
Mobil penjahat itu baru saja keluar, dan Alex memasuki gerbang nya , Alex mencari-cari , disana tampak sepi .
"Bos tidak ada orang"
Alex mengingat saat dia memasuki gerbang, tampak mobil berwarna putih melewatinya .
"Jangan-jangan Nata dimobil itu" Alex sangat kesal, merasa telah gagal .
Boy dia berhasil menemukan Dila , dan menyekapnya . Boy tiba lebih dulu, dan setelah ia melihat Dila, Boy segera mengejar dan menangkapnya .
Alex sangat senang, ia pun menghampiri Dila yang terikat disuatu tempat .Pada awalnya Dila memberontak, namun Boy berhasil melumpuhkannya. Kini keadaan terbalik padanya.
Boy menanyainya beberapa kali, akan tetapi Dila tetap diam.Dia malah banyak bicara omong kosong, dan itu membuat Boy sangat kesal .
Alex dia ke bangunan terbengkalai itu, menemui Boy dan Dila.
"Bravo, si pemilik anjing akhirnya tiba, Hahahaha" Dila wanita yang menyebalkan tertawa, apakah dia punya gangguan mental , celoteh Boy dalam hati .
Alex tidak ingin membuang waktu, "Katakan dimana kamu menyekap Renata"
"Tunggu , sekali lagi katakan , siapa??"
"Hahahaha" Dila tertawa lagi , "Jadi bajingan ini yang telah menyelamatkannya".
Alex sangat marah , meremas dagunya ,
"Cepat katakan jika tidak ingin aku menyayat wajahmu"
Dila ia ketakutan , sangat panik.
"Sayat saja, aku tidak perduli, dan percuma kamu ingin menyelamatkannya , munkin dia sudah mati"
Dila nampak cekikikan ,
"Benar-benar menakutkan ,baru kali ini aku melihat wanita segila ini" gumam Boy dalam hati.
"Benarkah kamu tidak perduli, baik aku akan menyayat wajahmu sekarang juga" ancam Alex , dan Alex benar-benar menorehkan pisaunya dengan perlahan, terlihat darah keluar, Dila nampak histeris , namun ia menahannya , kebenciannya pada Nata lebih dalam , ia rela kehilangan rupanya.
"Bos berhasil" , peretas itupun berhasil kembali, melacak si penculik Nata, sebelumnya ia merampas handphone Dila, segera setelah Alex tiba, ia mengambilnya.
Alex segera melihatnya, "Kemana dia akan membawanya pergi? tampak sinyal nya masih bergerak , dan berjalan jauh"
"Cepat kejar " ,Alex segera pergi , Dila diawasi oleh dua orangnya. Boy ikut mengikuti Alex.
Renata berusaha melepaskan ikatan, ia tampak berkeringat dan kepanasan didalam mobil.
"Kemana dia akan membawaku?" melihat perjalanan yang begitu panjang dan lama .
"Sial" penculik itu panik, melihat polisi yang berjejer, sedang melakukan pemeriksaan.
Perlahan ia mundur, dan berbalik arah .
"Mobil putih disana!!, ada mobil yang mencurigakan , kejar", teriak salah seorang polisi.
Seorang polisi memberi laporan pada beberapa rekannya untuk mengejarnya, dan benar mobil itu dengan cepat lari, mereka pun kejar-kejaran . Mobil patroli datang dari beberapa arah . Juga Bob mengejarnya , Alex yang menyadari banyak mobil yang kejar-kejaran , tampak penasaran .
"Bos sepertinya, mereka sama mengejarnya" ucap peretas itu.
"Siapa mereka??" gumam Alex.
Renata yang terbontang banting , perlahan dapat melepaskan ikatannya.
Ckiit , pria itu mengerem secepat kilat, Renata terjatuh , Penculik itu menyadari jika ikatannya terlepas . Ia pun memukul Renata dengan sangat keras sampai ia terjatuh pingsan lagi .
Pria itu menyusuri jalan pintas, namun naas didepan hanyalah ada jalan buntu . Alex sudah menghalangi jalannya.
Alex cepat berlari menghampiri mobil itu, memecahkan kacanya , dan menarik sipenjahat keluar .
__ADS_1
Boy segera membantunya , membawa Nata masuk kedalam mobilnya ,
"Cepat sebelum mereka datang" Alex pun pergi bersama rombongannya , tinggalah penjahat itu seorang, dia terkapar.
"Kita akan segera pergi dari sini , apakah Raka sudah siap?"
"Sudah" tegas Boy.
Mobil polisipun tiba , namun Renata sudah tidak disana . Bob yang tiba dibelakangnya kecewa ,
"Mana dia , dimana dia?" , teriak Bob.
Polisi menangkap pria itu .
"Tunggu dulu" Bob menghentikannya .
"Mana wanita itu? dimana dia ?" Bob berteriak .
"Hahaha , wanita yang menarik" , pria itu menjawabnya dengan misterius ,
"Apa maksudmu katakan!" Bob memaksanya,
Pria itu menatapnya sangat tajam , dan melangkah , berbisik pada Bob,
"Dia sudah pergi dengan pria lain, dia pria yang tangguh",
Pria itu tertawa terbahak-bahak menertawakan Bob, mencemoohnya ,Bob nampak payah dimatanya . Bob pun meninjunya.
"Bos" , beberapa polisi dan Al menghentikannya.
Pria itu menyeringai jahat, masuk kedalam mobil tawanan polisi.
Bob sangat kecewa , dia telah kehilangannya lagi .
"Alex cari Alex" perintah Bob.
Bob kini ia lakukan sendiri tidak dengan bantuan polisi lagi.
Bob menyuruh orang masuk kerumah Alex ,mencari Nata.
Beberapa orangpun datang , menerobos masuk mengancam dan melumpuhkan penjaga gerbang , namun yang ada hanya penjaga rumah saja .
Mereka bertarung , dan anak bawah Bob berhasil masuk,
"Tidak ada,seperti nya mereka sudah pergi" , salah satu bawahan melaporkan .
"Agrh" teriak Bob, meluapkan kemarahan .
*******
Dila ia ditinggal sendirian di bangunan kosong,
"Mengapa mereka pergi??" ,gumamnya dalam hati.
"Hai tengik, setidaknya lepaskan dulu ikatanku" Dila berteriak pada mereka, namun ia diacuhkan .
"Para bajingan gila " teriaknya kesal .
"Toloooong, Toloooooong" sekuat tenaga ia teriak .
"Kurang ajar , Alex... kamu akan menyesal" menyeringai .
Renata sudah sadar dan sangat lemas, Alex memeluknya penuh kehangatan.
Nata tidak tahu dia akan dibawa kemana,
"Hmmm, ini?!" Nata terkejut ketika melihat banyak kapal .
__ADS_1
"Ini pelabuhan?" tanya nya.
Alex tersenyum , "Ya, kita akan pergi jauh, dan takkan pernah kembali"
Renata mengeratkan tangannya, beranjak dari pelukan Alex .
"Tidak, aku tidak mau pergi jauh lagi" berontak.
"Hentikan, hentikan mobilnya" teriak Nata, Mobil bersiap masuk kapal.
Alex berusaha menenangkan, mengelusnya.
"Aku sudah menyiapkan yang terbaik, bahkan Adik dan Ibumu pun ikut"
"Apaa??" ,Renata menjadi tenang, Alex memeluk dan mendekapnya .
"Semua akan baik-baik saja percayalah" , Renata mulai risih , dia bergerak menjauh.
"Aku baik-baik saja" ,Alex menatapnya kecewa.
Nata, duduk memandangi kaca jendelanya.
*****
"Lakukan cara apapun,dapatkan mereka, jangan sampai lolos"
Bob meremehkan Alex , Alex sangat lihai, powernya lebih kuat dari yang dia duga .
Semua orang disuapnya, untuk menutupi identitas dan perjalanannya . Anak buahnya bekerja dengan sangat cermat .
Setelah satu jam ,
"Bos kami mencurigai satu kapal yang baru sejam lalu berangkat, ini laporannya"
Bob menyeringai, "Ini pasti dia, sungguh pintar".
Bob segera pergi mencari landasan helikopter, hendak mencegat Alex.
*******
"Mengapa kamu lakukan ini semua?" tanya Nata begitu santai,
"Kenapa?"
"Jawab saja, aku hanya ingin tahu"
"Kamu sudah tahu jawabannya"
"Dari sekian banyak, mengapa aku?" , perkataan Nata menyakitinya.
"Aa , lepaskan" , Alex menciumnya ,
"Ada apa??" Renata menatapnya heran , ternyata itu adalah bayangan Alex , sempat ia berpikir memaksa menciumnya .
"Tidak"
"Kamu tidak sedang memanfaatkanku, karena sedang bersaing dengan Bob?"
"Untuk apa aku lakukan itu"
"Lalu?"
"Aku ingin melindungimu, menjagamu, dan ingin kamu .... tinggal disisiku" Renata menatapnya ,
"Bukan itu jawaban yang aku inginkan, tetapi apakah dia bersungguh-sungguh dan tulus?" terbesit Bob saat bercinta dengannya.
"Tidak , aku tidak ingin mengkhianatinya lagi, aku sudah janji pada Bob" lanjut nya dalam hati.
__ADS_1
Renata memikirkan cara untuk dapat lolos dari Alex , tanpa menyakitinya.