Terpaksa Nikah

Terpaksa Nikah
Apa aku babu?


__ADS_3

"Bob membawa ku masuk kedalam ruangannya ???"


"Nah Istriku, ayo duduk, aku dengar kamu begitu pintar, mungkin kamu bisa menunjukkannya padaku


" Renata masih berdiri dihadapannya, mendengar ocehan Bob.Bob menatap nya , Renata duduk seolah mengerti arti tatapan itu. Bob tersenyum , memanggil Al keruangannya. Segera Al datang , masuk keruangannya, Bob meminta Al mendekat, dan ia berbisik padanya . Renata curiga, rencana apa yang akan ia lakukan lagi padanya , Renata tersenyum sinis menantangnya. Bob melihat dengan tatapan sinis juga.


Al kembali masuk dengan beberapa berkas ditangannya. Dan Bob menyuruh memberikannya pada Renata, lalu Al pun pergi dari ruangannya.


"Apa ini?"


"Kamu akan bekerja disini sepulang kuliah, mulai hari ini kamu bekerja sebagai sekretarisku, asistenku, juga sebagai Istriku"


"Apa??gila"


Bob tersenyum dengan sangat lebar, "Kamu sedang menindasku??" Renata berdiri, bicara dengan amat keras . Telpon kantor berbunyi , Bob meminta Renata menjawabnya, dengan menunjukkan tatapan matanya kearah telpon. Renata seolah mengerti dia pun terpaksa menurutinya.


"Hallo"


"Nyonya, 10 menit lagi Tuan harus datang ke ruang rapat" Al yang berbicara


"Baik" Renata menutup telponnya,


"Apa ??" tanya Bob


"10 menit lagi ke ruang rapat" bentak Renata,


"Ok, ayo" Bob beranjak dari kursinya , mengajak Renata mengikutinya ,lagi-lagi dia menuntunnya. Renata merasa risih,namun ia tidak bisa melepaskan genggamannya yang erat. Bob keluar dari ruangannya,Al mendapati nya, tertegun menatapnya. "Maaf tuan.."


"Kenapa??" Bob seolah mengerti apa yang dimaksud Aldi.


"Aku akan mengajaknya, karena mulai hari ini ,dia yang akan mengurusku disini" .


"Kamu tidak sedang bermain-main denganku? aku tidak tahu apa-apa,baiklah jika kamu ingin aku mengacau disini"


Bob tetap berjalan mengacuhkan ocehan Renata.


Semua orang sudah berada ditempatnya, mereka semua melihat pada Renata, ada beberapa kerabat yang hadir ke pesta pernikahan, menyadari, dan mengenali akan Renata. Dila dia berada disana bersama Ayahnya ,menatap dengan marah. Renata pun terkejut , karena dia bertemu Dila disana. Bob dengan beberapa rekan lain memulai rapat Renata bersama AL duduk disamping Bob.


Waktu rapat telah selesai, semua merasa puas dengan hasilnya, nampak Bob sedang bertegur sapa dengan rekannya, keluar Dila dalam ruangan rapat, menyorot tajam pada Renata, dia pergi dengan sinis.


Al melihatnya. Renata pamit ke toilet pada Aldi,


Didalam toilet, Dila sudah menunggunya, ternyata dia sudah mengawasi Renata sejak tadi, Renata terkejut melihat Dila yang berada dihadapannya, Renata berupaya untuk tenang, Dila tersenyum sinis, "Apa yang sedang kamu lakukan disini,aku tahu jika kamu hanyalah perempuan rendahan,apa bagus nya dirimu"


Renata , menahan emosinya, mencoba menghindar , melewatinya.

__ADS_1


Dila menarik lengannya, Renata yang sudah marah, tak bisa menahannya lagi ,Renata menamparnya.


Dila "Kamu"


"Jika kamu berani mengusikku lagi, aku tidak hanya akan menamparmu, namun bibirmu itu akan ku robek" ,Renata pun mendorong Dila ,menjauhkan diri darinya.Al yang merasa khawatir tahu itu tidak aman, diam-diam mengikuti Renata, dan melihat Dila mengikutinya, Al hanya menunggu dipintu luar. Renata keluar, segera Al bersembunyi, tak lama Dila pun keluar, nampak pipi sebelahnya memar .Dila keluar dengan menutupinya dengan lengan.


Renata menghampiri Bob juga Al, mereka kembali pada ruangannya, Renata nampak pungak pinguk, tak tahu apa yang harus dia lakukan .


"Mulai besok aku akan menyuruh orang untuk menyiapkan meja kerjamu"


Renata mengacuhkan.


" Hari ini kamu disini saja bersamaku dan pelajari semua berkas itu, jika kamu tidak mengerti kamu bisa meminta Al untuk membantumu"


Bob tersenyum , melihat reaksi Renata yang acuh.


"Buatkan aku kopi"


Renata melihat kearahnya, dan menuruti apa katanya.


"Dimana kopinya?" tanya Renata


Bob menunjuk dengan matanya.


Kopi selesai dibuat, Bob hanya mencium aromanya. "Aku lelah, semua badanku terasa sakit dan pegal" Bob menggeliat dihadapannya, Renata diam mengacuhkannya lagi.


Bob menatap padanya, "Ada apa?" Renata sedikit membentak padanya,


Bob memberi isyarat dengan kedua tangan menunjuk pada pundaknya, Renata memalingkan muka dengan sinis , menolak .


"Pijat" pinta Bob.


"Apakah itu harus ku kerjakan juga??" Renata berusaha menolak.


"Tentu saja, atau ingin aku yang memijatmu?" , Renata tercengang, ada pikiran ngeres dalam pikiran Renata, mengartikan omongan Bob.Segera ia menurutinya, untuk menghindari pikiran kotornya.


Bob tersenyum sangat senang, merasa nyaman saat tubuhnya dipijat.


"Kenapa tidak dari dulu aku lakukan ini" perasaan senang dalam dirinya , Bob senyum-senyum bahagia.


Dalam perjalanan kembali, Dila menunjukkan wajah yang muram, Ayahnya Tidak bisa berbuat apa-apa, Dila sangat marah menahan segala rasanya.


"Ayah mulai sekarang aku ingin membantu semua pekerjaan Ayah" bicara pada Ayah.


"Terutama yang berhubungan dengan mu Bob, aku akan membalas kalian" bicara dalam hati.

__ADS_1


Waktu kerja telah selesai, Bob keluar dari ruangannya, Al menunggunya diluar, Bob berjalan dengan Renata yang terus mengikutinya terlihat kesal.


Bob melihat kearah luar jendela, namun pikirannya berada ditempat lain , hari ini begitu menyenangkan baginya, senyum-senyum mengingat kejadian dikantor . Renata yang diam-diam memperhatikannya keheranan melihat tingkahnya.


Setiba dirumah, Bob minta semua pelayan pergi.


"Istriku, siapkan aku air ,aku ingin mandi" Bob menarik kerah bajunya ,tersenyum menunjukkannya.


Sungguh narsis ,desus Renata dalam hatinya,


"Mengapa ini jadi begini .." Renata kesal sendiri dalam kamar mandi , menyalakan keran menyiapkan air hangat untuk mandi. Uring-uringan dalam hati , mengambil handuk bersih, menata kamarnya . Bob yang mengikutinya diam-diam menyerengeh senyum-senyum memperhatikan dibalik pintu kamarnya .


"Semua sudah siap" Renata bicara dengan nyingir ,karena kesal .


"Baik, tapi tunggu dulu, kamu tunggu disini, aku akan memastikan airnya dulu"


Bob menyentuh airnya, apakah sudah terasa pas dikulitnya.


Renata yang melihat semua tidak ada masalah, diapun keluar dari kamar Bob, pergi ke kamarnya , membaringkan badan .


"Aku tahu dia sedang mempermainkanku" .


"Keluar" Bob melakukan panggilan telpon hanya untuk menyuruh Renata keluar dari kamarnya. Renata yang mengangkatnya sungguh kesal ,


" Mau apa lagi dia" Renata cepat-cepat beranjak dari tempat tidurnya.


Bob sudah berdiri didepan pintu kamarnya , berjalan meminta Renata untuk mengikutinya .


"Hangatkan semua makanannya" tertuju pada semua makanan diatas meja.


"Semua ??"


Bob mengangguk ,


"Ini semuakan baru disiapkan "


Bob menggeleng, "Sudah dingin, itu tadi sore"


"Tapi... "Renata tidak dapat mengelak, apalagi menolak permintaannya .


"Aku sudah menyiapkannya kembali, izinkan aku pergi, permisi" Renata kekeh untuk pergi setelah semuanya selesai . Dia pergi masuk kedalam kamarnya.


Air hangat menuruni tubuhnya melalui shower, terasa lega dan hangat.


Bob yang tidak mengetahui itu, mencoba masuk kedalam kamarnya, dan Renata keluar dari kamar mandi terbalut handuk pendek, berteriak melihat Bob didalam kamarnya .

__ADS_1


__ADS_2