Terpaksa Nikah

Terpaksa Nikah
Tertangkap


__ADS_3

"Tidak, tidak mungkin? benarkah dia bayiku, tapi tadi pagi aku benar-benar telah melihat?! , dia tidak mungkin bermain-main !" gumam Dila dalam hati, memikirkan pria itu.


"Ayo kita kembali" Bob membawanya kembali ke kamar.


Dila masih diam ,merenung .


"Sayang, ada apa?" Ibu heran melihat sikapnya.


"Ibu, benarkah bayi yang ku lihat tadi , bayi yang kulahirkan?"


Ibu terkejut mendengarnya, "Mengapa kamu bertanya begitu?"


"Tidak, tidak apa , aku hanya ingin memastikan saja"


"Sayang, kamu jangan khawatir , ruangan bayinya dijaga ketat dan aman , anak buah Bob menjaga nya"


"Ibu , kapan aku boleh pulang?"


"Mungkin beberapa hari lagi!"


"Aku tidak ingin berlama-lama disini, aku ingin dirawat dirumah saja"


Ibu mengelus dan membelai Dila. Dila melahirkan dengan proses caesar.


********


"Bob sepertinya sibuk,lebih baik aku pulang saja" Claire menyerah , dia mengajak Loly pulang ke kota B.


"Kamu sudah mengemas semuanya? tidak ada yang tertinggal?" gumam nya pada Loly.


"Sudah"


Claire menaiki taxi , "Pa kita ke jl. C dulu"


"Nona apa yang akan anda lakukan ?" Gedung kantor Bob sudah terlihat didepan mata.


"Aku hanya ingin menyapanya sebelum pergi"


"Bolehkah kami bertemu" gumam Loly pada resepsionis ,


"Maaf, CEO kami tidak bisa bertemu orang sembarang"


"Loly, sudahlah lebih baik kita pergi saja" , Claire menyerah .


******


Keesokan nya pria itu datang kembali, ia mendorong keranjang berisikan cucian kotor. Melihat pada kamar Dila, diam-diam ia menyelinap masuk lagi . Dila sedang tertidur , pria itu berhasil masuk melewati penjagaan orangnya Bob.


Dia berpura-pura membereskan ruangan , lalu menyelipkan sebuah surat dibawah bantal Dila.


Dila yang tertidur nyenyak tidak menyadari itu.


"Sayang hari ini dokter mengizinkanmu pulang" Ibu masuk setelah pria itu pergi.


"Benarkah!" Dila sangat senang , Dila yang terbangun setelah beberapa lama pria itu pergi.


"Ibu aku akan mengabari Bob"


*****


"Bos , anak itu bukan anakmu!" Al dan Bob berhasil melakukan tes DNA pada bayi Dila. Bob memegang hasil tesnya .


Tring .. tring, Hp nya berdering terlihat Dila yang memanggilnya .


"Halo" Bob menjawabnya.


"Benarkah, baik aku akan kesana" Bob bicara pada Dila.


"Ayo" bicara pada Al "Hari ini Dila boleh pulang"


"Lalu bagaimana dengan anaknya?" tanya Al.

__ADS_1


Bob menyerengeh.


"Apa ini?" Dila melihat sebuah surat dibawah bantalnya, ia ingat perangai pria itu. Dila dengan cepat membukanya .


Melihat foto pria itu dengan sibayi.


"Tidak, ini pasti tidak benar!" .


Bob datang , Dila segera menyembunyikan suratnya .


"Hari ini kamu boleh pulang?!" , ucap Bob


Dila mengangguk, beberapa orang membantu membereskan perlengkapannya . Dan bersiap membantu mengganti baju Dila.


"Aku akan menunggumu diluar"


Dila dibantu perawat juga pelayan pribadinya berbenah .


"Nyonya , silahkan" , pelayan itu menyiapkan kursi roda. Dila pun duduk dikursi roda.


Dila terkejut, Ibu menggendong bayi. Sedangkan Bob mengambil alih mendorong kursi rodanya .


"Tunggu!"


Ibu, Bob, juga yang lainnya terhenti .


"Ada apa?" tanya Bob.


Jantung Dila berdebar, ia cukup canggung untuk menanyakannya .


"Tidak, tidak apa!?" Dila hanya menatap Ibu.


Bob sudah menyiapkan rencana untuk menangkap pria itu, ayah kandung bayi Dila.


Sesampainya dirumah, Dila memilih tinggal dikamar sendiri, dia melihat isi surat itu sekali lagi, meremas fotonya.


"Sayang" Ibu mengetuk pintu berulang kali.


"Masuklah!" , Ibu tersenyum menyapanya.


Ibu terkejut, " Sayang, apa yang kamu bicarakan?!"


"Ibu jawab saja! ,apakah bayi itu benar milikku?"


Ibu tak dapat bicara, kepalanya tertuduk tak ingin menatap wajah Dila.


"Mengapa Ibu diam saja?!"


Ibu tersontak kaget , "Ini" Dila menunjukkan foto bayinya,


"Apakah ini bayiku?" , Ibu semakin tercengang melihatnya.


"Darimana kamu mendapatkannya?"


Dila menangis , "Jadi benar ini bayiku !"


"Sayang" , Ibu mengelusnya .


"Ibu ,aku harus pergi jika tidak , aku tidak akan selamat"


"Pergi ? pergi kemana?"


"Tentu saja menemui pria brengsek ini"


"Tidak jangan lakukan , itu berbahaya"


"Lepaskan Ibu !, jangan menghalangiku" ,Ibu menahan lengan Dila.


"Jika tidak ada bayi itu, aku akan celaka"


"Tapi mengapa harus kamu yang pergi?"

__ADS_1


Dila terdiam, dan melepaskan lengan Ibu.


Sebelumnya, Bob sudah memasang kamera tersembunyi dikamar Rumah Sakit Dila, tanpa diketahui siapapun, terkecuali Al.


Dan sekarang anak buah Bob sudah mengikuti pria itu dari sejak ia meninggalkan Rumah Sakit, gerak-geriknya tertangkap kamera. Dan wajahnya nampak sama, terlihat dari sorot mata dan kedua halisnya, juga perawakannya .


Brakkk, terdengar suara pintu didobrak . Terdengar tangisan bayi , dan pria itu sedang bersamanya .


Bob menyerengeh, "Sudah lama aku mencurigai hubungan anak dan ayah ini" .


Sebelumnya orang suruhan Bob pernah mengatakan jika kediaman rumah mereka, tepatnya rumah yang ditinggali Dila, sering kedatangan seorang pria. Pantas saja Dila tidak memakai penjaga ataupun pegawai lainnya dirumah . Dia sengaja membiarkan pria itu keluar masuk untuk berzina . Niat Bob ingin menjaganya, namun terlihat berbeda dengan kenyataan yang dia lihat. Dila telah mengkhianatinya.


"Kamu ingin main keroyokan?" pria itu menantang Bob.


"Untuk apa?!" Bob bersikap santai.


"Kamu dapat memiliki anak dan Ibunya jika kamu mau" .


Pria itu menyeringai, Dila yang sampai tergesa-gesa segera berlari turun dari mobilnya, menuju gudang tua itu . Dan Dila sungguh tercengang, melihat Bob yang sudah berdiri disana .


"Bob kamu disini??" berpura-pura, Bob menyeringai.


"Aku ! , kebetulan aku sudah mendengar jika anak kita telah diculik" , Bob masih diam mendengarkan .


"Aku tidak akan menyakiti kalian" ,Dila tidak memahami mengapa Bob mengatakan itu.


"Pergilah , pada anak dan Ayahnya" ,Dila tercengang Bob, bicara seperti itu padanya.


"Bob, apa yang kamu katakan?!"


"Aku menceraikanmu, dan akupun sudah menangkap Renard, tidak ada alasan lagi bagiku untuk terus menikahimu" ,


"Tidak" Dila syok mendengarnya, Dila tidak percaya jika dirinya telah tertangkap Bob.


"Kamu bohong?!"


Bob memperlihatkan rekaman video, Renard kedua tangannya terborgol, dia mengakui segala kejahatannya .


"Dan ini, setelah bayi itu lahir, aku langsung mengetes nya lagi" menunjukkan foto hasil tes DNA.


Dila makin stres, "Tidak, itu tidak benar, semua itu bohong!!" teriak Dila, Dila terus menggenggam erat lengan Bob.


"Lepaskan!" Bob mulai kesal.


"Tidak" jawab Dila.


"Lepaskan" Dila terhempas.


"Tidak, Bob..." berlari mengejar Bob.


"Jangan pernah coba-coba mendekatiku lagi, terkecuali kamu ingin mendekam dipenjara, menjauhlah dari hidupku untuk selama-lamanya." Bob menghentikan langkahnya, dan melontarkan kata-kata itu pada Dila.


"Tidak , aku tidak mau , Bob..." Dila terisak menangis mengejarnya , namun sayang Bob berjalan dengan cepat, masuk kedalam mobilnya ,kemudian pergi meninggalkannya .


Dila sangat marah, menatap pada pria itu,


"Berikan anakku!" , pria itu menahannya. Dila berusaha merebut .


"Baiklah, kamu pikir aku mau bayi itu?, sekarang aku tidak butuh bayi haram itu lagi" , Dila teriak menantangnya .Pria itu kesal , menyimpan bayinya . Dan mencekik Dila.


"Kamu pantas mati!"


"Aaaaa..." Dila hampir kehabisan nafas.


"Inilah balasan yang pantas untuk wanita keji seperti mu" , Dila berusaha melawan .


Bayinya menangis, Dila meneteskan air matanya, melihat pada bayinya. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.


Polisi pun datang , setelah Bob melaporkannya .


Pria itu berhasil ditangkap, setelah berusaha melarikan diri, kakinya tertembak. Dan polisi telah mengamankan bayinya .

__ADS_1


"Kamu melaporkannya?"


"Aku khawatir terjadi sesuatu padanya " celoteh Bob pada Al didalam mobil.


__ADS_2