Terpaksa Nikah

Terpaksa Nikah
Dila


__ADS_3

"Kamu sudah laporkan setiap kapal yang membawa barang?


"Sudah" jawab Al.


"Bos apa kita akan kembali?"


"Tidak, aku harus dapatkan anak dan istriku kembali"


******


"Sial karena wanita dan si Alex itu aku jadi cacat begini" Dila berjalan di bandara. Penampilan Dila saat itu memakai kacamata hitam, bermasker, baju hitam, hitam warna favorit nya.


Bob kebingungan melihat kapal barang yang berlayar begitu banyak.


Keterangan dari pria itu tidak cukup jelas.


*******


"Sayang, sekian lama sudah ,kamu acuhkan istrimu ini" ,Dila menyeringai, mengirim pesan pada Bob.


Bob tidak merespon pesannya.


"Bos aku sudah selesai membuat laporan mengenai kapal barang dan nyonya".


"Al bisakah kamu berubah menjadi mode teman?"


"Apa??"


"Sekian lama kamu bicara dengan kaku padaku"


Bob menatapnya, sedangkan Al tertunduk.


"Dulu kamu adalah teman terbaikku dikala bermain, dan sampai sekarang.. kamu masih setia menjadi teman baikku,dan selalu berada disampingku, hari ini bersikaplah selayaknya teman seperti dulu"


-----


"Tuan muda , lihat ini" bayangan saat kecil, Al dan Bob.


"Jangan panggil aku tuan muda , kamu lupa kita kan teman , panggil aku Bob"


"Tapi tuan muda?!"


"Sudahlah, disini hanya ada kita berdua" Bob tersenyum pada Al,


"Baik" ,mereka begitu akrab


------


Aldi mengingat kenangan itu , kembali pada pertanyaan Bob. "Baik" Al menjawabnya dengan tegas.


"Al , kamu tahu apa yang sedang aku rasakan?? aku tidak mengerti, mengapa aku bisa sampai seperti ini , menurutmu.. bagaimana mengenai aku saat ini?"


Al merasa canggung , dan Bob menatapnya.


"Wajar jika kamu bersikap seperti ini, kamu sudah kehilangan seseorang yang berarti ,bagian dari hidupmu, yaitu mereka anak dan istrimu, namun kita sudah berusha mencarinya , Alex dia tidak mudah, jika anda melaporkankannya itu akan menggemparkan seluruh negeri, dan dikhawatirkan itu juga akan berpengaruh pada anak dan istri anda. Terutama putra anda"


"Kita cari seseorang, detektif bayaran untuk menemukan mereka"


"Ya itu adalah pilihan yang tepat"


"Aku yakin dia dapat menjaga dirinya dengan baik" gumam Bob dalam hati.


*******


"Sial, aku merasa jijik terus menerus melihat muka ini" , Dila yang sedang bercermin . Kini dia sudah berada diatas pesawat.


"Dimana ini???" Setelah sampai, Dila mencari tempat yang hendak ia datangi .


"Selamat siang nona"


Dila berjalan masuk ke ruangan Dokter.


"Tidak ku sangka , demi dia, aku bersedia merubah rupaku" Dila menyeringai melihat dirinya dikaca.


"Nyonya istirahatlah, saya tinggalkan dulu sebentar"


"Baik" .Hari itu Dila melakukan bedah plastik pada wajahnya .

__ADS_1


"Bajingan, dia sama sekali tidak peduli padaku, pesanku sama sekali tidak dia balas" Dila menggerutu, keadaan dalam terbaring ditempat tidurnya di Rumah Sakit.


********


"Anak buah kita sudah melaporkan sudah ada 6 Kapal barang yang selesai diperiksa, mereka tidak menemukannya"


"Haah" suara membuang nafas ,Bob nampak lelah, kesal dan pasrah .


"Kita kembali ke negara S"


"Baik"


********


"Alex, apa kamu tidak takut menjadi buron?"


"Buron??" Alex menatapnya dengan tajam


"Mengapa aku menjadi buron?"


Renata ketakutan melihat raut muka Alex yang tampak marah.


"Kamu ada di kartu keluargaku" tegas Alex


"Kamu benar" Renata hendak pergi , namun Alex menangkap lengannya .


"Kapan kamu menyerahkan dirimu padaku?"


"Alex lepaskan"


"Tidak, tidak lagi, selama ini aku sudah cukup menahannya, kamu masih mencintainya? kamu melayaninya lagi"


"Alex" Renata sangat marah mendengarnya ia berteriak sangat keras, dan mendorongnya. Renata pun segera pergi ,Ia berlari .


"Sampai kapan Kapal ini berlayar?" Ibu bertanya pada Daniel.


"Ibu aku sedang minta bantuan Dita" Daniel berbisik pada Ibu.


"Apa yang hendak kamu lakukan"


Daniel terus menerus melihat pada Hpnya ,


Alex masuk ke kabinnya , Daniel terkejut saat Alex sudah berada dihadapannya .


"Apa yang kamu cemaskan?"


"Kyaaa" ,Hp itu hampir terjatuh dan Alex berhasil menangkapnya .


"Kamu berusaha menghubungi orang luar?"


Daniel terdiam, dia sangat takut dan gugup.


"Tidak"


"Disini tidak akan ada sinyal . Kita diperairan yang sangat jauh"


"Apaa??" Daniel terperangah , ia melihat ke jendela kapal.


"Kakak dimana ini?"


Alex tidak menjawabnya .


"Alex dia berubah menjadi menakutkan" Renata melihatnya , sembari memeluk Raka yang tertidur.


********


Beberapa haripun berlalu,


"Sudah lama aku tidak lagi mendengar kabar darinya" Bob memikirkan Dila.


"Selama ini aku mengacuhkannya, dan hanya memberi dia status palsu"


"Apakah aku tidak akan pernah mendapatkannya" menambah pikiran, memikirkan Nata. Bob tampak frustasi. Terlalu banyak yang ia pikirkan.


Bob minum-minum sendirian dikantor. Bob keluar dari kantor dalam keadaan mabuk . Ia mengendarai mobilnya sendiri.


"Mengapa aku kemari?" Bob melihat rumah yang tampak begitu gelap"

__ADS_1


"Mengapa disini gelap?, kemana orang-orang?" Bob berjalan masuk kedalam rumah, melihat kamar yang kosong .


"Ahhh," Bob merebahkan dirinya diatas ranjang, dan tertidur.


Dila ia baru saja kembali, selesai dari pengobatannya.


"Tunggu siapa yang datang?" melihat mobil Bob didepan rumahnya .


Dila perlahan masuk, dan melihat pintu kamar yang terbuka. Sebelumnya Bob telah memeriksa kamar Dila, namun ia menutup pintu kamarnya kembali. Bob tertidur dikamar tamu samping.


"Benar saja, dia tuan rumahnya, tentu saja dia dapat masuk" Dila menyerengeh senang melihatnya .


Berjalan perlahan mendekatinya , menyentuh nya dengan jemarinya.


"Kamu begitu tampan, aku suka ini, ini ,ini juga ini" Dila yang berpikiran mesum, menggigit bibirnya sendiri, setelah menyentuh Bob.


"Aku akan tidur disini" serengehnya.


"Tunggu, akan lebih menarik jika aku melepas bajuku" Dila melepas satu persatu pakaiannya .


"Aku akan menghangatkan tubuhmu" memeluk dan mengecupnya perlahan .


"Hemmm , tapi ini tidak menarik, kamu harus melepas bajumu juga sayang" Dila bergumam dalam hati, dan menyerengeh sendiri.


Membuka semua kancing kemeja baju Bob.


"Wah, tubuh yang indah" Dila mengecup dan tangannya terus berseluncur bermain di tubuh Bob .


Bob yang mabuk , dia malah bermimpi sedang bercinta dengan Renata, ternyata kecupan Dila memancingnya. Hingga Bob bangun dan menyadarinya .


"Hap" Bob menangkap lengan Dila, Dila terkejut .


Dila ia tampak persis Renata, rambutnya yang terjuntai panjang berwarna emas, ujung rambut yang indah bergelombang ,hidung , bibir bahkan kelopak matanya tampak mirip.


Bob menatapnya didalam gelap, Dila ia menatap Bob disampingnya .


Bob membelai dan menatap wajahnya begitu intens.


"Sayang, benarkah ini kamu? Nata?"


"Deg.. " jantung Dila berdetak kencang, ia hampir saja marah.


"Hah, benar aku telah merubah rupaku agar terlihat mirip seperti dia"


Dila mengangguk , dan Bob merangkulnya begitu erat.


"Ahh" Dila mendesah senang .Bob ada dipelukannya dan begitu erat.


"Aku mencintaimu" dengan bodohnya Bob berkata, karena ia tak menyadarinya.


"Ummmh.." Berciuman dengan sangat intens .


"Ahhh" , tiba -tiba Bob merasa lelah dan merasakan kepala yang begitu berat . Dan ia malah tertidur begitu saja.


"Bob... sayang" Dila mengusiknya.


"Hah.. apa ?! dia malah tidur!?"


"Cih , Bob , sayang bangunlah" Dila sangat kesal .


"Aku sudah merasakan sakit yang begitu demi rupa ini ,tapi kamu malah menyiakannya juga "


Dila pun beranjak dari ranjang, dan berpakaian .


Pagi hari Bob bangun, menyadari dirinya yang berantakan . Dila tidur membelakangi nya .


Bob menyentuh rambut itu .


"Nata?? benarkah ini dia? semalam aku tidak bermimpi?!" gumam nya dalam hati .


"Tunggu dimana ini??"


"Aah" kepala yang terasa berat,


"Ini ,benar semalam aku malah masuk kerumah Dila ,siapa wanita ini"


Bob perlahan bangun, beranjak dari ranjangnya

__ADS_1


__ADS_2