Terpaksa Nikah

Terpaksa Nikah
Baik-baik saja


__ADS_3

Renata melihat handphone nya yang berdering, Bob memanggilnya . Ibu menatapnya, tersenyum, Renata mengacuhkannya, merasa malas bicara dengannya.


"Ibu aku ingin menginap disini" pinta Nata.


Ibu mengelus lembut kepalanya , "Boleh, tapi bicara dulu pada suamimu"


Renata diam, tak mengatakan apapun.


Bob menahan diri untuk tidak mencari Renata, bahkan dia sangat khawatir jika Renata akan membencinya.


Bob sedikit stres ,menelpon Al meminta untuk menemaninya .


AL menemani Bob dirumah, Bob hanya minum "Bisakah kamu membantuku?" pinta nya


"Ya"


"Telpon dan tanyakan dia sedang dimana?" Bob bicara dengan menuangkan minumannya kedalam gelas.


Al mengikuti perintahnya , menelpon Nata.


Nata menjawabnya, mengatakan jika ia hendak menginap dirumah Ibu.


Bob mendengarnya, tak berkomentar apapun.


"Ibu aku akan menginap disini beberapa hari"


Ibu sangat terkejut mendengarnya, "Apa kamu yakin?" tanya Ibu.


"Ya"


"Tapi mengapa? bagaimana dengan suamimu?"


"Dia mengijinkan"


Ibu pun mempercayai dan mengijinkannya menginap.


Selama terbaring diranjang , Renata masih teringat kejadian hari pertamanya bersama Bob , ia tidak menyangka jika itu terjadi juga .Dan ia berpikir juga akan sifat Bob yang playboy , mengerikan memikirkannya . Renata merasa bodoh , jatuh ketangan pria seperti itu .


"Apakah itu memang kewajibanku sebagai istri melayaninya? , akan tetapi akan kah benar aku itu ia anggap istrinya, bagaimana jika dia hanya sedang bermain saja" Renata yang masih belum tahu dan yakin perasaan Bob kepadanya.


Renata sangat sedih memikirkannya.


Bob merasakan hal yang tak biasa ia rasakan, hari ini perasaannya memuncak . Hatinya terasa sangat senang, puncaknya tadi pagi saat ia bersama Nata , Bob meraba dada, merasakan jantungnya.


"Aku semakin mencintainya, saat benar-benar telah memilikinya"


Keesokan hari , Renata pergi ke kampus, banyak sekali yang harus ia kerjakan , penentuan kelulusan sebentar lagi . Ia jangan lengah, khawatir dan terus memperhatikan jumlah nilainya.


"Nat ,kamu baik-baik saja" Unge segera menghampirinya, saat melihatnya.


Renata mengangguk tersenyum . "Aku akan mencari si Alex dulu" , Unge pergi bersama temannya.


Alex sedang berkumpul bersama teman-temannya ditaman .Unge dari kejauhan sudah melihatnya, iapun bergegas menghampirinya.


"Alex" bicara sangat keras memanggilnya,


Alex menoleh ke arah suara.


"Aku ingin membuat perhitungan denganmu"

__ADS_1


"Apa?" Alex meremehkannya , tertawa terbahak-bahak. Dan Unge sangat kesal , menarik kerah bajunya.


"Aku ingatkan , jika kamu berusaha mendekati Nata, apalagi macam-macam padanya, lihat saja aku tidak akan tinggal diam" Unge melepas kerahnya , lalu pergi dengan tatapan marah.


Alex tidak membalasnya, namun cukup kesal pada Unge.


"Nat" Alex memanggilnya


"Kamu" Renata berusaha menghindar,


"Renata , tunggu" Alex menangkap lengannya.


"Lepaskan" keduanya menatap pada lengannya.


"Kamu masih marah?" tanya Alex


"Sedikit" jawab Renata judes.


Alex menatapnya dengan penuh perasaan , "Nat, maaf kan aku" Alex tiba-tiba berlutut. Beberapa orang melihatnya , dan ada pula yang menyorakinya.


"Hentikan, bangun"


"Tidak, sebelum kamu memaafkanku"


Renata merasa kesal , dan tidak perduli . Renata pergi meninggalkannya. Beberapa orang disanapun kini menertawainya. Alex tersenyum malu, harga dirinya merasa sudah runtuh karena Renata. Tapi ia tetap bertekad akan terus mengejarnya .


"Sayang , kamu tidak ingin menemuiku?" pesan dari Bob merayunya.


Renata tidak membalas pesannya , "Playboy" ucapnya.


Tiba -tiba Ibu menelpon, Renata merasa tidak enak jika tidak menjawabnya, ia pun segera menjawab telpon dari Ibu Bob.


"Sayang mengapa dirumah tidak ada orang?"


"Dirumah? Ibu sedang dirumahku?" memastikan


"Iya, kemana para pelayan?"


Renata bingung harus menjawab apa , "Bob memiliki rencana lain , jadi ada pengurangan pegawai dirumah kami, hanya beberapa waktu saja mereka bekerja" jawabnya.


"Jika kamu tidak sibuk, mampirlah kerumah, ada sesuatu hal yang penting ", Ibu membujuknya .


"Baik bu , aku akan datang"


"Terimakasih Renata" Ibu menutup telponnya dan kembali ke kediamannya.


"Ada hal penting apa ya?" tanya Renata dalam hati.


"Aku akan pulang lebih awal , aku duluan ya" Renata bicara pada temannya.


Renata pun pergi mencari taxi, dan pergi menuju rumah Ibu.


"Selamat siang" Renata menyapa Ibu yang sedang duduk merangkai bunga.


"Renata" Ibu sangat senang melihatnya.


Renata pun menghampiri Ibu, Ibu tersenyum "Sudah makan siang?"


Renata menggelengkan kepalanya , jujur jika ia belum makan siang.

__ADS_1


"Ibu akan menyiapkan nya" Ibu sangat senang melayani Nata, Ibu berharap Renata cepat memberinya cucu.


"Ibu ini semua makanan yang sangat bergizi" Renata melihat semua masakan Ibu.


"Ya tentu saja, ini bagus untuk persiapan kehamilan"


Renata terkejut mendengarnya ,


"Pelan-pelan makannya" Ibu memberi segelas air.


"Terima kasih"


Setelah makan Ibu dan Renata duduk berdua sangat serius , " Apa hubungan rumah tangga kalian baik-baik saja?" tanya Ibu


Renata mengangguk dengan ragu.


"Katakan pada Ibu jika kamu tidak suka suamimu, adukan ia pada Ibu"


Renata tersenyum tipis , begitu manis . Ibu sangat menyukai kepolosan wajahnya ,begitu cantik alami.


"Jangan berkurang sedikitpun perasaanmu kepadanya" lanjut Ibu.


"Bob sangat mencintaimu, yakinlah"


Renata tersenyum , mengingat betapa jahatnya Bob , berulang kali menyakitinya . Berganti-ganti perempuan , bermesraan dihadapannya , bahkan pernah berciuman dengan beberapa wanita itu dihadapannya.


"Ibu , langit sudah gelap, aku mohon izin pamit pulang" pinta Renata.


"Ya, tapi tunggu ,Bob sedang dalam perjalanan kemari"


Renata terkejut mendengarnya, jantungnya berdebar, mulai salah tingkah, ia tidak bisa menghadapi Bob saat ini .


"Ibu tapi aku "


Ibu tidak memahami apapun , Renata pun pasrah menunggu Bob menjemputnya.


Tak lama menunggu ,Bob pun datang . Bob melirik dan menatap Nata sesaat. Ia segera menghampiri dan menyapa Ibunya.


Bob pamit beberapa saat setelah menyapa Ibu, Renata pun pamit pulang.


Ibu tersenyum bahagia, berharap rumahtangga mereka langgeng.


Dalam mobil, Renata hanya diam tak bergeming apapun, Bob ingin sekali bicara dengannya , namun melihat situasi Nata yang sedang tidak bagus ,maka ia pun menahannya.


"Aku ingin pulang kerumah Ibu" pinta Renata, Bob tidak mendengarnya.


Renata memandanginya . Bob terdiam pasrah.


Bob membawanya pulang kerumah mereka, Bob pasrah jika Renata akan memakinya. Namun salah Renata tidak mengatakan apapun ,ia langsung turun dari mobil dan masuk kedalam rumah.


Melihat itu Bob merasa lega, ia pun mengikutinya kedalam. Renata pergi mandi dan Bob duduk diranjangnya.


Renata keluar dari kamar mandi ,gugup melihat Bob yang sedang menatapnya , jantungnya berdetak , takut kejadian kemarin terulang lagi.


Renata mengambil pakaian dan memakainya dikamar mandi . Bob tersenyum melihat kelakuannya.


" Padahal aku sudah melihat semua miliknya " , celotehnya dalam hati.


Renata sudah harum memakai pakaian tidur. Ia berbaring diranjang yang sama, dengan hati- hati Nata berbalik , berharap Bob tidak mendekatinya , namun salah setelah Bob kembali dari kamar mandi dan berganti pakaian . Bob pun tidur bersamanya , dan bergerak mendekatinya, memeluk dan mencium tengkuk lehernya Memeluk nya dengan mesra .

__ADS_1


__ADS_2