
"Pagi ini aku harus cepat menyelesaikan tugasku, sudah tidak ada waktu" Unge segera beranjak dari ranjangnya . Pagi-pagi dia sudah keluyuran mencari Bob.
Dia sudah mendapat informasi sebelumnya dari seseorang, orang suruhannya.
"Ini dia" Unge menunggunya diluar apartemen Bob.
Tak lama mobil Bob pun keluar,
"Eh itu, benar itu mobilnya" Unge segera mengejarnya .
Unge terus memperhatikan jalan dan mobil Bob. Kini misinya harus selesai.
Unge melihat mobil Bob berbelok memasuki Rumah Sakit.
Unge pun diam-diam menyelinap, mengikuti Bob dari belakang.
"Ruang bersalin?" Unge melihat Bob masuk ke ruangan tersebut.
Ada seorang pria yang mencurigakan menatap Unge . Dia memakai setelan baju warna hitam , topi hitam dan masker hitam. Pria itu langsung pergi setelah menyadari Unge menatapnya.
Unge diam-diam mengintip ingin tahu apa yang terjadi didalam.
Saat suster masuk, Unge sekilas melihat Bob didalam ruangan itu bersama beberapa orang . Dia melihat nama pasien yang terpajang dari ranjangnya.
"Benar saja, dia sedang mendampingi istrinya yang baru saja melahirkan"
"Eh" Unge seperti melihat bayangan lewat.
"Sepertinya ini belum cukup, aku belum tahu Bob memiliki hubungan apa dengan perempuan kemarin?" Unge nampak gundah.
"Suster-suster" seorang perawat memanggil beberapa temannya yang berjaga. Mereka berjalan bersama-sama . Unge penasaran mengikutinya .
"Ada keributan apa?"gumamnya.
"Gawat"
"Bagaimana ini?" Semua perawat nampak panik.
Mereka berlarian .
"Ada apa ?? ada apa??" tanya beberapa orang .
Al baru saja tiba . Unge segera bersembunyi.
Terdengar ada seorang bayi hilang.
Bob keluar dari ruangannya disusul orangtua Dila yang datang dari arah lain .
"Bob apa yang terjadi??" Tanya Ayah Dila, Unge berjalan perlahan melewati ruangan Dila, ia sekilas melihat Dila yang masih terbaring nampak lemas.
Nampak beberapa perawat berkumpul ,petugas keamanan ,Bob, Ayah Dila juga dokter .
Mereka pergi melihat rekaman cctv, dan mengerahkan semua petugas keamanan untuk mencari bayinya, menutup sementara akses jalan keluar Rumah Sakit.
"Ibu ... " Dila bicara dengan lirih, Ibu berpura-pura.
"Mana bayiku ,mengapa aku belum boleh melihatnya?"
"Sabar sayang, nanti mereka akan membawanya kemari" Ibu mengelus rambutnya .
"Dimana Ayah dan Bob"
"Ayah ?! dia tadi ada telpon dari kantor, sedangkan Bob tadi ibu lihat dia sedang berjalan-jalan didepan"
"Ibu, apakah anakku cantik?"
"Ya" Ibu membelainya.
"Ini" semua orang melihat jelas , siapa yang mengambil bayi Dila.
"Pria itu bergerak dengan sangat cepat" gumam seorang pria disana . Mereka semua melihat rekamannya di CCTV. Bagaimana si penjahat itu mengambilnya .
Sipenjahat itu berhasil keluar lebih dulu, sebelum petugas keamanan datang.
Dia pergi dengan menaiki mobilnya .
__ADS_1
Bob pun mencari di berbagai tempat , semua sudut yang memungkinkan merekam si penjahat.
"Berhenti" Bob meminta seorang petugas menghentikan pemutaran nya. Bob melihat pria itu berjalan keluar ,diantara orang-orang diRumah Sakit.
lalu melihatnya direkaman lahan parkir dan ia keluar berhasil melewati pos parkir .
"Tertangkap pria itu, ia berhasil lolos"
"Al kita harus cepat mengejar mobil itu, catat dan kenali mobilnya "
"Baik" Al dan Bob segera mencari mobil yang membawa bayi Dila tersebut. Ia pun tak lupa untuk mengerahkan beberapa orang bayarannya.
"Nat kamu harus lihat ini, disini begitu kacau" gumam Unge. Unge mengingat pria yang tadi ikut mengawasi Dila bersamanya .
"Jangan-jangan penculiknya dia!?"
Renard , dia berada di negara S, dia baru saja melihat Bob juga Al keluar, tanpa diketahui Bob jika Renard dari tadi duduk diruang tunggu memperhatikannya . Dia datang ke Rumah Sakit untuk pemeriksaan .
*******
"Nona apa yang sedang anda lakukan?"
"Aku mengirim pesan pada Tuan Bob, tapi dia belum saja membalasnya" Claire nampak gelisah.
"Disini , apakah wanita ini masih menginap disini??" Unge memandangi bangunan hotel dari luar.
"Tidak ada cara lain" Unge memiliki niat .
Jalan dengan berpura-pura , mencari Claire dan Loly.
Loly merasa bosan dikamar bersama Claire. Ia pun berjalan-jalan keluar.
"Kebetulan" gumam Unge.
"Eheem" Unge berdehem,
"Eh" Loly menatap Unge.
"Maaf" Unge tak sengaja menabraknya .
Loly menatapnya, "Baik" , untung Loly bersikap ramah, serengeh Unge.
"Ini" Unge memberikannya segelas kopi.
"Saatnya berbasa-basi" gumam Unge dalam hati.
"Oiya perkenalkan nama saya Unge" senyum ramah.
"Loly"
"Maaf kejadian tadi, apa kopinya mengenai bajumu?
"Tidak"
"Ehm .. " Unge mengangguk-angguk sembari meminum kopinya.
"Darimana asalmu?"
"Aku datang dari kota B"
"Oh kota B" , sanggah Unge
"Kamu bekerja?"
Loly tersenyum mengangguk.
"Kamu sendiri?" tanya Unge
"Tidak , saya menemani Nona saya"
"Oh" Unge mulai canggung.
"Darimana asalmu? kamu sedang menginap disini juga?" tanya balik Loly.
"Tidak, hotelku tidak disini, tadi aku mencari teman yang menginap disini, namun dia sudah chek out! , oiya apa pekerjaanmu?"
__ADS_1
Loly merasa tidak nyaman, sambil menyeruput kopinya, nampak ia tertegun .
"Aku sekretaris"
"Berapa lama kamu akan tinggal disini?"
"Entahlah saya tidak tahu" Loly menyerengeh.
"Sial , bagaimana aku menanyakannya?" Unge nampak greget.
"Aku kemarin melihatmu disini juga bersama pria, dan akupun melihat Nona mu bersama pria , mereka duduk disana!" menunjuk.
"Kamu tahu kami dengan detail?!" Loly mulai curiga.
"Hehe, aku tipe orang yang mudah ingat" mencoba mengelak.
"Ya dia bosku, bersama teman kencannya" Loly bicara asal.
"Oh, teman kencan?!" ucapan yang sudah sangat jelas baginya.
Tak lama, berbicara Unge dan Loly pun berpisah .
"Nat, kamu harus sudah melupakan dia, dia memang tak pantas untukmu" Unge bergumam sangat marah, pergi menaiki mobilnya . Unge berangkat menuju bandara .
Sepanjang jalan Unge berpikir akan kekacauan yang ia lihat tadi pagi . Ia bertanya-tanya , "Apakah bayinya berhasil ditemukan?!"
********
"Ibu, mengapa mereka lama sekali mengambil bayinya?" Dila sudah sangat kesal.
"Sabar sayang, tunggu" Ibu tak tahu harus bicara apa lagi.
"Ayah" Tn. barack memasuki kamarnya.
"Ayah , dimana bayiku, izinkan aku melihatnya"
"Hmm, bayimu sedang tertidur, dan untuk sementara dia tidak bisa dibawa kemari, dia disimpan diruang khusus bayi" Ayah terlihat gugup.
"Benarkah?? , apa dia baik-baik saja?"
"Ya dia baik -baik saja"
Pria jahat itu membawa bayinya ketempatnya .
"Anakku" pria itu membelai wajah bayinya yang polos.
"Bos mobil yang pria itu pakai, ia dapatkan dari tempat ronsokan, seminggu yang lalu"
Bob bersama Al menemui tempat rongsokan tersebut. Benar saja pria itu mengatakan jika seminggu yang lalu, ada pria datang membeli mobil rongsokannya. Dia tidak dapat menjelaskan pria itu, karena lupa dan hanya sekilas bertatapan dengannya.
"Bos ada hal lain yang ingin aku katakan"
"Apa itu?" tanya Bob,
"Kamu bisa melakukan tes Dna nya" , Bob tertegun .
"Sebaiknya kita cari dulu bayinya"
"Baik"
Renard yang penasaran berjalan menyusuri setiap ruangan . Ia mencari suatu alasan , mengapa bob dan Al ada di Rumah Sakit . Ia melihat jelas jika Bob dan Al berjalan keluar dari lorong ini , gumamnya.
"Ruang Ibu dan Anak" Renard menyerengeh.
"Suster boleh kah saya melihat data pasien yang dirawat disini?"
"Maaf tuan , tidak bisa !"
"Ada yang anda cari?" tanya salah satu suster disampingnya .
"Ya , Dila,apakah dia disini?" , suster menatapnya ragu.
"Dila Barack?"
"Ya!" jawab Renard.
__ADS_1