
"Aku tidak percaya jika aku kini berselingkuh" Alex termenung memikirkan Unge.
"Nge" Nata datang menemui Unge.
"Nat" Unge terperanjat segera bangun dari duduknya.
"Aku mengganggumu?"
"Tidak" Unge tersenyum .
Nata melihat bibir Unge seperti sariawan.
"Kamu sakit" menyentuh bibirnya . Unge terkejut
"Hmm tidak!"
"Lalu kenapa dengan bibirmu?"
"Oh ini ,ya aku tergigit waktu aku makan tadi pagi"
"Hmm .. begitu" , Renata pun bersikap biasa saja.
"Nge , aku baru saja memberikan amplop gugatan pada Bob ,semoga dia cepat menanda tanganinya"
"Kamu ingin segera mengesahkan statusmu dengan Alex?" tanya Unge .
"Ya, tapi sepertinya kami harus menikah sekali lagi disini"
Unge diam mendengarkan.
"Ya , semoga urusanmu lancar"
"Terima kasih Nge " Nata memeluknya.
"Nge , aku merasa aneh dengan sikap Alex beberapa hari ini"
"Kenapa?"
"Dia berulang kali pulang larut , bahkan bisa dikatakan dini hari terus , apa yang dia kerjakan?" ucap Nata kebingungan.
Unge yang biasa bicara banyak ,tiba-tiba diam.
"Entah lah Nat, aku tidak tahu"
"Nge, kini aku bisa bebas bertemu Raka kapanpun aku mau"
"Benarkah? baguslah"
"Ya, dan aku juga bertemu Claire , mereka tampak serasi" Nata tertunduk.
"Nat ,jika kamu masih menginginkannya, kamu masih memiliki kesempatan"
"Tidak mungkin Nge"
"Ada apa?"
"Aku tidak bisa terus mengecewakan Alex"
Unge merasa bersalah mendengarnya .
"Nat, jika kamu sudah punya keputusan memilihnya, maka jangan tunda lagi"
"Apa maksudmu?"
"Kalian belum pernah melakukannya kan?"
"Nge , apa yang kamu katakan ? kamu tahu apa?"
"Tidak , maaf aku hanya menebaknya saja"
"Nge , bagaimana bisa , aku masih segan , entahlah aku masih belum siap , mungkin jika aku sungguh benar telah bercerai dengan Bob , baru aku akan menyerahkan diriku padanya,dan tidak ada beban lagi , lagian mengapa omonganmu langsung mengarah kesana? selama inipun Alex baik-baik saja" ucap Nata.
"Ya, lakukan apa yang menurutmu benar"
"Maafkan aku Nat , aku telah salah, aku janji aku akan meninggalkan kalian" gumam Unge dalam hati.
Unge dan Nata berpelukan .
********
"Bob malam ini Ibu akan membawa Raka untuk menginap dirumah Ibu ya" , waktu berlalu begitu cepat. Nata yang masih belum mendapat tanda tangan Bob . Enggan menanyakannya, karena selalu menghadapi sikap Bob yang menyebalkan.
Sedangkan Alex dia terus mengejar Unge. Alex menyukai Unge.
"Apakah kamu sudah melupakan gugatan ini lagi ? kamu berhenti ingin bercerai dariku?" Bob menelponnya.
"Tidak, justru aku sudah sangat kesal menunggu kamu, ingin segera menanda tanganinya"
__ADS_1
"Baiklah, datanglah kerumahku nanti malam"
"Malam?? , mana bisa aku pergi saat malam"
Bob menyerengeh . "Mau tidak??"
"Tidak"
"Kamu tidak ingin bertemu Raka?" Bob berbohong.
"Benar juga kan ada Raka , mengapa aku harus takut" gumam didalam hati.
"Baiklah aku akan datang"
Sedangkan Alex dia malah datang menemui Unge di Galerinya , mereka malah asyik berci*man.
"Apa ini benar??" Nata sangat ragu. Dia sudah berdiri didepan rumahnya Bob. Nata berjalan memasuki rumah .
"Masuklah"
"Bob" Renata terkejut, yang membuka pintu langsung dirinya.
"Kemana para pelayanmu?"
"Apa kamu lupa , mereka selalu pergi jika aku bersama wanita"
"Cih , Mana Raka?"
"Ada dikamar" ,Nata bertanya dengan benar menatapnya.
Bob menuntunnya kekamar ,
"Ini kamar Raka?" tanyanya dengan polos.
Bob segera membuka pintu, menariknya kedalam dan menguncinya.
"Apa yang kamu lakukan?" Nata sangat marah.
Bob membuka kaosnya.
"Apa yang akan kamu lakukan??!" Nata panik.
"Agh" Bob menyergapnya , mereka terjatuh diatas ranjang. Bob mulai nakal.
"Hentikan, aku bilang hentikan" Nata berontak , dan Bob membiarkannya.
"Dia pacar, bukan istriku , dia tidak bisa ditiduri"
"Apa?!"
"Dan kamu masih istriku, dan berkewajiban melayaniku"
"Tidak mau" jawab Nata dengan tegas.
"Alasannya?"
"Buat apa alasannya?!"
"Alex?!"
"Ya" Nata sengaja mengiyakannya.
"Lupakan dia" Bob mengambil foto dari lacinya.
"Alex?!" Nata melihat Alex berci*man dengan Unge dimobilnya, didepan rumah Unge.
"Darimana kamu dapat ini" tanya Nata.
"Itu rahasia" Bob menyerengeh .
"Lalu?" Nata menghempas lengan Bob yang ingin menangkapnya. Kini Nata terpojokkan.
"Katakan dulu, bayi itu milik siapa?"
Nata tercengang melotot , dan Bob menghampiri menciumnya .
Ciuman itupun berbalas namun sebentar .
"Hentikan, aku tidak ingin melakukan kesalahan lagi, niatku kemari untuk menambil berkas yang kamu tanda tangani , bukan untuk ini" Nata merasa takut, dia berusaha menjaga diri .
"Aku bukan mesin penghasil anak" gumam Nata dalam hati.
Bob termenung , membelainya.
"Biarkan aku pergi , aku ada anak yang harus aku jaga"
"Apa kamu tidak mengapa?"
__ADS_1
"Aku baik-baik saja"
"Kamu terluka karena Alex?"
Nata menyerengeh diam.
"Kamu selama ini pisah ranjang dengannya?" , Nata mulai kesal ditanyai.
"Kamu belum pernah berhubungan dengannya?"
"Apa yang ingin kamu tahu , kamu ingin mentertawakanku, ya benar jika itu jawabanku apa kamu puas?"
Bob memegang lengannya.
"Lepas, biarkan aku pergi, aku ingin pergi"
"Tenanglah, aku tidak akan melukaimu, anak dan Ibu sama-sama keras kepala" Bob memeluk dan mengelus kepalanya .
"Bugh" Nata menendang kakinya .
Nata pun keluar dari kamar Bob segera.
"Jadi selama ini Alex bersama Unge" Nata dengan cepat berjalan keluar dari rumah. Bob melihatnya dari jendela.
"Mengapa , tapi mengapa aku tidak kesal" Nata merasa aneh dengan perasaannya.
"Malah, aku yang selalu mengkhianati Alex" Nata terdiam , merenung dimobilnya . Bob berjalan keluar menghampiri . Melihat Nata yang tidak juga pergi.
"Ada apa?" mengetuk jendelanya.
"Tidak, tidak ada apa-apa" Nata segera menyalakan mesinnya dan pergi.
Bob segera mengambil Handphone nya, meminta Al untuk menyelidiki si kembar.
"Bob besok pagi aku harus kembali" ada sebuah pesan masuk dari Claire.
"Baiklah, aku akan menjemput dan mengantarmu besok " Bob membalasnya.
Alex dia belum pulang lagi, Nata kini tahu benar jika Alex sedang dirumah Unge. Dia melihat dengan mata kepalanya sendiri, mobilnya ada disana . Nata pun kembali kerumahnya.
*****
Alex dan Unge sedang memasak bersama,
"Kamu masih tetap mengejar Nata?"
"Jika mengejarmu saja bagaimana?" jawab Alex
"Bagaimana dengan janji pernikahan kalian"
Alexpun terdiam .
"Lalu bagaimana denganmu? kamu tidak ingin menikah?" tanya Alex
"Tidak" Unge dengan ekspresi rata.
"Bagaimana jika aku menikahimu saja" Alex memeluknya dari belakang mengecup tenkuk lehernya.
"Hentikan Lex"
Alex kini menci*m bibirnya.
"Jika kamu terus begini, dengan terpaksa aku harus pergi"
"Apa yang kamu katakan" Alex membelai rambutnya.
"Kita harus hentikan, kembalilah pada Nata"
"Kenapa?"
"Aku tidak ingin menjadi teman yang tak tahu diri , Renata begitu baik padaku"
"Mulutmu bicara begitu, tapi hati dan tubuhmu tidak"
"Alex hentikan, aku bukan wanita pengganti atau pemuas nafsumu" , Alex marah mendengar itu. "Apa?! wanita pengganti , pemuas nafsu?, kamu ingin diperlakukan begitu?" ,menghempas setelah menggengam erat tengannya.
"Aku tidak pernah menganggapmu begitu" lanjut Alex.
"Lex , bukan ini yang aku inginkan" mereka saling bertatap mata begitu intens.
*******
Nata ia termenung sendiri dikamar , ditemani sikembar diranjang bayinya.
"Unge, mengapa kamu tidak bicara , mungkin saat ini kalian sedang bersenang-senang"
Nata mengingat luka pada bibir juga saat Unge memakai syal , dia melihat tampak gigitan .
__ADS_1
"Mungkinkah itu perbuatan Alex " Nata tertegun .