kamarnya .
"Anda!" Setelah melihat Tn. Barack
"Ada apa?" tanya nya.
Setelah mereka bertatap muka dan duduk bicara , Ayahnya Dila mengatakan kejadian yang menimpa Dila , ia bertindak seolah-olah mereka yang tertindas .Selain itu Tn. Barack beserta keluarga berpura-pura bijak, mereka memilih jalan kekeluargaan , dan membujuk Ibunya Bob untuk setuju dan mengikuti keinginannya , agar Bob dan Dila menikah. Namun Ibu nya Bob tidak ingin mengambil keputusan sendiri, Dia ingin membicarakan dan menanyakannya dulu langsung pada Bob.
Tn . Barack setuju , mereka akan menunggu jawaban dari Bob juga Ibunya . Dan gugatan itupun akan mereka cabut dan nama Bob akan mereka bersihkan kembali.
Kabar itu cukup mengejutkan seisi rumah , Ibupun terkulai lemas .
Keesokan paginya Bob segera datang menemui Ibu.
Ibu menanyakan kebenarannya pada Bob. Dan Bob bicara jika ia sudah dijebak . Dan Bob tidak tahu jika ini adalah ulah Dila. Ibu pun sangat kesal mendengarnya, Ibu balik bertanya pada Bob, langkah mana yang akan ia pilih .
Bob masih memikirkan cara untuk menemukan bukti dan saksi .
Keluarga Barack memberi waktunya sampai akhir minggu ini. Bob merasa dirinya terantai. Bob berpikir ingin menemui Dila dan bicara padanya . Bob pun pamit pada Ibu , meninggalkannya .
Bob meminta waktu untuk bertemunya , namun Dila tidak ingin menemuinya . Dan Bob berusaha beberapa kali untuk menelponnya. Namun Dila tetap tak menjawab panggilan telponnya .
"Dia mencoba menghindariku" Bob menyeringai.
"Bos apa yang harus aku lakukan ?"
"Kamu tetap kerahkan orang untuk mencari bukti dan saksi , temukan sampai dapat"
Al tertegun memikirkan caranya.
"Kita pergi ke apartemen Alex" pinta Bob
"Baik" Al pun mengantarnya.
"Disini saja" Bob hanya menatap apartemen itu dari dalam mobil .
__ADS_1
Bob ingin sekali melaporkan Alex, dengan tuduhan penculikan Nata. Namun tidak ada bukti jika penculiknya adalah Alex . Jika benar Alex menculiknya mengapa Renata tidak kabur dari dulu, saat bertemu di mall, bahkan hubungan mereka terlihat baik . Dan mengapa ada anak laki-laki itu . Bob mulai mencurigai jika Raka adalah anak Alex dan Nata. "Apakah selama ini Nata berpura-pura polos? dimana sebenarnya ia telah lama berselingkuh dengan Alex , bahkan mengandung anak darinya ?! munkinkah Renata sengaja berniat menyembunyikan kehamilannya , karena anak itu bukan milikku? , namun jika itu benar dimana dan kapan mereka memiliki kesempatan itu ? , Renata bisa-bisanya kamu mengkhianatiku, lari bersama Alex. Apa karena kamu mengandung anaknya?" Bob tertawa sendiri , kemudian ia terisak menangis. Al yang menyadari itu melihatnya , dan tak mampu berkata-kata atau menanyakannya.