
"Nat ini mudah, aku tahu kamu tidak bodoh , jika kamu mencari rumor nya banyak sekali di internet" Unge bicara dengan memainkan Hpnya.
"Aku tidak percaya rumor"
"Mengapa kamu menikahi Alex jika kamu ternyata hamil anak Bob?"
"Aku terjebak janji dan ucapanku sendiri"
"Oh"
"Dan saat ini rumahku tempat kembali hanyalah Alex, aku tidak yakin Bob masih tetap sama"
"Ya, tentu saja , kalian pun telah berpisah cukup lama, dan tidak tahu apa yang terjadi selama kalian berpisah"
"Kamu benar, begitu banyak rumor para gadis yang dekat dengannya" ,mata Nata berkaca-kaca , merenggut roknya. Nata membayangkan saat dirinya pasrah pada Bob, diapartemen.
"Sudahlah, lebih baik kamu lupakan saja dia" Unge memeluknya .
*********
"Ibu anakku sehat"
"Ya" , Dila bersama Ibunya keluar dari ruangan Dokter kandungan.
Tanpa ia tahu, Ayah dari si janin itu ada mengawasinya .
Ia tampak tidak baik, pria itu kebetulan bertemu saat dirinya berobat .Kini ia cacat,setelah peristiwa naas yang hampir merenggut nyawanya.
"Kamu memang wanita kejam" seringai pria itu.
*******
Bob membuka lembaran kerjanya , memeriksa dokumennya satu persatu. Kemudian ia tertegun, merasa kosong.
"Apa yang telah ku jalani saat ini?!" Bob bertanya-tanya , berceloteh sendiri.
"Seperti apa saat ini dirimu? ,mengapa kamu memilih pergi bersamanya" Bob terus kecewa.
********
"Ketua, ada tamu yang datang" , Bob mendatangi lagi Tn. Roy.
"Mau apa lagi kau?" , Bob duduk begitu saja tanpa permisi.
"Anda masih tidak ingin bicara dimana putra anda?"
"Kamu jangan lancang ya , berani sekali kamu pada orangtua terus datang mengancamnya. "
"Tuan, putra anda yang membuat masalah, sudah sewajarnya anda sebagai orangtua ikut bertanggungjawab"
"Jika saya tahu, saya sudah lebih dulu menyeretnya kemari"
"Benarkah?! , siapa investor baru itu, apakah itu Alex?" menyerengeh.
"Aku sudah bisa menebak , semua ini pasti ulahmu"
Tn. Roy cukup emosi.
"Ketua, tenanglah" ucap asistennya.
"Tidak semua benar" Bob tersenyum licik .
"Jangan ganggu hubungan anak dan menantuku, kini mereka telah menikah"
Bob saat hendak pergi, kecewa dengan perkataan Ketua.
"Menikah??"
"Ya, mereka sudah menikah , jadi kamu jangan macam-macam lagi"
"Bos" Al berusaha menenangkan .
Bob dan Al pergi dari rumah kediaman Tn.Roy.
"Bagaimana bisa mereka menikah?"
"Kamu lupa kamu juga telah menikah lagi" Al menyinggungnya.
"Mengapa masalah nya jadi rumit begini" , Bob nampak mumet.
Al memikirkan , bagaimana Bob bisa bersikap seperti itu, sedangkan Dila saja saat ini sedang hamil . Al bertanya-tanya ,apakah Bob telah terjebak Dila, maka ia tak yakin pada janin yang dikandung Dila adalah darah dagingnya. Tapi jika mereka tidak melakukannya , mengapa Bob mengakuinya juga.
__ADS_1
"Apa???" Bob merasa Al sedang membicarakannya ,
"Tidak, tidak ada"
"Daritadi kamu hanya bengong, apa yang kamu pikirkan?"
"Ehm ... "Al nampak ragu.
"Mengapa kamu ragu pada janin yang dikandung Dila?" tanya Al.
Bob mengingat ulang kejadian malam itu .
"Aku memang melakukannya , tapi seingatku aku tidak membuang sp**rmaku dirahimnya, aku langsung menyadari kesalahanku"
"Kamu benar langsung sadar itu?"
"Ya"
"Jika adapun , harusnya dia yang hamil" ,Al terperanjat mendengarnya .
Ckiiit, mengerem mobil mendadak.
"Aduh" kepala Bob membentur kursi didepannya.
"Ma .. maaf Bos" Al terkejut napasnya terengah-engah.
Pikirannya semakin kacau, mendengar perkataan Bob tadi.
********
"Bob kamu sudah pulang, aku baru saja USG , lihat ini anak kita" Dila menunjukan.
Bob tersenyum, sekilas melihatnya,
"Jika anaknya perempuan,kamu akan beri nama apa?, lalu jika anaknya laki-laki apa kamu sudah pilih nama untuknya?"
"Tidurlah, lebih baik kamu istirahat" , Dila sedikit kecewa karena diacuhkan . Tapi ada sedikit kebahagiaan, Bob sebelumnya tersenyum melihat hasil USG nya .
"Mengapa kita pisah ranjang?" Dila mengikutinya.
Bob terdiam sejenak, sebelum masuk kedalam kamarnya .
"Tidak biasanya dia datang " gumam Dila, ia tampak berdiri diluar pintu kamar .Bob masuk kamar begitu saja,mengacuhkan dirinya.
*******
Diam-diam Nata dan Unge bertemu di apartemen milik Unge.
"Nge aku ingin ikut denganmu"
Unge memandangi perutnya , dan Nata menyadarinya .
"Nat, serahkan saja semua nya padaku !"
Unge sedang berkemas memasukkan berapa barangnya untuk dibawa.
"Nat, doakan saja aku tiba dan kembali dengan selamat" Unge memamerkan senyumnya sembari menepuk pundak Nata.
"Ok" Nata bicara dengan lirih.
Unge pun pergi .
Pesawat bersiap mendarat .
"Ahhhh, akhirnya ,aku dapat menghirup udara disini lagi" menggeliat menuruni tangga pesawat.
"Langkah pertama aku akan pergi kehotel yang sudah ayah siapkan"
"Terimakasih" ucap Unge pada supir taxi.
"Kamar 1201 , nomor yang cantik hehe"
Unge langsung terbaring diranjangnya ,
Drrrt... drttt , panggilan masuk dari Nata,
"Halo"
"Nge, kamu sudah sampai"
"Hmm , baru saja"
__ADS_1
"Syukurlah, selamat istirahat ya"
"Baik".
Nata mematikan telponnya.
"Apa yang harus aku katakan jika bertemu dengannya ?!" membicarakan Bob.
Unge memutuskan untuk tidur sebentar.
*******
"Bos , aku tinggal sebentar" Al meningalkan Bob.
"Nona claire sepertinya anda sudah terlalu banyak minum"
"Nona .. nona" Sekretarisnya Claire mengusiknya
"Hmm.. tuan bolehkah saya minta tolong?" ucap Sekretaris Claire.
"Apa?"
"Kebetulan kami menginap dihotel ini, hmm ... jika anda tidak keberatan bolehkah bantu saya untuk mengantarnya ke kamar?" , "Tentunya dengan saya juga" ,Sekretarisnya nampak gugup dan malu.
Bob mencari seseorang atau Al , mungkin saja ada pria lain yang dapat membantu mereka.
Sekretaris itu terus tersenyum menatap Bob.
"Baiklah" , Bob memapah Claire bersama sekretarisnya .
Mereka berjalan menuju lift,
"Tuan maafkan Nona, biasanya nona tidak seperti ini" , Bob menanggapinya dengan ramah.
Ting ...pintu lift pun terbuka , mereka pun keluar .
"Oh tuan sebentar ada panggilan masuk"
Sekretaris Claire bicara ditelpon, Bob merasa canggung, ia pun memutuskan memapah Claire sendiri.
"Tuan , maaf ini kartu kuncinya" Sekretarisnya melanjutkan bicara ditelpon.
"Lalalala" Unge bersenandung keluar dari kamarnya ,
Jarak kamar Unge dengan Nona Claire hanya 2 kamar.
"Eh itu" Unge segera bergerak mengambil Hpnya .
Mengambil video diam-diam, tanpa disadari Bob.
Bob masuk kedalam kamar Claire hanya untuk merebahkannya diatas ranjang .
Unge berdiri diluar ,tepat didepan pintu kamarnya Claire , dengan kedua tangannya dipinggang , nampak kesal .
"Nat andai saja kamu melihat sikap mantan suamimu ini !" menggelengkan kepalanya .
Unge pun tak berlama-lama disana , ia pun pergi berpapasan dengan sekretaris Claire .
Ting, pintu liftpun terbuka, dan Unge menaikinya .
Unge memutar ulang videonya ,
"Apa yang harus aku katakan pada Nata? ,kasihan dia jika dia melihatnya, dan siapa wanita ini? sudah menikah masih saja bermain dengan wanita lain" gumamnya sendirian didalam lift.
"Tuan, terimakasih , maaf sudah merepotkan"
"Ya" ,Bob pun langsung pergi, setelah sekretarisnya datang.
"Al dimana kamu?", Bob berjalan menelponnya
"Aku dibawah, anda dimana?"
"Baiklah tunggu aku disana "
Bob pun pergi keluar dari hotel bersama Al , Unge ada duduk dilobi namun ia tak mendapatinya pergi.
"Bos , tadi anda darimana?" tanya Al sambil mengemudikan mobil.
"Aku mengantar Claire kekamarnya"
"Oh, dia masih muda tapi minumnya begitu kuat"
__ADS_1
celoteh Al.