Terpaksa Nikah

Terpaksa Nikah
Happy Birthday J&C


__ADS_3

"Selamat"


"Selamat" Beberapa tamu dari kalangan keluarga dan teman dekat berdatangan.


"Yeaaay, selamat ulang tahun ponakanku" Daniel membawa dua buah kado.


"Hehe, Papa Raka juga ikut senang lihat adik bayi ulang tahun"


"Ya sayang" ,Bob mengacak-ngacak rambut nya.


Bob terus menggenggam tangan Nat, berdiri disampingnya. Sedangkan Sikembar digendong oleh para pengasuhnya.


Bob dan Nata menyambut tamu yang terus berdatangan juga menyapanya .


.


.


"Dia?!"


"Ya dia pacarnya"


"Jadi benar mereka pacaran?!"


"Gosipnya sih iya, buktinya dia datang"


"Ooh, jadi disini ada istri ada juga kekasih" celoteh beberapa tetangga yang turut diundang.


Claire melangkah dengan penuh percaya diri, dia ditemani sekretarisnya Loly.


"Hai, selamat ya sayang, mana anak-anakmu?" Sapa Claire pertama kali.


"Oh itu aku sudah melihatnya" lanjut Claire, berjalan menemuinya.


"Selamat ya Sayang" mengecupnya bayinya satu persatu, namun tidak mengena.


"Selamat sore Nat" sapanya pada Renata.


"Terima kasih sudah datang" jawab Nata.


Claire tersenyum, hari itu seolah tidak terjadi apa-apa pada mereka.


"Sayang, aku sudah memberitahu Ayah dan Bundaku jika kamu telah menemukan anak-anakmu, dan mereka pun tidak keberatan dengan hal itu" , mendengar Claire bicara begitu, Bob hanya dapat membalasnya dengan senyum yang tipis.


Ibu nya Bob terkejut, juga Ibunya Nata.


Melihat Bob bersama Claire , Nata pun menjauh , dia menyapa tamu lain .


"Sayang, siapa wanita itu?" tanya Ibu Nata.


"Dia Claire bu"


Claire mencari-cari, terlihat dari sorotan matanya .


Dan matanya tertuju pada Nata juga Ibunya , Claire tersenyum menyapa dengan tangan yang tak lepas merangkul , menggenggam lengan Bob dengan erat.


"Sayang antar aku menyapa Ibumu" sahut Claire. Bob pun menurut. Kedua mata Ibunya membulat, melihat putranya membawa Claire ke hadapannya.


"Apakabar Ibu, senang sekali berjumpa , perkenalkan saya Claire, maaf saya telat menemui anda" Sapanya dengan sopan, dengan senyum yang menawan . Nata terus memperhatikannya.

__ADS_1


Claire wanita yang begitu hangat, cantik dan manis , yang mengisi hati Bob selama ini .


"Claire aku ingin bicara berdua denganmu, ayo ikuti aku" bisik Bob pada Claire.


"Ada apa? tamu undangan sudah banyak, sebentar lagi acaranya akan dimulai" balas berbisik padanya.


Bob dan Claire sadar jika mereka berdua tengah menjadi sorotan .


"Lihat mereka, pasangan yang ideal" bisik-bisik sebagian tamu, Mereka sedikit iri pada Claire karena memuji pada kecantikannya. Meskipun Nata tak kalah cantik , dan lebih elegant.


Ada pepatah wanita muda lebih menarik dan bergairah , itu lah yang terlihat dari Claire , hingga ia pun berhasil menghangatkan hari-hari Bob tanpa Nata.


"Nyonya , apakah tamu sudah hadir semua?" tanya MC pada Nata.


" Ya, seperti nya sudah"


"Bisa kita mulai acaranya ?"


"Ya" Nata pun mengangguk . Nata berdiri bersebrangan dengan Bob . Dengan keduanya saling melihat.


"Claire, aku pergi temani dulu anak-anakku" ucap Bob.


"Hmm, baiklah" , Claire sedikit kecewa, dalam hatinya ia sangat ingin bergabung dengan Bob juga anak-anaknya. Sayang itu adalah tempatnya Nata yang tak dapat digantikan .


"Yeaaaay, Horay , Selamat... Selamat" ,semua tamu bersorak disaat peniupan lilin selesai, dimana peniupan lilin dilakukan oleh Bob, Raka, dan Nata.


Claire seolah tak ingin kalah , ia dengan cepat memanfaatkan moment itu, menarik perhatian para tamu .


"Oya sayang, aku membawa hadiah kecil untuk anak-anak , anak-anakku juga" senyumnya yang centil. Semakin membakar hati Nata.


"Ini" dia membawa dua kado kecil berisikan kalung yang indah.


"Terima kasih" ucap Bob.


Claire tidak sabar untuk segera memakaikannya, dan tak ada satupun yang berani mencegahnya .


Unge pun hadir disana , dia menatap Nata dengan Iba dan sedih.


"Cantik" Claire memuji pada kalungnya.


Karena putusnya Bob ditolak oleh Claire, bisa dikatakan status mereka disini masih berpacaran. Hubungan yang semakin rumit antara kekasih dan istri.


"Claire, apa kamu tidak sibuk?" tanya Bob.


"Tidak sayang, aku sengaja datang meluangkan waktuku untukmu dan anak-anak" .


"Aku sudah bicara baik-baik padamu, aku tidak pernah berniat berbohong ataupun mempermainkanmu, aku masih menikah dan kamu pun tahu itu "


"Tapi dulu kamu tidak bilang begitu, yang aku tahu tiba-tiba kamu membawa Raka dan bilang Nata adalah Ibunya,dan saat kita kencan kalian sudah tidak satu atap"


"Ya, aku akui aku salah tidak mengakui dari awal"


"Aku tidak ingin hubungan kita hancur, kita harus tetap fokus pada komitmen kita"


"Tapi Claire"


"Lupakan dia" ,Claire mulai kesal , emosinya mulai naik. Dan Bob seperti pria yang nurut pada kekasih . Ia tiba-tiba tak dapat membantah Claire. Dunia sudah tahu yang mereka lakukan.


Nata mencari Bob, karena tamu nya satu-persatu pamit pulang.

__ADS_1


Claire dan Bob bertatapan ditempat yang sepi , Claire mendekat dan menciumnya , Bob tak menolak. Nata melihat Bob berciuman dengan Claire.


"Tak... Tak ... Tak" , Nata pun dengan cepat segera pergi dari sana.


"Nat" ternyata Unge mengikutinya.


"Unge" Nata terkejut, dan dia langsung memeluknya.


"Sabar sayang" , Unge mengelus punggungnya.


"Nge, aku sudah tidak tahan, aku ingin pergi jauh, sangat jauh dari sini"


"Nat, ini salahku, seandainya aku tidak mengikuti nafsuku , kamu masih bersama Alex"


"Tidak ini tidak ada hubungannya dengan kalian, justru aku bahagia akhirnya Alex menemukanmu"


"Nat, sekarang apa yang akan kamu lakukan?"


"Entahlah, hatiku sakit nge"


"Kamu masih mencintai Bob?"


"Aku, aku tidak tahu" masih menangis tersedu-sedu.


Dari awal Unge sudah beritahu, jika Bob sedang berkencan dengan Claire, namun siapa sangka mereka malah merajut cinta lagi , melalui Raka. Jiwa Bob bergejolak setiap bertemu Nata begitu juga Nata , alih-alih mengantar dan menemui Raka , cinta mereka telah bersemi kembali.


Claire berjalan bersama Bob, Nata pun segera pergi menjauh, tidak ingin terlihat oleh mereka, juga Unge ia segera mengikuti Nata.


Bob mencari Nata dengan kedua matanya , dan menatapnya sesekali menemukannya.


"Bob, aku tidak akan kembali" lirih Claire,


"Apa maksudmu?"


"Aku akan tinggal disini, jadi aku bisa terus dekat denganmu" memeluk dan mendekapnya. Tak lama Bob melepasnya, karena tidak nyaman oleh sebagian tamu yang ada.


"Selama ini aku salah, membiarkan kita menjalin hubungan jarak jauh".


Bob selama Claire bicara, ia tak dapat membantahnya, satu patah katapun. Ia masih memikirkan cara keluar dari permasalahan ini , seolah ia sedang terjebak . Dunia tahu jika ia menjalin hubungan dengan Claire, ia tak bisa sedikitpun mencoreng nama baik nya juga perusahaan . Terkecuali Claire berhati baik melepasnya.


Acara pestapun selesai , tamu dari luar semua sudah bubar, Ibu Bob pun pulang lebih awal, dengan kesal dan butuh penjelasan dari Bob. Nata yang hancur dari tadi, menahan diri semampunya . Merasa diri tak berarti. Nata pun pergi kekamarnya untuk berganti pakaian , dan ingin sedikit melepas lelah, dengan sekedar berbaring diranjangnya.


Claire melihatnya, diam-diam mengikutinya. Claire masuk kedalam kamar Nata.


Claire melihat isi kamar nya dengan Bob, yang tak pernah berani dia masuki .


"Jadi kalian sudah tinggal bersama" ,


Nata terkejut dengan kedatangan Claire .


"Kapan kamu akan pergi dari sini?" lanjut Claire.


"Kamu sudah tidak sabar" sahut Nata.


"Kita sama-sama wanita, dan seperti yang ku katakan sebelumnya , aku minta pengertian darimu"


"Baik, dan bersabarlah, aku akan segera pergi dan mengemas semua barangku dari sini" Nat mulai terpancing emosi.


"Baiklah, cepat-cepat!" Ucap Claire , melangkah berjalan keluar.

__ADS_1


Claire seolah berhasil merebut Bob kembali namun ini belum kemenangan yang sesungguhnya , sebelum Nat benar -benar pergi dari samping Bob.


__ADS_2