
Keesokan pagi ,
"Sayang mengapa kamu memilih hotel ini? Mengapa tidak hotel bintang 5 , aku rasa uangmu cukup untuk menyewanya" tersenyum menggoda.
"Aku tidak sedang liburan" jawab Nata datar.
"Bagaimana jika kita bulan madu lagi"
Nata terdiam , namun tak mengeluh.
"Sayang minggu depan bukankah ulang tahun anak kita , Joshua dan Chealsy?"
"Benar"
"Bagaimana jika kita buat pesta untuknya"
"Terserah"
"Sayang, mengapa sikapmu begitu acuh?"
"Aku akan kerja"
"Tega kamu" Bob menahan lengannya.
"Ada apa?"
"Kamu tidak perhatian lagi dengan anak-anak?"
"Siapa yang bilang, aku bergegas karena akan mengurusnya dulu"
"Berhenti bekerja mulai sekarang" Nat terdiam ,
"Jika perlu akan ku dirikan perusahaan baru untukmu ,jika kamu mau, dan kamu jadi bosnya"
"Sudahlah" Nat acuh , dan Bob segera mengikutinya , keluar dari kamar hotel.
...*POV BOB...
Sebenarnya aku sangat kesal , dan ingin sekali marah kepadanya, sikapnya yang selalu berubah-ubah . Apa yang menganggu pikirannya , mungkinkah rumor hubunganku dengan Claire?!.
Bukankah sudah jelas, jika aku sudah memutuskannya , dan membawanya kembali kerumah. Sebenarnya apa mau mu Nat? .
Aku sunguh-sungguh tulus mencintai dan menyayangimu , tidak kan kubiarkan dirimu pergi, meninggalkanku. Aku akan menebus semua kesalahanku , kan ku lindungi hidup kalian sampai titik akhir nafas ku.
.
Nat sepanjang jalan tidak bicara sepatah katapun , hingga sampai depan rumahnya.
Mobilpun berhenti , "Tunggu" Bob berpura-pura membuka safety beltnya.
Kedua mata mereka bertatapan, dan Bob dengan cepat mencuri sebuah ciuman darinya.
Nat tersipu, ia pun segera keluar dari mobil .
"Sayang" menyapa anak-anaknya. Menggendong sikembar satu-satu.
"Nat, lebih baik sekarang kamu urus anak-anakmu saja" ucap Ibu
"Biarkan Bob yang bertanggungjawab" lanjut Ibu.
"Ya Bu, karena kita bukanlah apa-apa tanpanya" , menjawab pesimis.
"Nat , kenapa kamu menangis" Ibu memeluknya.
Bob mengantar Raka hingga depan rumah.
"Sayang , rajinlah belajar ,hari ini Papa tidak antar ,Ok"
"Ok Papa" Raka mengecup pipinya.
"Anak pintar" Bob mengacak-ngacak rambutnya.
.
"Hari ini kamu tidak usah pergi kerja" tegas Bob.
"Lalu apa yang harus aku lakukan?"
"Urus saja anak-anak dirumah, bayi kita !"
"Baiklah" Nata masuk kedalam kamarnya ,setelah lama menatap bayinya yang tertidur.
Bob berjalan mengikutinya , bersiap untuk pergi ke kantor.
"Sayang" hendak mengecupnya, namun Nata berpura-pura tidur mengacuhkannya .
.
.
Beberapa hari ini , media dikejutkan lagi, dengan foto-foto mesra Claire bersama kekasih yaitu Bob, Claire sengaja membocorkannya.
Bob mulai geram lagi ,
"Claire kamu mengungkap foto-foto lama itu"
"Tidak, aku tidak melakukannya?"
"Lalu bagaimana itu bisa tersebar?"
__ADS_1
"Mungkin ada yang menjebol akunku"
"Lalu tindakan kalian?"
"Sudahlah, dunia juga sudah tahu jika aku punya kekasih"
"Lagi-lagi kekasih" gumam Bob dalam hati.
Bob pun memutuskan hubungan telponnya.
.
"Nat" Unge menelponnya.
"Nat kamu sudah lihat lagi??"
"Ya , aku lihat"
"Dia sudah berani mengeksposnya"
"Biarkan saja Nge"
"Apa ?? ,lalu kamu dianggap apa sama Bob? Maaf maksudku suamimu"
"Pencetak anak, penghangat ranjang, apapun boleh" bicara dengan penuh amarah, merendahkan diri sendiri.
"Nat jangan bicara begitu"
"Nge, aku sudahi dulu ya , ini adalah waktu makan si kembar"
"Baikah" , Nata mematikan telponnya.
.
"Semuanya semakin runyam"
"Jika kamu tidak ingin dicap pria pembohong , cepat ceraikan dia" , Bob mengingat ancaman Claire.
Bob resah, ia khawatir jika Claire benar dan bersungguh-sungguh.
"Mengapa dia bicara dan merendahkan aku sampai seperti itu, aku tidak pernah memiliki maksud untuk berbohong juga mempermainkannya"
"Bos" tanpa Bob sadari Al sudah berada didekatnya.
"Apa yang membuatmu melamun?"
"Ah , aku... Aku" menggigit ujung kuku jarinya.
"Bos , kamu kembali pada kebiasaanmu saat kecil!"
"Maksudmu??" sadar pada kukunya.
"Jika kau sedang resah ,kamu selalu menggigit ujung kuku jarimu" Al tersenyum menggodanya.
"Bagaimana menurutmu tentang Claire ? Apa yang harus ku lakukan padanya"
"Hmmm" lama berpikir.
"Al, al ... Sudahlah lebih baik kamu bekerja saja"
"Baik, jika sudah ketemu jalannya aku akan memberitahumu"
"Ok , pergilah"
.
"Baby, siapa lagi ini yang menyebarkan foto-fotomu"
Claire acuh ,fokus merapikan kukunya.
"Baby , mengapa sih pria tampanmu harus disamarkan ,Ah .. Aku jadi penasaran, aku mau lihat aslinya"
"Mau lihat??"
"Heem" Rio mengangguk.
"Ini"
"OMG , surga ini namanya Beb"
"Benarkah? Kamu tertarik?"
"Tentu, Uuuh tampan banget itu , Ya ampun beruntung sekali , bagai putri cantik dan pangeran tampan"
"Beb" terus mengajaknya bicara ,
"Dia itu siapa??"
"Dia.. !? Dia itu seseorang yang istimewa , dan luar biasa, dia mampu membeli agency kita jika dia mau"
"OMG , konglomerat Beb?"
"Heem" angguk Claire.
"Syuuuut" menyuruhnya untuk diam . Claire dan Rio pun tersenyum.
.
"Aku tidak memintamu pindah kamar" Bob kesal mengampiri Nata dikamar sikembar.
__ADS_1
"Aku harus menemaninya, khawatir nanti malam mereka bangun.
"Kamu pikir aku bodoh? Bisa kamu bohongi ! , lalu untuk apa aku membayar para pengasuh anak".
"Ibu lebih baik daripada pengasuh"
"Nat berhentilah marah"
"Apa aku terlihat marah?"
"Ya, bahkan kamu tak ingin menatapku"
"Bob bagaimana jika kita pisah saja" bicara perlahan.
"Pisah???"
"Lalu anak-anak?"
"Buat apa kamu pikirkan anak-anak , mereka bisa aku urus, jika kamu mau , kamu bisa mengambilnya seperti kamu lakukan dulu pada Raka"
"Nat, sepicik itukah aku??"
"Sudahlah, aku ingin tidur"
"Tidak, sebelum aku izinkan"
"Bob apa yang kamu lakukan" ,bertarung diatas ranjang.
"Diamlah, jika tidak ingin bayi kita menangis"
"Kamu... " Nat bersedih , ia tak dapat membendung tangis nya lagi.
"Aku akan menyetujui perpisahan , dan bercerai denganmu , tunggu aku putuskan setelah satu minggu, sekarang penuhi dulu permintaanku"
"Apa?"
"Layani aku , dan tunggu sampai puas"
"Kau!!" , Bob perlahan mendekat , menyentuh kemejanya.
"Bob hentikan" , Bob semakin dekat, menciumi aroma tubuhnya, Bob mencengkram kedua lengannya , kedua tangan Nata terkunci , menekannya keatas kepala. Posisi tubuh sejajar .
"Aku mulai" ucapnya.
"Aaagh"
"Bajingan , setelah kau puas mengahabisiku,kau benar-benar akan mencampakkanku" gumam Nata dalam hati , meneteskan air matanya.
"Nat , maafkan aku ! , aku mengancam dan memaksa tubuhmu melayani nafsuku, sampai kapan pun aku tidak akan melepasmu , aku akan mencari cara , jalan keluar dari Claire" ,gumam dalam hati
.
.
Keesokan pagi,
"Sayang" Bob mengecupnya.
Para pengasuh anak dibuat canggung oleh tuannya, mereka menunggu lama diluar pintu kamar . Mereka bersiap untuk mengurus sikembar , namun Nyonya dan Tuan malah berada disana semalaman hingga pagi , pintu kamar masih terkunci.
Disela-sela mereka (making lo*ve) , sang bayi bergiliran menangis , hingga Nat dan Bob bergantian kerepotan memberinya susu.
"Ough , ini sudah pagi, aku masih mengantuk dan tubuhku sakit semua" nampak lemas dan pucat.
"Sayang, aku akan menggendongmu ke kamar"
Nat , mengangguk .
"Sayang tidurlah" , Bob pergi ke kamar mandi setelah menidurkan Nat diranjangnya.
"Aku akan mengantar Raka sekaligus kekantor, kamu diamlah dirumah , makan yang banyak dan istirahat" ucap Bob.
.
Setelah mengantar Raka, Bob masuk ke tempat Nat bekerja. Semua wanita menyukainya , tak berhenti menatapnya .
"Wah siapa dia tampan sekali, juga keren" mata yang berbinar-binar.
"Oh Tuan , apakabar , silahkan!" Bos Nata menyambutnya.
"Terima kasih" langsung duduk setelah dipersilahkan.
"Suatu kehormatan bagi kami , melihat anda dapat menginjakkan kaki di tempat kami"
"Aku datang untuk istriku"
"Istri??? Ada apa gerangan Tuan dengan istri Tuan disini?"
"Renata, dia istriku , mulai hari ini dia mengundurkan diri"
"Oh Tuhan" ,jantung terasa tersengat.
"Sejak kapan Tuan menikahi sekretaris saya?"
"Hampir 10tahun"
"Apa??"
"Mengapa??" tanya Bob
__ADS_1
"Oh , tidak ! , aku pikir anda pengantin baru, dan baru tertarik kemarin karena aku mengirimnya ketempatmu"