Terpaksa Nikah

Terpaksa Nikah
Kecelakaan itu terjadi


__ADS_3

"Aku tunggu sekarang diruanganku" Bob berjalan melewati Renata ditempatnya.Renata terkejut melihat Bob yang kini berada dikantor .


"Apa yang akan dia lakukan ?" Renata sangat gugup.


Renata pun segera masuk tanpa meminta izin .


Renata tertunduk kaku, Bob yang menunggunya segera menghampiri , Bob berjalan mendekatinya,


"Hentikan" pinta Nata


"Aku tahu kamu juga menyukaiku" Bob terus melanhkah maju,


Renata melangkah mundur.


"Hentikan"


"Tidak, kamu tidak dapat menghindar lagi, katakan saja ya"


"Bisakah kita menganggap tidak pernah terjadi apa-apa" , Renata nampak ketakutan,hingga ia tak mampu melihatnya.


"Hahahaha, aku tidak menyangka selama ini kamu anggap aku lelucon?"


"Aku tidak mengerti maksudmu"


"Kenapa tidak kau akui saja, hanya itu yang kuminta"


"Mengakui apa, jika aku menyukaimu?"


Bob menghentikan langkahnya,


"Kamu tidak menyukaiku??" tanyanya begitu kesal,


"Maaf mengenai tadi itu salah paham ,aku ..aku" Renata bicara terbata-bata.


"Tidak, jangan katakan itu"


"Apa??" kini Renata menatapnya karena tercengang, namun Bob sudah menggebu-gebu , seolah tak ingin melewatkannya, berfikir selagi ada kesempatan lagi dekat dengannya, maka Bob pun memaksa menciumnya lagi . Memastikan apakah Renata akan membalasnya.


"Brak" suara pintu terbuka dengan keras . Tidak disangka yang datang ialah Bella . Menghampiri nya ,lalu menampar Renata "Dasar wanita penggoda", Bella datang karena Bob yang tak kunjung membalas dan mengangangkat telponnya,


"Hentikan" Bob menangkap lengan Bella


"Lepaskan,akan ku cincang kau" berteriak pada Renata. Renata dengan segera keluar dari ruangan Bob, dengan sangat malu, orang-orang melihatnya didepan pintu ,Al membubarkan orang-orang yang datang karena penasaran . Bella nampak ngamuk pada Bob.


Renata pun berkemas pergi meningalkan kantor.


Tak ... Tak ... Renata berjalan buru-buru, suara langkah dari sepatunya cukup terdengar jelas.


"Tunggu" Dila bicara pada asistennya, Dila melihat Renata yang tergesa-gesa dan nampak berantakan .


"Ayo kita ikuti dia"


Renata berjalan keluar gedung, hendak ke hallte bis , setelah beberapa saat ia berjalan dan hendak menyebrang di zebra cross, dari belokan sebelah kanan jalan ,tiba - tiba datang sebuah mobil mengebut , Renata dan penyebrang lainnya terkejut, dan naas Renata tidak dapat segera menghindarinya, seolah mobil itu mengarah padanya, penyebrang lainnya berteriak dan dapat menghindarinya kecuali Renata . Mobil sedan hitam itu pun lari setelah menabraknya begitu saja . Semua orang mengerumuninya, dan ada diantara nya meminta pertolongan . Jarak Renata dari kantor kurang lebih 1 Km, Al mendengar kabar itu dengan cepat dari laporan satpam dan orang-orang sekitar yang membicarakannya .Kebetulan Ada yang mengenali Renata, karena Renata sering menyebrang menuju ke halte bis tersebut.

__ADS_1


Al segera memberitahukannya pada Bob.


Al masuk kedalam ruangannya, dan nampak Bella masih berada disana. Al membisikkannya, dan Bob sangat terkejut mendengarnya,


"Pulanglah,aku ada urusan penting" Bob bicara pada Bella,


"Aku ikut" Bella asal minta ikut, padahal dia tidak tahu apa-apa.


"Tidak, kamu tidak boleh, pulanglah sendiri, aku tidak akan mengantarmu"


"Tapi sayang"


Bob tergesa-gesa pergi bersama Al.


"Dimana dia sekarang?"


"Menurut orang yang melihatnya, dia dibawa ke Rs C"


Bob pun segera menuju Rumah sakit tersebut, dan Al berhasil mendapatkan informasi pasien .


"Kemari Bos"


Bob mengikutinya ,


"Siapa yang menempatkannya disini?"


Al dengan segera menemui salah satu perawat disana , meminta Renata segera dipindahkan.


Renata terluka cukup parah, dan Renata belum sadarkan diri. Bob meratapinya .


"Bos anda ditunggu oleh semua anggota dewan"


"Wakili saja olehmu"


"Tapi kali ini penting" bantah Al.


Suasana dikantor sedang ribut, karena nilai saham yang anjlok, namun Bob tak kunjung juga nampak batang hidungnya, membuat geram semua penanam modal.


"Dimana tuan Presdir?" tanya salah seorang pada Al.


"Maaf beliau sedang berhalangan"


"Kami tidak mau jika bukan dia yang datang" oceh salah satunya orang lagi disana,


"Ya benar" yang lain ikut menjawab,


"Jika dia sudah tidak sanggup ,kami akan menghubungi Nyonya Ketua"


"Ya ,ya benar" jawab beberapa orang lainnya disana.


"Tunggu, tunggu dulu, saya akan menghubunginya dulu" Al segera mencari tempat yang sunyi untuk menelpon Al.


Bob mendengar laporan keributan itu, merasa marah.Namun dia tetap tidak beranjak dari rumah sakit.

__ADS_1


"Kita lengserkan saja dia" oceh ayah Dila.


" Ya ini sudah tidak benar, sepertinya jika dia tidak juga bertindak kita lengserkan saja dia"


Disisi lain ,Bob yang sedang berada di Rumah sakit .


"Kita lihat siapa dibalik semua kekacauan ini" Bob menyeringai marah.


Diam-diam Bob menyuruh beberapa orang untuk menyelidiki kekacauan itu .


Renata masih belum sadarkan diri.


Bob mendapat panggilan telpon dari orang suruhannya .


"Baiklah ini waktu yang tepat, jalankan rencananya" suara Bob bicara pada orang itu ditelpon.


Suasana diruang rapat masih terlihat kacau, semua orang tidak berhenti berargumen . Suara ribut terdengar.


Tak .. tak , beberapa orang menyadari suara langkah yang datang, segera menoleh kearah suara tersebut.


"Itu .. itu" beberapa orang menunjuknya , dan segera memberi salam , membungkukkan badannya.


Bob pun berhenti tepat dihadapannya , dan menyuruh beberapa orang suruhannya menangkap pelaku kecurangan tersebut , dan menunjukkan bukti-buktinya . Suasana disana semakin gaduh, dan terdapat beberapa orang yang terkait dalam kasus itu, setelah ditanya beberapa pengakuan muncul,dan terjawab dalang dari semua itu adalah ayah nya Dila . Tanpa dapat dihindari lagi , ayahnya Dila segera ditangkap dan akan di bui kan . Suasana pun menjadi hening . Beberapa anggota dewan direksi disana sangat kesal,atas kecurangan, manipulasi yang dilakukan Ayah Dila dengan komplotannya yang berencana ingin menghancurkan perusahaan,dan dibalik itu mereka bekerja sama dengan pesaing bisnisnya.


Setelah masalah selesai , mereka pun bubar .


Dan kini Al, memberikan Handphone nya pada Bob.


"Apa ini??"


"Dari tadi Nona Bella tidak berhenti menelponku"


"Jangan angkat"


"Baik"


Bob pun bersama Al berencana menuju kantor .


Semua karyawan ,menatapnya , memperhatikan kehadiran Bob , semua orang berbisik kemana saja Bob pergi, hingga terjadi kekacauan besar pada perusahaan .Setelah sekian lama ,mereka baru melihatnya lagi .


Bob dengan santai berjalan menatap mereka semua yang melihat ke arahnya , semua karyawan dengan segera berbenah, tidak ingin kantor terlihat kacau. Beberapa karyawan ada yang dengan segera berlarian , menuju tempatnya masing-masing , saling bertukar kabar, jika Presdir tiba dikantor. Seluruh gedung tiba-tiba sangat heboh .


Bob masuk kedalam ruangannya, melihat para karyawannya dari dinding kaca.


Bob pun kembali memikirkan Renata, yang tak kunjung sadar, ada perasaan was-was, Bob terus merenung nampak khawatir . Setelah pencarian pelaku tabrak lari itu masih nihil.


"Kamu sudah mendapatkan pelakunya?" Bicara pada Al yang berada disampingnya , Al sedang menyajikan kopi di mejanya.


"Masih belum"


"Mengapa, pelakunya bisa tidak terlihat" Bob sangat marah,


"Kamera cctv dekat halte, saat itu terhalangi bis ,dan karena mobil itu melaju dengan cepat,maka plat nomornya tidak terlihat jelas, selain itu tidak ada orang yang mengetahuinya "

__ADS_1


"Periksa lagi"


"Baik" Al pun pergi meninggalkan Bob.


__ADS_2