Terpaksa Nikah

Terpaksa Nikah
Selisih


__ADS_3

"Papa, jangan pergi perutku sakit"


"Pelayan, apa yang baru saja dia makan?" teriak Bob sangat panik . Claire pun segera menghampiri.


"Dia hanya makan makanan dari Ibunya, dan beberapa camilan ringan dan tadi.."


"Susu ,susu hangat" lanjut Claire , menyambung perkataan pelayannya.


"Sayang mana yang terasa sakit" , Raka terus berusaha berpura-pura , agar Bob tidak pergi bersama Claire.


"Ayo" Bob menggendongnya ke kamar. Raka cukup senang dan ia merasa menang, ia pun berbalik melihat pada Claire dan mencemoohnya .


"Eh" Claire melihatnya, menyadari jika Raka sengaja melakukannya .


"Anak itu" , Claire tersenyum padanya.


Bob membaringkannya diranjang.


"Papa akan panggilkan Dokter" ,


Al memberi kode jika waktu hampir saja terlambat untuk pergi.


"Sayang, Papa ada perjamuan penting, Al akan menemanimu selama menunggu Dokter datang , tidak apa kan?"


Raka tidak suka mendengarnya, berbalik tidak ingin menatapnya.


"Raka!"


"Tuan, biar saya saja" Al bicara pada Bob.


"Baiklah , Raka Papa akan segera kembali setelah urusannya selesai ya"


Raka cemberut , mengacuhkan .


Bob pun pergi, dan Raka terkejut jika Bob benar-benar telah pergi .


Dia segera melihat kearah Bob juga Claire yang meninggalkannya . Tak lama Raka pun berlari melihatnya dijendela, ia melihat Bob bersama Claire masuk kedalam mobil dari jendela lantai atas rumahnya.


Al merasa heran dengan sikap Raka, apakah dia harus tetap memanggil Dokter? sepertinya Raka baik-baik saja , gumamnya dalam hati.


"Tuan muda, mari kembali ke kamar, sambil menunggu Dokter datang"


Raka marah mendengarnya,


"Tidak perlu, aku tidak butuh Dokter" Raka berjalan sendiri kekamarnya .


Al menghela nafas panjang, melihat sikapnya.


******


Nata dapat pergi menemani Alex. Sikembar dirumah baik-baik saja.


Beberapa rekan , klien nampak hadir semua meja sudah disiapkan. Renata duduk bersama Alex , Alex menatapnya ,Renata sungguh berbeda jika ia berdandan.


"Apakah acaranya akan berlangsung lama?" tanyanya.


"Entahlah" jawab Alex.


Beberapa tamu, masih berdatangan. Terlihat juga Bob berjalan menggandeng Claire , ia menuju meja yang sudah disiapkan.


Renata melihatnya , setelah sekian lama melihat-lihat.


Bob pun tak lama menyadarinya , setelah ia duduk bersama Claire. Ia melihat Renata juga yang sedang melihatnya.


Renata segera berpaling setelah bertatap muka dengan Bob.


Renata berusaha tak ingin terlihat Bob , badannya berbalik memunggungi. Padahal jarak mereka tidak dekat. Namun tetap terlihat karena ruang yang luas .


Acara pun dimulai , semua orang bertepuk tangan menyambutnya .


Bob mengernyit, melihat Nata dengan santainya bersama Alex.

__ADS_1


Selang setelah acara makan dan perjamuan ,semua tamu tampak berbaur dan bertegur sapa.


Alex pun mengikuti temannya , dan berbincang-bincang dengannya . Renata merasa canggung duduk sendiri . Ia nampak ketakutan . Bob memandanginya dari tadi terus menerus.


Renata beranjak dan pergi ke toilet.


Renata menatap pada cermin dan merapikan sedikit riasannya , setelah mencuci tangan dan lainnya.


"Kamu baik-baik saja?" Renata terkejut setelah keluar dari toilet mendengar sebuah suara .


"Kau" ,Bob diam dibalik dindingnya.


Renata pergi mengacuhkannya, namun Bob menangkap lengannya.


"Kenapa tidak menjawab?", Renata kesal dan menghempaskan genggaman lengannya.


"Kenapa?" menatapnya dengan kebencian.


Renata pergi dengan hati yang panas,


"Wanita itu lagi, dia wanita yang ada di poto Unge, ternyata benar dia bersamanya"


Bob duduk kembali dimejanya .Bob merasa tubuh Renata berbeda dia terlihat gemuk, dia baru menyadari perkataan Alex .


"Benarkah dia baru memiliki anak?" gumamnya dalam hati.


Setibanya dirumah, Bob mencari berkas pernikahannya . Dia menanyakan pada pengacaranya , apakah pernikahannya masih sah dengan Renata .


Pengacara meminta Bob memotretnya.


Bob sebelumnya menikahi Dila secara siri .


Keesokannya si pengacara membuat janji bertemu, ia menemui Bob disebuah tempat.


"Tuan boleh saya lihat dokumen aslinya?"


Bob menyerahkan,


Bob tahu itu, karena ia memang belum mengurus perceraian dengan Nata. Namun konyol sekali Nata dapat menikah dengan Alex ,terkecuali mereka melakukan pernikahan siri, seperti yang ia lakukan saat bersama Dila.


"Apakah saya boleh menuntutnya dengan bukti ini?" tanya Bob.


"Tentu saja secara hukum dan sahnya , disini anda masih suaminya" tegas pengacara.


"Benar" Bob meyakinkan diri, perpisahannya selama ini pun bukan atas kesalahannya.


Bobpun berniat menemui Renata.


Renata menatapnya risih,


"Aku memiliki ini" Bob sekilas menunjukkannya . Mereka bertemu secara rahasia , Al yang diam-diam menjemputnya.


"Selama aku masih memilikinya , aku masih memiliki hak atas dirimu"


"Apa yang kamu inginkan sebenarnya? katakan?" Nata mulai kesal.


"Sebenarnya aku enggan , tapi sepertinya dinegara ini sudah menjadi hal yang biasa , berbagi pasangan" membisikkannya.


"Apa maksudmu?" Renata mendorongnya.


"Aku masih suamimu, dan kamu masih berhutang dan berkewajiban memenuhi tanggungjawabmu sebagai istri"


"Hah" Renata kesal.


"Mulai mengarang, hubungan kita sudah lama berakhir"


"Tapi ini masih tercatat" Bob menunjukkannya lagi.


"Aku akan segera mengurusnya ,ayo kita bercerai"


Bob menggeram , ia marah mendengarnya .

__ADS_1


Berjalan mendekat memojokkannya.


"Apa yang kamu lakukan?" Renata panik, dia refleks berjalan mundur menghindarinya.


Bob penasaran , menunjuk dengan jarinya.


Renata mendorongnya, "Apa yang ingin kamu lakukan?"


"Aku hanya penasaran, ingin menyentuhnya sedikit saja" menunjuk pada Dadanya.


"Kurang ajar" , Renata sedang menyusui , tentu saja dadanya nampak besar.


"Aku pergi, jika hanya itu yang kamu bicarakan"


"Tunggu!"


"Kamu pikir aku akan menyetujui bercerai denganmu?"


Renata segera menoleh kepadanya ,


"Bob katakan apa maumu? jangan menyiksaku seperti ini"


"Kamu yakin" Bob menyerengeh senang.


"Sial, apa yang aku katakan salah?!" gumam Nata dalam hati.


"Kamu benar-benar ingin bercerai?" tanya Bob menghampirinya.


"Ya"


"Mau lakukan apa saja untuk itu?"


"Lakukan apa saja !? Apa maksudmu?"


"Syuuut, jawab saja?"


"Baik, asal tidak aneh-aneh"


"Kamu sebagai pihak kedua juga istri banyak berontak, kamu tahu berapa banyak hutangmu?"


"Apa kamu mengaitkannya dengan hutangku dulu?berapa banyak lagi agar hutangku lunas?" Renata cukup kesal dan marah .


Bob berjalan memutarinya .


"Hutangmu sebagai istri!" Bob menghitungnya dengan jari ,


"Ada kewajiban yang kamu tinggalkan selama 5 tahun ya 5 tahun lebih kira-kira seumur dengan anak kita" , Jantung Renata menggebu-gebu.


"Bukankah selama inipun kamu sudah puas?" Renata menyerengeh, mencemoohnya .


"Maksudmu" tanya Bob.


"Munafik, kamu pikir aku tidak tahu" Renata masih menjaga sikap tidak ingin mengatakannya.


Bob tidak memahami maksud Nata, karena ia benar-benar tidak melakukan kesalahan apapun , tidak mengkhianatinya dengan wanita manapun . Kedekatannya dengan Claire pun tidak lebih. Terkecuali Dila, dia memang melakukan sedikit kesalahan , namun ia segera menyadarinya, karena rupa yang mengecohnya.


"Dengar, aku akan mempertimbangkan keinginanmu untuk bercerai , temui aku setiap aku membutuhkanmu"


"Apa??"


Bob pergi meninggalkannya, karena mengingat waktu yang tidak banyak . Dia masih memiliki kepentingan yang lain dikantor.


Renata merenung setelah berpisah sekian lama dengan Bob .Memikirkan apa yang Bob katakan padanya tadi.


"Apakah aku harus berterus terang pada Alex?" Renata terus gelisah selama dalam taxi.


Ibu sangat senang melihat Renata segera kembali.


Renata dengan cepat menemui si kembar.


"Aku ada alasan, selagi menemuinya, aku bisa bertemu dengan Raka" pikir Nata.

__ADS_1


__ADS_2